Kaskus

Story

breaking182Avatar border
TS
breaking182
Asu Ajag Pegunungan Tepus : Revenge
Quote:


Quote:

Diubah oleh breaking182 17-03-2026 11:08
ibra212Avatar border
69banditosAvatar border
bohemianflaneurAvatar border
bohemianflaneur dan 28 lainnya memberi reputasi
27
13K
97
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread53.4KAnggota
Tampilkan semua post
breaking182Avatar border
TS
breaking182
#19
BAGIAN DELAPAN


Aku ternyatacukup mengirim pesan pribadi saja di forum. Dan di dapatkanlah apa yang tadinya aku sangka susah dicari : alamat si pengarang Asu Ajag Pegunungan Tepus. Bersama dengan semakin tebal keyakinan ku bahwa kasus yang terjadi ada hubungannya dengan tulisan horror yang aku baca di forum Kaskus. Hal itu dikuatkan oleh bulu –bulu misterius berwarna kelabu kehitaman yang terdapat dalam genggaman mayat Irfan. Sangat persis dengan penjabaran di cerita itu.

Pada sore hari aku memijit bel sebuah rumah sederhana di kawasan pinggiran kota Yogyakarta bagian selatan. Pintu pun dibuka. Langsung oleh si pengarang sendiri. Orangnya memang bisa dibilang masih muda. Namun juga jika dibandingkan dengan ku masih lebih tua beberapa tahun. Berpostur sedang dan tinggi, tampang si pengarang pun tak biasa-biasa saja. Tampang yang umum kita temui di mana-mana. Penampilan juga tidak nyentrik. Malah berkesan seperti anak milenial yang sangat mengikuti model dan trend. Model rambut semi mowhawk.

Selebihnya tidak jauh dari dugaan ku. Si pengarang senang berbicara dan lekas menjadi akrab. Setelah saling berkenalan dan berbasa-basi sambil mencicipi minuman yang dengan segera sudah dihidangkan oleh dia sendiri, tuan rumah kemudian bertanya apa kiranya yang dapat ia bantu.

"Aku seorang guru honorer dan penulis lepas...!"

Aku memberitahu dengan tenang.

"Ah!", tuan rumah bergumam sembari tersenyum.

"Tadinya kukira Njenengan itu seorang sales. Dari perusahaan asuransi. Karena sudah dua hari ini banyak sales asuransi yang datang kemari"

Lantas menambahkan dengan sopan.

" Maaf tetapi. Apakah njenengan tidak salah mengetuk pintu?"

"Salah bagaimana?"

" Terus terang saja, saya heran seorang penulis dan juga seorang guru tiba –tiba mengetuk dan ada di depan pintu rumah saya ini" , kata tuan rumah tulus.

“ Namun untuk sekarang ini, saya merasa tidak punya kepentingan yang ada kaitannya dengan bidang pekerjaan yang njenengan tekuni. Sebagai penulis lepas ataupun seorang guru "

"Ada yang ingin saya tanyakan ke njenengan ".

Aku menjawab dengan senyuman manis di bibir.

"Baiklah! Monggo silahkan"

"Ini menyangkut isi cerita dalam tulisan njenengan di kaskus yang berjudul Asu Ajag Pegunungan Tepus!"

"Oh ya?" tuan rumah menatap tertarik.

"Apakah kiranya ada salah tulis dalam cerita tersebut?"

"Tidak"

-"Lantas?"

"Yang ingin saya tanyakan adalah mengenai sekelompok manusia yang bisa berubah wujud menjadi asu ajag........."

Aku menahan nafas.

Kemudian memberitahu dengan hati-hati. "Si asu ajag jelmaan yang ada di desa Telaga Muncar! Tentang Randu Alas, tentang keluarga Dargo"

"Ada apa dengan asu ajag jelmaan?" tanya tuan rumah. Semakin tertarik.

“ Tentu njenengan tahu, kasus pembunuhan tiga hari yang lalu. Korban mati dengan cara yang mengenaskan. Alat kejantanannya hilang lenyap, meninggalkan luka mengerikan berlumur darah. Cairan anyir berwarna merah itu terdapat lebih banyak lagi di sekitar leher. Dan leher itu boleh dikatakan hampir tanggal dari pundaknya. Itu semua persis dengan yang njenengan gambarkan di tulisan Asu Ajag Pegunungan Tepus

“ Belum lagi ada yang memperkuat dugaan saya. Di temukannya bulu –bulu kaku berwarna kelabu kehitaman “

“ Bukti itu pula yang tertera di tulisan njenengan “

"Untuk alasan-alasan tertentu, aku berani memastikan bahwa Asu Ajag Pegunungan Tepus dalam tulisan njenengan, keberadaannya memang nyata. Bukan mengada-ada!"

"Oh ya?"

Kembali…oh ya. Tanpa ada komentar tambahan yang sangat ku harapkan. Setelah sia-sia menunggu beberapa saat lamanya. Aku lebih dulu kembali menahan nafas. Baru setelahnya memberanikan diri membuka mulut.

"Sudilah kiranya memberitahu. Bagaimana caranya saya dapat menangkap mahkluk itu. Di dalam tulisan njenengan tertulis secara gamblang dan jelas. Apakah njenengan dapat membantu saya?"

"Membantu?", tuan rumah bertanya terkejut. Kemudian tersenyum.

"Ya ampun….! Janganlah memperolok-olokkan diriku yang awam dan bodoh ini..."

"Saya serius!"

Si pengarang terdiam.

Sejenak, ia mengamat –amati wajahku. Setelah menangkap kesungguhan di wajah ku, ia kemudian berujar bingung.

" Bagaimana harus menjelaskannya ya?"

Aku diam. Menunggu. Tuan rumah kemudian menghela nafas panjang. Dua tiga kali . Agaknya berberat hati untuk memberitahu. Namun terpaksa. Dan tercetus jugalah akhirnya pengakuannya yang sungguh sangat tidak diharapkan.

"Asu Ajag Pegunungan Tepus tak pernah ada!", katanya.

" Itu semua hanya ada dalam imajinasinya saja. Semata-mata imajinasi......".

Diam sesaat, ia kemudian menguatkan pernyataannya dengan dua kata tambahan.

"Sungguh mati! Itu hanya cerita fiksi"

Ganti aku yang mempelajari wajah tuan rumah. Apa yang dia temukan, adalah kebenaran.
Atas pengakuan si pengarang. Tidak ada yang ditutup-tutupi. Kesimpulannya, si pengarang memang cuma sekedar berimajinasi dengan tokoh maupun karya ciptanya. Tetapi bagaimana mungkin? Aku sudah melihat bukti dari keganasan mahkluk itu. Dan sejemput bulu –bulu misterius yang semakin menguatkan dugaan ku. Asu Ajag Pegunungan Tepus itu ada.

Sempat bimbang. Aku sampai membuka tas selempang ku. Pura-pura mengeluarkan kotak sigaret. Yang segera disimpan kembali tanpa bernafsu mengeluarkan isinya. Meski kecewa berat. Aku masih mampu memaksakan senyum di bibir. Lantas berujar lirih.

" Tak apalah kalau begitu.....!"

Melihat tuan rumah dengan pandangan gelisah. Aku cepat mengalihkan percakapan pada hal-hal rutin menyangkut isi tulisan si pengarang yang telah aku lalap habis. Sambil tentunya tidak lupa memberi kritik serta pujian di sana sini. Keritiknya memperoleh tanggapan serius. Tetapi pujian. Kembali aku dibuat kecewa. Jangankan menepuk dada. Berkomentar pun si pengarang tidak!
Diubah oleh breaking182 25-02-2021 00:04
ariefdias
69banditos
bohemianflaneur
bohemianflaneur dan 12 lainnya memberi reputasi
13
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.