Kaskus

News

indrainiesta28Avatar border
TS
indrainiesta28
Jokowi: Kunci Lapangan Kerja Bukan dari Pemerintah
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan perluasan lapangan kerja secara berkelanjutan hanya bisa dilakukan oleh pelaku usaha, bukan pemerintah. Itu berarti, kunci dari penyediaan lapangan kerja ada di pengusaha.

"Perluasan lapangan kerja berkelanjutan adalah dari pelaku usaha, dari dunia usaha, kuncinya di situ bukan dari pemerintah," ucap Jokowi dalam Perayaan imlek Nasional Tahun 2021 di Istana Kepresidenan Bogor, Sabtu (20/2).

Sementara itu, pemerintah hanya bisa menyediakan lapangan usaha sesekali waktu atau tidak berkelanjutan.

Untuk saat ini, Jokowi telah memerintahkan seluruh kementerian/lembaga (k/l) untuk menjalankan program padat karya agar lapangan kerja terbentuk di masa pandemi covid-19.

"Saya sudah perintahkan seluruh kementerian/lembaga jalankan program padat karya sebanyak-banyaknya agar melalui APBN dan APBD bisa buat peluang kerja sebanyak-banyaknya," tutur Jokowi.

Lihat juga: Dampak Aturan Upah Buruh: Roda Ekonomi Terganggu
Namun, Jokowi menyebut yang dibutuhkan masyarakat adalah ketersediaan lapangan usaha yang berkelanjutan. Hal itu hanya bisa dilakukan oleh pelaku usaha.

Hanya saja, dunia usaha saat ini sedang terpukul karena pandemi covid-19. Sebagian dari mereka ada yang merumahkan karyawan, memotong gaji, hingga melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).

Untuk itu, sambung Jokowi, pemerintah sedang berusaha keras untuk memulihkan ekonomi dalam negeri. Salah satunya dengan membangkitkan lagi sektor UMKM dan perusahaan besar.

"Berikan prioritas pemerintah untuk belanja produk-produk dalam negeri dan membangun ekosistem yang baru untuk kebangkitan usaha-usaha besar," kata Jokowi.

Selain itu, pemerintah juga mengeluarkan kebijakan baru berupa diskon Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk kendaraan bermotor. Diskon pajak 100 persen akan diberikan mulai Maret-Mei 2021.

"Lalu tiga bulan setelahnya diskon 50 persen, tiga bulan berikutnya 25 persen. Cara-cara ini yang akan bisa membangkitkan permintaan untuk bangkitkan konsumsi dan daya beli," jelas Jokowi.

Ia menambahkan bahwa permasalahan kesehatan dan ekonomi tidak bisa dipisahkan. Keduanya harus diselesaikan secara paralel.

"Tidak bisa dipisah, kami harus buktikan masalah kesehatan ditangani baik sehingga muncul kepercayaan untuk membangkitkan ekonomi Indonesia," pungkas Jokowi.

https://www.google.com/amp/s/m.cnnin...tah/amp?espv=1

Jadi inget janji pak jokowi dulu mau menciptakan 10 juta lapangan pekerjaan emoticon-Leh Uga
slider88Avatar border
pamansengkuniAvatar border
ruuuruuuAvatar border
ruuuruuu dan 5 lainnya memberi reputasi
4
1.6K
52
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
Berita dan Politik
KASKUS Official
692.5KThread57.6KAnggota
Tampilkan semua post
0landAvatar border
0land
#28
di permudah urusan buka usaha
perbaiki mentalitas pelaku usaha adalah sapi perah ormas nga jelas, pungli-pungli dari ASN yg kerja "di lahan Basah"
UKM-UKM yg berpotensi dan pemiliknya pengen maju usahanya tidak mau berkutat di UKM melulu diutamain (Di Indonesia UKM sudah terlalu banyak malah bikin persaingan antar UMKM menjadi saling mematikan usaha)
jangan cuma pro UKM aja, usaha menengah yg berpotensi menjadi Usaha kelas atas juga dibantu

logika hitungannya sederhana kelas UKM paling banyak menyerap tenaga kerja 2- 100 tenaga kerja, umpamanya target 10 juta tenaga kerja ambil rata-rata tenaga kerja UKM 40 bagi saja 10 juta bagi 40 = 250ribu , berarti di perlukan 250ribu UKM baru harus di buat

tapi coba kalau usaha menengah atas yg nyerap tenaga kerja 1000 sampai 20ribu tarulah rata-rata 10ribu, target 10juta bagi 10ribu = 1000 , hanya 1000 usaha menengah atas yg perlu di buka.

kalau di perbanyak Usaha kelas atas yg menyerap tenaga kerja puluhan ribu sampai ratusan ribu seperti perusahaan-perusahaan besar luar negeri ambilah rata-rata 70ribu tenaga kerja 1 perusahaan, 10juta bagi 70 ribu = 142, sekian, cuma perlu muncul 142 perusahaan besar model gitu target 10juta tenaga kerja tercapai.

tapi kalau pemerintah sebatas pro UKM aja yah buat aja UKM sebanyak-banyaknya resikonya semakin banyak UKM persaingan UKM hanya akan saling mematikan, kelas tenaga kerja yg terserap juga kualitasnya rendah karena gaji UKM nga mungkin tinggi,
Mana ada lulusan-lulusan mahasiswa elite mau kerja di usaha sekelas UKM??
apalagi yg S2 keatas
jadi kalau komplein kenapa orang-orang pintar Indonesia cari kerja di luar negeri
maaf aja karena mereka pintar mana mau kerja di UKM

masih ingat gw kata-kata pejabat-pejabat dulu, UKM harus di perhatikan kalau Usaha menengah atas di biarin aja mereka bisa cari jalan sendiri.
Diubah oleh 0land 21-02-2021 13:05
aromajav
aromajav memberi reputasi
1
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.