Kaskus

Hobby

  • Beranda
  • ...
  • Health
  • Saya Pro Pemerintah, Tapi Bukan Berarti Saya Mau Divaksin

l13skaAvatar border
TS
l13ska
Saya Pro Pemerintah, Tapi Bukan Berarti Saya Mau Divaksin
Saya Pro Pemerintah, Tapi Bukan Berarti Saya Mau Divaksin

Saya Pro Pemerintah, Tapi Bukan Berarti Saya Mau Divaksin
Picture: Detik.com


Sejak ramai penyebaran Covid-19 ramai pula pemberitaan tentang vaksin. Fenomena tersebut serta merta dibarengi usaha beberapa pihak dalam memproduksi Vaksin Covid-19secara massal. Tak jarang setiap negara yang telah mengklaim berhasil menemukan vaksin pun gencar berpromosi dengan alasan "kesehatan" umat manusia.

Sebagai orang awam jujur saya memiliki keraguan akan vaksin Sinovac yang diimpor pemerintah. Bukan karena alasan anti China atau tak percaya dengan dunia medis. Namun keengganan mendapatkan vaksin didasari pada beberapa alasan.

Adapun alasan saya tak setuju divaksin lebih cenderung alasan pribadi. Berikut alasan saya ragu jika divaksin apalagi jika itu vaksin antara lain:

1. Angka kesembuhan di Indonesia lebih tinggi dibandingkan angka kematian
Saya Pro Pemerintah, Tapi Bukan Berarti Saya Mau Divaksin
Picture: Satgas Covid-19



Saya rasa vaksinasi tak terlalu dibutuhkan di Indonesia mengingat jumlah kematian tak terlalu tinggi dibanding negara adidaya USA. Fakta bahwa Indonesia memiliki angka kematian terbanyak di Asia memang tak bisa kita abaikan. Namun Gan Sis, Indonesia memiliki jumlah penduduk lumayan banyak dibanding negara Asia lainnya bukan?


Selain itu banyaknya ditemukan kasus pasien dicovidkan semakin membuat saya ragu. Benarkah kematian yang terjadi murni karena covid? Ataukah ada drama covid demi keuntungan beberapa golongan elit?? Entahlah, wallahu 'alam emoticon-Angel



Mengutip wawancara singkat Deddy Corbuzier dengan mantan menteri kesehatan era SBY yakni Siti Fadillah. Beliau bertutur bahwa daya tahan tubuh orang Indonesia itu kuat, sehingga tak harus takut dengan corona.


Kalau dipikir lebih mendalam hasil wawancara diatas benar adanya. Kini vaksin sudah masuk di Indonesia. Semoga tak ada oknum yang mengambil keuntungan dari musibah ini



2. Menanti Vaksin Merah Putih
Saya Pro Pemerintah, Tapi Bukan Berarti Saya Mau Divaksin
Picture:Tirto.id


Alih-alih menggunakan vaksin produksi asing, saya lebih setuju pengadaan vaksin merah putih sebagai Vaksin Covid-19resmi. Percepatan produksi vaksin merah putih sangat dibutuhkan sebagai usaha pencegahan virus covid kedepan.

Selain itu produksi massal vaksin secara mandiri menurut hemat saya akan memiliki banyak manfaat, antara lain:
a. Menghemat anggaran pembelian vaksin.
Anggaran yang disiapkan negara untuk pengadaan vaksin gratis adalah 54,11 triliun rupiah. sumber.

Bayangkan jika anggaran sebesar itu dialihkan untuk hal urgensi lainnya. Pastinya, banyak masyarakat kurang mampu akan terbantu dengan adanya dana diatas. Anggaran dana pun bisa dialihkan untuk perbaikan ekonomi dan infrastruktur pasca terjadinya bencana di beberapa wilayah Indonesia kurang mampu akan bisa terbantu dan bisa mempercepat pemulihan ekonomi. Khususnya mereka yang tengah dilanda bencana banjir, tanah longsor dan beberapa bencana lainnya.


b. Mengurangi ketergantungan terhadap pasokan vaksin asing.
Impor vaksin otomatis akan menambah ketergantungan pada vaksin produksi asing dan pastinya menambah beban anggaran yang harus ditanggung negara tiap tahun. Ujung-ujungnya rakyat kecil lagi yang dirugikan.

c. Lebih mencintai produk dalam negeri.
Sudah saatnya masyarakat dikenalkan pada produk-produk anak bangsa sehingga bisa lebih dicintai dan dikenal dunia. Tak perlu lagi kita impor vaksin. Kita hanya perlu memproduksi vaksin dan obat penyembuh covid.

Jadi, saya tunggu saja vaksin Merah Putih yang disinyalir beberapa pihak akan siap pada bulan ketiga 2021. Merah Putih emoticon-I Love Indonesia.emoticon-Big Kiss



3. Vaksin tak diperlukan karena kita bisa meningkatkam imun dengan pola hidup yang sehat


Sejak isu Corona digulirkan. Saya lebih percaya apa yang disampaikan mantan Menkes Terawan. Bukan tanpa alasan pernyataan Terawan tersebut sudah dibuktikan oleh mantan menkes periode SBY Siti Fadillah yang dengan gigih menolak wabah flu burung sebagai pandemi di Indonesia.

Hasilnya, Indonesia bebas dari wabah flu burung yang begitu menggemparkan dunia kala itu. Tentunya pemerintah tak perlu membeli vaksin bernilai triliunan rupiah atau berhutang pada negara produsen vaksin.

Sayangnya pendapat dan keyakinan Terawan tak mendapat dukungan dari banyak pihak. Bahkan sejak awal isu pandemi digulirkan, banyak golongan yang kontra dengan pemerintah dan Terawan kala itu. Sehingga sampai sekarang kita harus berkutat dengan pandemi yang tak kunjung usai.

Saya pribadi pun termasuk orang yang anti obat. Hal ini dikarenakan hal yang saya alami ketika mendapat pengobatan dari salah seorang dokter dari salah satu rumah sakit swasta di kota saya tinggal. Maaf bukan menjelekkan profesi dokter, namun sejak itu saya cenderung merasa lebih aman dengan obat-obatan alami.

Quote:

Sebenarnya sudah banyak kasus sembuh dari Covid yang saya dengar. Positif thingking dan yakin bisa sembuh serta menciptakan rasa bahagia dalam diri adalah syarat utama kesembuhan dari covid beberapa tips dari beberapa pasien sembuh setelah dirawat di rumah sakit. Obat herbal yang digunakan beberapa mantan pasien covid pakai untuk kesembuhan ternyata gampang ditemui yakni minyak kayu putih.
Dan sebagai upaya pencegahan saya pribadi sering minum air hangat dan menyediakan lemon dan madu untuk menjaga imunitas.

Quote:


4. Tak semua orang cocok dengan kandungan vaksin
Sudah disebutkan beberapa kategori orang yang tak perlu diberi vaksin Sinovac.
Saya Pro Pemerintah, Tapi Bukan Berarti Saya Mau Divaksin
Picture: google


Dari hal diatas sudah jelas bahwa tak semua orang akan bisa menerima kandungan vaksin Sinovac. Bisa jadi si A tak mengeluhkan masalah pasca vaksinansi. Lain halnya dengan Si B yang mungkin mengalami efek samping pasca vaksin.

Membayangkan efek samping yang mungkin muncul dari vaksin saya suka bergidik sendiri. Alhasil, saya masih sangat ragu akan keberadaan vaksin sebagai solusi penghentian pandemi. Saya lebih setuju bangsa ini sembuh dengan obat-obat alami yang diproduksi perusahaan farmasi nasional.

5. Vaksin bukan satu-satunya solusi menghentikan penyebaran virus dan vaksin bukanlah obat.
Jika memang covid tak ubahnya flu batuk saya rasa yang perlu kita lakukan adalah menjaga kesehatan, jadi kalau sakit diobat. Alangkah baiknya jika ditemukan obat yang benar-benar efektif menyembuhkan karena tugas vaksin adalah menjaga kekebalan tubuh dr beberapa virus.

Vaksin bukanlah obat

Nah, alasan di atas adalah beberapa hal yang membuat saya semakin ragu divaksin. Lebih cenderung alasan pribadi loh ya

Jangan tiru sikap saya ya Gan Sis, kalau yakin boleh deh vaksin. Kalau saya pribadi, tidak terima kasih. Maaf, saya bukan tak pro pemerintah atau menghalangi kinerja pemerintah. Tapi saya berharap Indonesia punya solusi sendiri dalam menangani pandemi ini tak melulu berkaca atau manut sama WHO yang mengharuskan vaksin massal. WHO pun isinya manusia yang bisa salah dan lupa. emoticon-Big Grin

Indonesia memang bagian dari dunia tapi tak harus selalu mengikuti perubahan dan aturan-aturan bikinan manusia biasa. Indonesia harus jadi pioner dalam hal kesehatan termasuk penanganan pandemi yang tak kunjung berakhir ini.

Saya yakin dalam hal kesehatan seluruh rakyat, pemerintah Indonesia bisa punya sikap yang bisa menyelamatkan dari krisis.

Demikian thread saya kali ini. Ada kurang lebihnya saya mohon maaf sebesar-besarnya. Maaf ya Pak Jokowi dan para menteri saya tidak mau disuntik vaksin. Kabuuuur emoticon-Ngacir2


Wassalam


Batu, 10 Februari 2021
L13sk@


Diubah oleh l13ska 10-02-2021 08:53
triwinartiAvatar border
darmawati040Avatar border
tien212700Avatar border
tien212700 dan 2 lainnya memberi reputasi
3
956
13
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Health
Health
KASKUS Official
25.2KThread12.9KAnggota
Tampilkan semua post
triwinartiAvatar border
triwinarti
#3
Vaksin apa bisa bikin alergi kyak obat gk sih klo gk cocok
l13ska
l13ska memberi reputasi
1
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.