- Beranda
- Juventus FC
(★★★) Juventus FC 2020 - 2021 #FinoALLaFine #ForzaJuventus @JuveKaskus @IndoJuveJOFC - Part 1
...
TS
bayilemot
(★★★) Juventus FC 2020 - 2021 #FinoALLaFine #ForzaJuventus @JuveKaskus @IndoJuveJOFC - Part 1


Welcome To Indonesian Juventini aka Juventini Kaskus Thread Stagione 2020/2021
One of Official Juventus FC Fans Club in Indonesia
salah satu fans club resmi Juventus FC di Indonesia
Born March 26 2005
★★★General Rules Thread Juvekaskus★★★
Bila Ada Yang Melanggar
satpam yg ngasi laporan
1st Warning, Delete post
2nd Nama diapus dr list + Bata abuse
3rd gw laporin momod krn gw anggep flammer + Bata dr penghuni bench Juve
semua demi Kenyamanan dan ketentraman Trid Juve...
bagi yg ga sependapat silakan bikin trid makian/hinaan ttg juve/ke spectre
bagi yg sudah keterlaluan /tidak bisa di kasi tau baik2
dipersilahkan langsung dibata rame2
dan req BANED +DELETE post
★★★Twiter Juventini Kaskus★★★
@JuveKaskus
Link Blogs Bench JuvKas
http://www.kaskus.co.id/thread/51e15...ventini-kaskus
Link SG Bench JuvKas
http://www.kaskus.co.id/group/21284

User telah dihapus dan 69 lainnya memberi reputasi
38
987.4K
33.6K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Juventus FC
74Thread•568Anggota
Tampilkan semua post
Kekasihimagi
#2118
Alle mode emang ada yah? 
Satire
Setau ogut, baik Pirlo maupun Alle sama sama pake Cattenaccio dengan pola defense yg sama 442, pola passing yg sama pake W-Pass (Up-down-middle-down-Up) alias backpass mode. Sweep pass saat clearance ke depan long ball pass dsb..
Bedanya:
Alle pake Zonal Marking Defense
Pirlo pake man marking defense
Zonal marking udah jelas ga bakal ada perlawanan karena fokus turun jaga wilayah saat diserang sementara man marking fokus rebut bola sebelum lawan masuk zona defense.
Bedanya dimana?
Pemain yg mampu menahan bola.
Midfield era Alle:
Markis, Vidal, Pirlo, Pogba. (Pirlo & Pogba dua pemain yg punya kemampuan itu).
Regenerasi ke Hernanes, Bentan, Pjanic, Khedira, Matuidi, Rincon. Sederetan pemain tengah ini ga ada yg punya atribut Holding on to the ball yg bagus.
Midfield era Pirlo:
Bentan, Rabbiot, McKennie, Arthur + abe cabean u23. Dari sederet pemain ini ada satu yg mampu keeping ball, yaitu Arthur.
Jadi kalo Cattenaccio dari dua pelatih ini kelihatan berbeda yg jelas, tapi baik Alle maupun Pirlo punya kemampuan masing masing. Alle mampu menggunakan cross pass long ball yg bisa menjadi keypass bahkan assist yg belum bisa di tiru Pirlo sementara Pirlo mampu manfaatin U23 untuk bermain baik di level senior.
Jurang pemisahnya cuma satu. Campur tangan utak atik skuad dan taktik permainan.
Semoga cuma gossip, banyak keanehan sebelum jidat kerut lengser pola mainnya berkesan dipaksakan menggunakan pola nyerang 443, hingga final UCL pun Juve full attack kontra Mirdad, kebalikan banget saat lawan Barcuk yg komposisi midfieldnya masih ada dewa lini tengah (Xaviesta). Setali tiga dollar, penggantinya tipikal attack minded.
Lantas apakah saat ini Pirlo dapat tekanan yg sama seperti jaman Alle?
Kurasa tydack.. sebab, penunjukkan Pirlo ini buah dari 'kecelakaan' strategi transfer pemain para atasan dibawah bayang bayang pandemi Copet19.
Nothing to lose.. bukan tanpa sebab, perombakan jajaran board memang terjadi pasca pemecatan Sarri.
Jadi kondisi Pirlo saat ini adalah kondisi 'ternyaman' doi jadi pelatih, karena mungkin targetnya ngga akan sama dengan pendahulunya. Bebaaaass...
Bravo Pirlo, forza Juve..!

Satire
Setau ogut, baik Pirlo maupun Alle sama sama pake Cattenaccio dengan pola defense yg sama 442, pola passing yg sama pake W-Pass (Up-down-middle-down-Up) alias backpass mode. Sweep pass saat clearance ke depan long ball pass dsb..
Bedanya:
Alle pake Zonal Marking Defense
Pirlo pake man marking defense
Zonal marking udah jelas ga bakal ada perlawanan karena fokus turun jaga wilayah saat diserang sementara man marking fokus rebut bola sebelum lawan masuk zona defense.
Bedanya dimana?
Pemain yg mampu menahan bola.
Midfield era Alle:
Markis, Vidal, Pirlo, Pogba. (Pirlo & Pogba dua pemain yg punya kemampuan itu).
Regenerasi ke Hernanes, Bentan, Pjanic, Khedira, Matuidi, Rincon. Sederetan pemain tengah ini ga ada yg punya atribut Holding on to the ball yg bagus.
Midfield era Pirlo:
Bentan, Rabbiot, McKennie, Arthur + abe cabean u23. Dari sederet pemain ini ada satu yg mampu keeping ball, yaitu Arthur.
Jadi kalo Cattenaccio dari dua pelatih ini kelihatan berbeda yg jelas, tapi baik Alle maupun Pirlo punya kemampuan masing masing. Alle mampu menggunakan cross pass long ball yg bisa menjadi keypass bahkan assist yg belum bisa di tiru Pirlo sementara Pirlo mampu manfaatin U23 untuk bermain baik di level senior.
Jurang pemisahnya cuma satu. Campur tangan utak atik skuad dan taktik permainan.
Semoga cuma gossip, banyak keanehan sebelum jidat kerut lengser pola mainnya berkesan dipaksakan menggunakan pola nyerang 443, hingga final UCL pun Juve full attack kontra Mirdad, kebalikan banget saat lawan Barcuk yg komposisi midfieldnya masih ada dewa lini tengah (Xaviesta). Setali tiga dollar, penggantinya tipikal attack minded.
Lantas apakah saat ini Pirlo dapat tekanan yg sama seperti jaman Alle?
Kurasa tydack.. sebab, penunjukkan Pirlo ini buah dari 'kecelakaan' strategi transfer pemain para atasan dibawah bayang bayang pandemi Copet19.
Nothing to lose.. bukan tanpa sebab, perombakan jajaran board memang terjadi pasca pemecatan Sarri.
Jadi kondisi Pirlo saat ini adalah kondisi 'ternyaman' doi jadi pelatih, karena mungkin targetnya ngga akan sama dengan pendahulunya. Bebaaaass...
Bravo Pirlo, forza Juve..!
Diubah oleh Kekasihimagi 08-02-2021 02:23
jemlyn dan 18 lainnya memberi reputasi
19
Tutup
