- Beranda
- Stories from the Heart
THE WORLD [MONSTER]
...
TS
the.collega
THE WORLD [MONSTER]
Dibalik kemegahan dan kilauannya dunia ini, ternyata ia menyimpan suatu rahasia tergelap.
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
ARC I "Black Beat Beaters"
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
Quote:
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
Spoiler for Cerita Jenaka:
ARC I "Black Beat Beaters"
Spoiler for ARC I:
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
Spoiler for ARC II:
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
Spoiler for ARC III:
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
Spoiler for ARC IV:
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
Spoiler for ARC V:
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
Spoiler for ARC VI:
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
Spoiler for ARC VII:
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
Spoiler for ARC VIII:
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
Spoiler for ARC IX:
- Chapter 198
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
Diubah oleh the.collega 07-05-2025 14:12
eldini dan 34 lainnya memberi reputasi
25
27.8K
Kutip
702
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.2KAnggota
Tampilkan semua post
TS
the.collega
#62
Chapter 41
Leah terus menembaki Overmars sambil berputar, kaki-kaki serangga kecil terus muncul dan menangkis peluru-peluru cepat yang berlari kearahnya. Overmars juga melakukan serangan dengan memanjangkan jemarinya, tentu saja serangan ini dapat dihindari oleh Leah yang memiliki reflek bagus. Tujuan Leah berputar adalah selain untuk mengambil belati yang ia lempar, tujuannya adalah untuk menggapai Davies yang sudah terkapar.
“Boleh juga,” Overmars mulai bergerak, tangan Beaters yang berukuran besar memperlambat jalannya.
“Bagus!” akhirnya terbuka jalan untuk Leah menghampiri Davies.
Dirinya bermanuver tepat sebelum ayunan mematikan yang dilontarkan oleh Overmars mengenai kepalanya. Leah berlari sambil terus menembakan peluru ke arah muka Overmars, dengan begitu kaki-kaki serangga menutupi wajahnya.
“Ke..na..pa?” tanya Davies yang nafasnya semakin pendek.
“Bertahanlah…,” Leah kasihan melihat kondisi Davies yang seperti itu, wajahnya penuh darah yang keluar dari mata, telinga, maupun hidung dan mulut. “akan kubereskan ini dengan segera lalu kubawa kamu pergi dari sini…”
“Jan…gan…, hei…,” Leah tidak mendengarkan, ia berlari menuju Overmars.
“Cih! Jangan mengira pisau kecil itu dapat membunuhku!” Overmars merubah tangan kanannya menjadi super kekar. “cukup satu pukulan dan sampai jumpa….”
Leah berlari cepat lalu menghunuskan belatinya tepat ke arah wajah Overmars, namun serangan Leah dapat dihentikan setelah tangan kiri Overmars mampu menahannya. Tidak sampai disitu, Leah sedikit melompat siap menyerang bagian perut Overmars dengan dengkulnya.
“Ugh!” serangan Leah tepat mendarat, tangan kiri Overmars melemah dan melepaskan pegangannya.
“Rasakan!” Leah kembali melanjutkan, namun terhenti tiba-tiba setelah lengan kanannya itu tertusuk oleh jemari Overmars yang memanjang. Leah pun mengeluarkan darah dari mulutnya ketika salah satu jemari Overmars menembus perutnya.
“Merepotkan sekali, tetapi kau hebat juga. Sengaja bertarung secara jarak dekat denganku, kau pasti memperhatikan pertarunganku sebelumnya dengan baik…”
Pada saat pertarungan antara Davies dan Overmars sebenarnya Leah tidak melarikan diri melainkan mencari tempat persembunyian di sisi gedung yang tidak terlihat bagi keduanya. Disanalah Leah mempelajari cara bertarung Overmars yang ternyata kaki-kaki serangga yang keluar dari tangan Beaters nya hanya bereaksi dengan serangan yang memiliki kecepatan tinggi, seperti peluru. Maka dari itu Davies dapat memukul telak Overmars ketika mereka beradu tinju, tangan Beaters membuat gerak Overmars melambat karena ukurannya yang besar dan berat.
“Tangan ini,” mengangkat tangan Beaters nya tinggi. “memang membuatku lambat, namun….,” Overmars mengepal tangannya kuat-kuat. “tangan bisa menghancurkan apapun…”
Leah tertunduk, memegangi perutnya yang luka terdahulunya saja belum sembuh benar. Dirinya pun tertunduk lesu, sebagai anggota BASS ia menilai dirinya belum bisa berbuat banyak. Selalu berada diposisi seperti ini terus menerus, Leah pun membayangkan jika saja Gareth ataupun seniornya yaitu Nakata, mungkin Overmars dapat ditaklukan. Belum lagi jika kapten Vela yang turun, maka pekerjaan Davies jauh lebih mudah.
Leah pun tersenyum, “Jadi itu kata terakhir mu? Setelah dirimu, orang sekarat di sana selanjutnya!” seperti palu, Overmars menghujam tangan Beaters nya tepat ke atas kepala Leah.
Tidak disangka, setengah lengan milik Overmars terlepas dari tempatnya. Kejadiannya begitu cepat walaupun kaki serangga muncul, namun kaki kecil itu tidak mampu menahannya.
“Huuuuu……,” Djohan membuang nafasnya panjang, tangan kanannya bersimbah darah. “kekuatan ini….,” melihat tangannya dengan model baru yang lebih kekar ditambah bagian ujung yang super tajam. Warna hitam sedikit mendominasi dari warna dulunya yaitu perak.
Rasa sakit yang diterima Overmars pun sedikit delay, setelah darah segar mengucur barulah ia berteriak kesakitan. “Argghhhh!” kaki-kaki serangga kecil keluar lalu menusuk dada Overmars untuk mengaktifkan regen. “kau…bukannya…..”
“Ya…kau melemparku begitu jauh, tapi sayang sekali aku kembali lagi ke sini…,” melihat keadaannya, Davies yang terkapar kaku, lalu Leah yang menunduk dan bersimbah darah dibagian perutnya. “cih, aku kurang cepat, baiklah,” Djohan melesat, kali ini mengarahkan tendangannya.
Kaki-kaki serangga kecil pun bereaksi, dan berhasil menusuk kaki Djohan. Namun tidak menghentikan serangannya. Dengan tangan Beaters yang masih belum pulih, Overmars dengan telak terkena tendangan Djohan dan tubunhnya pun terpental.
“Ah…celana ku pun rusak…,” Leah dihadapannya masih menunduk. “hei…,” Djohan menggerakan bahu Leah, tidak ada reaksi. Lalu ia menaikan kepalanya dengan pelan, ternyata Leah sudah tidak sadarkan diri. “maaf, lagi-lagi aku tak bisa melindungimu,” Djohan mengangkat tubuh Leah yang setengah duduk itu.
Djohan membawanya ke pos yang bangunannya sama sekali tidak tersentuh, Djohan menaruh tubuh Leah dengan sangat pelan dan dengan pengetahuan sederhananya menahan luka bolong di perut Leah agar darah tidak keluar terus menerus. Djohan keluar dengan raut muka yang sangat marah, tanpa tersadar pun tanduk Beaters miliknya muncul meskipun dengan ukuran yang kecil.
“Kan kuhabisi kau!”
Lengan Overmars pun sudah pulih kembali ke bentuk semulanya. “Hm, berlagak kuat. Sebelumnya kau sudah kulempar dengan mudah, dan akan kulakukan lagi.”
Di lain pihak, akibat terkena sengatan stun gun milik Sherlee. Monster jadi-jadian seperti Li tidak bisa menggunakan kekuatan spesialnya dengan maksimal, ketika ingin menghilang sengatan listrik itu sangat terasa sehingga ia tidak bisa menggunakannya.
“Tanpa menggunakan kekuatan spesialku ini, tetap saja Beaters lebih unggul dari manusia biasa,” ucap Li.
“Benarkah begitu, coba buktikan…,” tantang kapten James.
Li berlari menggunakan empat kakinya, layaknya seekor reptile yang ingin memangsa mangsanya. Ia melompat dan ekornya yang tadi terpotong setelah ingin menyerang Sherlee tumbuh dengan cepat. Ekornya bagaikan tombak dengan cepat memanjang dan mengarahkan serangannya ke kapten James.
“Whoops!” kapten James dapat menghindarinya tetapi Li menyerangnya lagi dengan bagian lidahnya, yang saayangnya tepat mengenai rompi milik kapten James. Dari dekat memang terlihat dengan jelas permukaan lidah Li yang kasar dan bersisik tajam. Dirinya pun terpental dan mengenai pagar besi
.
“Jika tidak ada rompi ini bagaimana nasib badanku ini?” rompinya cukup kuat sehingga hanya rusak sedikit saja, tidak memuntahkan apa yang dibawa kapten James.
Li berjalan santai dan mengambil tombak besi yang dibuat oleh Vivian, lalu dengan santainya mendekati tubuh Vivian yang tidak sadarkan diri. Ternyata Li berniat menjauhkan kapten James dan Vivian setelah gagal menyerang Sherlee.
“Kau tahu, kelemahan Beaters itu terletak pada Beat di dalam tubuh mereka. Sekuat apapun, setinggi apapun pangkat mereka, dari royal clan manapun, jika Beat mereka mati maka tamatlah sudah…”
“Si pengecut itu!!” kapten James murka, ia menembaki Li sambil berlari ingin menyelamatkan Vivian.
“Sudah kubilang, senjatamu tidak bisa melukaiku bukan?” dengan santainya menangkis peluru dengan ekornya yang meliuk-liuk membentuk perisai.
“Hubungan clan kita baik-baik saja sejauh ini, tidak ada masalah. Jadi maaf, aku akan bilang bahwa aku melakukan ini atas inisiatif sendiri, tidak membawa clan manapun.”
Tombak besi naik ke atas, sedangkan kapten James posisinya masih agak jauh dari Li dan Vivian.
“VIVIAN!!!”
Quote:
Leah terus menembaki Overmars sambil berputar, kaki-kaki serangga kecil terus muncul dan menangkis peluru-peluru cepat yang berlari kearahnya. Overmars juga melakukan serangan dengan memanjangkan jemarinya, tentu saja serangan ini dapat dihindari oleh Leah yang memiliki reflek bagus. Tujuan Leah berputar adalah selain untuk mengambil belati yang ia lempar, tujuannya adalah untuk menggapai Davies yang sudah terkapar.
“Boleh juga,” Overmars mulai bergerak, tangan Beaters yang berukuran besar memperlambat jalannya.
“Bagus!” akhirnya terbuka jalan untuk Leah menghampiri Davies.
Dirinya bermanuver tepat sebelum ayunan mematikan yang dilontarkan oleh Overmars mengenai kepalanya. Leah berlari sambil terus menembakan peluru ke arah muka Overmars, dengan begitu kaki-kaki serangga menutupi wajahnya.
“Ke..na..pa?” tanya Davies yang nafasnya semakin pendek.
“Bertahanlah…,” Leah kasihan melihat kondisi Davies yang seperti itu, wajahnya penuh darah yang keluar dari mata, telinga, maupun hidung dan mulut. “akan kubereskan ini dengan segera lalu kubawa kamu pergi dari sini…”
“Jan…gan…, hei…,” Leah tidak mendengarkan, ia berlari menuju Overmars.
“Cih! Jangan mengira pisau kecil itu dapat membunuhku!” Overmars merubah tangan kanannya menjadi super kekar. “cukup satu pukulan dan sampai jumpa….”
Leah berlari cepat lalu menghunuskan belatinya tepat ke arah wajah Overmars, namun serangan Leah dapat dihentikan setelah tangan kiri Overmars mampu menahannya. Tidak sampai disitu, Leah sedikit melompat siap menyerang bagian perut Overmars dengan dengkulnya.
“Ugh!” serangan Leah tepat mendarat, tangan kiri Overmars melemah dan melepaskan pegangannya.
“Rasakan!” Leah kembali melanjutkan, namun terhenti tiba-tiba setelah lengan kanannya itu tertusuk oleh jemari Overmars yang memanjang. Leah pun mengeluarkan darah dari mulutnya ketika salah satu jemari Overmars menembus perutnya.
“Merepotkan sekali, tetapi kau hebat juga. Sengaja bertarung secara jarak dekat denganku, kau pasti memperhatikan pertarunganku sebelumnya dengan baik…”
Pada saat pertarungan antara Davies dan Overmars sebenarnya Leah tidak melarikan diri melainkan mencari tempat persembunyian di sisi gedung yang tidak terlihat bagi keduanya. Disanalah Leah mempelajari cara bertarung Overmars yang ternyata kaki-kaki serangga yang keluar dari tangan Beaters nya hanya bereaksi dengan serangan yang memiliki kecepatan tinggi, seperti peluru. Maka dari itu Davies dapat memukul telak Overmars ketika mereka beradu tinju, tangan Beaters membuat gerak Overmars melambat karena ukurannya yang besar dan berat.
“Tangan ini,” mengangkat tangan Beaters nya tinggi. “memang membuatku lambat, namun….,” Overmars mengepal tangannya kuat-kuat. “tangan bisa menghancurkan apapun…”
Leah tertunduk, memegangi perutnya yang luka terdahulunya saja belum sembuh benar. Dirinya pun tertunduk lesu, sebagai anggota BASS ia menilai dirinya belum bisa berbuat banyak. Selalu berada diposisi seperti ini terus menerus, Leah pun membayangkan jika saja Gareth ataupun seniornya yaitu Nakata, mungkin Overmars dapat ditaklukan. Belum lagi jika kapten Vela yang turun, maka pekerjaan Davies jauh lebih mudah.
Leah pun tersenyum, “Jadi itu kata terakhir mu? Setelah dirimu, orang sekarat di sana selanjutnya!” seperti palu, Overmars menghujam tangan Beaters nya tepat ke atas kepala Leah.
Tidak disangka, setengah lengan milik Overmars terlepas dari tempatnya. Kejadiannya begitu cepat walaupun kaki serangga muncul, namun kaki kecil itu tidak mampu menahannya.
“Huuuuu……,” Djohan membuang nafasnya panjang, tangan kanannya bersimbah darah. “kekuatan ini….,” melihat tangannya dengan model baru yang lebih kekar ditambah bagian ujung yang super tajam. Warna hitam sedikit mendominasi dari warna dulunya yaitu perak.
Rasa sakit yang diterima Overmars pun sedikit delay, setelah darah segar mengucur barulah ia berteriak kesakitan. “Argghhhh!” kaki-kaki serangga kecil keluar lalu menusuk dada Overmars untuk mengaktifkan regen. “kau…bukannya…..”
“Ya…kau melemparku begitu jauh, tapi sayang sekali aku kembali lagi ke sini…,” melihat keadaannya, Davies yang terkapar kaku, lalu Leah yang menunduk dan bersimbah darah dibagian perutnya. “cih, aku kurang cepat, baiklah,” Djohan melesat, kali ini mengarahkan tendangannya.
Kaki-kaki serangga kecil pun bereaksi, dan berhasil menusuk kaki Djohan. Namun tidak menghentikan serangannya. Dengan tangan Beaters yang masih belum pulih, Overmars dengan telak terkena tendangan Djohan dan tubunhnya pun terpental.
“Ah…celana ku pun rusak…,” Leah dihadapannya masih menunduk. “hei…,” Djohan menggerakan bahu Leah, tidak ada reaksi. Lalu ia menaikan kepalanya dengan pelan, ternyata Leah sudah tidak sadarkan diri. “maaf, lagi-lagi aku tak bisa melindungimu,” Djohan mengangkat tubuh Leah yang setengah duduk itu.
Djohan membawanya ke pos yang bangunannya sama sekali tidak tersentuh, Djohan menaruh tubuh Leah dengan sangat pelan dan dengan pengetahuan sederhananya menahan luka bolong di perut Leah agar darah tidak keluar terus menerus. Djohan keluar dengan raut muka yang sangat marah, tanpa tersadar pun tanduk Beaters miliknya muncul meskipun dengan ukuran yang kecil.
“Kan kuhabisi kau!”
Lengan Overmars pun sudah pulih kembali ke bentuk semulanya. “Hm, berlagak kuat. Sebelumnya kau sudah kulempar dengan mudah, dan akan kulakukan lagi.”
Di lain pihak, akibat terkena sengatan stun gun milik Sherlee. Monster jadi-jadian seperti Li tidak bisa menggunakan kekuatan spesialnya dengan maksimal, ketika ingin menghilang sengatan listrik itu sangat terasa sehingga ia tidak bisa menggunakannya.
“Tanpa menggunakan kekuatan spesialku ini, tetap saja Beaters lebih unggul dari manusia biasa,” ucap Li.
“Benarkah begitu, coba buktikan…,” tantang kapten James.
Li berlari menggunakan empat kakinya, layaknya seekor reptile yang ingin memangsa mangsanya. Ia melompat dan ekornya yang tadi terpotong setelah ingin menyerang Sherlee tumbuh dengan cepat. Ekornya bagaikan tombak dengan cepat memanjang dan mengarahkan serangannya ke kapten James.
“Whoops!” kapten James dapat menghindarinya tetapi Li menyerangnya lagi dengan bagian lidahnya, yang saayangnya tepat mengenai rompi milik kapten James. Dari dekat memang terlihat dengan jelas permukaan lidah Li yang kasar dan bersisik tajam. Dirinya pun terpental dan mengenai pagar besi
.
“Jika tidak ada rompi ini bagaimana nasib badanku ini?” rompinya cukup kuat sehingga hanya rusak sedikit saja, tidak memuntahkan apa yang dibawa kapten James.
Li berjalan santai dan mengambil tombak besi yang dibuat oleh Vivian, lalu dengan santainya mendekati tubuh Vivian yang tidak sadarkan diri. Ternyata Li berniat menjauhkan kapten James dan Vivian setelah gagal menyerang Sherlee.
“Kau tahu, kelemahan Beaters itu terletak pada Beat di dalam tubuh mereka. Sekuat apapun, setinggi apapun pangkat mereka, dari royal clan manapun, jika Beat mereka mati maka tamatlah sudah…”
“Si pengecut itu!!” kapten James murka, ia menembaki Li sambil berlari ingin menyelamatkan Vivian.
“Sudah kubilang, senjatamu tidak bisa melukaiku bukan?” dengan santainya menangkis peluru dengan ekornya yang meliuk-liuk membentuk perisai.
“Hubungan clan kita baik-baik saja sejauh ini, tidak ada masalah. Jadi maaf, aku akan bilang bahwa aku melakukan ini atas inisiatif sendiri, tidak membawa clan manapun.”
Tombak besi naik ke atas, sedangkan kapten James posisinya masih agak jauh dari Li dan Vivian.
“VIVIAN!!!”
redrices dan 3 lainnya memberi reputasi
4
Kutip
Balas