Kaskus

News

NEVERTALK1Avatar border
TS
NEVERTALK1
Abu Janda, dari Pegawai Kantoran Banting Setir Jadi Buzzer
salin
Abu Janda, dari Pegawai Kantoran Banting Setir Jadi Buzzer


Nama Permadi Arya atau Abu Janda dikenal sebagai pegiat media sosial yang cukup kontroversi di Indonesia. Namun, sebelum dikenal di medsos, Abu Janda mengaku sempat bekerja sebagai karyawan biasa di sebuah perusahaan Jepang di Jakarta.


"Aku seperti laki-laki pada umumnyalah punya kerjaan. Aku terakhir kali 2016 itu, kan aku bilang, aku mulai jadi Abu Janda itu 2015, sampai 2016 aku masih di perusahaan Jepang, serius. Perusahaan jepang di Jakarta," ungkap Abu Janda kepada tim Blak-blakan detikcom, Jumat (29/1/2021).
Namun, akhirnya ia memilih resign dan menjalani pekerjaan sebagai buzzer dengan nama Abu Janda.

"Jadi waktu itu aku sudah mulai ada nama terus apa namanya akhirnya ada orang kantorku yang tau itu, dia lapor ke bos ku yang orang Jepang, gue dipanggil, orang Jepang kan nggak ngerti, Islam itu ada moderat, ada radikal, dia nggak ngerti, dipikirnya gue ini Islam radikal, kamu pilih kerjaan ini atau itu. Dan waktu itu entah kenapa aku bilang ya udah aku pilih Abu Janda, aku resign," paparnya.
"Itu 2016 akhir, jadi aku full time dari 2017 jadi Abu Janda," tambahnya.
Setelah itu, pada 2018, tim sukses Jokowi mengajaknya bergabung menjadi influencer atau orang awam kerap menyamakannya dengan buzzer selama kampanye pilpres 2019.

Sebagai Buzzer, Abu Janda mengaku dibayar bulanan dengan nominal besar. Tapi dia tak menyebut berapa besaran rupiah yang diterimanya itu.
"Pokoknya yang bener-bener jackpot itu istilahnya ya di situlah. Sebelum-sebelumnya, (asal) bisa makan syukur," kata Permadi Arya berseloroh.
Selain honor bulanan, selama kampanye dia ikut keliling ke berbagai kota di Tanah Air, bahkan hingga ke luar negeri.
"Iya, saya pernah diminta jadi pembicara dalam kampanye di Hong Kong dan Jepang," ucapnya.


Tapi begitu pilpres selesai, Permadi menegaskan kontrak dia dengan tim sukses Jokowi pun berakhir.


"Tapi terus dipelintir ke mana-mana seolah masih tetap jadi buzzer. Itu nggak bener, kita dah dibubarin," imbuhnya.


Sebagai latar belakang saja, Abu Janda menamatkan jenjang pendidikan pertamanya sebagai Diploma Ilmu Komputer dari Informatics IT School Singapura, April 1997 lalu. Kemudian, lulus sebagai Sarjana Business & Finance dari University of Wolverhampton Inggris, 1999.


Ia juga pernah bekerja sebagai karyawan di berbagai perusahaan mulai dari perusahaan sekuritas, bank swasta, hingga tambang batu bara dari tahun 1999-2015. Di 2015 mulai merintis nama Abu Janda di medsos dengan tagline 'Melawan Teror dengan Humor'.


https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5356688/abu-janda-dari-pegawai-kantoran-banting-setir-jadi-buzzer?tag_from=finance_beritaTerkait
Diubah oleh kaskus.infoforum 01-02-2021 21:25
n.h3Avatar border
Junmai92Avatar border
ridwan.aniuAvatar border
ridwan.aniu dan 38 lainnya memberi reputasi
33
15.6K
257
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
Berita dan Politik
KASKUS Official
692.4KThread57.5KAnggota
Tampilkan semua post
LordFaries3.0Avatar border
LordFaries3.0
#4
10 tahun lalu saya meremehkan profesi gamer profesional, apalagi buzzer. Namun jaman terus modern, mesin ketik menjadi laptop, pager menjadi smartphone, marketing menjadi buzzer.

Gue pribadi menganggap buzzer itu sama halnya seperti marketing. Tergantung pembawaan buzzer tersebut. Bisa jadi bangs4t bisa jadi menarik. Gue gak memungkiri buzzer itu di butuhkan di era digital ini.

Supplay and demand itu menentukan harga seorang buzzer. Faktanya sekarang supplay lebih tinggi dari pada demand, yang akhirnya harga dan kualitas buzzer tersebut menjadi turun.

Itu opini gue menanggapi profesi baru di era digital ini, sama halnya marketing, buzzerpun akhirnya mendapat pandangan miring dimasyarakat.

Paling ntar gue dituduh buzzer emoticon-Wkwkwk


badbironk
Split Horizon
viniest
viniest dan 19 lainnya memberi reputasi
18
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.