Kaskus

Story

MartincorpAvatar border
TS
Martincorp
PACARKU HIDUP KEMBALI
PACARKU HIDUP KEMBALI
Permisi Gan/Sis pembaca setia cerita cinta Hayati dan Asnawi, dalam trit baru ini ane mau cerita lanjutan petualangan Hayati setelah berpisah sama Asnawi.
Spoiler for Sinopsis:


KARAKTER


Spoiler for Karakter Utama:

Spoiler for Mahluk Gaib dan Bangsa Siluman:

Spoiler for Karakter Pendukung:



Quote:


Soundtrack cerita biar kayak film-film ANIME....emoticon-Embarrassmentemoticon-Embarrassment

Spoiler for Opening Song:


 
BAGIAN 1
ALAM BAKA
part 1



Malam itu setelah petarungan besar antara Bendoro dan Hayati, keadaan tampak sangat memilukan. Asnawi dan Hayati saling berpelukan dalam waktu lama, tubuh Hayati yang masih mengeluarkan darah tidak menjadi batu sandungan buat dirinya untuk memeluk Hayati.

Hayati menangis tersedu sedu dalam pelukan Asnawi. akhirnya setelah sekian lama, dia bisa bersatu dengan Asnawi tanpa harus mengalami berbagai gangguan. Bendoro yang selama ini muncul di kehidupannya, telah lenyap begitu saja. Memang Bendoro mempunyai tujuan yang baik demi membela kamu arwah penasaran yang diperbudak oleh bangsa siluman bangsawan, namun dia telah merenggut kebahagiaan Hayati dengan memaksanya untuk ikut berjuang. Bagi diri Hayati, Asnawi berperan sebagai pahlawan besar dalam kahidupannya sebagai arwah penasaran. Dimulai dengan pertemuan pertamanya yang sangat menyeramkan sampai mereka menjadi satu seperti sekarang ini. Banyak lika liku kehidupan cinta diantara mereka berdua ditengah jurang perbedaan yang menganga.

Hayati merasa sangat bahagia kala itu, hatinya merasa sangat tenang dan jiwanya berbunga bunga. Tubuhnya mulai menghangat seperti manusia hidup. Detak jantungnya mulai terasa dan aliran darahnya mulai menggelora. Tiba tiba seberkas cahaya berwana keemasan muncul dari langit dan menerpa tubuh Hayati yang masih beperlukan dengan Asnawi. Hayati langsung kaget dengan cahaya itu dan melapaskan pelukannya dengan Asnawi.

“mas...sinar ini?”

“maksudnya apa Hayati?”

“hatiku sekarang tenang banget dan jiwaku juga terasa hangat...jangan jangan ini tanda tanda...”

“maksudnya arwah kamu udah nggak penasaran lagi?”

“iya mas ku...huft..huft..mas.....mas..........gimana ini?”

“Hayati....kamu jangan tinggalin aku... kita udah berjanji mau hidup bersama”

“aku juga sama mas aku...hiks ...hiks...aku nggak mau pisah sama kamu mas”

Tubuh Hayati menjadi sangat hangat dan perlahan mulai memudar. Panggilan dari alam baka mulai menggema, Hayati mau tidak mau harus pergi kesana dan meninggalkan Asnawi di dunia ini. Asnawi semakin erat memeluk Hayati. Dia histeris dan tidak mau melepas Hayati.

“Hayati....tolong tetap disini, jangan pergi dulu ke alam baka..hiks..hiks”

“maafin aku mas, aku juga nggak bisa berkehendak....ini udah takdir...udah seharusnya aku berada di alam sana”

“HAYATIIIIII...........TOLONG HAYATI....TETEP JADI ARWAH PENASARAN....JANGAN TINGGALIN AKU”

“mas.....kayanya aku udah nggak bisa....aku udah pasrah akan keadaan sekarang..mas...denger aku mas...”

Hayati berusaha menegakkan kepala Asnawi yang tertunduk. Tampak mata Asnawi yang merah karena menangis dan wajahnya yang basah terkena air mata. Hayati berusaha tegar dan menguatkan Asnawi yang tengah jatuh dan larut dalam kesedihan. Hayati harus menyampaikan pesan yang bisa dijadikan bekal hidup Asnawi ditengah waktu yang samakin sempit. Lama kelamaan tubuh Hayati semakin memudar, dia harus berpacu dengan waktu.

“mas....maafin aku yah...mas...aku pengen kamu janji...aku pengen kamu berjanji sebelum aku pergi selamanya ke alam baka”

“nggak mau....kamu harus tetep disini Hayati..”

“mas...ku sayang...tolong aku yah mas.....mas harus ngerelain kepergianku yah...dan aku pengen mas berjanji”

Asnawi terdiam beberapa saat. Dia tampak berusaha untuk ikhlas untuk melepas Hayati pergi ke alam baka. Dia mulai mengatur napasnya dan menghentikan tangisannya.

“hiks...hiks....hiks..............iya aku berjanji”

“aku pengen kamu berjanji untuk menyayangi Cascade sabagaimana kamu menyayangi ku...aku pengen kamu melanjutkan hidupmu bersama dia....aku pengen kamu balikan lagi sama dia.....janji mas!”

“aku janji Hayati.........aku akan melaksanakan janji janjimu Hayati”

“makasih banget mas ku sayang...sekarang aku bisa pergi dengan tenang”

“iya Hayati sayang...aku sayang banget sama kamu...aku cinta banget sama kamu...aku nggak akan ngelupain kamu..Hayati...hatiku udah milik kamu....aku nggak akan ngasihin sama orang lain”

“mas....hiks..hiks....kamu harus tetap sehat yah mas, kamu harus rajin mandi, makan makanan sehat, nggak boleh ngerokok dan rajin olahraga mas....mas.....kayanya waktuku udah tiba...peluk aku mas”

Asnawi kembeli berpelukan dengan erat disertai tangisan yang luar biasa yang membuat suasan semakin menyedihkan.

“mas...walaupun di dunia ini kita nggak bisa bersatu...semoga di akhirat kelak kita akan ketemu lagi dan hidup bersama selamanya”

“iya Hayati..aku janji...aku akan selalu mendoakan mu dan akan melakukan semua yang kamu perintahin ka aku.....Hayati aku akan menemuimu di akhirat nanti...tunggu aku disana yah sayang....capet atau lambat aku juga akan menyusulmu ke alam sana....terima kasih Pacar Kuntilanak Ku tersayang...kamu udah mewarnai hidupku yang menyedihkan ini....”

Hayati pun akhirnya menghilang dari pelukan Asnawi. dan cahaya keemasan yang berasal dari langit pun juga ikut menghilang. Kejadian itu sama persis seperti yang Asnawi saksikan ketika 6 kuntilanak anak buah Wewe Gombel yang juga pergi ke alam baka. Asnawi kembali menangis dan berteriak teriak menyebut nama Hayati. Dia seakan akan tidak sanggup ditinggal Hayati dalam keadaan seperti itu.

Hayati terbang di dalam sebuah pusaran energi dalam tuangan yang tak terbatas. Dia melayang tanpa arah yang jelas, Hayati mencoba untuk berbalik arah melawan arus tarikan gaya,akan tetap usahanya itu gagal. Hayati menangis selama berada dalam pusaran itu. Dalam hatinya dia terus berkeluh kesah dengan keadaan yang dialaminya.

“Oh Tuhan....kenapa Engkau melakukan ini kepadaku?.....aku cuma ingin hidup bahagia bersama kekasihku....kenapa Tuhan??” gerutu Hayati dalam tangisannya.

Tiba tiba seberkas cahaya putih kecil mulai muncul diujung pusaran. Hayati langsung melihat kearah cahaya itu, dia tampak mengernyitkan dahinya. “Mungkin itu adalah pintu alam baka” gumam Hayati dalam hati. Lama-lama cahaya putih itu semakin membesar dan mendekati Hayati. Jantungnya semakin berdebar kencang ketika dia mendekatinya dan akhirnya dia masuk kedalam cahaya putih itu.

Tiba-tiba Hayati berbaring diatas tanah yang tandus. Dia menghela napas dengan kencang dan berusaha membuka matanya pelan-pelan. Hayati mulai berdiri dan melihat keadaan disekitarnya. Ternyata tempat itu adalah sebuah padang tandus yang sangat luas dan memiliki kontur permukaan tanah yang datar. Hayati tampak sangat kebingungan dengan tempat itu. Dia kemudian berjalan untuk mencari tahu tempat yang baru didatanginya itu. Padang tandus itu dipenuhi oleh kabut dan bersuhu panas, seperti suasana Kota Bandung di siang hari.

Hayati berjalan lurus kedepan untuk mengetahui tempat itu. Dia tidak bisa melihat jauh karena terhalang oleh kabut, jarak pandangnya sangat terbatas. Akhirnya dia menemukan sebuah pohon kering yang menjulang cukup tinggi. Hayati memiliki ide untuk memanjat pohon itu dengan tujuan dapat melihat keadaan di sekitarnya. Dia pun memanjat pohon itu dengan susah payah.

Wujud Hayati berubah menjadi seperti manusia, dia tidak bisa melayang dan terbang seperti biasanya, tampak tubuhnya juga memadat. Hayati masih memakai baju gaun putih kuntinya yang berlumuran darah akibat pertarungan dengan Bendoro. Ketika sampai di puncak pohon, Hayati mulai melihat lihat kondisi sekitar yang masih tertutup kabut.

Tak lama berselang, tiba-tiba angin kencang bertiup dan menyingkirkan kabut yang mengahalangi pandangannya. Hayati tampak menutup matanya ketika diterpa angin tersebut. Setelah angin itu hilang, Hayati kembali membuka matanya. Betapa kagetnya dia ketika melihat pemandangan yang ada dihadapannya. Dia melihat orang-orang yang sangat banyak tampak antri untuk masuk ke dalam sebuah pintu besar yang berada di sebuah benteng yang sangat tinggi dan panjang di ujung cakrawala. Orang-orang yang kira kira berjumlah jutaan itu tampak bersabar dalam menunggu antrian masuk ke gerbang itu. Mereka tampak mengenakan kain kafan yang digunakan untuk menutup tubuh. Tergambar berbagai macam ekspresi yang tersirat di raut wajah mereka, ada ekspresi senyum bahagia, sedih, menangis dan penuh penyesalan.

................................................................

Spoiler for Closing Song:



Polling
0 suara
Siapakah yang akan menjadi pendamping hidup Asnawi ?
Diubah oleh Martincorp 06-12-2019 08:04
muliatama007Avatar border
chrysalis99Avatar border
gembogspeedAvatar border
gembogspeed dan 207 lainnya memberi reputasi
196
686.4K
6.3K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
MartincorpAvatar border
TS
Martincorp
#2732
BAGIAN 38
IBLIS MATA KUNING
part 2


Cecil dan Hayati menghabiskan hari hari liburannya dengan bersantai di villa. Mereka sengaja tidak menyalakan smartphone agar tidak ada yang menggangu.

Malam ketiga, mereka berdua membuat api ingin di tepi pantai. Cecil menunjukkan kebolehannya bermain gitar di depan Hayati. Ia lalu menyuruh Hayati untuk berjanji seraya diikuti oleh aku mana musik dari gitar yang dimainkannya. Hayati pun tampak menyanyikan lagu lagu era '80 an yang disukainya.

"Bude pinter nyanyi juga ya"

"Aaah enggak juga kok Cil, suaraku fals"

"Bagus kok Bude, masih enak didenger lah"

"Dasar kamu ini!! Hehe"

Setelah puas bernyanyi, Cecil mulai mengajak Hayati untuk ngobrol. Dia masuk ke Villa untuk mengambil makanan terlebih dahulu, lalu ia kembali menuju Hayati. Cecil memberi sebuah kue dan secangkir kopi buat Hayati.

"Makasih Cil"

"Sama sama Bude"

"Aku bener bener senang tinggal disini, soalnya sepi dan gak ada cowok satupun"

"Emang kenapa kalo gak ada cowok? "

"Ya mereka suka godain aku Cil, apalagi kalo aku lagi kerja, banyak banget cowok yang cari perhatian sama aku"

"Bagus kalo gitu Bud, mungkin salah satunya ada yang bisa jadi pasanganmu"

"Ihhh!! Najis ya, mereka itu bapak bapak semua...udah pada tua"

"Lha, gak apa apa dong, Bude juga kan udah tua, 53 tahun hehehe"

"Umur boleh tua, tapi barang-barangku baru berumur 20 tahun"

"Bisa aja Bude... haha...semua ini gara gara jadi kunti, bude jadi awet muda"

"Bener Cil, kalo aku gak jadi kunti, mungkin aku keliatan lebih tua dari ibumu"

"Tapi menurutku, Bude bakalan tetep keliatan muda kok walaupun Bude gak jadi kunti...Mami aja masih keliatan fresh dan muda kayak cewek umur 30an"

"Mungkin aja kali Cil, tapi bisa aja aku keliatan kayak umur 70an hehe"

"Oh iya Bude, apa Bude masih suka mimpi buruk? "

"Alhamdulillah enggak Cil, sejak aku tidur panjang, aku udah gak mimpi buruk lagi"

"Syukur deh kalo gitu Bud, soalnya aku juga kasian la liat Bude menderita karena mimpi yang ku kasih buat Bude"

"Apaaaaah!!!! maksudmu apa?" Hayati terkejut.

"Aku yang bikin Bude mimpi buruk selama ini, karena aku pengen ngusir Iblis Mata Kuning yang ada dalamu tubuh Bude" jawab Cecil dengan datar.

"Ah gak mungkin...hahahaha...ini pasti mimpi...sekarang aku lagi mimpi"

Hayati tak percaya dengan dengan omongan Cecil. Ia langsung berdiri, lali mengambil sebatang kayu yang ujungnya terbakar. Hayati menempelkan ujung kayu yang membar ke telapak tangannya. Ia bermaksud untuk membuktikan bahwa situasi yang dialamunya hanya mimpi. Akan tetapi Hayati merasakan sakit yang luar biasa ketika bara api bersentuhan dengan telapak tangannya. Cecil langsung menyambar kayu itu dan melemparnya jauh-jauh.

"Bude ngapain ??"

"Aku memastikan kalo semua ini mimpi"

"Enggak Bude...ini nyata, Bude lagi gak ngimpi"

"Terus maksud omonganmu tadi apa?"

"Gini-gini... Bude, aku ini sebenernya punya kekuatan cenayang, aku bukan anak biasa...aku bisa membuat dan modifikasi mimpi orang, itu kekuatanku selain bisa liat mahluk gaib...ketika pertama aku ketemu sama Bude, aku melihat ada sosok Iblis Mata Kuning yang bersemayam di tubuh Bude...Iblis itu sangat berbahaya, dia bisa menghancurkan dunia dan tentunya tubuh Bude sendiri...lalu aku berusaha mengusir Iblis itu lewat mimpi, namun sayang banget, aku selalu gagal dan akhirnya aku menghentikan serangan itu"

Hayati terkejut dengan penjelasan Cecil yang begitu menohok. Giginya bergetar dan tubuhnya merasakan hawa dingin akubat terkena terpaan angin laut. Tiba-tiba Hayati menampar Cecil sebanyak dua kali sampai Cecil tersungkur ke atas tanah.

"KAMU JAHAT CECIL...KAMU JAHAAAAT!!! KAMU GAK TAU APA YANG AKU RASAKAN GARA GARA MIMPI-MIMPI ITU" bentak Hayati.

Cecil berusaha bangun. Ia memegangi pipinya yang merah akibat tamparan Hayati. Matanya tampak berkaca-kaca.

"Maafin aku Bude, aku cuma mau nolongin Bude...Iblis itu sangat berbahaya bagi Bude"

"CUKUP!! AKU MUAK SAMA OMONGAN KAMU TENTANG IBLIS...KAMU DARI AWAL EMANG UDAH NYAKITIN AKU...KAMU JAHAT CECIL...KAMU JAHAAAAAAT!!!" Hayati semakin histeris dan penuh amarah.

"Tapi Bude, aku bisa jelasin"

"AKU KECEWA SAMA KAMU!!"

Hayati kemudian pergi meninggalkan Cecil yang menangis. Ia berlari menjauhi villa menuju arah dataran tinggi yang ditutupi hutan lebat. Hayati menangis sepanjang perjalanan, ia seolah berlari tanpa arah menembus semak belukar yang menghalangi jalannya hingga akhirnya langkahnya terhenti ketika ia menemui sebuah tepian.

"AAAAAAAAARRRRRGGGGGGHHHHHHHH!!!" Hayati berteriak sekuat tenaga sebagai pelampiasan semua amarahnya.

Hayati duduk di sebuah batu, ia menghadap ke laut lepas. sang rembulan tetap setia meneranginya di tengah kesedihan dan sepinya malam. Air mata terus menerus mengalir seakan tak ada lagi sesuatu yang bisa membendungnya.

Sebuah tangan memegang pundak Hayati. Sayup-sayup terdengar suara napas yang terengah-engah. Cecil berusaha mengejar Hayati yang berlari sangat cepat. Hayati menyingkirkan tangan Cecil dari pundaknya.

"Bude...aku bisa jelasin semuanya Bude...aku sama sekali gak ada niat jahat"

Hayati tidak menghiraukannya. Dia memalingkan muka dari Cecil.

"Bude...aku tau bude pasti marah besar, tapi aku melakukan semua ini untuk keselamatan Bude...Bude lihatlah aku!!"

"KESELAMATAN APA CIL? YANG ADA KAMU MEMBUATKU GILA" Hayati kembali membentak Cecil sambil menatap tajam mataya.

"Aku mengerti apa yang Bude rasain, tapi Sumpah demi Allah, aku gak ada maksud nyakitin Bude"

"Terus apa yang kamu lakuin di mimpiku?? kamu menusukku...memenggal Tisha dihadapanku dan membunuh adik adikmu dengan kejam...bahkan kamu ngasih bungkusan yang isinya kepala ibumu"

"Semua itu adalah caraku memancing Iblis itu keluar"

"Iblis apa Huh!! aku bukan Iblis...aku ini manusia yang dulu pernah dapet kutukan jadi arwah...aku buka Iblis Cil...aku juga bukan siluman"

"Iblis dan siluman itu beda...Iblis jauh lebih sakti dari siluman, karena mereka setara dengan malaikat...sedangkan siluman hanya bangsa jin"

"Apa bukti kalo aku ini dirasuki iblis?"

"Mata Bude...warnanya kuning menyala, itu adalah mata iblis"

"Gak mungkin!! aku dapetin mata kuning ini hasil latihan keras"

"Bukan Bude...tapi dirasuki sama iblis"

"Aku gak percaya"

"Aku bisa membuktikanya Bude...sekarang Bude berdiri"

Hayati menuruti permintaan Cecil untuk berdiri di tengah tengah sebuah bidang tanah. Cecil menggambar sebuah lingkaran diatas tanah melingkari Hayati yang berdiri di tengahnya. Kemudian Cecil menengadahkan telapak tangannya sembari merapal sebuah mantra sihir. Hayati langsung merasakan kesakitan, ia menggelepar diatas permukaan tanah.

Angin bertiup kencang di sekitar lingkaran dan membentuk suatu pusaran udara. Debu berterbangan menutupi pandangan mata. Cecil berusaha untuk tetap bisa melihat Hayati dan menyelesaikan ritual.

Hayati pun berteriak kencang, lalu datanglah petir yang menghujam lingkaran dalam diaman Hayati berada. Asap kemudian mengepul hingga menutupi pandangan. Tiba-tiba terjadi sebuah ledakan cukup besar sehingga Cecil terpental sejauh beberapa meter. Tubuhnya membentru keras pada sebuah pohon.

Dari balik kepulan asap yang bercampur debu, munculah Hayati yang telah berubah wujud. Matanya tampak berwarna kuning terang, sepasang tanduk tumbuh melingkar dari kedua pelipis dan sepasang sayap berwarna putih serta berbulu seperti merpati mundul dari punggungnya.

Hayati kemudian berusaha terbang dengan mengepakan kedua sayapnya. Akan tetapi Cecil dengan cepat menahan laju tubuhnya menggunakan kekuatan telekinesisnya. Hayati memberontak dengan berusaha melepas ikatan tak terlihat itu, namun Cecil menahannya dengan sekuat tenaga. Cecil kemudian menghempaskan Hayati ke arah Hutan.

Hayati terlempar, tubuhnya membentur beberapa pohon besar hingga runtuh. Cecil kemudian mengikat Hayati dengan kekuatan telekinesisnya sehingga ia tidak bisa bergerak.

"Bude...apa Bude masih disana?" tanya Cecil.

Hayati tak merespon pertanyaan Cecil, ia menggeram kencang dengan tatapan tajam ke arah keponakannya itu. Hayati tampak tak sadar dan tubuhnya dikendalikan oleh sang iblis. Cecil memegang tanduknya lalu menutupi wajah Hayati dengan telapak tangannya. Ia kembali merapal sebuah mantra untuk menenangkan Hayati.

Beberapa saat kemudian, Hayati pun mulai tenang. Perlahan, ia mendapatkan kesadarannya kembali. Cecil pun melepas tanduk Hayati yang berwarna putih. Ia lalu berdiri dihadapan Hayati. Cecil membantu sang Bude untuk berdiri.

"Bude...apa Bude sadar?"

"Iya Cil... aku sadar"

"Ini wujud Iblis yang berada di dalam tubuhmu Bude"

"Hah...hah...hah...hah...rasanya ada yang mengorek orek kepalaku Cil"

"Itulah sang iblisnya Bud, dia pengen nguasain tubuhmu, aku udah berhasil menahannya sehingga kesadaran Bude kembali"

Hayati melihat kedua tangannya yang memiliki kuku panjang dan warna kulit yang berubah menjadi ungu. Cecil memberikan sebuah cermin kecil kepada Hayati untuk memperlihatka bagaimana wujud mukanya dalam refleksi.

"Tidak mungkin!! Kenapa aku jadi berwujud monster mengerikan" kata hayati sambil memperhatikan wajanya yang membiru, mata kuning bersinar dan gigi taring yang memanjang.

"Ini adalah wujud sempurna kolaborasi Bude sama Iblis mata kuning"

"Aku dulu pernah berwujud kayak gini Cil"

"Kapan?"

"Ketika anak anak angkatku dibunuh dihadapanku oleh para siluman, aku mengamuk kayak dengan wujud kayak gini Cil, aku membunuh banyak genderuwo sampe tubeuh merka gak utuh lagi...aku juga menghancurkan Anggariti dan Prameswari dengan kekuatan ini sampe tubuh mereka hancur berkeping keping"

"Anggariti dan Prameswari? Siapakah mereka?"

"Mereka adalah pemimpin kerajaan Siluman...Anggariti adalah Ratunya...dia adalah siluman rubah sedangkan Prameswari adalah Kakaknya, dia Panglima di kerajaan itu...dia siluman tanah"

Tiba-tiba Hayati kembali kehilangan kesadaran. Ia menghempaskan Cecil dengan gelombang kejutnyang dukeluarkan tubuhnya lalu terbang ke atas langit. Cecil terkapar diatas tanah. Ia berada dalam kondisi mengenaskan. Tubuhnya dipenuhi luka dan kaki kanannya patah akibat terkena gelombang kejut dan benturan dengan pohon disekitar.

Tak lama, Hayati kembali. Ia lalu menghajar Cecil yang tengah tak berdaya dengan pukulan-pukulan menyakitkan. Cecil semakin terpojok dan lemah. ia bahkan tak sanggup berdiri. Hayati kemudian mencekik leher Cecil, lalu mengangkatnya."

"Bude...Bude...Bud....Bud....aaaarrrrhhhh" kata Cecil dengan terbata-bata.

Cecil mulai memasuki tahap sekarat karena ceikikan Hayati sangat kuat sehingga mebuatnya tidak bisa benapas dan aliran darah menuju otaknya terhambat. Dengan sisa tenaga yang ada, cecil berusaha merogoh saku celananya. Ia mengeluarkan sebuah kalung emas berliontin hati. Ia menempelkan kalung emas itu tepat ke wajah Hayati.

Seketika Hayati pun tersadar dan wujudnya kembali ke normal. Ia terjengkang dan jatuh keatas pemukaan tanah dengan kerasa bersamaan dengan Cecil yang sudah mengenaskan. Hayati melihat keponakannya itu tengah terkapar dengan luka di sekujur tubuhnya.

"Cecil...tidak...tidak...tidak...Cecil...kamu" Hayati panik melihat kondisi Cecil.

"Bude..."

"Aku akan menolongmu...tetaplah sadar!!"

"Aku udah gak kuat Bude...a...aa..a...aku sakit"

"Cecil bertahanlah...jangan mati!!"

Namun tiba-tiba, Cecil pun tak sadarkan diri. Tubuhnya lemas dan tak bernapas. Hayati terkejut dengan keadaan itu.

"TIDAAAAAAAAAAAAK!!!!!"
Diubah oleh Martincorp 01-02-2021 16:02
g.azar
chrysalis99
symoel08
symoel08 dan 36 lainnya memberi reputasi
37
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.