Kaskus

Story

MartincorpAvatar border
TS
Martincorp
PACARKU HIDUP KEMBALI
PACARKU HIDUP KEMBALI
Permisi Gan/Sis pembaca setia cerita cinta Hayati dan Asnawi, dalam trit baru ini ane mau cerita lanjutan petualangan Hayati setelah berpisah sama Asnawi.
Spoiler for Sinopsis:


KARAKTER


Spoiler for Karakter Utama:

Spoiler for Mahluk Gaib dan Bangsa Siluman:

Spoiler for Karakter Pendukung:



Quote:


Soundtrack cerita biar kayak film-film ANIME....emoticon-Embarrassmentemoticon-Embarrassment

Spoiler for Opening Song:


 
BAGIAN 1
ALAM BAKA
part 1



Malam itu setelah petarungan besar antara Bendoro dan Hayati, keadaan tampak sangat memilukan. Asnawi dan Hayati saling berpelukan dalam waktu lama, tubuh Hayati yang masih mengeluarkan darah tidak menjadi batu sandungan buat dirinya untuk memeluk Hayati.

Hayati menangis tersedu sedu dalam pelukan Asnawi. akhirnya setelah sekian lama, dia bisa bersatu dengan Asnawi tanpa harus mengalami berbagai gangguan. Bendoro yang selama ini muncul di kehidupannya, telah lenyap begitu saja. Memang Bendoro mempunyai tujuan yang baik demi membela kamu arwah penasaran yang diperbudak oleh bangsa siluman bangsawan, namun dia telah merenggut kebahagiaan Hayati dengan memaksanya untuk ikut berjuang. Bagi diri Hayati, Asnawi berperan sebagai pahlawan besar dalam kahidupannya sebagai arwah penasaran. Dimulai dengan pertemuan pertamanya yang sangat menyeramkan sampai mereka menjadi satu seperti sekarang ini. Banyak lika liku kehidupan cinta diantara mereka berdua ditengah jurang perbedaan yang menganga.

Hayati merasa sangat bahagia kala itu, hatinya merasa sangat tenang dan jiwanya berbunga bunga. Tubuhnya mulai menghangat seperti manusia hidup. Detak jantungnya mulai terasa dan aliran darahnya mulai menggelora. Tiba tiba seberkas cahaya berwana keemasan muncul dari langit dan menerpa tubuh Hayati yang masih beperlukan dengan Asnawi. Hayati langsung kaget dengan cahaya itu dan melapaskan pelukannya dengan Asnawi.

“mas...sinar ini?”

“maksudnya apa Hayati?”

“hatiku sekarang tenang banget dan jiwaku juga terasa hangat...jangan jangan ini tanda tanda...”

“maksudnya arwah kamu udah nggak penasaran lagi?”

“iya mas ku...huft..huft..mas.....mas..........gimana ini?”

“Hayati....kamu jangan tinggalin aku... kita udah berjanji mau hidup bersama”

“aku juga sama mas aku...hiks ...hiks...aku nggak mau pisah sama kamu mas”

Tubuh Hayati menjadi sangat hangat dan perlahan mulai memudar. Panggilan dari alam baka mulai menggema, Hayati mau tidak mau harus pergi kesana dan meninggalkan Asnawi di dunia ini. Asnawi semakin erat memeluk Hayati. Dia histeris dan tidak mau melepas Hayati.

“Hayati....tolong tetap disini, jangan pergi dulu ke alam baka..hiks..hiks”

“maafin aku mas, aku juga nggak bisa berkehendak....ini udah takdir...udah seharusnya aku berada di alam sana”

“HAYATIIIIII...........TOLONG HAYATI....TETEP JADI ARWAH PENASARAN....JANGAN TINGGALIN AKU”

“mas.....kayanya aku udah nggak bisa....aku udah pasrah akan keadaan sekarang..mas...denger aku mas...”

Hayati berusaha menegakkan kepala Asnawi yang tertunduk. Tampak mata Asnawi yang merah karena menangis dan wajahnya yang basah terkena air mata. Hayati berusaha tegar dan menguatkan Asnawi yang tengah jatuh dan larut dalam kesedihan. Hayati harus menyampaikan pesan yang bisa dijadikan bekal hidup Asnawi ditengah waktu yang samakin sempit. Lama kelamaan tubuh Hayati semakin memudar, dia harus berpacu dengan waktu.

“mas....maafin aku yah...mas...aku pengen kamu janji...aku pengen kamu berjanji sebelum aku pergi selamanya ke alam baka”

“nggak mau....kamu harus tetep disini Hayati..”

“mas...ku sayang...tolong aku yah mas.....mas harus ngerelain kepergianku yah...dan aku pengen mas berjanji”

Asnawi terdiam beberapa saat. Dia tampak berusaha untuk ikhlas untuk melepas Hayati pergi ke alam baka. Dia mulai mengatur napasnya dan menghentikan tangisannya.

“hiks...hiks....hiks..............iya aku berjanji”

“aku pengen kamu berjanji untuk menyayangi Cascade sabagaimana kamu menyayangi ku...aku pengen kamu melanjutkan hidupmu bersama dia....aku pengen kamu balikan lagi sama dia.....janji mas!”

“aku janji Hayati.........aku akan melaksanakan janji janjimu Hayati”

“makasih banget mas ku sayang...sekarang aku bisa pergi dengan tenang”

“iya Hayati sayang...aku sayang banget sama kamu...aku cinta banget sama kamu...aku nggak akan ngelupain kamu..Hayati...hatiku udah milik kamu....aku nggak akan ngasihin sama orang lain”

“mas....hiks..hiks....kamu harus tetap sehat yah mas, kamu harus rajin mandi, makan makanan sehat, nggak boleh ngerokok dan rajin olahraga mas....mas.....kayanya waktuku udah tiba...peluk aku mas”

Asnawi kembeli berpelukan dengan erat disertai tangisan yang luar biasa yang membuat suasan semakin menyedihkan.

“mas...walaupun di dunia ini kita nggak bisa bersatu...semoga di akhirat kelak kita akan ketemu lagi dan hidup bersama selamanya”

“iya Hayati..aku janji...aku akan selalu mendoakan mu dan akan melakukan semua yang kamu perintahin ka aku.....Hayati aku akan menemuimu di akhirat nanti...tunggu aku disana yah sayang....capet atau lambat aku juga akan menyusulmu ke alam sana....terima kasih Pacar Kuntilanak Ku tersayang...kamu udah mewarnai hidupku yang menyedihkan ini....”

Hayati pun akhirnya menghilang dari pelukan Asnawi. dan cahaya keemasan yang berasal dari langit pun juga ikut menghilang. Kejadian itu sama persis seperti yang Asnawi saksikan ketika 6 kuntilanak anak buah Wewe Gombel yang juga pergi ke alam baka. Asnawi kembali menangis dan berteriak teriak menyebut nama Hayati. Dia seakan akan tidak sanggup ditinggal Hayati dalam keadaan seperti itu.

Hayati terbang di dalam sebuah pusaran energi dalam tuangan yang tak terbatas. Dia melayang tanpa arah yang jelas, Hayati mencoba untuk berbalik arah melawan arus tarikan gaya,akan tetap usahanya itu gagal. Hayati menangis selama berada dalam pusaran itu. Dalam hatinya dia terus berkeluh kesah dengan keadaan yang dialaminya.

“Oh Tuhan....kenapa Engkau melakukan ini kepadaku?.....aku cuma ingin hidup bahagia bersama kekasihku....kenapa Tuhan??” gerutu Hayati dalam tangisannya.

Tiba tiba seberkas cahaya putih kecil mulai muncul diujung pusaran. Hayati langsung melihat kearah cahaya itu, dia tampak mengernyitkan dahinya. “Mungkin itu adalah pintu alam baka” gumam Hayati dalam hati. Lama-lama cahaya putih itu semakin membesar dan mendekati Hayati. Jantungnya semakin berdebar kencang ketika dia mendekatinya dan akhirnya dia masuk kedalam cahaya putih itu.

Tiba-tiba Hayati berbaring diatas tanah yang tandus. Dia menghela napas dengan kencang dan berusaha membuka matanya pelan-pelan. Hayati mulai berdiri dan melihat keadaan disekitarnya. Ternyata tempat itu adalah sebuah padang tandus yang sangat luas dan memiliki kontur permukaan tanah yang datar. Hayati tampak sangat kebingungan dengan tempat itu. Dia kemudian berjalan untuk mencari tahu tempat yang baru didatanginya itu. Padang tandus itu dipenuhi oleh kabut dan bersuhu panas, seperti suasana Kota Bandung di siang hari.

Hayati berjalan lurus kedepan untuk mengetahui tempat itu. Dia tidak bisa melihat jauh karena terhalang oleh kabut, jarak pandangnya sangat terbatas. Akhirnya dia menemukan sebuah pohon kering yang menjulang cukup tinggi. Hayati memiliki ide untuk memanjat pohon itu dengan tujuan dapat melihat keadaan di sekitarnya. Dia pun memanjat pohon itu dengan susah payah.

Wujud Hayati berubah menjadi seperti manusia, dia tidak bisa melayang dan terbang seperti biasanya, tampak tubuhnya juga memadat. Hayati masih memakai baju gaun putih kuntinya yang berlumuran darah akibat pertarungan dengan Bendoro. Ketika sampai di puncak pohon, Hayati mulai melihat lihat kondisi sekitar yang masih tertutup kabut.

Tak lama berselang, tiba-tiba angin kencang bertiup dan menyingkirkan kabut yang mengahalangi pandangannya. Hayati tampak menutup matanya ketika diterpa angin tersebut. Setelah angin itu hilang, Hayati kembali membuka matanya. Betapa kagetnya dia ketika melihat pemandangan yang ada dihadapannya. Dia melihat orang-orang yang sangat banyak tampak antri untuk masuk ke dalam sebuah pintu besar yang berada di sebuah benteng yang sangat tinggi dan panjang di ujung cakrawala. Orang-orang yang kira kira berjumlah jutaan itu tampak bersabar dalam menunggu antrian masuk ke gerbang itu. Mereka tampak mengenakan kain kafan yang digunakan untuk menutup tubuh. Tergambar berbagai macam ekspresi yang tersirat di raut wajah mereka, ada ekspresi senyum bahagia, sedih, menangis dan penuh penyesalan.

................................................................

Spoiler for Closing Song:



Polling
0 suara
Siapakah yang akan menjadi pendamping hidup Asnawi ?
Diubah oleh Martincorp 06-12-2019 08:04
muliatama007Avatar border
chrysalis99Avatar border
gembogspeedAvatar border
gembogspeed dan 207 lainnya memberi reputasi
196
692.3K
6.3K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread54.3KAnggota
Tampilkan semua post
MartincorpAvatar border
TS
Martincorp
#2714
BAGIAN 38
IBLIS MATA KUNING
part 1

Hayati bisa tidur dengan tenang setelah Romi memberikan segelas air yang tercampur obat tidur kepadanya. Cecil berharap Hayati tidak memimpikan dirinya menjadi seorang pembunuh sadis lagi.

Ketika pagi datang, sinar matahari mesuk kedalam kamar melalui celah jendela yang tertutupi tirai. Sinar itu menerpa wajah Hayati. Seketika, ia pun terbangun karena terpaan cahaya itu. Hayati bangkit perlahan sambil menggaruk garuk kepala. Ia melihat ke sekeliling, ternyata tidak menemukan hal yang aneh.

Mendadak perutnya keroncongan, Hayati meringis kesakitan. Ia lalu pergi keluar kamar menuju ruang makan. Hayati belum sepenuhnya percaya kalau dirinya sudah bangun atau masih mimpi. Ketika memasuki ruang makan, ia melihat Cecil, Romi dan Aldy tengah sarapan bersama.

"Pagi anak anak! " sapa Hayati.

Semua orang di ruang makan,kompak berteriak dan ketakutan ketika melihat Hayati yang penampilannya mirip kuntilanak.

"Oalaaaah...kenapa kalian teriak? Aku ini Mala!! Bude kalian" Hayati marah.

"Bude!!" teriak Cecil, Romi dan Aldy secara bersamaan.

"Iya, ini aku!! "

Tiga bersaudara itu langsung menghampiri dan memeluk Hayati dengan terharu.

"Bude udah sembuh? " tanya Aldy.

"Iya anak anak, aku udah gak mimpi buruk lagi" jawab Hayati.

"Aku seneng Bude udah gak mimpiin aku jadi pembunuh lagi" sahut Cecil.

"Iya Cil, maafin aku ya, aku mimpiin kamu jadi orang jahat terus" kata Hayati.

"Gak apa apa kok Bude, yang penting sekarang Bude udah sembuh" balas Cecil.

"Semalem aku tidur nyenyak banget, bahkan aku mimpi indah ketemu Asnawi" kata Hayati.

"Semalem?? Bude udah tidur dua hari!! " ujar Romi.

"Apaaaaah!! Sekarang hari apa? " Hayati kaget.

"Senin Bude"

"Berarti aku udah semiggu ga ngapa ngapain?"

"Iya Bude"

Hayati pun termenung, mengingat ia jadi tak tahu waktu gara gara diserang mimpi buruk yang bertubi tubi. Tiba tiba terdengar suara keroncong dari perut Hayati.

"Aku lapar"

"Tuh ada nasi goreng buatan Bi Edoh, makan ya Bude" tawar Cecil.

Tanpa banyak basa basi, Hayati langsung duduk di kursi makan. Ia mengambil mangkuk besar yang berisikan nasi goreng. Dengan lahap dan buas, Hayati menghabiskan nasi goreng itu dalam sekejap mata. Ketiga keponakannya hanya melongo dan tak percaya melihat cara makan Bude mereka yang sangat mengerikan. Setelah menghabiskan nasi goreng yang ia makan, Hayati meminta jatah nasi goreng milik keponakannya untuk ia habiskan.

"Buseeeet, Bude kesurupan jin apa ya, bisa makan kayak orang gila gitu" gumam Romi.

"Ya maklum lah Rom, dia udah gak makan seminggu, jadi lapernya kayak gimana tuh " balas Cecil.

"Yah, jatah sarapan gue diembat, mana baru sesendok lagi gue makannya" keluh Aldy.

"Udeh Al, lu makan aja di kantin sekolah"pungkas Cecil.

Hayati akhirnya menyelesaikan makan pagi nya. Perutnya tampak membuncit karena lambungnya dipenuhi masih goreng. Cecil, Romi dan Aldy hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan absurd Bude nya.

"Bude... mandi gih! Badan Bude baunya kayak kuntilanak" perintah Cecil.

"Emang lu pernah nyium bau kunti Kak?" tanya Romi.

"Enggak sih, tapi kayaknya baunya gitu" jawab Cecil.

"Hihihihi...enak aja kalian bilang bau kunti kayak gini!! Kunti tuh wangi tauuuuuuk!!" protes Hayati.

"Wangi apaan? Kunti tuh bau amis kali Bude" sanggah Romi.

"Itu mah cuman di film Rom, aslinya kunti itu adalah hantu cewek cewek cantik, seksi, gemoy dan montok" kata Hayati.

"Ah yang bener Bude?" Aldy penasaran dengan mata yang berbinar.

"Yaelah Al...masa gak percaya aku sih! Aku tuh udah 30 tahun jadi kunti...kamu mau aku kenalin sama temen kunti ku, banyak lho yang cantik cantik, tuh di pohon deket gapura komplek ini ada satu" ujar Hayati.

"Hihhhh!! Ogah ah! Aku masih suka sama orang, lagian aku mah gampang nyari cewek, gak kayak si Romi nih, dia jomblo parah" ledek Aldy.

"Anjing! Gue juga suka cewek orang kali" bentak Romi sambil menjitak kepala Aldy. Hayati dan Cecil pun tertawa terbahak bahak melihat tingkah mereka.

"Aldy bener Rom, kamu susah dapet cewek, mending sama kunti aja hahaha" sela Hayati.

"Mmmm kalo kunti nya kayak Bude sih, aku mau, Bude itu cewek sempurna, cantik, punya warna mata indah, dada besar, kulit putih, langsung, pantat gede, seksi... Gak kayak Cecil tuh, udah cungkring, dada rata kayak papan giliran, kakinya kayak kaki meja udah gitu nolep lagi" ledek Romi kepada Cecil.

"Yap...betul Rom, Kak Cecil emang kayak tengkorak hidup saking cungkring nya hahahahaha" tambah Aldy dengan ceria.

"bodoh lu berdua!! Daripada kalian bodo nya minta ampun, mending gue lah pinter bisa sekolah di luar negeri" Cecil marah dengan ledekan kedua adiknya.

Akhirnya ketiga bersaudara itu adu jotos dan saling mengejek satu sama lain. Cecil menjambak rambut Romi, Romi mencekik leher Cecil dan Aldy menertawai mereka. Romi dan Cecil pun kompak memukul Aldy yang menertawai mereka sampai pertarungan semakin sengit. Hayati geleng geleng kepala melihat kelakuan para keponakannya itu. Ia harus mengambil tindakan.

Hayati mendekap ketiga bersaudara itu, lalu membenamkan wajah mereka ke buah dadanya yang besar dan empuk.

"KALIAN INI SODARA!! JANGAN BERANTEM" bentak Hayati.

Cecil, Romi dan Aldy tampak sesak napas akibat terhimpit. Tak lama kemudian, Hayati melepaskan mereka. Cecil tampak lemas sambil duduk di kursi, sedangkan Romi dan Aldy terkapar di lantai dengan hidung berdarah.

"Susu Bude bau banget sih!! Mandi sana!! " protes Cecil.

"Kamu ini, berantem mulu sih, tuh urus adek adekmu!! Semuanya pada mimisan" bentak Hayati.

"Ya gara gara Bude sih, pake benamin muka kita ke susu, yaiyalah mereka berdua jadi engas dan mimisan"

"Udah udah... aku mau mandi, kalian harus segera pergi sekolah"

"Baik Bude...tapi aku mah kan lagi libur"

"Yaudah, urus tuh mereka, biar ga mimisan lagi"

Hayati pergi kembali ke kamar untuk mandi sedangkan, Cecil berusaha menyadarkan Romi dan Lady yang masih terkapar akibat efek buah dada Hayati. Ia menendang kepala kedua adiknya itu untuk menyadarkannya.

Siang itu, Hayatin menikmati kembali kebebasannya dari mimpi buruk dengan membaca buku dan majalah yang ada di bawah meja tamu. Suasana rumah saat itu sedang sepi karena para keponakknya pergi dan Bi Edoh sedang pergi ke super market untuk membeli kebutuhan sehari hari.

Tak lama berselang, Cecil tiba di rumah. Ia turun dari mobilnya sambil membawa bungkusan. ketika masuk Cecil menyapa Hayati yang tengah duduk di ruang tamu. Lalu, ia duduk disebelah Hayati.

"Bude...kita liburan yuk!!"

"Oalah liburan Cil...boleh...boleh, mau kemana?"

"Ke Pantai Bud, pulau Seribu"

"Waaah pulau Seribu, udah lama banget aku gak kesitu Cil, dulu Bapak, Ibu selalu ngajakin aku dan Mami kamu liburan disana"

"Aku juga sering diajakin Mami Bud, disana ada Villa punya temen Mami, dia ngebolehin Mami dan kelurga buat pake villa itu"

"Oalah, kaya bener tuh temen Mami kamu Cil, siapa dia?"

"Artis Bud, punya Rojak Ahmad dan Nacita Serpina...kebetulan mereka sempet punay kasus yang diurusi sama Mami"

"Hebat yah Mami kamu Cil, gaul nya sama artis-artis terkenal"

"Hmmm...iya lah Bud, Mami kan pengacara artis, jadi pasti kenal sama mereka"

"Kata Romi, kamu pernah pacaran sama artis...apa bener Cil?"

"Iya dulu banget Bud...pas aku baru masuk kuliah...tapi sekarang mah udah putus hehe"

"Sama siapa Cil?"

"Ajipati Bolken"

"Waaaah hebat banget Cil, ganteng banget tuh si Ajipati...kenapa kamu bisa putus?"

"Aaah... gak cocok Bud, aku lebih suka pacaran sama cowok biasa-biasa...buka artis"

"Ya sayang sekali Cil...apa sekarang kamu udah punya pacar Cil?"

"Enggak Bud, aku lagi fokus belajar aja sama ikutan modeling... kalo cowok yang ngedeketin mah banyak, tapi aku tolak semuanya"

"Kamu mah aneh-aneh aja Cil"

"Ya gitu Bud...eh kita pergi besok pagi ya, nanti aku sama Bude naik mobil sampe Muara Angke, lalu kita lanjut pake perahu nelayan sampe ke pulau yang ada Villa...abis itu kita disana bisa bersenang senang"

"Oke, berarti aku besok pagi harus ngebangunin Romi dan Aldy, soalnya susa ngebangunin mereka, terutama Romi"

"Gak usah Bud...kita pergi berdua aja, gak usah ajak ajak mereka lah"

"Lho kenapa Cil?"

"Pokonya liburan ini khusus Cewek Bude...aku dulu juga seri diajak Mami berdua aja liburan disana"

"Oh gitu...oke deh, aku siap...tapi aku gak punya baju renang"

"Tenang aja Bude, aku punya banyak bikin yang bagus buat Bude"

"Asiiiik..."

Cecil mengajak Hayati masuk ke kamarnya. Ia memperlihatkan semua koleksi bikini miliknya kepada Hayati. Mulai dari model one piece sampai two piece, semua dicoba oleh Hayati. Cecil sampai terhenyak melihat penapilan Hayati memakai bikini miliknya sambi berlenggak lenggok.

"Bude berbakat banget jadi model...bagus banget"

"Aaaaah biasa aja kali Cil...aku bukan model, lagian tinggi badanku gak setinggi kamu"

"Tapi Bude menarik banget, aku yakin para cowok bakalan klepek-klepek liat Bude pake bikini"

"Pastinya Cil, untung aja Romi dan Aldy gak ada disini"

"Mereka mah bisa mati Bud, kalo liat Bude kayak gini"

Keesokan hari, Hayati bangun subuh. Ia lagsung pergi mandi dan menyiapkan semua pakaian untuk pergi rekreasi. Bahkan Cecil masih terlelap tidur ketika Hayati menjemputnya di kamar.

"Oaaaaalh Cil, kok kamu masih tidur sih" gumam Hayati ketika masuk ke kamar Cecil. Ia pun langsung membagunkan keponakannya itu.

"Aduh Bude... masih subuh kali, nanti agak siagan lah" protes Cecil.

"Aduuuh kamu ini jadi anak gadis kok pemalesan banget sih! ayo bangun!! Kamu itu suatu hari bakalan jadi ibu...kamu harus rajin"

"Alah...Bude aja belum pernah jadi ibu kok, udah lah Bud nanti lagi ah"

"AKU PERNAH JADI IBU CIL!!!" bentak Hayati.

Sontak, Cecil langsung terperanjat ketika mendengar Hayati membentak. Ia bangkit dari tempat tidurnya sambil memandang Hayati dengan penuh pertanyaan.

"Emang Bude udah punya anak? Kan Bude dibunuh pas lagi hamil 2 bulan?"

"Bukan itu Cil, tapi selama aku jadi kunti, aku mengajar dua tuyul kembar jadi anak"

"Apaaaah!! Tuyul? Hahahahaha...pasti botak dan mirip Upin Ipin"

"Enggak, tuyul itu gak semuanya botak dan nyeremin... Wujud mereka sama kayak anak kecil biasa...dan anak angkat ku itu adalah kembar dompo, jadi cowok cewek"

"Kenapa Bude bisa miara tuyul? Apa buat nyari duit?"

"Aku nyelametin mereka dari manusia yang maksa mereka buat nyuri uang"

"Nyelametinnya gimana?"

"Ya aku bunuh orang yang udah perbudakan mereka, lalu aku ambil"

"Anjiiir!! Sadis banget si Bude, maen bunuh bunuhan"

"Orang itu jahat banget Cil, jadi aku terpaksa melakukannya"

"Terus tuyul tuyul itu sekarang kemana?"

"Mereka udah mati Cil, dibunuh sama Ratu Siluman Rubah"

"Maaf Bude...aku turut prihatin"

"Seperti yang udah pernah aku ceritain Cil, aku itu buronan nomer 1 di Kerajaan Siluman...mereka diculik lalu dibunuh dihadapanku agar aku mau menyerah...emang sedih banget kalo inget sama kejadian itu Cil, aku tuh udah melihara mereka dengan baik, aku kasih makan, aku ajarin mereka bertahan hidup sebagai hantu dan aku sayangi mereka seperti anak sendiri"

"Oh Bude...aku jadi pengen nangis dengernya"

"Tapi Cil, aku udah balas dendam sama mereka... Aku udah menghancurkan Ratu Siluman Rubah sampe berkeping keping... Waktu itu entah kenapa, wujudku berubah jadi punya sepasang tanduk dan tumbuh sayap burung dari punghung... Aku dengan mudah bisa ngancurin mereka"

"Waaaaw Bude hebat, jadi Bude berubah wujud jadi malaikat yang kayak di film film gitu? "

"Entahlah Cil, tapi kok aku juga punya tanduk? Kalo kata Romi mah sih wujudku itu kayak su...eeh...su..ee... suku...eee aduh lupa Cil, jadi kayak semacam iblis gitu"

"Itu Succubus Bude...dia itu mahluk mitologi Eropa pada jaman dulu yang berbentuk cewek cantik yang punya sayap dan tanduk...mahluk itu suka ngerayu cowok untuk hubungan intim"

"Tapi aku mah gak gitu ah Cil, aku gak pernah rayu cowok, kecuali sama Asnawi"

"Ya itu mah cuman khayalan Romi aja Bude, dia kebanyakan baca komik dan nonton film... Aku gak tau kekuatan Bude itu kayak apa"

"Yowiss..sekarang kamu mandi gih!! Kita kan mau liburan"

"Iya Bude ku yang cerewet"

Cecil pun bangun dan pergi menuju kamar mandi, sementara Hayati merapikan tempat tidur Cecil.

Setelah selesai persiapan, Cecil dan Hayati pergi menuju Pulau Seribu. Cecil memarkirkan mobilnya di sebuah garasi milik warga yang sengaja disewakan. Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan dengan menumpang kapal nelayan.

Hayati sangat senang melihat pemandangan laut yang indah. Ia jadi teringat memori masa kecil ketika diajak pertama kali berekreasi oleh orang tuanya. Waktu itu Hayati baru berumur 5 tahun dan Rini 3 tahun.

Setelah 30 menit mengarungi teluk Jakarta, akhirnya mereka tiba di sebuah pulau kecil. Pulau itu dikelilingi pantai pasir putih dan di bagian tengahnya terdapat sebuah dataran tinggi yang ditutupi pepohonan rimbun.

Di pulau itu terdapat sebuah kampung nelayan, Cecil dan Hayati harus berjalan cukup jauh menuju villa yang dituju. Villa itu berada cukup terpencil, yakni di sisi utara pulau.

Begitu tiba, mereka langsung menikmati pemandangan laut yang indah. Selain itu mereka juga memanjakan diri dengan spa pribadi di Villa. Cecil memanggil jasa spa rumahan yang sering melayani para turis disana. Untuk pertama kalinya Hayati merasakan nikmatnya hidu Selama ini ia belum pernah merasakan pijatan relaksasi dan memanjakan diri dengan berbagai perawatan tubuh.

Esok pagi, Hayati diajak oleh Cecil menuju tepi pantai untuk melihat para nelayan menarik jaring ikan. Ia pun dengan antusias ikut menarik jaring itu. Para nelayan itu pun sangat senang dengan kehadiran Hayati disana. Merka memberi beberapa ekor ikan kepada Hayati dan Cecil.

Setelah melihat para nelayan, Hayati dan Cecil berjemur di pantai depan Villa dengan menggunakan pakaian bikini. Mereka tak merasa risih memakai bikini disana karena villa itu sangat menjaga privasi penghuninya, sehingga mereka bebas melakukan apa saja.

"Gimana Bude liburannya, seru kan? "

"Seru banget Cil... Baru kali ini aku berjemur di pantai pake bikini"

"Iya Bude, disini kita bisa bebas mau ngapain aja, dan gak ada orang yang ngintip"

"Seandainya Romi dan Aldy ada disini, mereka pasti pingsan liat aku pake bikini ini... Hihihihi"

"Bukan pingsan Bude, tapi mereka bisa mati karena kehabisan darah gara gara mimisan...hahahahaha"

"Kamu bisa aja Cil"

...

namikazeminati
v3ah1307
chrysalis99
chrysalis99 dan 37 lainnya memberi reputasi
38
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.