BAB 9
PASRAH, DAN TERIMA KASIH
Quote:
“Cinta adalah seni menyakiti diri sendiri.” - UUS
Gua harus berterima kasih banyak dengan orang yang telah mengucapkan quote tadi. Tokoh yang bikin gua terbuka akan realita, tokoh yang bikin gua terima akan hal yang gua dapat, tokoh yang bikin gua ingin jujur dan tidak ingin menjadi orang yang penuh kepalsuan, tokoh yang bikin gua ingin terbuka dan menjadi orang yang apa adanya, dan mungkin tokoh yang bikin gua tidak perlu lagi menyesali hal yang sudah terjadi.
Memang tidak akan berpengaruh banyak bila menyalahkan hal yang sudah terjadi terutama pada semesta, baik itu manis atau pahit. Gua memang salah karena telah menyalahkan semesta. Tapi mungkin memang sudah jalannya seperti itu, dan gua harusnya sudah siap untuk menghadapi itu. Gua harus siap menghadapi indahnya keadaan di saat awal-awal kerja seperti yang sudah diceritakan sebelumnya. Gua juga harusnya siap menghadapi pahitnya cerita-cerita di akhir-akhir waktu gua bekerja sampai akhirnya tidak bekerja lagi. Tidak semua hal yang terjadi itu indah. Mungkin semuanya harus seimbang. Dan mungkin dari cerita-cerita gua sebelumnya, yang gua dapat hanya pengalaman dan pelajaran. Gua ga dapat bonusnya, status dan kasih sayang mungkin. Tapi apa artinya status hubungan, kalau dari salah satu pihak tidak ada yang inisiatif membangun kasih sayang, tidak ada salah satu pihak yang membangun kembali keadaan yang telah hancur berantakan.
Mungkin udah cukup bagi gua untuk bercerita banyak di bagian ini. Gua juga gamau mengada-mengada. Gua cuma pingin jujur, terbuka dan apa adanya di cerita ini. Privasi gua hanyalah saat gua masturbasi. Itu aja.
Sampai saat ini, gua juga masih jobless, masih sering masturbasi. Tapi yang terpenting bagi gua ialah gua masih mau healing dan take a process of life. Gua juga masih mau berusaha buat benahin itu semua biar hidup gua ga berantakan. Saat ini, gua hanya fokus akan kesehatan dan kebahagiaan diri gua sendiri.
Kebutuhan orang untuk bahagia tidak selamanya harus diukur dari hadirnya pasangan. Banyak hal yang bisa diraih di sekitar dunia ini, untuk menjadi dasar dari kebahagiaan itu sendiri. Gua masih mau belajar bahagia, meskipun itu dari hal kecil. Dan gua juga masih belajar untuk mendapatkan kebahagiaan dari hal-hal pahit yang gua dapat.
Terima kasih, Tyara. Kamu adalah resepsionis yang tak tergantikan, bagi gua bukan untuk kantor. Mungkin gua akan bertemu lagi dengan resepsionis yang baik. Mungkin gua akan bertemu lagi dengan resepsionis yang cantik. Mungkin gua akan bertemu lagi dengan resepsionis yang ramah. Tapi mungkin gua ga akan bertemu lagi dengan resepsionis yang bisa ngasih gua kesan yang membekas, baik itu manis ataupun pahit. Akhirnya gua bisa belajar lebih banyak lagi akan kehidupan yang gua jalani.
Gua disini hanya ingin bercerita apa adanya. Gua ga pingin bermaksud menginspirasi siapapun, membuat orang simpati, membuat orang bersedih, dan lainnya. Gua hanya ingin coba bercerita dan nantinya bisa gua baca lagi untuk bahan introspeksi. Tapi gua berterima kasih kalau ada yang mau koreksi cerita ini, gua sangat terbuka.
Yang mau gua tanya disini, apakah gua saat ini sedang delusional, dengan bercerita seperti ini?
Btw, selamat tahun baru. Selamat tutup buku. Selamat mendapat cerita baru dan kejutan lainnya.
==END OF BAD STORY==