- Beranda
- Stories from the Heart
PACARKU HIDUP KEMBALI
...
TS
Martincorp
PACARKU HIDUP KEMBALI

Permisi Gan/Sis pembaca setia cerita cinta Hayati dan Asnawi, dalam trit baru ini ane mau cerita lanjutan petualangan Hayati setelah berpisah sama Asnawi.
Spoiler for Sinopsis:
KARAKTER
Spoiler for Karakter Utama:
Spoiler for Mahluk Gaib dan Bangsa Siluman:
Spoiler for Karakter Pendukung:
Quote:
Soundtrack cerita biar kayak film-film ANIME....


Spoiler for Opening Song:
BAGIAN 1
ALAM BAKA
part 1
ALAM BAKA
part 1
Malam itu setelah petarungan besar antara Bendoro dan Hayati, keadaan tampak sangat memilukan. Asnawi dan Hayati saling berpelukan dalam waktu lama, tubuh Hayati yang masih mengeluarkan darah tidak menjadi batu sandungan buat dirinya untuk memeluk Hayati.
Hayati menangis tersedu sedu dalam pelukan Asnawi. akhirnya setelah sekian lama, dia bisa bersatu dengan Asnawi tanpa harus mengalami berbagai gangguan. Bendoro yang selama ini muncul di kehidupannya, telah lenyap begitu saja. Memang Bendoro mempunyai tujuan yang baik demi membela kamu arwah penasaran yang diperbudak oleh bangsa siluman bangsawan, namun dia telah merenggut kebahagiaan Hayati dengan memaksanya untuk ikut berjuang. Bagi diri Hayati, Asnawi berperan sebagai pahlawan besar dalam kahidupannya sebagai arwah penasaran. Dimulai dengan pertemuan pertamanya yang sangat menyeramkan sampai mereka menjadi satu seperti sekarang ini. Banyak lika liku kehidupan cinta diantara mereka berdua ditengah jurang perbedaan yang menganga.
Hayati merasa sangat bahagia kala itu, hatinya merasa sangat tenang dan jiwanya berbunga bunga. Tubuhnya mulai menghangat seperti manusia hidup. Detak jantungnya mulai terasa dan aliran darahnya mulai menggelora. Tiba tiba seberkas cahaya berwana keemasan muncul dari langit dan menerpa tubuh Hayati yang masih beperlukan dengan Asnawi. Hayati langsung kaget dengan cahaya itu dan melapaskan pelukannya dengan Asnawi.
“mas...sinar ini?”
“maksudnya apa Hayati?”
“hatiku sekarang tenang banget dan jiwaku juga terasa hangat...jangan jangan ini tanda tanda...”
“maksudnya arwah kamu udah nggak penasaran lagi?”
“iya mas ku...huft..huft..mas.....mas..........gimana ini?”
“Hayati....kamu jangan tinggalin aku... kita udah berjanji mau hidup bersama”
“aku juga sama mas aku...hiks ...hiks...aku nggak mau pisah sama kamu mas”
Tubuh Hayati menjadi sangat hangat dan perlahan mulai memudar. Panggilan dari alam baka mulai menggema, Hayati mau tidak mau harus pergi kesana dan meninggalkan Asnawi di dunia ini. Asnawi semakin erat memeluk Hayati. Dia histeris dan tidak mau melepas Hayati.
“Hayati....tolong tetap disini, jangan pergi dulu ke alam baka..hiks..hiks”
“maafin aku mas, aku juga nggak bisa berkehendak....ini udah takdir...udah seharusnya aku berada di alam sana”
“HAYATIIIIII...........TOLONG HAYATI....TETEP JADI ARWAH PENASARAN....JANGAN TINGGALIN AKU”
“mas.....kayanya aku udah nggak bisa....aku udah pasrah akan keadaan sekarang..mas...denger aku mas...”
Hayati berusaha menegakkan kepala Asnawi yang tertunduk. Tampak mata Asnawi yang merah karena menangis dan wajahnya yang basah terkena air mata. Hayati berusaha tegar dan menguatkan Asnawi yang tengah jatuh dan larut dalam kesedihan. Hayati harus menyampaikan pesan yang bisa dijadikan bekal hidup Asnawi ditengah waktu yang samakin sempit. Lama kelamaan tubuh Hayati semakin memudar, dia harus berpacu dengan waktu.
“mas....maafin aku yah...mas...aku pengen kamu janji...aku pengen kamu berjanji sebelum aku pergi selamanya ke alam baka”
“nggak mau....kamu harus tetep disini Hayati..”
“mas...ku sayang...tolong aku yah mas.....mas harus ngerelain kepergianku yah...dan aku pengen mas berjanji”
Asnawi terdiam beberapa saat. Dia tampak berusaha untuk ikhlas untuk melepas Hayati pergi ke alam baka. Dia mulai mengatur napasnya dan menghentikan tangisannya.
“hiks...hiks....hiks..............iya aku berjanji”
“aku pengen kamu berjanji untuk menyayangi Cascade sabagaimana kamu menyayangi ku...aku pengen kamu melanjutkan hidupmu bersama dia....aku pengen kamu balikan lagi sama dia.....janji mas!”
“aku janji Hayati.........aku akan melaksanakan janji janjimu Hayati”
“makasih banget mas ku sayang...sekarang aku bisa pergi dengan tenang”
“iya Hayati sayang...aku sayang banget sama kamu...aku cinta banget sama kamu...aku nggak akan ngelupain kamu..Hayati...hatiku udah milik kamu....aku nggak akan ngasihin sama orang lain”
“mas....hiks..hiks....kamu harus tetap sehat yah mas, kamu harus rajin mandi, makan makanan sehat, nggak boleh ngerokok dan rajin olahraga mas....mas.....kayanya waktuku udah tiba...peluk aku mas”
Asnawi kembeli berpelukan dengan erat disertai tangisan yang luar biasa yang membuat suasan semakin menyedihkan.
“mas...walaupun di dunia ini kita nggak bisa bersatu...semoga di akhirat kelak kita akan ketemu lagi dan hidup bersama selamanya”
“iya Hayati..aku janji...aku akan selalu mendoakan mu dan akan melakukan semua yang kamu perintahin ka aku.....Hayati aku akan menemuimu di akhirat nanti...tunggu aku disana yah sayang....capet atau lambat aku juga akan menyusulmu ke alam sana....terima kasih Pacar Kuntilanak Ku tersayang...kamu udah mewarnai hidupku yang menyedihkan ini....”
Hayati pun akhirnya menghilang dari pelukan Asnawi. dan cahaya keemasan yang berasal dari langit pun juga ikut menghilang. Kejadian itu sama persis seperti yang Asnawi saksikan ketika 6 kuntilanak anak buah Wewe Gombel yang juga pergi ke alam baka. Asnawi kembali menangis dan berteriak teriak menyebut nama Hayati. Dia seakan akan tidak sanggup ditinggal Hayati dalam keadaan seperti itu.
Hayati terbang di dalam sebuah pusaran energi dalam tuangan yang tak terbatas. Dia melayang tanpa arah yang jelas, Hayati mencoba untuk berbalik arah melawan arus tarikan gaya,akan tetap usahanya itu gagal. Hayati menangis selama berada dalam pusaran itu. Dalam hatinya dia terus berkeluh kesah dengan keadaan yang dialaminya.
“Oh Tuhan....kenapa Engkau melakukan ini kepadaku?.....aku cuma ingin hidup bahagia bersama kekasihku....kenapa Tuhan??” gerutu Hayati dalam tangisannya.
Tiba tiba seberkas cahaya putih kecil mulai muncul diujung pusaran. Hayati langsung melihat kearah cahaya itu, dia tampak mengernyitkan dahinya. “Mungkin itu adalah pintu alam baka” gumam Hayati dalam hati. Lama-lama cahaya putih itu semakin membesar dan mendekati Hayati. Jantungnya semakin berdebar kencang ketika dia mendekatinya dan akhirnya dia masuk kedalam cahaya putih itu.
Tiba-tiba Hayati berbaring diatas tanah yang tandus. Dia menghela napas dengan kencang dan berusaha membuka matanya pelan-pelan. Hayati mulai berdiri dan melihat keadaan disekitarnya. Ternyata tempat itu adalah sebuah padang tandus yang sangat luas dan memiliki kontur permukaan tanah yang datar. Hayati tampak sangat kebingungan dengan tempat itu. Dia kemudian berjalan untuk mencari tahu tempat yang baru didatanginya itu. Padang tandus itu dipenuhi oleh kabut dan bersuhu panas, seperti suasana Kota Bandung di siang hari.
Hayati berjalan lurus kedepan untuk mengetahui tempat itu. Dia tidak bisa melihat jauh karena terhalang oleh kabut, jarak pandangnya sangat terbatas. Akhirnya dia menemukan sebuah pohon kering yang menjulang cukup tinggi. Hayati memiliki ide untuk memanjat pohon itu dengan tujuan dapat melihat keadaan di sekitarnya. Dia pun memanjat pohon itu dengan susah payah.
Wujud Hayati berubah menjadi seperti manusia, dia tidak bisa melayang dan terbang seperti biasanya, tampak tubuhnya juga memadat. Hayati masih memakai baju gaun putih kuntinya yang berlumuran darah akibat pertarungan dengan Bendoro. Ketika sampai di puncak pohon, Hayati mulai melihat lihat kondisi sekitar yang masih tertutup kabut.
Tak lama berselang, tiba-tiba angin kencang bertiup dan menyingkirkan kabut yang mengahalangi pandangannya. Hayati tampak menutup matanya ketika diterpa angin tersebut. Setelah angin itu hilang, Hayati kembali membuka matanya. Betapa kagetnya dia ketika melihat pemandangan yang ada dihadapannya. Dia melihat orang-orang yang sangat banyak tampak antri untuk masuk ke dalam sebuah pintu besar yang berada di sebuah benteng yang sangat tinggi dan panjang di ujung cakrawala. Orang-orang yang kira kira berjumlah jutaan itu tampak bersabar dalam menunggu antrian masuk ke gerbang itu. Mereka tampak mengenakan kain kafan yang digunakan untuk menutup tubuh. Tergambar berbagai macam ekspresi yang tersirat di raut wajah mereka, ada ekspresi senyum bahagia, sedih, menangis dan penuh penyesalan.
................................................................
Spoiler for Closing Song:
Polling
0 suara
Siapakah yang akan menjadi pendamping hidup Asnawi ?
Diubah oleh Martincorp 06-12-2019 08:04
gembogspeed dan 207 lainnya memberi reputasi
196
692.3K
6.3K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
33KThread•54.3KAnggota
Tampilkan semua post
TS
Martincorp
#2691
BAGIAN 37
MIMPI BURUK YANG BERULANG
part 2
Hayati menggunakan jurus tarian pedang andalannya ketika melawan Cecil. Ia selalu mengelak ketika Cecil berusahaenebas dirinya.
Hayati memancing Cecil untuk menyerangnya terus menerus hingga akhirnya keletihan.
"Rupanya kau pintar bertarung iblis mata kuning" kata Cecil sambil terengah-engah.
"Kau orang jahat Cecil! kamu udah bunuh bos sekaligus sahabatku, tak akan kumaafkan kau...walaupun kamu keponakanku, tapi nyawa harus bayar nyawa"
"Ciih!!Aku bukan keponakanmu iblis..kamu tak pantas ada di dunia ini.. . Kyaaaaaaa!!!" Cecil melakukan serangan pamungkasnya terhadap Hayati. Ia berusaha untuk menebas perut, namun Hayati dengan mudah mengelak. Ketika melihat celah, Hayati dengan cepat menebas pedang tusuk perjakanya ke leher Cecil. Seketika kepala Cecil langsung putus dan terlempar, sedangkan tubuhnya rubuh.
"Maafin aku Rin... aku terpaksa bunuh anakmu, karena dia udah ngebunuh Tisha" gumam Hayati.
Hayati kemudian terduduk di lantai, dia histeris dengan semua kejadian ini. Kenapa hal buruk ini bisa terjadi?
Dibalik tangisannya, ia memandang potongan kepala Cecil yang teronggok. Matanya tampak terbuka dan tatapannya kosong. Hayati menghampiri kepala itu, lalu ia mengangkatnya.
Hayati memandangi wajah Cecil yang menyiratkan kebencian. Ia tak habis pikir dengan kelakuan keponakannya itu. Padahal pagi tadi, dia sangat baik dan ramah terhadap dirinya. Tetapi sekarang, dia sangat jahat dan sadis.
Ketikan sedang memandangi wajah Cecil, tiba-tiba tubuh Cecil bangkit kembali. Tanpa basa basi, tubuh itu menghampiri Hayati, lalu menikam punggung Hayati sampai menembus perutnya.
Hayati kaget dan merasakan kesakitan ketika pedang besar menusuk dirinya. Kepala Cecil tiba tiba hidup kembali, ia pindah melontarkan senyum kepada Hayati yang tengah menderita.
Hayati terkejut dengan kejadian itu, ia menjatuhkan kepala Cecil ke lantai. Hayati tak kuat menahan rasa sakit, ia pun terpuruk dan mulai berlutut dihadapan kepala Cecil yang memandangi dirinya.
"Kenapa kau masih hidup Cecil? "
"I love magic...kamu tau? Ada sebuah ilmu hitam yang bisa membuat penggunanya susah mati"
"..... " Hayati tak sanggup berkata-kata.
"Ilmu Rawa Rontek... Hahahahaha"
Pandangan Hayati mulai kabur dan perlahan menjadi gelap. Mungkin inilah akhir hidupku? Pikir Hayati. Akhirnya ia tersungkur dan mati.
"Mal... Mal... Bangun Mala!!" ujar Tisha sambil menepuk pipi Hayati yang tengah tertidur diatas kursi di dalam ruang pantry.
Perlahan Hayati membuka matanya. Ia melihat bahwa Tisha berada dihadapannya dalam keadaan sehat.
"Tisha?...Kamu Tisha kan? "
"Iya Mala"
Seketika, Hayati langsung berdiri dan memeluk erat Tisha sambil menangis. Tisha merasa heran dengan tingkah Hayati.
"Mala...kamu kenapa? Tiba tiba kok histeris gini? " tanya Tisha.
"Kita udah mati Tis, sekarang aku bertemu kamu lagi di alam baka" jawab Hayati.
"Mati? Siapa yang mati sih Mal? Kita masih idup, kita masih di dunia Mala dan kamu dari tadi tidur sambil mengigau"
Hayati kemudian terdiam, ia lalu melihat ke sekeliling. Hayati mencubit tangannya sendiri dan terasa sakit. Itu artinya Hayati masih hidup dan tidak kenapa napa.
"Yeaaaaay aku masih hidup!!" teriak Hayati sambil kembali memeluk Tisha.
"Kamu kenapa sih Mal? Hari ini aneh banget"
"Aku mimpi buruk Tis, aku mimpiin kamu mati ditebas smaa keponakanku "
"Apaaaah!! Kamu mah ane aneh wae Mal? Kamu stres kayaknya"
"Hmmm iya kali Tis, sebulan kedepan aku harus tinggal di rumah adikku...ngasuh anak anak"
"Waaah, emang adikmu kemana? "
"Pergi haji sama suaminya"
"Subhanallah, adikmu beruntung ya, bisa naik haji di usia muda"
"Adikku udah tua Tis, umurnya 50 taun!!"
"Yaelah Mala....hahahaha...kamu bener bener stres nih, masa adikmu 50 taun tapi kamu 23 taun? "
"Beneran Tis!!"
Tiba-tiba pintu pantry terbuka, lalu masuklah Cecil. Lain tak, Hayati langsung kaget, dengan cepat ia menarik Tisha yang tengah berdiri memunggungi pintu agar menjauh dari Cecil.
"Aaaaw!! Mala!! Apa yang kamu lakukan? " tanya Tisha.
"Aku nyelametin kamu dari orang ini Tis!! "
Hayati berdiri, lalu mengambil sebilah pisau dapur yang berada di meja. Ia menghunuskan pisau itu ke arah Cecil. Tentunya hal ini membuat suasana menjadi tegang. Cecil terkejut dengan tingkah Hayati.
"Bude... apa yang bude lakuin? " tanya Cecil dengan ekspresi ketakutan.
"Kamu mau bunuh bos ku kan? NGAKU KAMU!!" bentak Hayati sambil mengancam dengan pisau. Cecil dan Tisha ketakutan dengan Hayati.
"Aku mau jemput kamu Bude, tadi pagi kan aku udah bilang kalo sore aku mau jemput" balas Cecil sambil terisak.
"KAMU BOHONG!! KAMU KESINI MAU BUNUH AKU KAN? KAMU TERUS NYEBUT AKU IBLIS MATA KUNING DAN KAMU MAU NGUSIR AKU KE NERAKA" teriak Hayati dengan penuh emosi.
"ASTAGFIRULLAH!! Bude... " Cecil menangis.
Tisha terheran heran dengan tingkah Hayati. Ia pun segera mengambil tindakan untuk menenangkan suasana.
"Mal, kamu ngomong apa sih? Gadis ini mau jemput kamu, kenapa kamu nodingin pisau? "
"Dia keponakanku, tapi dia iblis pembunuh!!" jawab Hayati.
"Mala... kamu ngelantur, plisss turunin pisau itu!! Kita omongin baik baik" kata Tisha.
"Tidaaaak! Aku harus waspada karena iblis itu bisa membunuhku" balas Hayati yang semakin marah.
"Budeeeee! Siapa yang mau bunuh Bude? Aku sama sekali gak berpikir gitu... Bude paasti mimpi buruk lagi" kata Cecil.
Hayati langsung menyerang Cecil, ia menarik baju Cecil sampai tersungkur di lantai, kemudian ia menindih tubuh Cecil dan menodongkan pisau di leher.
"Bude...ampun!! Aku gak tau apa apa Bude" Cecil memelas kepada Hayati sambil menangis histeris.
Tisha semakin panik melihat keadaan itu, ia berusaha untuk menghentikan aksi bar bar Hayati.
"Mal... Mala!! Jangan bertindak bodoh kamu!! Kamu tadi cuman mimpi Mal, semua itu gak nyata"
Akan tetapi Hayati tak menggubris peringatan Tisha, bahkan Hayati dengan kasar mendorong Tisha ketika berusaha menolong Cecil.
Keadaan semakin tak terkendali, Hayati terus meracau dan bersumpah akan menghabisi Cecil. Tisha pun berusaha untuk mencegah semuanya. Beruntung, disaat yang tepat, Miramareu datang. Ia kaget ketika melihat Hayati yang menggila dan akan menggorok leher Cecil.
Miramareu secara spontan memukul kepala Hayati dengan sebuah wajan teflon, hingga dia ambruk dan pingsan. Cecil pun terlepas dari cengkeraman Hayati. Tisha bergegas menolong Cecil yang sebelumnya dicekik oleh Hayati.
"Sebenernya apa yang terjadi disini dok?" tanya Miramareu.
"Mala ngamuk Mir"jawab dokter sambil memeriksa Cecil.
" Ngamuk kenapa? " sambung Miramareu.
"Aku gak tau, dia mau bunuh anak ini"
Miramareu terkejut setelah baru menyadari kalau gadis yang dicekik Hayati adalah Cecil.
"Cecil? kok kamu ada disini? " tanya Miramareu.
"Kamu kenal sama anak ini Mir?" Tisha terkejut.
"Iya dok, ini Cecil, anak dari adiknya Mala, aku kenal karena aku ngontrak di rumah ibunya"
"Apaaah!! Kok keponakan bisa seumuran gini sama tentenya?"
"Anu dok...buka keponakan, tapi sepupu" sela Cecil sambil mengedipkan mata kepada Miramareu.
"Iiii... I... I... Ya betul, maksudku sepupu dok, bukan keponakan... Hehehe" Miramareu
"Ooooh sepupu, nah itu baru masuk akal, tapi kok kamu manggil Mala Bude? " lanjut Tisha.
"Eerrrrr...anu dok, itu panggilan saya aja buat Mala, karena dia mirip mukanya sama almarhum Bude gitu"
"Oh gitu... Iya iya"
Tisha memastikan tidak menemukan luka maupun trauma pada Cecil setelah diserang oleh Hayati. Ia pun menyuruh Cecil untuk menceritakan akar permasalahan.
Miramareu tampak mengangkat tubuh Hayati yang tak sadarkan diri dilantai, lalu didudukan di sebuah kursi. Dirinya merasa berdosa kepada Hayati karena telah memukul kepalanya dengan teflon sampai pingsan.
Tisha memeriksa keadaan Hayati sambil mendengar penjelasan Cecil.
"Jadi dok, Bude ini udah ngalamin mimpi buruk dari dua hari yang lalu, dia bilang kalo di mimpinya itu ada saya yang selalu berusaha membunuhnya... padahal kan mana mungkin dong saya ngelakuin itu, dan si Bude malah nganggep serius, dia kayak yang gak bisa bedain mana mimpi mana kenyataan gitu dok" terang Tisha
"Euleuh-euleuh, kenapa Mala jadi begini ya? Aku perkirakan, dia ini ngalamin stres berat" Tisha menanggapi penjelasan Cecil.
"Stres berat kenapa dok" ujar Cecil yang penasaran.
"Salahku juga sih, karena aku udah ngasih banyak kerjaan sama Mala, mulai dari jadi asisten ku disini dan mengurus yayasan pengobatan gratis... Dia kerja setiap hari dan nyaris tanpa libur, apalagi di yayasan Mala sama sekali gak nerima gaji...sedangkan dia harus meriksa pasien yang banyak"
"Aku setuju, Mala jadi stres mungkin gara gara itu dok! Selama ini Mala gak pernah mau libur, padahal dia udah kerja keras tiap harinya" sahut Miramareu.
"Iya Mir, kalo gitu aku mau meliburkan dulu Mala selama sebulan, biar dia bisa nenangin pikirannya sampe kembali sehat kayak semula" kaya Tisha.
Tisha mengoleskan minyak kayu putih di permukaan lubang hidung Hayati. Sontak, Hayati pun langsung siuman setelah menghisap aroma kayu putih yang menyengat.
Napasnya tampak terengah-engah dan tatapannya begitu tajam. Tisha melakukan beberapa tes kepada Hayati untuk mengatahui apakah dia mengalami gegar otak atau tidak.
"Duh kepalaku pusing banget" keluh Hayati.
"Maaf banget Mal, aku tadi terpaksa mukul palamu pake teflon, soalnya kamu hampir aja membunuh Cecil" sahut Miramareu.
"Apaaaah!! Aku mau bunuh Cecil? Astaga!!" Hayati merasa sangat berdosa kepada Cecil. Ia tak sadar telah menyakitinya.
"Kamu ngalamin stres berat Mal, jadi kamu selalu mimpi buruk... Mimpi buruk itu faktor yang sebabkan oleh stres...maafin aku Mal, udah ngasih banyak kerjaan sampe sampe kami stres"
"Tapi mimpi yang kurasakan kayak nyata banget Tis, sampe aku gak bisa bedain... Aku jadi ngerasa linglung"
Hayati kemudian berdiri lalu ia menghampiri Cecil. Ia memeluk keponakannya itu sambil menangis.
"Maafin aku Cil, aku tak sadar mau bunuh kamu...aku bener bener minta
Maaf" gumam Hayati.
"Iya Bude, aku maafin, aku juga memaklumi Bude kayak gitu karena bude ngalamin stres berat" balas Cecil.
"Yaudah kalo gitu Mal, kamu gak usah kerja sama aku lagi deh" sahut Tisha.
"Apaaaah!! Aku dipecat Tis? " Hayati super kaget.
"Enggak Mal, kamu gak dipecat... Aku cuma pengen kamu libur dulu selama sebulan, biar kondisi psikis kamu kembali pulih...tapi tenang aja, gajimu tetep aku bayar kok" kata Tisha.
"Jadi aku cuti nih Tis?" tanya Hayati.
"Iya Mal, aku kasih kamu cuti sebulan...kamu harus istirahat untuk nenangin pikiran, kamu juga harus tamasya, nyari hiburan apa kek, mau ke gunung, pantai... terserah kamu deh pokoknya psikis kamu harus sehat lagi" jelas Tisha.
Hayati sangat menyambut baik kabar ini, ia pun kembali tersenyum. Setelah semuanya berakhir, Hayati pulang bersama Cecil.
Hayati masih merasa pusing akibat pukulan Miramareu terhadap kepalanya. Ia pun harus dipapah oleh Miramareu dan Cecil untuk berjalan menuju mobil.
Selama di perjalanan pulang, Hayati menceritakan mimpi buruknya kepada Cecil. Ia lagi lagi meminta maaf kepada keponakannya itu karena udah hampir membunuhnya. Hayati sadar kalo semua itu akibat stres berat yang dialaminya.
Mereka tiba di rumah, Cecil memanggil adik-adiknya untuk membantu Hayati berjalan memasuki rumah. Romi dan Aldy pun berlomba lomba memapah Hayati agar cepat tiba dikamarnya
Hayati dibaringkan diatas ranjangnya. Cecil lalu mengusir Romi dan Aldy dari kamar karena ia akan menggantikan baju Hayati.
"Nah, sekarang Bude udah enakan? "
"Udah Cil, makasih yah"
"Iya Bude, Bude jangan banyak pikiran lagi ya, dan semoga Bude gak mimpiin aku jadi pembunuh lagi hehehe"
"Iya Cil, semoga aja mimpi buruk itu ilang, kan aku udah dikasih cuti sama Tisha"
"Amiiiin...yaudah Bude, aku mau ke kamarku dulu, kalo butuh apa apa, Bude tinggal telpon aja ya"
"Iya Cil, makasih banget ya"
Cecil kemudian pergi meninggalkan Hayati sendirian di kamar. Hayati berusaha menenangkan diri dan mencari hiburan dengan menyetel musik di kamar. Koleksi lagu punya Rini yang merupakan lagu lagu lawas era 80 an menjadi lagu yang didengarkan oleh Hayati.
Untuk sementara dia merasa tenang dan pikirannya kembali cerah. Lantunan musik era 80 an yang khas, membuat dirinya serasa bernostalgia ke masa remajanya.
MIMPI BURUK YANG BERULANG
part 2
Hayati menggunakan jurus tarian pedang andalannya ketika melawan Cecil. Ia selalu mengelak ketika Cecil berusahaenebas dirinya.
Hayati memancing Cecil untuk menyerangnya terus menerus hingga akhirnya keletihan.
"Rupanya kau pintar bertarung iblis mata kuning" kata Cecil sambil terengah-engah.
"Kau orang jahat Cecil! kamu udah bunuh bos sekaligus sahabatku, tak akan kumaafkan kau...walaupun kamu keponakanku, tapi nyawa harus bayar nyawa"
"Ciih!!Aku bukan keponakanmu iblis..kamu tak pantas ada di dunia ini.. . Kyaaaaaaa!!!" Cecil melakukan serangan pamungkasnya terhadap Hayati. Ia berusaha untuk menebas perut, namun Hayati dengan mudah mengelak. Ketika melihat celah, Hayati dengan cepat menebas pedang tusuk perjakanya ke leher Cecil. Seketika kepala Cecil langsung putus dan terlempar, sedangkan tubuhnya rubuh.
"Maafin aku Rin... aku terpaksa bunuh anakmu, karena dia udah ngebunuh Tisha" gumam Hayati.
Hayati kemudian terduduk di lantai, dia histeris dengan semua kejadian ini. Kenapa hal buruk ini bisa terjadi?
Dibalik tangisannya, ia memandang potongan kepala Cecil yang teronggok. Matanya tampak terbuka dan tatapannya kosong. Hayati menghampiri kepala itu, lalu ia mengangkatnya.
Hayati memandangi wajah Cecil yang menyiratkan kebencian. Ia tak habis pikir dengan kelakuan keponakannya itu. Padahal pagi tadi, dia sangat baik dan ramah terhadap dirinya. Tetapi sekarang, dia sangat jahat dan sadis.
Ketikan sedang memandangi wajah Cecil, tiba-tiba tubuh Cecil bangkit kembali. Tanpa basa basi, tubuh itu menghampiri Hayati, lalu menikam punggung Hayati sampai menembus perutnya.
Hayati kaget dan merasakan kesakitan ketika pedang besar menusuk dirinya. Kepala Cecil tiba tiba hidup kembali, ia pindah melontarkan senyum kepada Hayati yang tengah menderita.
Hayati terkejut dengan kejadian itu, ia menjatuhkan kepala Cecil ke lantai. Hayati tak kuat menahan rasa sakit, ia pun terpuruk dan mulai berlutut dihadapan kepala Cecil yang memandangi dirinya.
"Kenapa kau masih hidup Cecil? "
"I love magic...kamu tau? Ada sebuah ilmu hitam yang bisa membuat penggunanya susah mati"
"..... " Hayati tak sanggup berkata-kata.
"Ilmu Rawa Rontek... Hahahahaha"
Pandangan Hayati mulai kabur dan perlahan menjadi gelap. Mungkin inilah akhir hidupku? Pikir Hayati. Akhirnya ia tersungkur dan mati.
"Mal... Mal... Bangun Mala!!" ujar Tisha sambil menepuk pipi Hayati yang tengah tertidur diatas kursi di dalam ruang pantry.
Perlahan Hayati membuka matanya. Ia melihat bahwa Tisha berada dihadapannya dalam keadaan sehat.
"Tisha?...Kamu Tisha kan? "
"Iya Mala"
Seketika, Hayati langsung berdiri dan memeluk erat Tisha sambil menangis. Tisha merasa heran dengan tingkah Hayati.
"Mala...kamu kenapa? Tiba tiba kok histeris gini? " tanya Tisha.
"Kita udah mati Tis, sekarang aku bertemu kamu lagi di alam baka" jawab Hayati.
"Mati? Siapa yang mati sih Mal? Kita masih idup, kita masih di dunia Mala dan kamu dari tadi tidur sambil mengigau"
Hayati kemudian terdiam, ia lalu melihat ke sekeliling. Hayati mencubit tangannya sendiri dan terasa sakit. Itu artinya Hayati masih hidup dan tidak kenapa napa.
"Yeaaaaay aku masih hidup!!" teriak Hayati sambil kembali memeluk Tisha.
"Kamu kenapa sih Mal? Hari ini aneh banget"
"Aku mimpi buruk Tis, aku mimpiin kamu mati ditebas smaa keponakanku "
"Apaaaah!! Kamu mah ane aneh wae Mal? Kamu stres kayaknya"
"Hmmm iya kali Tis, sebulan kedepan aku harus tinggal di rumah adikku...ngasuh anak anak"
"Waaah, emang adikmu kemana? "
"Pergi haji sama suaminya"
"Subhanallah, adikmu beruntung ya, bisa naik haji di usia muda"
"Adikku udah tua Tis, umurnya 50 taun!!"
"Yaelah Mala....hahahaha...kamu bener bener stres nih, masa adikmu 50 taun tapi kamu 23 taun? "
"Beneran Tis!!"
Tiba-tiba pintu pantry terbuka, lalu masuklah Cecil. Lain tak, Hayati langsung kaget, dengan cepat ia menarik Tisha yang tengah berdiri memunggungi pintu agar menjauh dari Cecil.
"Aaaaw!! Mala!! Apa yang kamu lakukan? " tanya Tisha.
"Aku nyelametin kamu dari orang ini Tis!! "
Hayati berdiri, lalu mengambil sebilah pisau dapur yang berada di meja. Ia menghunuskan pisau itu ke arah Cecil. Tentunya hal ini membuat suasana menjadi tegang. Cecil terkejut dengan tingkah Hayati.
"Bude... apa yang bude lakuin? " tanya Cecil dengan ekspresi ketakutan.
"Kamu mau bunuh bos ku kan? NGAKU KAMU!!" bentak Hayati sambil mengancam dengan pisau. Cecil dan Tisha ketakutan dengan Hayati.
"Aku mau jemput kamu Bude, tadi pagi kan aku udah bilang kalo sore aku mau jemput" balas Cecil sambil terisak.
"KAMU BOHONG!! KAMU KESINI MAU BUNUH AKU KAN? KAMU TERUS NYEBUT AKU IBLIS MATA KUNING DAN KAMU MAU NGUSIR AKU KE NERAKA" teriak Hayati dengan penuh emosi.
"ASTAGFIRULLAH!! Bude... " Cecil menangis.
Tisha terheran heran dengan tingkah Hayati. Ia pun segera mengambil tindakan untuk menenangkan suasana.
"Mal, kamu ngomong apa sih? Gadis ini mau jemput kamu, kenapa kamu nodingin pisau? "
"Dia keponakanku, tapi dia iblis pembunuh!!" jawab Hayati.
"Mala... kamu ngelantur, plisss turunin pisau itu!! Kita omongin baik baik" kata Tisha.
"Tidaaaak! Aku harus waspada karena iblis itu bisa membunuhku" balas Hayati yang semakin marah.
"Budeeeee! Siapa yang mau bunuh Bude? Aku sama sekali gak berpikir gitu... Bude paasti mimpi buruk lagi" kata Cecil.
Hayati langsung menyerang Cecil, ia menarik baju Cecil sampai tersungkur di lantai, kemudian ia menindih tubuh Cecil dan menodongkan pisau di leher.
"Bude...ampun!! Aku gak tau apa apa Bude" Cecil memelas kepada Hayati sambil menangis histeris.
Tisha semakin panik melihat keadaan itu, ia berusaha untuk menghentikan aksi bar bar Hayati.
"Mal... Mala!! Jangan bertindak bodoh kamu!! Kamu tadi cuman mimpi Mal, semua itu gak nyata"
Akan tetapi Hayati tak menggubris peringatan Tisha, bahkan Hayati dengan kasar mendorong Tisha ketika berusaha menolong Cecil.
Keadaan semakin tak terkendali, Hayati terus meracau dan bersumpah akan menghabisi Cecil. Tisha pun berusaha untuk mencegah semuanya. Beruntung, disaat yang tepat, Miramareu datang. Ia kaget ketika melihat Hayati yang menggila dan akan menggorok leher Cecil.
Miramareu secara spontan memukul kepala Hayati dengan sebuah wajan teflon, hingga dia ambruk dan pingsan. Cecil pun terlepas dari cengkeraman Hayati. Tisha bergegas menolong Cecil yang sebelumnya dicekik oleh Hayati.
"Sebenernya apa yang terjadi disini dok?" tanya Miramareu.
"Mala ngamuk Mir"jawab dokter sambil memeriksa Cecil.
" Ngamuk kenapa? " sambung Miramareu.
"Aku gak tau, dia mau bunuh anak ini"
Miramareu terkejut setelah baru menyadari kalau gadis yang dicekik Hayati adalah Cecil.
"Cecil? kok kamu ada disini? " tanya Miramareu.
"Kamu kenal sama anak ini Mir?" Tisha terkejut.
"Iya dok, ini Cecil, anak dari adiknya Mala, aku kenal karena aku ngontrak di rumah ibunya"
"Apaaah!! Kok keponakan bisa seumuran gini sama tentenya?"
"Anu dok...buka keponakan, tapi sepupu" sela Cecil sambil mengedipkan mata kepada Miramareu.
"Iiii... I... I... Ya betul, maksudku sepupu dok, bukan keponakan... Hehehe" Miramareu
"Ooooh sepupu, nah itu baru masuk akal, tapi kok kamu manggil Mala Bude? " lanjut Tisha.
"Eerrrrr...anu dok, itu panggilan saya aja buat Mala, karena dia mirip mukanya sama almarhum Bude gitu"
"Oh gitu... Iya iya"
Tisha memastikan tidak menemukan luka maupun trauma pada Cecil setelah diserang oleh Hayati. Ia pun menyuruh Cecil untuk menceritakan akar permasalahan.
Miramareu tampak mengangkat tubuh Hayati yang tak sadarkan diri dilantai, lalu didudukan di sebuah kursi. Dirinya merasa berdosa kepada Hayati karena telah memukul kepalanya dengan teflon sampai pingsan.
Tisha memeriksa keadaan Hayati sambil mendengar penjelasan Cecil.
"Jadi dok, Bude ini udah ngalamin mimpi buruk dari dua hari yang lalu, dia bilang kalo di mimpinya itu ada saya yang selalu berusaha membunuhnya... padahal kan mana mungkin dong saya ngelakuin itu, dan si Bude malah nganggep serius, dia kayak yang gak bisa bedain mana mimpi mana kenyataan gitu dok" terang Tisha
"Euleuh-euleuh, kenapa Mala jadi begini ya? Aku perkirakan, dia ini ngalamin stres berat" Tisha menanggapi penjelasan Cecil.
"Stres berat kenapa dok" ujar Cecil yang penasaran.
"Salahku juga sih, karena aku udah ngasih banyak kerjaan sama Mala, mulai dari jadi asisten ku disini dan mengurus yayasan pengobatan gratis... Dia kerja setiap hari dan nyaris tanpa libur, apalagi di yayasan Mala sama sekali gak nerima gaji...sedangkan dia harus meriksa pasien yang banyak"
"Aku setuju, Mala jadi stres mungkin gara gara itu dok! Selama ini Mala gak pernah mau libur, padahal dia udah kerja keras tiap harinya" sahut Miramareu.
"Iya Mir, kalo gitu aku mau meliburkan dulu Mala selama sebulan, biar dia bisa nenangin pikirannya sampe kembali sehat kayak semula" kaya Tisha.
Tisha mengoleskan minyak kayu putih di permukaan lubang hidung Hayati. Sontak, Hayati pun langsung siuman setelah menghisap aroma kayu putih yang menyengat.
Napasnya tampak terengah-engah dan tatapannya begitu tajam. Tisha melakukan beberapa tes kepada Hayati untuk mengatahui apakah dia mengalami gegar otak atau tidak.
"Duh kepalaku pusing banget" keluh Hayati.
"Maaf banget Mal, aku tadi terpaksa mukul palamu pake teflon, soalnya kamu hampir aja membunuh Cecil" sahut Miramareu.
"Apaaaah!! Aku mau bunuh Cecil? Astaga!!" Hayati merasa sangat berdosa kepada Cecil. Ia tak sadar telah menyakitinya.
"Kamu ngalamin stres berat Mal, jadi kamu selalu mimpi buruk... Mimpi buruk itu faktor yang sebabkan oleh stres...maafin aku Mal, udah ngasih banyak kerjaan sampe sampe kami stres"
"Tapi mimpi yang kurasakan kayak nyata banget Tis, sampe aku gak bisa bedain... Aku jadi ngerasa linglung"
Hayati kemudian berdiri lalu ia menghampiri Cecil. Ia memeluk keponakannya itu sambil menangis.
"Maafin aku Cil, aku tak sadar mau bunuh kamu...aku bener bener minta
Maaf" gumam Hayati.
"Iya Bude, aku maafin, aku juga memaklumi Bude kayak gitu karena bude ngalamin stres berat" balas Cecil.
"Yaudah kalo gitu Mal, kamu gak usah kerja sama aku lagi deh" sahut Tisha.
"Apaaaah!! Aku dipecat Tis? " Hayati super kaget.
"Enggak Mal, kamu gak dipecat... Aku cuma pengen kamu libur dulu selama sebulan, biar kondisi psikis kamu kembali pulih...tapi tenang aja, gajimu tetep aku bayar kok" kata Tisha.
"Jadi aku cuti nih Tis?" tanya Hayati.
"Iya Mal, aku kasih kamu cuti sebulan...kamu harus istirahat untuk nenangin pikiran, kamu juga harus tamasya, nyari hiburan apa kek, mau ke gunung, pantai... terserah kamu deh pokoknya psikis kamu harus sehat lagi" jelas Tisha.
Hayati sangat menyambut baik kabar ini, ia pun kembali tersenyum. Setelah semuanya berakhir, Hayati pulang bersama Cecil.
Hayati masih merasa pusing akibat pukulan Miramareu terhadap kepalanya. Ia pun harus dipapah oleh Miramareu dan Cecil untuk berjalan menuju mobil.
Selama di perjalanan pulang, Hayati menceritakan mimpi buruknya kepada Cecil. Ia lagi lagi meminta maaf kepada keponakannya itu karena udah hampir membunuhnya. Hayati sadar kalo semua itu akibat stres berat yang dialaminya.
Mereka tiba di rumah, Cecil memanggil adik-adiknya untuk membantu Hayati berjalan memasuki rumah. Romi dan Aldy pun berlomba lomba memapah Hayati agar cepat tiba dikamarnya
Hayati dibaringkan diatas ranjangnya. Cecil lalu mengusir Romi dan Aldy dari kamar karena ia akan menggantikan baju Hayati.
"Nah, sekarang Bude udah enakan? "
"Udah Cil, makasih yah"
"Iya Bude, Bude jangan banyak pikiran lagi ya, dan semoga Bude gak mimpiin aku jadi pembunuh lagi hehehe"
"Iya Cil, semoga aja mimpi buruk itu ilang, kan aku udah dikasih cuti sama Tisha"
"Amiiiin...yaudah Bude, aku mau ke kamarku dulu, kalo butuh apa apa, Bude tinggal telpon aja ya"
"Iya Cil, makasih banget ya"
Cecil kemudian pergi meninggalkan Hayati sendirian di kamar. Hayati berusaha menenangkan diri dan mencari hiburan dengan menyetel musik di kamar. Koleksi lagu punya Rini yang merupakan lagu lagu lawas era 80 an menjadi lagu yang didengarkan oleh Hayati.
Untuk sementara dia merasa tenang dan pikirannya kembali cerah. Lantunan musik era 80 an yang khas, membuat dirinya serasa bernostalgia ke masa remajanya.
Diubah oleh Martincorp 25-01-2021 09:05
symoel08 dan 22 lainnya memberi reputasi
23























