News
Batal
KATEGORI
link has been copied
325
Lapor Hansip
20-01-2021 08:35

Nyawa Ibu Direnggut Covid, Aisyah Hidup Sebatang Kara karena Mualaf

Nyawa Ibu Direnggut Covid, Aisyah Hidup Sebatang Kara setelah Ditinggal Keluarga Besar karena Mualaf



Nyawa Ibu Direnggut Covid, Aisyah Hidup Sebatang Kara karena Mualaf



Malang benar nasib yang dialami Aisyah Alissa (10). Nyawa ibunya direnggut virus Corona , Aisyah pun kini hidup sebatang kara.

Mirisnya, Dia juga tertular Covid-19 dan dinyatakan positif, berdasarkan hasil Swab tes di RS Siloam, Karawaci. Saat ini Aisyah sedang menjalani isolasi di Rumah Lawan Covid-19 (RLC) Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Awal tahun 2021 ini Aisyah memang benar-benar mengalami cobaan berat dalam hidupnya. Ditinggal ibu tercinta, ia kini harus menjalani isolasi seorang diri.

Ketua RW 18, Kelurahan Benda Baru, Kecamatan Pamulang, H Marliansyah A Baset, mengatakan, pada Jumat 15 Januari 2021, Aisyah masih menemani ibunya, Rina Darmakusumah (44), tes Swab ke RS Permata Pamulang.

"Kemudian dia diarahkan untuk isolasi mandiri di rumah. Pulang dari RS malam hari dia langsung istirahat. Besoknya dia hanya istirahat di rumah, minum obat dan tidur," kata Baset, Senin (18/1/2021).

Tetapi hingga sore hari, Rina tidak kunjung bangun. Melihat ibunya tidur begitu lama, Aisyah lalu mencoba membangunkan. Tubuh Rina pun digoncang sekuat tenaga. Ternyata badannya sudah kaku. Aisyah pun menangis sejadi-jadinya.

"Sabtu 16 Januari 2021, hingga sore dibangunin anaknya enggak bangun. Kemudian anaknya menangis. Lalu disamperin sama Ibu RT, katanya mamah enggak bangun-bangun. Kita kan tahu, dia habis ngecek dan hasilnya positif," jelasnya.

Warga pun berkerumun. Mereka ingin masuk ke dalam rumah dan menolong. Tetapi dilarang oleh Baset, apalagi Rina meninggal karena Covid-19. Akhirnya, warga pun memanggil gugus tugas, puskesmas dan pihak kepolisian.

Situasi ini berlangsung hingga malam hari. Aisyah yang lemah, langsung ditampung seorang warga, dipisahkan dari jasad ibunya. Besoknya, Minggu 17 Januari 2021, jenazah Rina dimakamkan di TPU Jombang, Ciputat.

"Anaknya hari itu juga saya bawa ke RS Siloam untuk Swab, bayar Rp1,3 juta, dan hasilnya juga positif. Akhirnya kita titipkan di Tandon Ciater, di RLC. Sampai hari ini Aisyah masih isolasi di Tandon Ciater," tambahnya.

Warga pun bertanya-tanya, dengan siapa Aisyah tinggal, setelah menjalani isolasi di RLC. Selama ini bocah kelas 4 SD itu hanya hidup berdua dengan ibunya. Keluarga besarnya tidak mau mengakui mereka lagi sebagai keluarga.

Ayahnya sudah meninggal delapan tahun lalu. Mereka berdua tinggal mengontrak di Jalan Bhayangkara, Blok E 26, No 15, RT 01/18, Kelurahan Benda Baru, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan. Di sana mereka sudah tinggal 4 tahun.

"Jadi ceritanya dia mualaf, masuk Islam. Dia China Bangka. Sebelum pindah ke Pamulang, dia tinggal di Kedoya. Karena masuk Islam, mereka diusir keluarganya. Makanya dia pindah ke Pamulang," jelasnya.

Selama tinggal mengontrak, keluarga ini hidup sederhana. Aisyah bahkan sangat akrab dengan warga sekitar. Warga sekitar yang iba, ada yang bersedia menerima dan merawat bocah yatim piatu ini sebagai anaknya sendiri.



Sumber



Kasihan betul emoticon-Hammer2
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nomorelies dan 35 lainnya memberi reputasi
18
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Nyawa Ibu Direnggut Covid, Aisyah Hidup Sebatang Kara karena Mualaf
20-01-2021 09:04
halah gak usah munak lah
islam juga akan bersikap sama kalo sodara nya ada yg murtad
langsung di kucilkan, gak di undang kalo ada pertemuan keluarga, tapi gak nolak kalo kedatangan tamu (yg murtad)
gak semuanya sih, tapi ada lah beberapa yg konservatif kek gitu
kalo islam nusantara masih mending, gak gitu mempermasalahkan sodara nay yg murtad
yg parah itu islam kearab-araban, itu yg parah biasanya
agama terbukti memecah belah umat manusia ketimbang mempersatukan
Diubah oleh jual.parfum.ori
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aloha.duarr dan 14 lainnya memberi reputasi
13 2
11
profile picture
kaskus maniac
20-01-2021 10:03
wess....ga usah lebih parah2 kan...
0
profile picture
kaskuser
20-01-2021 10:40
setuju, agama lebih banyak mudarat dari pada manfaat.
3
profile picture
kaskus maniac
20-01-2021 11:25
@xbearx angel angel
0
profile picture
kaskus geek
20-01-2021 11:45
alhamdulilah keluarga besar gw islam nusantara ga mengucilkan gw yg atheist emoticon-Smilie
5
profile picture
kaskus maniac
20-01-2021 12:45
@ridonculous di ktp tertulis apa gan
0
profile picture
kaskus addict
20-01-2021 12:50
Seru nih sesama manusia gk beragama brantem. Soalnya kalau beragama gk bakalan ribut soal agama. Apalagi agama orang lain.
1
profile picture
kaskus addict
20-01-2021 13:03
@ridonculous parah lo brew emoticon-Wkwkwk
0
profile picture
kaskus geek
20-01-2021 13:10
@spr007 iya gw udah curhat kalo gw kafir dan mereka cuma meh biasa aja kayak gada apa² emoticon-Big Grin
mereka anggap gw cuma tersesat emoticon-Big Grin
2
profile picture
kaskus maniac
20-01-2021 13:13
@spr007 @ridonculous seenggaknya lo udah jujur
0
profile picture
kaskus maniac
20-01-2021 14:46
@ridonculous ente kan doyan God Of Eternal Loli siapa bilang atheist
0
profile picture
kaskus geek
20-01-2021 15:18
@johanbaikatos itu kan istilah sarkas oleh atheist buat theist emoticon-Malu
sama kayak flying spagetti monster tiap kali theist nanya tuhannya atheist apa emoticon-Big Grin
1
profile picture
kaskus maniac
20-01-2021 15:21
@ridonculous @johanbaikatos wkwksksksk selama ideologinya damai mau itu theist,dheist,pantheistic,atheist monokotil dikotil,hermaphrodite semua saudara
1
profile picture
KASKUS Plus
20-01-2021 17:08
@johanbaikatos ane milih utk beragama gan... emoticon-Nyepi
1
profile picture
kaskuser
20-01-2021 23:38
Malah halal dipenggal ya
0
Memuat data ...
1 - 14 dari 14 balasan
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia