- Beranda
- Stories from the Heart
THE WORLD [MONSTER]
...
TS
the.collega
THE WORLD [MONSTER]
Dibalik kemegahan dan kilauannya dunia ini, ternyata ia menyimpan suatu rahasia tergelap.
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
ARC I "Black Beat Beaters"
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
Quote:
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
Spoiler for Cerita Jenaka:
ARC I "Black Beat Beaters"
Spoiler for ARC I:
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
Spoiler for ARC II:
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
Spoiler for ARC III:
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
Spoiler for ARC IV:
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
Spoiler for ARC V:
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
Spoiler for ARC VI:
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
Spoiler for ARC VII:
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
Spoiler for ARC VIII:
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
Spoiler for ARC IX:
- Chapter 198
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
Diubah oleh the.collega 07-05-2025 14:12
eldini dan 34 lainnya memberi reputasi
25
27.8K
Kutip
702
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.2KAnggota
Tampilkan semua post
TS
the.collega
#50
Chapter 33
Perjalanan ke Pallem City dari Surban City via jalan darat memakai waktu 2 jam perjalanan dengan menggunakan jalanan bebas hambatan, tanpa melewati kota-kota satelit terlebih dahulu. Perasaan nostalgia dirasakan kuat oleh Djohan. Sudah lama sekali ia tidak menginjakan kakinya di sini, terlebih setelah lulus kuliah belum pernah sekalipun Djohan pulang ke kampung halaman.
Leah melihat senyum kecil dari wajah Djohan terpancar selagi dirinya melihat pemadangan yang sudah tidak asing baginya lewat kaca mobil. Tujuan mereka bukanlah untuk berkunjung ke rumah Djohan, tetapi ada hal yang lebih penting yaitu menghancurkan pabrik pembuat Beaters. Dari pintu masuk Pallem City menuju area industri di mana banyak pabrik berada membutuhkan setidaknya waktu 45 menit. Karena letaknya yang berada ditepian kota dan luas Pallem City tidak seluas Surban City.
Memasuki area industry, mobil SUV yang ditempati oleh tim 15 masuk ke salah satu pabrik yang berada di sana diikuti oleh mobil yang ditempati Djohan. Davies memperlihatkan kartu keanggotaan BASS lalu pintu gerbang pabrik dibuka. Semenjak bocornya video Beaters melalui saluran televisi di Surban City, beritanya langsung tersebar keseluruh negeri. Informasi yang awalnya dikira bohong, kini naik statusnya menjadi banyak orang percaya dikarenakan konferensi pers yang dilakukan oleh pihak BASS bersama petinggi otoritas Surban City.
Setelah terparkir rapih, semuanya berkumpul. Lalu kapten James memberikan intruksinya.
“Pertama-pertama karena di area ini banyak pabrik lainnya, kita harus mengevakuasi orang-orang pekerja terlebih dahulu sebelum kita memasuki pabrik target,” dilanjutnya. “lalu ketika semua orang sudah dievakuasi dengan aman, kita akan dibagi menjadi dua tim,” kapten James menunjuk Djohan, Leah , dan Vivian sebagai satu tim. Namun di sini Vivian menolak.
“Saya kurang setuju atas pembagian tim ini, keberadaan saya dan Djohan di sini adalah memastikan bahwa kalian bisa pulang dalam keadaan selamat. Jadi saya akan satu tim dengan anda,” menunjuk kapten James.
“Aight! Kalau begitu Davies akan satu tim dengan Leah dan rekanmu itu,” menunjuk ke arah Djohan.
Setelah pembagian tim, kapten James memerintahkan salah satu anggotanya yaitu Sherlee untuk mengurus jalannya evakuasi. Ia berjalan menuju pos tadi, lalu berbicara dengan kepala keamanan untuk menjelaskan situasi yang terjadi. Selagi Sherlee melakukan pekerjaannya, kapten James membuka peta ruang yang memperlihatkan citra bangunan pabrik walaupun dalam bentuk citra satelit.
“Pabrik ini sama seperti pabrik lainnya, bangunannya pun sama persis. Dan di sini kita bisa melihat, hanya ada satu pintu utama tuk masuk ke area pabrik. Sama halnya seperti kita masuk ke sini, tetapi tidak mungkin kita semua masuk bersamaan. Itulah mengapa saya membaginya menjadi tim, agar pekerjaan kita bisa selesai dengan efisien.”
“Ah, kalau begitu timku akan masuk lewat depan,” ucap Davies namun disoroti tajam oleh kaptennya. “ada apa? Kenapa wajahmu seperti itu kapten?” protesnya.
“Ya aku setuju dengan ide Davies,” Leah angkat bicara. “jika dilihat dari video yang berhasil didapatkan, ada ruangan utama di mana mereka menyimpan orang-orang dalam tabung yang akan dijadikan Beaters. Tidak mungkin rasanya jika ruangan itu mudah ditemukan dan disimpan dekat pintu utama, sehingga tim kapten James akan bertugas mencari ruangan itu yang kemungkinan tersembunyi di sekitar area pabrik.”
“Hah? Video apa?” kali ini Davies yang menatap tajam kaptennya, tetapi kapten James malah menghindarinya, lalu memutar arah pembicaraan.
“Ya, analisa yang bagus Leah. Memang tim khusus 13 diisi oleh orang-orang hebat!”
Sherlee melakukan tugasnya dengan sangat baik, berkat kerja sama antar kepala keamanan pabrik. Orang-orang para pekerja bisa pergi dengan aman dan tanpa membuat keributan. Kali ini tinggal tim BASS dan Silver Clan yang akan memulai aksinya. Sherlee yang baru datang diberitahu sekali lagi rencana yang akan mereka lakukan.
Sesuai rencana, tim Davies akan masuk melalui pintu utama sedangkan tim kapten James akan masuk melalui area belakang pabrik sambil mencari jalan khusus menuju ruangan utama pabrik jika mereka bisa menemukannya. Sebelum berangkat masing-masing anggota BASS memeriksa seluruh peralatan mereka, memisahkan pistol berisi peluru khusus dan peluru biasa. Sementara kapten James malah terlihat santai, ia memasukan kedua lengannya ke saku sweaters lebarnya.
“Ingat, keselamatan mereka ada ditanganmu….,” ucap Vivian kepada Djohan.
“Iya senior, aku akan melakukan yang terbaik….”
Mereka kemudian berpisah, tim Davies berjalan menuju pintu depan pabrik yang dituju. Sementara tim kapten James sudah hilang dari penglihatan. Sama seperti pabrik tempat mobil-mobil mereka terparkir. Pabrik ini juga memiliki pintu gerbang besar yang terbuat dari besi kawat. Dua pos di kanan dan kirinya.
“Mereka sudah datang…,” ucap seseorang yang datang memasuki ruangan yang dipenuhi oleh layar, salah satunya memperlihatkan tim Davies.
“Ah…Overmars…berarti ada Beaters bersama mereka,” salah satunya melakukan sesuatu pada komputernya, lalu muncul data di sebelah layarnya. “sudah kuduga…oh ternyata dia adalah anggota Silver Clan…” orang ini tersenyum. “kau bisa menandinginya?”
“Kau meragukanku?”
“Tidak…bukan seperti itu, coba kau buka jubah yang menutup tangan kananmu itu…”
“Cih!...,” Overmars keluar dari ruangan control room. “akan kubuktikan….”
“Hmm…,” lalu ia melihat kali ini sosok tim kapten James yang sedang berjalan melalui area belakang sekitar pabrik. “wanita itu….”
Pintu gerbang yang menutup pabrik kemudian terbuka dengan sendirinya bergeser ke kedua arah. Davies melihat ke arah kamera yang terpasang pada salah satu pos.
“Mereka sudah mengetahui keberadaan kita, bersiaplah….”
Seteah pintu gerbang terbuka, tidak ada hal yang terjadi lagi kemudian. Itu membuat Davies, Leah, dan Djohan mencoba tuk memasuki pabrik. Ketiganya melihat sekeliling, kondisi pabrik yang luas ini sungguh sunyi. Didepan mereka hanyalah terpampang bangunan besar yang saling berdampingan satu sama lain. Bangunan besar ini berjejer hingga ujung mata.
“Kita akan memeriksa bangunan ini-----,” tiba-tiba terdengar suara dari sebuah speaker yang disimpan bersamaan dengan kamera di depan tadi.
“Selamat datang kepada kalian pengunjung pabrik Beaters….perkenalkan saya Li, penanggung jawab pabrik cabang Pallem City. Tidak kusangka kalian akan datang secepat ini,” Davies, Djohan, dan Leah memperhatikannya. “semenjak bocornya video tentang kegiatan kami di sini, sejujurnya saya takut jika kalian menggeberek tempat ini…karena di sini….hanya satu-satunya tempat saya bisa bekerja dengan sepenuh hati,” dengan nada separuh menangis yang malah membuat jengkel Djohan yang mendengarnya. “maaf-maaf jika terlalu berlebihan, baiklah tanpa menunggu lagi kupersembahkan….,” salah salu pintu bangunan di area pabrik terbuka. “RELAWAN BEATERS!”
Satu persatu orang keluar dari bangunan itu, dengan tatapan mengerikan dan senyum yang menyeringai. Banyak dari mereka yang membawa senjata seperti balok kayu, tongkat besi, bahkan senjata-senjata tajam lainnya.
“Aku bisa merasakannya, mereka hanyalah manusia biasa….,” ucap Djohan.
“Tetaplah waspada, kemungkinan besar mereka sudah disuntikan sel Beaters….,” ujar Leah.
“Baiklah kalau begitu,” Davies melakukan peregangan. “kita beri mereka pelajaran!”
Quote:
Perjalanan ke Pallem City dari Surban City via jalan darat memakai waktu 2 jam perjalanan dengan menggunakan jalanan bebas hambatan, tanpa melewati kota-kota satelit terlebih dahulu. Perasaan nostalgia dirasakan kuat oleh Djohan. Sudah lama sekali ia tidak menginjakan kakinya di sini, terlebih setelah lulus kuliah belum pernah sekalipun Djohan pulang ke kampung halaman.
Leah melihat senyum kecil dari wajah Djohan terpancar selagi dirinya melihat pemadangan yang sudah tidak asing baginya lewat kaca mobil. Tujuan mereka bukanlah untuk berkunjung ke rumah Djohan, tetapi ada hal yang lebih penting yaitu menghancurkan pabrik pembuat Beaters. Dari pintu masuk Pallem City menuju area industri di mana banyak pabrik berada membutuhkan setidaknya waktu 45 menit. Karena letaknya yang berada ditepian kota dan luas Pallem City tidak seluas Surban City.
Memasuki area industry, mobil SUV yang ditempati oleh tim 15 masuk ke salah satu pabrik yang berada di sana diikuti oleh mobil yang ditempati Djohan. Davies memperlihatkan kartu keanggotaan BASS lalu pintu gerbang pabrik dibuka. Semenjak bocornya video Beaters melalui saluran televisi di Surban City, beritanya langsung tersebar keseluruh negeri. Informasi yang awalnya dikira bohong, kini naik statusnya menjadi banyak orang percaya dikarenakan konferensi pers yang dilakukan oleh pihak BASS bersama petinggi otoritas Surban City.
Setelah terparkir rapih, semuanya berkumpul. Lalu kapten James memberikan intruksinya.
“Pertama-pertama karena di area ini banyak pabrik lainnya, kita harus mengevakuasi orang-orang pekerja terlebih dahulu sebelum kita memasuki pabrik target,” dilanjutnya. “lalu ketika semua orang sudah dievakuasi dengan aman, kita akan dibagi menjadi dua tim,” kapten James menunjuk Djohan, Leah , dan Vivian sebagai satu tim. Namun di sini Vivian menolak.
“Saya kurang setuju atas pembagian tim ini, keberadaan saya dan Djohan di sini adalah memastikan bahwa kalian bisa pulang dalam keadaan selamat. Jadi saya akan satu tim dengan anda,” menunjuk kapten James.
“Aight! Kalau begitu Davies akan satu tim dengan Leah dan rekanmu itu,” menunjuk ke arah Djohan.
Setelah pembagian tim, kapten James memerintahkan salah satu anggotanya yaitu Sherlee untuk mengurus jalannya evakuasi. Ia berjalan menuju pos tadi, lalu berbicara dengan kepala keamanan untuk menjelaskan situasi yang terjadi. Selagi Sherlee melakukan pekerjaannya, kapten James membuka peta ruang yang memperlihatkan citra bangunan pabrik walaupun dalam bentuk citra satelit.
“Pabrik ini sama seperti pabrik lainnya, bangunannya pun sama persis. Dan di sini kita bisa melihat, hanya ada satu pintu utama tuk masuk ke area pabrik. Sama halnya seperti kita masuk ke sini, tetapi tidak mungkin kita semua masuk bersamaan. Itulah mengapa saya membaginya menjadi tim, agar pekerjaan kita bisa selesai dengan efisien.”
“Ah, kalau begitu timku akan masuk lewat depan,” ucap Davies namun disoroti tajam oleh kaptennya. “ada apa? Kenapa wajahmu seperti itu kapten?” protesnya.
“Ya aku setuju dengan ide Davies,” Leah angkat bicara. “jika dilihat dari video yang berhasil didapatkan, ada ruangan utama di mana mereka menyimpan orang-orang dalam tabung yang akan dijadikan Beaters. Tidak mungkin rasanya jika ruangan itu mudah ditemukan dan disimpan dekat pintu utama, sehingga tim kapten James akan bertugas mencari ruangan itu yang kemungkinan tersembunyi di sekitar area pabrik.”
“Hah? Video apa?” kali ini Davies yang menatap tajam kaptennya, tetapi kapten James malah menghindarinya, lalu memutar arah pembicaraan.
“Ya, analisa yang bagus Leah. Memang tim khusus 13 diisi oleh orang-orang hebat!”
Sherlee melakukan tugasnya dengan sangat baik, berkat kerja sama antar kepala keamanan pabrik. Orang-orang para pekerja bisa pergi dengan aman dan tanpa membuat keributan. Kali ini tinggal tim BASS dan Silver Clan yang akan memulai aksinya. Sherlee yang baru datang diberitahu sekali lagi rencana yang akan mereka lakukan.
Sesuai rencana, tim Davies akan masuk melalui pintu utama sedangkan tim kapten James akan masuk melalui area belakang pabrik sambil mencari jalan khusus menuju ruangan utama pabrik jika mereka bisa menemukannya. Sebelum berangkat masing-masing anggota BASS memeriksa seluruh peralatan mereka, memisahkan pistol berisi peluru khusus dan peluru biasa. Sementara kapten James malah terlihat santai, ia memasukan kedua lengannya ke saku sweaters lebarnya.
“Ingat, keselamatan mereka ada ditanganmu….,” ucap Vivian kepada Djohan.
“Iya senior, aku akan melakukan yang terbaik….”
Mereka kemudian berpisah, tim Davies berjalan menuju pintu depan pabrik yang dituju. Sementara tim kapten James sudah hilang dari penglihatan. Sama seperti pabrik tempat mobil-mobil mereka terparkir. Pabrik ini juga memiliki pintu gerbang besar yang terbuat dari besi kawat. Dua pos di kanan dan kirinya.
“Mereka sudah datang…,” ucap seseorang yang datang memasuki ruangan yang dipenuhi oleh layar, salah satunya memperlihatkan tim Davies.
“Ah…Overmars…berarti ada Beaters bersama mereka,” salah satunya melakukan sesuatu pada komputernya, lalu muncul data di sebelah layarnya. “sudah kuduga…oh ternyata dia adalah anggota Silver Clan…” orang ini tersenyum. “kau bisa menandinginya?”
“Kau meragukanku?”
“Tidak…bukan seperti itu, coba kau buka jubah yang menutup tangan kananmu itu…”
“Cih!...,” Overmars keluar dari ruangan control room. “akan kubuktikan….”
“Hmm…,” lalu ia melihat kali ini sosok tim kapten James yang sedang berjalan melalui area belakang sekitar pabrik. “wanita itu….”
Pintu gerbang yang menutup pabrik kemudian terbuka dengan sendirinya bergeser ke kedua arah. Davies melihat ke arah kamera yang terpasang pada salah satu pos.
“Mereka sudah mengetahui keberadaan kita, bersiaplah….”
Seteah pintu gerbang terbuka, tidak ada hal yang terjadi lagi kemudian. Itu membuat Davies, Leah, dan Djohan mencoba tuk memasuki pabrik. Ketiganya melihat sekeliling, kondisi pabrik yang luas ini sungguh sunyi. Didepan mereka hanyalah terpampang bangunan besar yang saling berdampingan satu sama lain. Bangunan besar ini berjejer hingga ujung mata.
“Kita akan memeriksa bangunan ini-----,” tiba-tiba terdengar suara dari sebuah speaker yang disimpan bersamaan dengan kamera di depan tadi.
“Selamat datang kepada kalian pengunjung pabrik Beaters….perkenalkan saya Li, penanggung jawab pabrik cabang Pallem City. Tidak kusangka kalian akan datang secepat ini,” Davies, Djohan, dan Leah memperhatikannya. “semenjak bocornya video tentang kegiatan kami di sini, sejujurnya saya takut jika kalian menggeberek tempat ini…karena di sini….hanya satu-satunya tempat saya bisa bekerja dengan sepenuh hati,” dengan nada separuh menangis yang malah membuat jengkel Djohan yang mendengarnya. “maaf-maaf jika terlalu berlebihan, baiklah tanpa menunggu lagi kupersembahkan….,” salah salu pintu bangunan di area pabrik terbuka. “RELAWAN BEATERS!”
Satu persatu orang keluar dari bangunan itu, dengan tatapan mengerikan dan senyum yang menyeringai. Banyak dari mereka yang membawa senjata seperti balok kayu, tongkat besi, bahkan senjata-senjata tajam lainnya.
“Aku bisa merasakannya, mereka hanyalah manusia biasa….,” ucap Djohan.
“Tetaplah waspada, kemungkinan besar mereka sudah disuntikan sel Beaters….,” ujar Leah.
“Baiklah kalau begitu,” Davies melakukan peregangan. “kita beri mereka pelajaran!”
redrices dan 4 lainnya memberi reputasi
5
Kutip
Balas