Kaskus

Entertainment

rs2006Avatar border
TS
rs2006
Oei Tambah Sia, Playboy Legendaris Batavia yang Cebok Pakai Uang
Urban Legend

Oei Tambah Sia, Playboy Legendaris Batavia yang Cebok Pakai Uang

Danu Damarjati - detikNews


Senin, 28 Des 2020 13:43 WIB




Oei Tambah Sia, Playboy Legendaris Batavia yang Cebok Pakai Uang

Jakarta - Ada sosok pria legendaris yang pernah berjalan-jalan di tanah Jakarta zaman dulu. Dia adalah 'pemburu' perempuan. Namanya Oei Tambah Sia.
Playboy yang menjadi urban legend Batavia ini muncul dalam catatan-catatan masa silam. Namanya sering ditulis sebagai Oei Tambah Sia, Oey Tamba Sia, atau Oei Tambahsia. Dalam 'Statistik Hukum' era Hindia Belanda tahun 1854-1855, namanya tertulis sebagai Oeij Tamba.

Dilansir Ensiklopedi dalam Portal Resmi Provinsi DKI Jakarta, Oei Tambah Sia begitu legendaris di Betawi. Dia adalah pemuda Tionghoa dari orang tua yang kaya raya.

"Ia seorang playboy yang membuat orang tua para gadis cantik khawatir setengah mati," tulis Ensiklopedi di Portal Resmi Provinsi DKI Jakarta.

Kisah mengenai Oei Tambah Sia dapat ditemui dalam cerita rakyat Betawi berbentuk syair dengan judul 'Sair Oey Tambahsia'.

Siapa dia?

Oei Tambah Sia diperkirakan hidup antara tahun 1827 sampai 1856. Dia adalah anak dari Oey Thay, pemilik toko tembakau terbesar di Batavia yang aslinya berasal dari Pekalongan. Oey Thay adalah hartawan yang dermawan.

Oey Thay sang ayah dari Oei Tambah Sia adalah orang terhormat dan punya koneksi dengan pejabat. Oei Thay diangkat pemerintah kolonial sebagai Lieutnant der Chinezen untuk kawasan Kali Besar. Dia juga pengurus Kongkoan atau Dewan Tionghoa pada pemerintahan Hindia-Belanda era itu.

Anak perempuan Oey Thay menjadi istri dari putra Bupati Pekalongan. Oey Thay meninggal dunia pada usia 50 tahun. Oei Tambah Sia baru berusia 15 tahun.

Giliran Oei Tambah Sia yang mendapat warisan kekayaan ayahnya berupa lahan di Pasar Baru dan Curug Tangerang dengan sewa 95 ribu Gulden setahun, sejumlah rumah, uang, dan perhiasan. Total nilainya mencapai 2 juta Gulden.

"Sekadar gambaran, waktu itu dengan uang sepuluh gulden saja orang sudah bisa hidup cukup. Orang sekaya Oei Thay sangat jarang. Hanya bebarapa gelintir," demikian tertulis dalam buku 'Indonesia Poenja Tjerita', disunting Roso Daras, diterbitkan Mizal Digital Publishing.

Oei Tambah Sia, si ganteng foya-foya
Oei Tambah Sia yang tak pernah hidup susah sejak kecil, kini memanfaatkan warisan kekayaan bapaknya untuk hidup berfoya-foya. Dia adalah pria ganteng, senantiasa berpakaian mewah, berkuda kemana-mana, dan gemar mengejar perempuan.

Oei Tambah Sia, Playboy Legendaris Batavia yang Cebok Pakai Uang
Gambar interpretasi sosok Oei Tambah Sia, oleh MG de Coudray, dimuat di majalah Prancis, L'Illustration tahun 1857. (Public Domain via Wikimedia Commons)

Muda, tampan, kaya-raya, disegani. Begitulah Oei Tambah Sia. Dia memiliki vila di Ancol bernama Bintang Mas. Tempat itu dia gunakan untuk melampiaskan hawa nafsunya. Dia selalu berburu perawan, bahkan juga perempuan bersuami.

Oei Tambah Sia akhirnya menikahi gadis dari keluarga Sim. Pesta pernikahan digelar besar-besaran, konon yang paling mewah se-Batavia, berlangsung beberapa hari. Pesta Oei Tambah Sia menutup jalan tanpa minta izin ke Dewan Tionghoa.

Meski pesta pernikahannya dengan gadis keluarga Sim digelar sangat mewah, namun Oei Tambah Sia tetap tidak berhenti berburu perempuan. Dia benar-benar gila perempuan, tak terkendali, bahkan sering diiringi dengan aksi pembunuhan terhadap orang yang dia anggap sebagai pesaingnya.

Dia susah ditangkap aparat Hindia-Belanda. Soalnya, dia sudah punya jejaring koneksi dengan pejabat-pejabat.

"Dengan mempergunakan kekayaannya, ia memelihara hubungan baik dengan para pembesar Belanda yang ternyata juga banyak yang korup dan bersedia menjadi pelindungnya. Ia merasa dengan uangnya ia dapat memperoleh segala apapun yang ia inginkan, tanpa menghiraukan kerugian yang ia timbulkan kepada orang lain," demikian tulis Benny G Setiono.

Benny G Setiono menuliskan catatan mengenai Oei Tambah Sia di bukunya, 'Tionghoa dalam Pusaran Politik'.

Cebok pakai uang
Di Jalan Toko Tiga, Glodok, terdapat kali tempat biasa Oei Tambah Sia buang air besar. Tiap kali dia buang air besar, banyak orang menungguinya.

Banyak orang menunggu Oei Tambah Sia yang buang air besar. Soalnya, Oei Tambah Sia cebok memakai uang kertas. Uang kertas yang dia gunakan untuk membersihkan pantatnya itu dibuang ke sungai.

Uang itulah yang menjadi rebutan warga. Dalam suasana berjubel, kadang-kadang warga terluka lantaran berebut uang kertas itu.

https://news.detik.com/berita/d-5311930/oei-tambah-sia-playboy-legendaris-batavia-yang-cebok-pakai-uang


rony25Avatar border
alfidangerAvatar border
agusrezapratam4Avatar border
agusrezapratam4 dan 61 lainnya memberi reputasi
62
18.8K
187
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
The Lounge
KASKUS Official
1.3MThread105.3KAnggota
Tampilkan semua post
rs2006Avatar border
TS
rs2006
#2
Urban Legend
Akhir Hidup Playboy Oei Tambah Sia: Digantung di Balai Kota Batavia
Danu Damarjati - detikNews
Senin, 28 Des 2020 16:49 WIB


kaskus-image
Gambar interpretasi sosok Oei Tambah Sia, oleh MG de Coudray, dimuat di majalah Prancis, L’Illustration tahun 1857. (Public Domain via Wikimedia Commons)

Jakarta - Oei Tambah Sia adalah playboy legendaris yang pernah berkeliaran memangsa cewek-cewek Jakarta masa lalu. Dia juga tak segan membunuh. Perangai kriminalnya membuat dia digantung di depan Balai Kota Batavia, saat ini Museum Sejarah Jakarta, Kota Tua.
Oei Tambah Sia hidup sekitar tahun 1827-1856 atau Abad 19 di Batavia era kolonial Hindia-Belanda. Dia adalah putra dari saudagar tembakau yang kaya raya, mewarisi harta mendiang ayahnya di usia remaja: 15 tahun.

"Namanya begitu legendaris di Betawi sebagai orang kaya raya, namun tingkah laku dan ulahnya tidak terpuji. Terkenal sebagai pemuda sombong, congkak, dan suka mengganggu anak-isteri orang dan hampir tak ada kekuatan yang mampu mengekangnya," demikian tertulis di Ensiklopedi Portal Resmi Provinsi DKI Jakarta.

Pria flamboyan ini kerap menghambur-hamburkan uangnya di kawasan Ji Lak Keng, dekat rumahnya di Jalan Pa Tek Wan yang sekarang bernama Jalan Perniagaan Raya, Tambora, Jakarta Barat. Di situ, dia madat (candu), minum arak, dan berjudi. Bila malam tiba, dia menggoda para penari cokek dengan melemparkan uang kepada mereka.

Cerita ini disampaikan oleh Windoro Adi dalam buku 'Batavia 1740: Menyisir Jejak Betawi', terbitan Gramedia.

Penampilannya keren, maklum sudah kaya sejak kecil. Kulitnya cerah bersih, topinya sutera hitam, naik kuda tiap sore hari dikawal tiga pria. Pada usia 17 tahun, reputasinya sebagai playboy semakin dikenal sampai ke wilayah Weltevreden (Pasar Baru, Lapangan Banteng, Pasar Senen). Dia gemar sekali merayu gadis cantik. Orang tua yang memiliki anak gadis menjadi cemas bila kedatangan pemuda kaya nan berkuasa ini.

Dia punya istri dari keluarga Sim. Namun meski sudah menikah, dia terus 'berburu' perempuan.

"Perebutan wanita membuat ia kerap menyiksa pesaingnya, bahkan tak segan membunuhnya," demikian tertulis di buku Indonesia Poenja Tjerita, disunting Roso Daras, diterbitkan oleh Bentang.
Catatan yang terkenal, Oei Tambah Sia merayu Nyonya Khoe Tjin Yang, perempuan yang merupakan istri pedagang kelontong. Nyonya Khoe diboyongnya ke bungalow Bintang Mas daerah Ancol. Suami dari Nyonya Khoe menjadi gila karena istrinya diambil 'orang kuat' di Batavia.

Para pemimpin masyarakat Tionghoa dalam badan bernama Kongkoan (Dewan Tionghoa era Hindia-Belanda) geram betul dengan polah Oei Tambah Sia yang meresahkan. Namun, Ketua Kongkoan adalah Mayor Tan Eng Goan yang merupakan relasi dari Oei Tambah Sia. Ada konflik kepentingan di sini, karena Mayor Tan Eng Goan pernah dibantu secara ekonomi oleh bapak dari Oei Tambah Sia di masa lalu. Anggota Kongkoan mendesak Tan Eng Goan untuk tegas terhadap Oei Tambah Sia.

"Tan Eng Goan akhirnya terdesak dan berjanji akan bertindak dan memberikan peringatan kepada Oei Tambah Sia agar menghentikan segala perbuatan dan tingkah-lakunya yang buruk tersebut," kata Benny G Setiono menuliskan catatan mengenai Oei Tambah Sia di bukunya, 'Tionghoa dalam Pusaran Politik'.

Polah Oei Tambah Sia tidak mereda. Dengan kemampuan hartanya, dia memboyong Mas Ajeng Gunjing, seorang sinden dan penari asal Pekalongan yang terkenal di zaman itu. Mas Ajeng Gunjing ditempatkannya di rumah gedongan.

Suatu saat, Mas Ajeng Gunjing yang cantik jelita dikunjungi oleh kakak kandungnya bernama Sutejo. Entah bagaimana nalarnya, Oei Tambah Sia menjadi cemburu dengan kehadiran Sutejo di sisi Mas Ajeng Gunjing.

"Oey Tambah Sia menyuruh Piun dan Sura, tukang pukulnya untuk membunuhnya," tulis Benny G Setiono dalam buku 'Tionghoa dalam Pusaran Politik'.

Kasus terakhir mengantarkannya ke tiang gantungan. Ceritanya, menantu dari Ketua Kongoan Mayor Tan Eng Gan yakni Lim Soe Keng pindah dari Pekalongan ke Betawi. Lim Soe Keng yang masih muda itu menjadi saingan Oei Tambah Sia.

Merasa tersaingi, Oei Tambah Sia bermaksud menjebak Lim Soe Keng. Dia meracuni Tjeng Kie, seorang pembantu Lim Soe Keng, maksudnya supaya Lim Soe Keng dituduh telah membunuh pembantuny sendiri.

Tuduhan tidak terbukti. Investigasi dilakukan oleh Mayor Tan Eng Gan. Kebenaran terungkap, Oei Tambah Sia adalah orang yang membunuh Lim Soe Keng.

Pergelaran Pecinan Batavia 2019 berlangsung seru di Kawasan Kota Tua, Jakarta. Festival ini menampilkan keunikan seni dan Budaya Tionghoa dengan Budaya Betawi.

kaskus-image
Ilustrasi: Museum Sejarah Jakarta, dulu adalah Balai Kota Batavia. (Ari Saputra/detikcom)

Pengadilan (landraad) menjatuhkan hukuman mati untuk Oei Tambah Sia. Keluarganya melakukan upaya banding ke pengadilan tinggi (raad van justitie) tapi tidak berhasil. Permohonan grasi ditolak gubernur jenderal.

Dia diantarkan ke tiang gantungan di halaman Balai Kota (Stadhuis) Batavia, saat ini bangunan balai kota itu menjadi Museum Fatahillah, Kota Tua. Di halaman Balai Kota, warga Batavia sudah berkumpul untuk melihat hukuman gantung ini, saat fajar. Dia tewas di tiang gantung pada usia 31 tahun.

kaskus-image
Balaikota Batavia/Kota Tua Jakarta (Foto: Tropenmuseum)

https://news.detik.com/berita/d-5312256/akhir-hidup-playboy-oei-tambah-sia-digantung-di-balai-kota-batavia
Diubah oleh rs2006 28-12-2020 18:43
fachri15
blueseno
king_baim
king_baim dan 8 lainnya memberi reputasi
9
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.