- Beranda
- Liga Inggris
» [L4US] Liverpool Forum Kaskus - Season 2020/21 - Together We Win «
...
TS
viniest
» [L4US] Liverpool Forum Kaskus - Season 2020/21 - Together We Win «
![» [L4US] Liverpool Forum Kaskus - Season 2020/21 - Together We Win «](https://dl.kaskus.id/farm6.staticflickr.com/5473/10183537524_6853e895b8_o.png)
Quote:
Quote:
Diubah oleh viniest 31-08-2020 12:56
minho77 dan 56 lainnya memberi reputasi
21
572.5K
11.8K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Liga Inggris
3.5KThread•14.7KAnggota
Tampilkan semua post
Flasharpoon
#1962
Liverpool And Love
KOLOM KOEZ ARRAIHAN
Liverpool Diantara Tiga Poros : EPL - UCL - Cedera.
Saat tulisan ini dibuat, EPL sudah menyelesaikan 12 game, artinya hampir 1/3 musim. UCL baru saja menyelesaikan Fase Grup dan drawing Babak 16 besar juga sudah dilakukan. Liverpool bertemu RB.Leipzig.
Saya tidak ingin menulis apakah kita bahagia dengan capaian ini semua atau tidak. Berbicara peluang pun saat ini masih terlalu dini. Dalam pandangan saya, Jurgen Klopp saat ini harus melakukan pekerjaan yang paling penting yaitu Managing Internal Tim. Ini hal penting untuk memasuki fase sulit di EPL saat ini sampai bulan Februari, ditengah gelombang cedera yang masih belum berhenti berpusar di internal Liverpool. Pemain cedera, bisa diupayakan untuk diganti dengan siapa saja dari skuad yang ada, pokoknya kuota 11 pemain dan 7 cadangan bisa terpenuhi.
Masalahnya adalah bahwa cedera pemain tidak bisa direkayasa, maksudnya pelatih manapun tidak punya ilmu untuk diberikan kepada para pemain agar dia terhindar dari cedera. Tidak bisa. Cedera adalah dampak penting yang sulit dihindari di sepakbola oleh tim manapun.
Tetapi manajemen Liverpool juga manajemen klub lain dihadapkan soal pandemi dan pemasukan klub yang drop drastis. Ini problem awal. Sehingga dalam skala tertentu, dampaknya sampai pada kebijakan belanja pemain di pasar bursa. Kebijakan normal Liverpool tanpa kasus pandemi pun, proses belanja pemain adalah hal yang paling rumit di Liverpool. Sama rumitnya untuk menempuh jalan meraih trophy EPL.
Sehingga karena kebijakan belanja yang ketat tersebut musim ini terasa jadi sangat berat, karena gelombang cedera pemain seperti air bah datangnya. Meluluhlantakkan skema dan taktik yang sudah disiapkan sejak pramusim.
Masalah lain yang sesungguhnya terjadi dan fans banyak yang tidak sadar adalah menurunnya kinerja Sadio Mane. Ini menjadi penting karena anjloknya gol dari Mane musim ini terasa berdampak pada tim. Kalau boleh saya meminjam data dari # JamesPearce terungkap bahwa Sadio Mane sudah 8 games terakhir disemua ajang tidak lagi mencetak gol. Musim lalu, Sadio Mane mencetak gol rata-rata setiap 153 menit. Tetapi musim ini, Mane mencetak gol setiap 229 menit. Ada kesenjangan efektivitas. Apakah ini akibat hadirnya Diogo Jota, dimana taktik berubah ? Saya tidak mampu menjawabnya. Klopp dan jajarannya pasti punya jawaban untuk ini. Kita hanya memandang kasus ini dengan simpul sederhana : ditengah tekanan cedera pemain, Liverpool juga ternyata harus mengalami masalah penurunan dengan mesin gol-nya.
Masalah lain yang terjadi adalah Liverpool di 5 pertandingan tandang terakhir di EPL tanpa kemenangan. Ini datanya :
* vs Villa (2-7)
* vs Everton (2-2)
* vs City (1-1)
* vs Brighton (1-1)
* vs Fulham (1-1)
Setelah kalah lawan Villa, memang Liverpool tidak kalah tetapi ini berbeda dari musim lalu. Maka bisa jadi ini dampak cedera itu tadi. Tetapi Klopp dan para coach harus menemukan jalan keluar dari situasi ini. Karena banyaknya kehilangan poin di kandang lawan, kelak bisa menjadi salah satu batu sandungan Liverpool untuk juara.
Klopp sendiri sudah kesulitan menerapkan taktik yang ideal karena banyaknya pemain yang cedera. Klopp wajib konsen dulu di EPL dan memperbaiki semua masalah internal ini. Mumpung UCL baru akan berputar lagi di pertengahan Februari tahun depan.
Departemen Medis klub harus bekerja keras agar para pemain cedera bisa segera pulih terutama untuk cedera pemain kategori ringan sampai sedang. Kemudian bagaimana caranya agar pemain yang sehat jangan ikut cedera ? Susah juga nak jawab hal semacam ini.
Jika kita perhatikan klasmen EPL sampai selesainya pekan ke-12, buat saya pribadi masih nyaman. Duduk bersebelahan di puncak bersama Spurs, itu suasana yang nyaman. Tekanan bagi pemain LFC juga tidak terlalu besar. Media Inggris juga tidak menyoroti perseteruan tersebut sehingga memanaskan susana. Dan itu berbeda jika yang duduk di puncak bersama Pep dan City, media gemar memanaskan suasana dan mengkonfrontasi Klopp dan Pep Guardiola. Rasa nyaman yang lain adalah klub-klub yang berkerumun diatas klasmen sementara belum ada City. Karena yang sekarang berkerumun bukanlah klub yang punya daya tahan mental yang ajeg dan konstan sepanjang musim seperti Liverpool. Tidak bermaksud meremehkan Chelsea, Leicester dan Spurs sendiri. Tetapi tekanan mental di EPL memang berbeda.
Pelatih berkelas seperti Klopp dan Pep Guardiola saja yang saya asumsikan sebagai sosok yang sangat kuat berdiri di atas sana. Spurs sendiri saya nilai sebagai tim yang berubah musim ini. Mourinho tengah membentuk tim yang kuat dengan membentuk mental yang kuat. Mereka sedang berproses. Kelemahan Spurs adalah justru ada pada Son dan Kane. Lho ?? Iya, Son dan Kane tidak boleh cedera sampai akhir musim. Son dan Kane wajib bermain bagus dan mencetak gol di setiap game, sebuah hal yang mustahil. Karena musim lalu mereka masih ada Dele Alli dan Lucas Moura yang tajam dan pencetak gol yang aktif. Musim ini mereka tenggelam, bahkan Alli kabarnya mau dijual oleh Mou Januari nanti.
Sekarang bandingkan cara berpikir Mou dan Klopp. Klopp dengan Tridente yang masih tajam di EPL saja, malah beli Diogo Jota yang juga tajam. Sementara Mou dengan dua pemain tajam malah menenggelamkan pemain tajamnya. Gareth Bale ? Memang tidak boleh dianggap enteng tetapi masa jayanya sudah terlewat agak jauh.
Peluang di UCL ? Dengan hasil drawing Liverpool ketemu RB Leipzig ini hasil yang bagus. Klopp ketemu tim jerman, Klopp ketemu tim yang bermain terbuka, Klopp bertemu pelatih yang sudah dia kenal baik isi kepalanya. Dan masih ada waktu untuk berharap Liverpool bisa mengembalikan pemain yang cedera ke dalam skuad utama. Peluang yang baguslah.
Simpul yang bisa kita pahami dari tulisan ini adalah bahwa Jurgen Klopp memiliki banyak tantangan internal yang ternyata harus diperbaikinya. Menangani cedera pemain, mengembalikan ketajaman Sadio Mane, memperbaiki penampilam saat bertanding Away, juga menjaga dan meningkatkan bangunan mental skuadnya. Peluang untuk meraih gelar EPL dan UCL masih terbuka lebar.
Catatan penting lainnya adalah bahwa Jurgen Klopp wajib mengubah kebijakan belanja di pasar bursa. Biasanya Klopp malas berbelanja di musim dingin bulan Januari, maka musim ini wajib berbelanja. Dan pemain yang tidak lagi berfungsi baik bagi tim mestinya dilepas untuk efisiensi. Tidak mudah, tapi profesionalitas harus dijalankan. Dengan belanja pemain baru, Klopp bisa memperbaiki skuad yang bermain di UCL. Karena di bulan Februari semua klub bisa memperbaharui skuad yang didaftarkan di UCL.
Kita lihat Liverpool ada dimana posisinya di bulan Februari yang akan datang. Kita tunggu. Kita tetap optimis. Karena kelebihan LFC sekali lagi, memiliki seorang Jurgen Klopp.
# KoezArraihan
# Jogja15Des20
Kloppon dan 5 lainnya memberi reputasi
6
Tutup
![» [L4US] Liverpool Forum Kaskus - Season 2020/21 - Together We Win «](https://dl.kaskus.id/farm9.staticflickr.com/8413/10183625004_80e70c9c0f_o.gif)

![» [L4US] Liverpool Forum Kaskus - Season 2020/21 - Together We Win «](https://dl.kaskus.id/farm4.staticflickr.com/3781/10183788246_bdaf3ba10f_o.gif)
:

