- Beranda
- Stories from the Heart
PACARKU HIDUP KEMBALI
...
TS
Martincorp
PACARKU HIDUP KEMBALI

Permisi Gan/Sis pembaca setia cerita cinta Hayati dan Asnawi, dalam trit baru ini ane mau cerita lanjutan petualangan Hayati setelah berpisah sama Asnawi.
Spoiler for Sinopsis:
KARAKTER
Spoiler for Karakter Utama:
Spoiler for Mahluk Gaib dan Bangsa Siluman:
Spoiler for Karakter Pendukung:
Quote:
Soundtrack cerita biar kayak film-film ANIME....


Spoiler for Opening Song:
BAGIAN 1
ALAM BAKA
part 1
ALAM BAKA
part 1
Malam itu setelah petarungan besar antara Bendoro dan Hayati, keadaan tampak sangat memilukan. Asnawi dan Hayati saling berpelukan dalam waktu lama, tubuh Hayati yang masih mengeluarkan darah tidak menjadi batu sandungan buat dirinya untuk memeluk Hayati.
Hayati menangis tersedu sedu dalam pelukan Asnawi. akhirnya setelah sekian lama, dia bisa bersatu dengan Asnawi tanpa harus mengalami berbagai gangguan. Bendoro yang selama ini muncul di kehidupannya, telah lenyap begitu saja. Memang Bendoro mempunyai tujuan yang baik demi membela kamu arwah penasaran yang diperbudak oleh bangsa siluman bangsawan, namun dia telah merenggut kebahagiaan Hayati dengan memaksanya untuk ikut berjuang. Bagi diri Hayati, Asnawi berperan sebagai pahlawan besar dalam kahidupannya sebagai arwah penasaran. Dimulai dengan pertemuan pertamanya yang sangat menyeramkan sampai mereka menjadi satu seperti sekarang ini. Banyak lika liku kehidupan cinta diantara mereka berdua ditengah jurang perbedaan yang menganga.
Hayati merasa sangat bahagia kala itu, hatinya merasa sangat tenang dan jiwanya berbunga bunga. Tubuhnya mulai menghangat seperti manusia hidup. Detak jantungnya mulai terasa dan aliran darahnya mulai menggelora. Tiba tiba seberkas cahaya berwana keemasan muncul dari langit dan menerpa tubuh Hayati yang masih beperlukan dengan Asnawi. Hayati langsung kaget dengan cahaya itu dan melapaskan pelukannya dengan Asnawi.
“mas...sinar ini?”
“maksudnya apa Hayati?”
“hatiku sekarang tenang banget dan jiwaku juga terasa hangat...jangan jangan ini tanda tanda...”
“maksudnya arwah kamu udah nggak penasaran lagi?”
“iya mas ku...huft..huft..mas.....mas..........gimana ini?”
“Hayati....kamu jangan tinggalin aku... kita udah berjanji mau hidup bersama”
“aku juga sama mas aku...hiks ...hiks...aku nggak mau pisah sama kamu mas”
Tubuh Hayati menjadi sangat hangat dan perlahan mulai memudar. Panggilan dari alam baka mulai menggema, Hayati mau tidak mau harus pergi kesana dan meninggalkan Asnawi di dunia ini. Asnawi semakin erat memeluk Hayati. Dia histeris dan tidak mau melepas Hayati.
“Hayati....tolong tetap disini, jangan pergi dulu ke alam baka..hiks..hiks”
“maafin aku mas, aku juga nggak bisa berkehendak....ini udah takdir...udah seharusnya aku berada di alam sana”
“HAYATIIIIII...........TOLONG HAYATI....TETEP JADI ARWAH PENASARAN....JANGAN TINGGALIN AKU”
“mas.....kayanya aku udah nggak bisa....aku udah pasrah akan keadaan sekarang..mas...denger aku mas...”
Hayati berusaha menegakkan kepala Asnawi yang tertunduk. Tampak mata Asnawi yang merah karena menangis dan wajahnya yang basah terkena air mata. Hayati berusaha tegar dan menguatkan Asnawi yang tengah jatuh dan larut dalam kesedihan. Hayati harus menyampaikan pesan yang bisa dijadikan bekal hidup Asnawi ditengah waktu yang samakin sempit. Lama kelamaan tubuh Hayati semakin memudar, dia harus berpacu dengan waktu.
“mas....maafin aku yah...mas...aku pengen kamu janji...aku pengen kamu berjanji sebelum aku pergi selamanya ke alam baka”
“nggak mau....kamu harus tetep disini Hayati..”
“mas...ku sayang...tolong aku yah mas.....mas harus ngerelain kepergianku yah...dan aku pengen mas berjanji”
Asnawi terdiam beberapa saat. Dia tampak berusaha untuk ikhlas untuk melepas Hayati pergi ke alam baka. Dia mulai mengatur napasnya dan menghentikan tangisannya.
“hiks...hiks....hiks..............iya aku berjanji”
“aku pengen kamu berjanji untuk menyayangi Cascade sabagaimana kamu menyayangi ku...aku pengen kamu melanjutkan hidupmu bersama dia....aku pengen kamu balikan lagi sama dia.....janji mas!”
“aku janji Hayati.........aku akan melaksanakan janji janjimu Hayati”
“makasih banget mas ku sayang...sekarang aku bisa pergi dengan tenang”
“iya Hayati sayang...aku sayang banget sama kamu...aku cinta banget sama kamu...aku nggak akan ngelupain kamu..Hayati...hatiku udah milik kamu....aku nggak akan ngasihin sama orang lain”
“mas....hiks..hiks....kamu harus tetap sehat yah mas, kamu harus rajin mandi, makan makanan sehat, nggak boleh ngerokok dan rajin olahraga mas....mas.....kayanya waktuku udah tiba...peluk aku mas”
Asnawi kembeli berpelukan dengan erat disertai tangisan yang luar biasa yang membuat suasan semakin menyedihkan.
“mas...walaupun di dunia ini kita nggak bisa bersatu...semoga di akhirat kelak kita akan ketemu lagi dan hidup bersama selamanya”
“iya Hayati..aku janji...aku akan selalu mendoakan mu dan akan melakukan semua yang kamu perintahin ka aku.....Hayati aku akan menemuimu di akhirat nanti...tunggu aku disana yah sayang....capet atau lambat aku juga akan menyusulmu ke alam sana....terima kasih Pacar Kuntilanak Ku tersayang...kamu udah mewarnai hidupku yang menyedihkan ini....”
Hayati pun akhirnya menghilang dari pelukan Asnawi. dan cahaya keemasan yang berasal dari langit pun juga ikut menghilang. Kejadian itu sama persis seperti yang Asnawi saksikan ketika 6 kuntilanak anak buah Wewe Gombel yang juga pergi ke alam baka. Asnawi kembali menangis dan berteriak teriak menyebut nama Hayati. Dia seakan akan tidak sanggup ditinggal Hayati dalam keadaan seperti itu.
Hayati terbang di dalam sebuah pusaran energi dalam tuangan yang tak terbatas. Dia melayang tanpa arah yang jelas, Hayati mencoba untuk berbalik arah melawan arus tarikan gaya,akan tetap usahanya itu gagal. Hayati menangis selama berada dalam pusaran itu. Dalam hatinya dia terus berkeluh kesah dengan keadaan yang dialaminya.
“Oh Tuhan....kenapa Engkau melakukan ini kepadaku?.....aku cuma ingin hidup bahagia bersama kekasihku....kenapa Tuhan??” gerutu Hayati dalam tangisannya.
Tiba tiba seberkas cahaya putih kecil mulai muncul diujung pusaran. Hayati langsung melihat kearah cahaya itu, dia tampak mengernyitkan dahinya. “Mungkin itu adalah pintu alam baka” gumam Hayati dalam hati. Lama-lama cahaya putih itu semakin membesar dan mendekati Hayati. Jantungnya semakin berdebar kencang ketika dia mendekatinya dan akhirnya dia masuk kedalam cahaya putih itu.
Tiba-tiba Hayati berbaring diatas tanah yang tandus. Dia menghela napas dengan kencang dan berusaha membuka matanya pelan-pelan. Hayati mulai berdiri dan melihat keadaan disekitarnya. Ternyata tempat itu adalah sebuah padang tandus yang sangat luas dan memiliki kontur permukaan tanah yang datar. Hayati tampak sangat kebingungan dengan tempat itu. Dia kemudian berjalan untuk mencari tahu tempat yang baru didatanginya itu. Padang tandus itu dipenuhi oleh kabut dan bersuhu panas, seperti suasana Kota Bandung di siang hari.
Hayati berjalan lurus kedepan untuk mengetahui tempat itu. Dia tidak bisa melihat jauh karena terhalang oleh kabut, jarak pandangnya sangat terbatas. Akhirnya dia menemukan sebuah pohon kering yang menjulang cukup tinggi. Hayati memiliki ide untuk memanjat pohon itu dengan tujuan dapat melihat keadaan di sekitarnya. Dia pun memanjat pohon itu dengan susah payah.
Wujud Hayati berubah menjadi seperti manusia, dia tidak bisa melayang dan terbang seperti biasanya, tampak tubuhnya juga memadat. Hayati masih memakai baju gaun putih kuntinya yang berlumuran darah akibat pertarungan dengan Bendoro. Ketika sampai di puncak pohon, Hayati mulai melihat lihat kondisi sekitar yang masih tertutup kabut.
Tak lama berselang, tiba-tiba angin kencang bertiup dan menyingkirkan kabut yang mengahalangi pandangannya. Hayati tampak menutup matanya ketika diterpa angin tersebut. Setelah angin itu hilang, Hayati kembali membuka matanya. Betapa kagetnya dia ketika melihat pemandangan yang ada dihadapannya. Dia melihat orang-orang yang sangat banyak tampak antri untuk masuk ke dalam sebuah pintu besar yang berada di sebuah benteng yang sangat tinggi dan panjang di ujung cakrawala. Orang-orang yang kira kira berjumlah jutaan itu tampak bersabar dalam menunggu antrian masuk ke gerbang itu. Mereka tampak mengenakan kain kafan yang digunakan untuk menutup tubuh. Tergambar berbagai macam ekspresi yang tersirat di raut wajah mereka, ada ekspresi senyum bahagia, sedih, menangis dan penuh penyesalan.
................................................................
Spoiler for Closing Song:
Polling
0 suara
Siapakah yang akan menjadi pendamping hidup Asnawi ?
Diubah oleh Martincorp 06-12-2019 08:04
gembogspeed dan 207 lainnya memberi reputasi
196
686.4K
6.3K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
Martincorp
#2583
BAGIAN 35
MELAMAR KERJA
part 3
MELAMAR KERJA
part 3
Ratih kemudian menurunkan Bendoro dan meletakannya diatas meja kerja. Bendoro kemudian merangkak pelan pelan menuju pangkuan Merry yang berada dihadapannya. Merry masih ketakuram dengan wujud Bendoro yang sangat aneh, dimana kepala dewasa tapi tubuh bayi.
Setelah duduk dipangkuan Merry, Bendoro menatap mata Merry dengan mata kuningnya.
"Kamu mirip dengan Hayati... matamu berwarna kuning" kata Merry dengan spontan.
"Darimana kamu tau Hayati?"tanya Bendoro.
"Dia itu pacar Asnawi, dia udah mati terbawa hanyut banjir bandang ketika piknik sama Asnawi"
"Hayati mati kena banjir bandang? Hihihihihihihi... yang bener aja?" ujar Ratih sambil tertawa.
"Apanya yang lucu? Dia emang beneran hilang, mayatnya pun gak ada" tandas Merry.
"Merr... Hayati itu adalah muridku dan sebangsa denganku... dia itu kuntilanak"
"Apaaaaaa!!! Hayati itu kuntilanak kayak kalian?"
"Betul Merry... tapi entah kenapa Hayati sekarang hidup kembali jadi manusia... harusnya dia pergi ke alam baka"
"Hayati masih hidup? Bentar... aku jadi bingung nih, tadi kamu bilang Hayati itu setan... udah mati... tapi dia hidup lagi jadi manusia... ceritanya gimana?"tanya Merry yang semakin bingung.
"Baiklah... aku ceritakan dari awal... Hayati dulu dibunuh sama pacarnya karena gak mau tanggung jawab udah menghamili Hayati... Hayati didorong ke jurang... dia sekarat... menderita... tapi gak mati mati... aku kasihan liat dia, terus dia kujadikan kuntilanak hidup hidup.... dia gak nyadar kalo dirinya masih hidup... aku ubah wujud dia jadi mahluk gaib dengan sihir yang aku kuasai... aku latih dia bertahan hidup sebagai kunti... aku latih dia berbagai ilmu sampe dia menjadi kuntilanak yang memiliki mata yang sama denganku"
"Aku gak nyangka kalo Hayati itu kuntilanak... dia cantik banget... bahkan auranya pun sangat cerah... terus gimana dia bisa ketemu Asnawi? Setauku, Asnawi itu penakut, apalagi sama setan"
"Aku juga gak tau gimana ceritanya mereka bisa ketemu dan pacaran... tapi gara gara mereka pacaran, timbul masalah besar di dunia gaib"
"Masalah apa?"
"Hayati membunuh siluman Wewe Gombel demi nyelametin Asnawi"
"Apaaaah! Wewe Gombel? Hahahahahahaha emang ada setan itu? Itu kan cuman dongeng"
"Apa kamu percaya sama hal gaib?"
"Tadinya aku gak percaya sama hal gituan, setan lah, kunti, jin, siluman.... apapun itu... semua itu cuman dongeng belaka dan ada dalam film horor... tapi pas aku koma dan sekarang kalian muncul dihadapanku... aku percaya ada kehidupan gaib di dunia ini... tapi kalo Wewe Gombel... itu terlalu gak masuk logika"
"Wewe Gombel itu beneran ada Merr... sama kayak aku, Ratih dan Hayati... kita ini ada, bukan cuma dongeng"
"Maafin aku... udah gak percaya"
"Iya"
"Terus... setelah Hayati bunuh Wewe Gombel, apa yang terjadi?"
"Wewe Gombel adalah sepupu dari Ratu Siluman... dia tentunya menuntut balas dengan kematiannya sodaranya... dia nugasin aku buat nangkep dan ngehukum Hayati"
Merry sangat terkejut dengan cerita Bendoro. Dia seakan baru mendapat sebuah informasi rahasia yang dibongkar. Ia pun akhirnya tahi kalau Asnawi selama ini berbohong dengan kematian Hayati dan dia pun tahu kalau sahabat terdekatnya yaitu Cascade, memiliki kekuatan indigo.
"Sekarang semuanya masuk akal Ndoro... kenapa dulu ketika Asnawi menembakku malah kutolak... padahal aku tuh udah bener bener suka sama dia, ternyata itu ulah sahabatku sendiri... hmmm... batu tolak cinta... dia ternyata iblis yang berwujud malaikat... menyiksa Asnawiku sampe segitunya... seandainya aku nerima dia dulu dan Asnawi gak dikutuk batu tolak cinta sama Cascade... mungkin sekarang aku udah hidup bahagia sama dia dan mungkin aja kita udah nikah... Asnawi gak bakalan ketemu sama kuntilanak itu dan terjerumus masalah sampe kayak gini sama Ratu Siluman"
"Begitulah hidup Mer, banyak yang gak sesuai harapan... hingga ujungnya penuh penderitaan... aku jadi gini, itu semua gara gara Asnawi"
"Ceritakan semuanya!"
"Aku bertarung sama Hayati sampe bumi ini bergetar... waktu itu Asnawi dan Hayati tengah mencari sisa jasad Hayati untuk dikuburkan secara layak... tapi hal itu tentunya gak bakalan ada, karena Hayati emang belum mati tapi berubah wujud jadi gaib... aku berhasil ngelahin Hayati waktu itu, tapi tiba tiba aku terjebak sama omongan Asnawi... dia tiba tiba nyatain cinta kepadaku dan ngajak ciuman... hmmm... bodohnya aku malah nurut aja diajak ciuman sama dia... waktu pas kita lagi ciuman, tiba tiba Asnawi menusuk leherku pale kayu cemara yang udah dilumuri minyak suci... aku langsung terhisap ke alam perantara... untungnya aku masih bisa memotong kepalaku sampe buntung disaat saat terakhir... dan wujudku akhirnya jadi begini deh"
"Alam perantara itu apa?"
"Alam perantara itu adalah tempat penampungan bangsa siluman kalo mati... sama kayak alam baka untuk manusia yang udah mati"
"Oh gitu... ternuata banyak hal yang baru aku tahu di dunia ini... terus apa yang terjadi sama Hayati?"
"Hayati dan aku udah terikat kontrak, kalo aku mati berarti Hayati juga mati... berarti dia langsung pergi ke alam baka... tapi berhubung aku masih hidup dan cuman nyisain kepala... Hayati juga belum waktunya mati... dia kemungkinan terlahir kembali jadi manusia"
"Apa Asnawi tau akan hal ini?"
"Dia gak tau tapi Hayati udah mutusin untuk ninggalin dia"
"Kamu tau darimana?"
"Burung gagak peliharaanku pernah bertemu sama Hayati... dia bilang sama burungku ingin membangun kembali kehidupannya yang telah hilang... dia gak mau mengganggu hubungan Asnawi dengan Cascade"
"Apa Hayati juga terkena kutukan batu tolak cinta itu?"
"Iya... semenjak jadi manusia kembali, ia ikut terkena... makanya ia memilih untuk menjauhi Asnawi dan memulai hidup baru"
"Syukurlah kalo gitu... kalo Hayati kembali, aku gak bisa ngapa ngapain... jadi... menurutku kamu ini punya dendam sama Asnawi... kamu pengen Asnawi mati?"
"Ya... aku dendam sama cowok itu, dia yang menghancurkan hidupku"
"Kalo gitu balaskan dendamnya kepadaku... kamu jangan bunuh Asnawi... aku siap menggantikannya... aku tak rela kalo Asnawi harus mati... lebih baik aku aja karena aku udah gak diharepin di dunia ini"
"Hihihihihi... kamu sampe sebegitunya cinta sama cowok!"
"Asnawi adalah segalanya buatku, dia satu satunya orang yang peduli ketika aku terpuruk... walaupun di milik orang lain, tapi aku tetep mencintainya"
"Satu lagi Bucin dari Asnawi... hmmmmmm... menyedihkan banget... pertama Hayati, terus kamu N'doro... sekarang cewek ini" gerutu Ratih.
"Tidaaaaaak!! Aku bukan bucin Asnawi!!" bentak Bendoro dengan wajahnya yang memerah.
"Lha... itu wajahmu memerah, berarti kamu bucin dia... hihihihihihi... udah deh akuin aja" balas Ratih.
"Diem kamu Jeng!! Jangan hancurkan reputasiku di depan Merry!!" kata Bendoro ngegas.
"Apa kamu juga suka sama Asnawi?" tanya Merru dengan polos.
"Engaaaaak!! Ratih cuman bercanda... aku gak bisa jatuh cinta sama manusia... aku cinta sama sesama mahluk gaib" pungkas Bendoro.
"Hmmm... oke... kalo gitu, bunuhlah aku Ndoro!! Balaskan semua dendamu kepadaku" Merry pasrah dengan keputsannya.
"Tunggu dulu... aku gak berniat bunuh kamu... aku pengen kamu yang membunuh Asnawi untukku" balas Bendoro.
"Aku gak mau!! Aku bukan pembunuh... Apalagi harus membunuh Asnawi... lebih baik aku mati!!"
"Merry... kamu akan mendapatkan Asnawi kalo kamu berhasil membunuhnya"
"Maksudnya apa?"
"Apa yang paling kamu inginkan dalam hidupmu sekarang?"
"Aku pengen memiliki Asnawi, hidup bersama sampe tua... sampe maut memisahkan kita"
"Aku bisa mewujudkan mimpimu... bahkan lebih bagus lagi, kamu dan Asnawi akan hidup bersama selamanya... gak pernah tua dan mati"
"Maksudmu gimana Ndoro?"
"Kamu akan hidup berdua bersama Asnawi sebagai mahluk gaib"
"Apaaaaaah!! Jadi kita mesti mati dulu gitu?"
"Iya Merr... kamu akan kujadikan kuntilanak seperti Hayati... dan Asnawi akan jadi arwah gentayangan... kalian bisa hidup berasama selamanya sampe hari kiamat tiba... gak pernah menua dan gak akan ada maut yang memisahkan... malahan maut lah yang menyatukan kalian"
"Ya... kayaknya hal itu sangat menggiurkan... cuman ada aku dan Asnawi selamanya dalam keabadian"
"Betul Merr... kamu akan tinggal di sebuah rumah kosong... gak akan ada yang gangguin kamu"
"Kalo gitu akan kubunuh Asnawi... lalu abis itu aku bunuh diri... terus arwah kita saling menyati... aaaaahhh!! Sungguh nikmat rasanya... aku bisa bercinta sama Asnawi sampai kapanpun hahahahahaha"
"Kamu jangan bunuh Asnawi!! Tapi kamu harus bikin dia mati bunuh diri dengan penuh penyesalan"
"Apa maksudmu?"
"Kalo kamu mati... udah dipastikan kamu akan bergentayangan karena dirimu dipenuhi rasa penyesalan, amarah, kebencian, dosa dan tersakiti... tapi Asnawi gak punya semua hal itu... kalopun dia mati sekarang, maka arwahnya akan langsung pergi ke alam baka... kamu akan tetep sendirian"
"Waduh... rugi dong kalo gitu, aku bisa jadi kunti yang kesepian... terus caranya gimana dong biar Asnawi jadi setan gentayangan?"
"Bikin dia bunuh diri Merr... bikin dia larut dalam kesedihan dan penyesalan... kamu ajak dia mati bersama"
"Kayak Romeo dan Juliet gitu ya?"
"Begitulah... aku gak tau siapa Romeo dan Juliet"
Merry langsung terinspirasi dengan ide jahat Bendoro. Ia mulai membayangkan dirinya sekarat bersama Asnawi di sebelahnya. Menderita, kesakitan dan sedih. Merry berciuman dengan Asnawi ketika meregang nyawa, lalu mereka kembali dipertemukan sebagai arwah gentayangan. Ia pun tersenyum ketika membayangkan setiap hari bercinta dengan Asnawi.
"Ide kamu cemerlang Ndoro... aku akan membuat dia mati bunuh diri dan jadi arwah gentayangan" kata Merry.
"Baiklah kalo gitu, sebagai permulaan... kamu harus minum ini!" Bendoro memberikan sebotol kecil cairan perawan kepada Merry.
"Minuman apa ini?" tanya Merry penasaran.
"Itu obat mujarab Merr... kamu akan merasa baikan"
Merry kemudian meminum cairan perawan itu sampai habis. Ia merasa jiiik ketika cairan itu masuk ke mulutnya. Ia lalu mengerang kesakitan hingga akhirnya jatuh ke lantai. Ia menggelepar seperti orang sekarat. Rasa sakit tak tertahankan dirinya. Ia merasa kematiannya akan tiba. Pandangannya pun mulai memudar dan akhirnya gelap.
"Din... bangun Din!! Dinda... bangun" panggil Asnawi yang panik melihat Merry yang tergeletak di lantai.
Asnawi kemudian membopong tubuh Merry keatas sofa. Ia lalu memgoleskan minyak kayu putih di hidung Merry. Seketika Merry pun siuman, ia langsung memeluk Asnawi sambil menangis.
"Kamu kenapa Din? Aku sampe panik liat kamu tadi"
"Aku... aku... aku... takut banget Kan... aku tadi liat kunti"
"Udah udah... sekarang kita pulang yuk!"
Asnawi mendorong kursi roda yang masih tergeletak di lantai mendekati Merry, lalu ia menyuruh Merry berpindah ke kursi roda. Tiba-tiba, Merry secara tak sadar berdiri dari sofa begitu saja lalu duduk diatas kursi roda. Asnawi terkejut dengan hal aneh itu.
"DINDA!!!!! KAMU BISA JALAN?" teriak Asnawi yang shock.
"Apa!! aku gak bisa jalan Kan... aku kan lumpuh?" kata Merry yang masih tak menyadari.
"Coba kamu berdiri!! Ayo cepat!!"
"Tapi Kan....."
"UDAH CEPETAN BERDIRI!!" Asnawi ngegas.
Merry dengan tidak percaya berusaha menggerakkan kakinya. Ternyata ia bisa kembali merasakan impuls-impuls syaraf yang saling berhubungan di kakinya sehingga ia bisa menggerakan otot-otot yang kaku. Perlahan ia mampu berdiri tegak dengan dua kakinya. Merry sangat tak menduga dengan kejadian itu, ia merasa berada dalam dunia mimpi.
"AAAAARRRRRGHHHH!!! AKU BISA BERDIRI LAGI KANDA!!!" teriak Merry yang masih tak percaya.
"Udah kubilang tadi Din... kamu bisa berdiri"
"ALHAMDULILAAAAAAAAAH... KAN... AKU BISA BERDIRI KAN!!"
"Ayo sini jalan kearahku!"
Merry berusaha berjalan menghampiri Asnawi yang berjarak sekitar 5 meter dari dirinya. dengan sempoyongan, ia berhasil menjangkau Asnawi.
"Kamu berhasil Din... kamu bisa jalan lagi"
"Yeaaaaaaaay.... Alhamdulillah... aku seneng banget Kand"
"Aku udah bilang sama kamu, kamu itu harus yakin bisa jalan dan ternyata bener kan kamu bisa jalan lagi"
"Iya Kanda... aku seneng banget..hehehe"
"Harus dirayain nih Din... kamu mau apa?"
"Eeeeee apa yah... aku pengen...Eeeeeeeh"
"Gak usah malu Din... kamu mau apa?"
"Aku mau sosis bakar hehehehehe"
"Yaelah... gitu doang... gampang atuh... yang agak mahal dong?"
"Iya Sosis Kan..."
"Sosis mah di pinggir jalan juga banyak yang jual"
"Aku pengen sosis kamu Kanda"
"Sosis aku? maksudnya?"
"Ahhhhh... kayak gak ngerti aja"
"Hadeeeeeeeeuh... iya deh aku ngerti... mau kapan?"
"Malem ini juga Kan hehehehe"
"Yaelah... okeh deh...Hmmmmm..."
"Yeaaaaaaaayyyy...asiiiikkkk"
"Asem"
"Alah gak usah pura pura lah Kan... kau juga suka kan?"
"Iya suka... tapi lagi males"
"Kamu tenang aja... nanti kubuat kamu semangat"
"Hmmm... boleh juga... janji ya?"
"Iya Kakandaku sayang"
Ratih dan Bendoro yang berdiri di sudut ruang kerja tersenyum melihat Merry bahagia. mereka terus menerus memperhatikan gerak geriknya. Malam itu Merry adalah cewek yang paling bahagia di dunia ini, namun sebuah malapetaka tengah menantinya.
"Kamu bener bener cewek kejam Jeng... apa tujuanmu sebenernya?" tanya Ratih.
"Aku cuman pengen balas dendam sama Asnawi dan aku pengen mencari pengganti Hayati yang sepadan dan mungkin lebih hebat darinya" jawab Bendoro.
"Apa dengan balas dendam sama Asnawi, tubuhmu akan kembali normal?"
"Aku gak tau, yang jelas aku pengen memperbudak cowok ganteng itu... aku pengen membuatnya bertekuk lutut dihadapankau dan bisa ku permainkan dengan sesuka hati...hihihihihihih"
"Kalo Merry gimana? dia mungkin akan murka kalo cowok idamannya kamu perbudak"
"Udah kubilang dari awal... Merry akan kucuci otaknya dan dia akan kujadikan mesin pembunuh siluman... dengan gitu aku bisa mengalahkan si Ratu lemah itu"
"Kamu yakin dia gak berkhianat kayak Hayati?"
"Aku dulu melakukan kesalahan dengan membiarkan sisi kemanusiaannya berkembang... sekarang akan kuhapus sisi kemanusiaan Merry... hingga dia bener bener jadi kuntilanak terkejam di dunia gaib...hihihihihihihihihihihihihi"
"Njiiiiir!! kok jadi merinding ya"
"Kamu gak usah takut sahabatku!! nanti kalo kita berhasil menguasai Kerajaan Siluman... kamu akan kubuatkan istana megah"
"Boleh juga... apa aku boleh pake Asnawi gak?"
"Apaaaaaah!!! Kamu juga pengen sama Asnawi?"
"Ya aku penasaran aja... kayaknya asyik banget maen sama dia... tuh liat aja!!"
Ratih menunjuk ke arah Asnawi dan Merry yang tengah memadu kasih di ruang kerja. Perlahan mereka berdua saling menanggalkan pakaian mereka dan mulai mengalirkan kasih sayang dan curahan cinta satu sama lain. Lenguhan dan desahan Merry membuat ruangan yang sepi menjadi gaduh dan penuh gairah.
"Hmmmm... bener juga Jeng... aku kangen begituan sama cowok!! terakhir au begituan sama siluman kera merah... dan sampe sekarang.... aku gak pernah punya pasangan lagi" keluh Bendoro sambil memegangi lehernya.
"Duh... ciyan banget nih sodaraku... kuharap kamu bisa dapetin cinta lagi kayak dulu... dan kuharap... tubuh indahmu cepet kembali tumbuh" sahut Ratih.
.................
APAKAH MERRY DAPAT MENGAJAK ASNAWI UNTUK MATI BERSAMA DALAM SUKA CITA?
APAKAH BENDORO MULAI MEMBUKA HATINYA UNTUK ASNAWI?
APAKAH TUJUAN BENDORO AKAN BERHASIL?
KITA REHAT SEJENAK PEMIRSAAAAAH

symoel08 dan 47 lainnya memberi reputasi
48
Tutup























