Kaskus

News

extreme78Avatar border
TS
extreme78
Muhammadiyah Desak Bentuk Tim Independen 6 Laskar FPI, Jokowi: Tidak Perlu
Muhammadiyah Desak Bentuk Tim Independen 6 Laskar FPI, Jokowi: Tidak PerluJAKARTA - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) membentuk tim independen, mengusut tuntas kasus penembakan 6 Front Pembela Islam (FPI) pengawal Habib Rizieq Shihab. Penembakan terjadi di Tol Cikampek pada Senin 7 Desember 2020 dini hari.

"Kepada Presiden (Jokowi) selaku panglima tertinggi TNI dan Polri, kami mendesak terhadap peristiwa ini bukan saja diambil sikap yang minimalis atau formalistik, tetapi dibentuk satu tim yaitu tim independen," ujar Ketua PP Muhammadiyah Bidang Hukum dan HAM, Busyro Muqoddas dalam konferensi pers yang digelar secara virtual.

Tim independen tersebut, kata dia, melibatkan sejumlah pihak. Mulai dari lembaga negara seperti Komnas HAM, LPSK, dan lain-lain. Tak hanya itu, Busyro menilai tim ini juga perlu melibatkan unsur masyarakat.

Sementara Presiden Joko Widodo menegaskan pemerintah tidak perlu membentuk tim independen guna mengusut insiden penembakan enam anggota FPI dan pembunuhan empat warga Sigi, Sulawesi Tengah, yang terjadi baru-baru ini.

Menurut Presiden, Indonesia sudah memiliki Komisi Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), suatu wadah yang menerima pengaduan apabila terjadi perbedaan pendapat antara masyarakat dengan aparat penegak hukum terkait masalah tersebut. Jokowi menyampaikan hal ini dalam menanggapi sejumlah desakan elemen masyarakat untuk membentuk tim independen guna mengusut kejadian-kejadian itu.

“Jika memerlukan keterlibatan lembaga independen, kita memiliki Komnas HAM. Di mana masyarakat bisa menyampaikan pengaduannya,” katanya di Istana Kepresidenan Bogor, Minggu (13/12/2020).

Lebih lanjut, ia menegaskan Indonesia adalah negara hukum. Oleh sebab itu, menurutnya, hukum di tanah air harus dipatuhi, semata-mata untuk melindungi kepentingan masyarakat, bangsa, dan juga negara. “Sekali lagi saya tegaskan kita harus menjaga tegaknya keadilan dan kepastian hukum di negara kita. Menjaga pondasi bagi kemajuan Indonesia,” tegas Jokowi.

Menurutnya, aparat penegak hukum wajib menegakkan hukum secara tegas dan adil. Sedangkan masyarakat diimbau tidak berlaku semena-mena dalam melanggar hukum.

https://nasional.okezone.com/amp/202...mpression=true

Terlalu heboh hingga harus presiden turun tangan juga.
emoticon-Traveller
viniestAvatar border
Bgssusanto88Avatar border
tien212700Avatar border
tien212700 dan 21 lainnya memberi reputasi
22
4.5K
88
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
Berita dan Politik
KASKUS Official
693.5KThread58KAnggota
Tampilkan semua post
User telah dihapusAvatar border
User telah dihapus
#6
bisa di bayangkan ga? saat ini ke 2 belah pihak sama sama mempunyai opini dan pendapat masing masing... rata rata tanpa bukti yang jelas.. kalaupun ada bukti, bukti tersebut masih harus di dalami oleh orang ahli untuk dapat disimpulkan apakah menjurus ke hal yang di maksudkan atau bukan....

ini akan seru ketika salah satu pihak mengeluarkan bukti yang sangat kuat yang tidak bisa di bantah sama sekali.... kita lihat aja kelanjutannya... kalau memang sampai terjadi :

andaikata polisi yang benar, jelas orang dari pihak seberang akan terkena masalah.. apalagi mereka mereka yang awalnya bersikeras dengan opini opini nya, meyakinkan pihak lain agar mendapat dukungan... dan hal ini jg berlaku sebaliknya apabila ternyata yang bermasalah dari pihak 1 lagi.. makan kepercayaan masyarakat akan semakin tipis juga...


emoticon-Berduka (S) emoticon-Berduka (S) emoticon-Berduka (S)
lonelylontong
extreme78
NecroTorture
NecroTorture dan 3 lainnya memberi reputasi
4
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.