Kaskus

News

nyairaraAvatar border
TS
nyairara
Analisis Reza Indragiri soal Kasus Habib Rizieq: Ada Hal Memberatkan
Analisis Reza Indragiri soal Kasus Habib Rizieq: Ada Hal Memberatkan

Pengamat kriminal, Reza Indragiri memberikan pandangannya terkait status tersangka Habib Rizieq Shihab. Sejauh ini, Habib Rizieq masih berada di Polda Metro Jaya dalam rangka pemeriksaan tersangka kasus kerumunan di Petamburan, sejak pukul 10.30 WIB tadi.
Polisi belum mengumumkan, apakah Rizieq akan ditahan atau tidak. Namun, menurut analisis Reza, ada hal yang memberatkan Rizieq sehingga ia pantas dinyatakan bersalah nanti di pengadilan.
"Status residivisme. Residivisme adalah pengulangan perbuatan pidana. Di sini, umumnya, residivisme diukur berdasarkan seberapa sering seseorang masuk penjara. Padahal bisa juga ditakar sejak yang bersangkutan berproses di kepolisian," kata Reza dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (12/12).
Reza menjelaskan, status residivisme bisa memberatkan sanksi karena pelaku tidak menunjukkan pertobatan.

Reza juga menjelaskan, Rizieq sempat berbelit-belit dan mengulur waktu saat masih berstatus saksi dan akan diperiksa di Polda Metro Jaya. Ia sudah dipanggil sejak Senin (7/12) tapi tak kunjung hadir.
"Berbelit-belit dan mengulur-ulur waktu pun bisa memperkuat kesan bahwa seseorang sedang mengingkari kesalahannya. Ini bisa dianggap menghalang-halangi kerja hukum (security). Juga bisa ditafsirkan sebagai memunculkan gangguan terhadap rasa aman masyarakat (safety). Memperpanjang masa hukuman bisa diambil hakim dalam rangka memulihkan atau mempertahankan rasa aman masyarakat lebih lama lagi," ucap Reza.
Terakhir, Reza menyoroti Rizieq yang memiliki massa dengan jumlah besar. Seharusnya, sebagai tokoh yang mempunya kemampuan tersebut, ia wajib mengendalikan massa. Jangan sampai terjadi vigilantisme.

"Yakni, menampilkan tindak-tanduk yang--anggaplah--ditujukan untuk menuntut keadilan, menciptakan ketertiban, menegakkan supremasi hukum, namun justru dengan cara-cara yang melanggar hukum itu sendiri. Lagi-lagi, vigilantisme akibat massa yang tak terkendali dapat dipandang sebagai gangguan terhadap rasa aman masyarakat," tutup Reza.
Poin terakhir Reza ini benar-benar menyandung Rizieq. Pasalnya, ia tidak mampu mengendalikan massa yang besar, untuk tidak datang di Petamburan, Tebet dan Megamendung.
Massa tak diperkenankan datang, dengan tujuan menghindari kerumunan untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 yang masih merebak di Indonesia. Terlebih, DKI Jakarta masih memberlakukan PSBB.

Sumber

emoticon-Mewek
nomoreliesAvatar border
jims.bon007Avatar border
tien212700Avatar border
tien212700 dan 8 lainnya memberi reputasi
9
2.9K
26
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
Berita dan Politik
KASKUS Official
694KThread58.3KAnggota
Tampilkan semua post
Putra.BoneAvatar border
Putra.Bone
#17
Masalah utama yang ane rasa adalah, habib rizieq buat kerumunan yang bikin macet bandara, sampai seharian penerbangan tutup.

Itu seperti menempeleng muka Jokowi di mata internasional, banyak pebisnis yang complain hari itu. Jokowi benar-benar malu, Jakarta seperti kota kampungan dimata dunia, seperti bangsa bar-bar tidak berpendidikan dan sangat terbelakang.
counter.jihad
xandernathaniel
xandernathaniel dan counter.jihad memberi reputasi
2
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.