- Beranda
- Berita dan Politik
Polisi soal HP Laskar FPI yang Tewas: Jadi Barang Bukti
...
TS
counter.jihad
Polisi soal HP Laskar FPI yang Tewas: Jadi Barang Bukti

Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri mengatakan ponsel dari enam Laskar Pembela Islam (LPI) yang tewas ditembak aparat kepolisian dalam bentrokan di Jalan Tol Jakarta-Cikampek dijadikan barang bukti.
Oleh sebab itu, barang-barang tersebut saat ini masih belum dapat diserahkan kepada pihak keluarga.
"(Handphone) Barang bukti itu," kata Direktur Tindak Pidana Umum, Brigjen Andi Rian Djajadi saat dikonfirmasi, Kamis (10/12).
Namun demikian, Andi tak menuturkan lebih lanjut terkait alasan pihaknya turut mengamankan handphone tersebut sebagai barang bukti.
Andi menjabarkan bahwa pihak kepolisian juga mengamankan sejumlah barang bukti lain. Barang-barang tersebut diantaranya pakaian hingga kartu identitas.
"Senjata api dan senjata tajam, pakaian serta beberapa kartu identitas mereka," tuturnya.
Andi sendiri belum dapat memastikan kapan penyidik bakal mengembalikan barang bukti tersebut. Pasalnya, hal itu nantinya menjadi kewenangan dari pengadilan.
"Tergantung putusan hakim," imbuhnya.
Sebagai informasi, kasus tersebut hingga saat ini masih menjadi perdebatan. Bentrokan antara polisi dengan Laskar FPI di Tol Cikampek KM 50, Senin (7/12) dini hari. Dalam insiden tersebut, enam anggota Laskar FPI tewas ditembak aparat kepolisian.
Dalam rilis awal yang disampaikan oleh Polda Metro Jaya, mereka mengklaim pendukung Rizieq Shihab sempat mengeluarkan tiga kali tembakan saat bentrok dengan anggota.
Namun, keterangan itu berbeda dari apa yang disampaikan FPI. Sekretaris Umum FPI Munarman menyatakan kepolisian telah melakukan fitnah terkait kepemilikan senjata api tersebut.
sumber
Jangan malas hapus history

tien212700 dan 17 lainnya memberi reputasi
18
5.1K
103
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
692.4KThread•57.5KAnggota
Tampilkan semua post
User telah dihapus
#26
bisa di bayangkan ga? saat ini ke 2 belah pihak sama sama mempunyai opini dan pendapat masing masing... rata rata tanpa bukti yang jelas.. kalaupun ada bukti, bukti tersebut masih harus di dalami oleh orang ahli untuk dapat disimpulkan apakah menjurus ke hal yang di maksudkan atau bukan....
ini akan seru ketika salah satu pihak mengeluarkan bukti yang sangat kuat yang tidak bisa di bantah sama sekali.... kita lihat aja kelanjutannya... kalau memang sampai terjadi :
andaikata polisi yang benar, jelas orang dari pihak seberang akan terkena masalah.. apalagi mereka mereka yang awalnya bersikeras dengan opini opini nya, meyakinkan pihak lain agar mendapat dukungan... dan hal ini jg berlaku sebaliknya apabila ternyata yang bermasalah dari pihak 1 lagi.. makan kepercayaan masyarakat akan semakin tipis juga...
ini akan seru ketika salah satu pihak mengeluarkan bukti yang sangat kuat yang tidak bisa di bantah sama sekali.... kita lihat aja kelanjutannya... kalau memang sampai terjadi :
andaikata polisi yang benar, jelas orang dari pihak seberang akan terkena masalah.. apalagi mereka mereka yang awalnya bersikeras dengan opini opini nya, meyakinkan pihak lain agar mendapat dukungan... dan hal ini jg berlaku sebaliknya apabila ternyata yang bermasalah dari pihak 1 lagi.. makan kepercayaan masyarakat akan semakin tipis juga...
0
Tutup