- Beranda
- Stories from the Heart
THE WORLD [MONSTER]
...
TS
the.collega
THE WORLD [MONSTER]
Dibalik kemegahan dan kilauannya dunia ini, ternyata ia menyimpan suatu rahasia tergelap.
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
ARC I "Black Beat Beaters"
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
Quote:
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
Spoiler for Cerita Jenaka:
ARC I "Black Beat Beaters"
Spoiler for ARC I:
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
Spoiler for ARC II:
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
Spoiler for ARC III:
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
Spoiler for ARC IV:
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
Spoiler for ARC V:
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
Spoiler for ARC VI:
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
Spoiler for ARC VII:
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
Spoiler for ARC VIII:
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
Spoiler for ARC IX:
- Chapter 198
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
Diubah oleh the.collega 07-05-2025 14:12
eldini dan 34 lainnya memberi reputasi
25
28.5K
Kutip
706
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
33KThread•54.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
the.collega
#45
Chapter 31
Semua kapten dari BASS direncanakan akan berkumpul di markas utama setelah penyerahan video oleh tim sektor 8. Mereka semua kembali dipanggil untuk merumuskan tindakan mereka selanjutnya. Kali ini semua hadir terkecuali orang-orang dari tim 10 yang masih belum bisa datang dan tidak adanya orang pengganti di sana. Lalu ada kapten dari tim 14 dan 15 yang sebelumnya absen ketika rapat pertama yang dipimpin jubir ketua BASS.
Tampak hadir di lorong depan pintu ruangan rapat ada Kapten Julian yang kondisinya sudah membaik dan tetap membawa katananya. Lalu ada Leah yang kali ini di daulat sebagai perwakilan dari tim 13 dikarenakan kondisi kapten Vela yang masih dalam perawatan.
“Leah…,” Kapten Julian menyapanya pelan.
Leah memberikan rasa hormatnya kepada kapten Julian seraya memuji kinerja bagusnya tempo hari dalam menangani kasus video Beaters.
“Terima kasih atas kerja bagusnya,” sambil menundukan badannya sedikit.
Hubungan tim 8 dengan tim 13 memang tidak seharmonis dengan tim lainnya. Alasan utamanya sangat sederhana. Karena tim 13 lah yang didapuk secara khusus untuk bekerja bersama Silver Clan, alasan pengangkatan tim 13 sampai saat ini masih dirahasiakan oleh ketua BASS. Padahal secara wilayah, tempat tinggal Silver Clan masuk ke area tim 8. Tetapi mereka tidak dipilih untuk bekerja dengan Silver Clan, walaupun secara khusus ketua BASS meminta Silver Clan membimbing tim 8 agar menjadi tim yang kuat.
“Anda tidak masuk pak?” tanya Leah sopan.
“Ketua belum datang, dan saya masih kesal dengan orang dari sektor 6,” senyum Leah
meninggalkan kapten Julian di lorong sendirian. “hm, kenapa di tim ku tidak ada wanita secantik Leah dan juga Solo?” menggelengkan kepala.
Semua kapten sudah duduk rapih ditempatnya masing-masing begitu pun dengan kapten Julian yang menunggu di luar barusan. Hanya ada bangku kosong di ruangan itu, yaitu milik tim sektor 10. Raut wajah kapten Julian masih menunjukan kekesalannya terhadap kapten tim sektor 6 yang terus menggodanya dengan senyuman.
“Baiklah semua, terima kasih atas kedatangannya, mari kita sambut---,” belum selesai jubir ketua berbicara, sosok ketua BASS yang absen di kesempatan lalu masuk dengan membuka pintu ruangan.
“Eh?” wajahnya kaget melihat jubirnya masih dalam keadaan berbicara. “kamu belum selesai?”
Kepala jubir tertunduk malu, ia tidak menyangka orang seperti itu diangkat menjadi ketua BASS.
“Ehem…,” masih dalam keadaan berdiri. “suatu kesempatan yang langkah dapat mengumpulkan kalian semua di sini, dan saya ucapkan terima kasih,” ucap ketua BASS yang terlihat gagah dengan balutan jas hitamnya.
Ketua BASS duduk dan membuka rapatnya, pertama-tama ia memberikan ucapan selamat dan penghargaan setinggi-tinggi bagi kapten Julian karena berhasil menangkap pelaku penyebaran video yang kini sudah ditahan di sel khusus jauh dari ruang publik. Walaupun dalam ucapannya ia menyindir bagaimana tim dari kantor BASS dapat kena jebakan yang diberikan oleh pengirim video.
Pembicaraan kini lebih serius ketika di layar menampilkan dokumenter pabrik Beaters sama dengan apa yang ditonton Silver Clan. Ketua BASS lebih menyoroti banyaknya pabrik yang berlokasi di kota-kota tetangga dengan Surban City. Hal ini tentu sangat membahayakan dikarenakan sudah jelas bahwa Surban City merupakan target utama mereka.
Hal lain yang mereka ingin perdalam adalah selain karena Surban City kota yang amat besar dengan banyaknya populasi manusia yang tinggal baik warga maupun pekerja dijadikan tempat yang sesuai untuk memburu makan. Adalah apa tujuan sebenarnya pabrik Beaters ini? apakah mereka semua dijadikan nantinya dijadikan senjata tuk menguasai dunia, apa ada hal lain yang menyelimuti kegiatan ini. Topik itu akan diagendakan selanjutnya setelah para tim menyelesaikan tugasnya untuk menyerbu pabrik-pabrik Beaters itu.
Berdasarkan lokasi dalam video dan dokumen yang berhasil diamankan, ada 5 lokasi pabrik yang bertempat di kota-kota yang berbatasan langsung dengan Surban City. Lima kota itu membentuk sebuah garis saling berhubungan dengan menjadikan Surban City titik tengah mereka. Tim-tim yang ditugaskan sudah dirancang dan langsung diberitahukan saat itu juga, lebih cepat maka lebih baik. Salah satu diantaranya adalah tim sektor 15 yang wilayahnya berbatasan langsung dengan kota tetangga.
“Selain kalian, tuk misi ini saya akan menempatakan anggota Silver Clan dalam masing-masing tim,” wajah para kapten berubah.
“Saya tidak ingin mengambil resiko lebih jauh, pabrik ini dikelola oleh anggota royal clan yang sudah kita tahu betapa mengerikannya kekuatannya,” Ketua BASS melirik ke arah Leah. “anggota akademi kita masih sangat sedikit dan jika kehilangan lagi maka akan jadi kerugian besar bagi BASS.”
“Lalu, semua data yang akan dihasilkan dalam kunjungan nanti akan digunakan untuk memperkuat persenjataan kita. Sejauh ini peluru khusus dan racun yang ditanamkan masih ampuh untuk digunakan bahkan untuk Beaters non clan warna berbeda selain coklat dan hijau yang merupakan Beaters paling lemah diantara mereka semua. Bukan tidak mungkin penciptaan Beaters dengan cara ini dimaksudkan menciptakan Beaters setara royal clan, jika benar maka hal itu akan merepotkan bagi kita nantinya jika tidak segera kita tindas,” lanjutnya.
Rapat pun berakhir dengan waktu yang relatif singkat, kekecewaan ditunjukan oleh kapten Julian karena timnya tidak diikut sertakan dalam misi kali ini. Walaupun akan mengajak Silver Clan untuk bergabung, sudah pasti orang-orang dari tim 13 yang akan mendampingi mereka tidak melihat ditugaskan dengan tim mana Silver Clan nanti. Itu sudah menjadi keharusan yang harus dipatuhi dan dimaklumi.
Suasana pagi dengan terik matahari yang riang terpancar indah menembus gedung-gedung dan bangunan-bangunan kecil disekitarnya. Djohan dan Lio membawa masing-masing dua kantong belanjaan untuk digunakan sebagai menu masakan di Wilson Caffe dan Biliard. Akhir-akhir ini menu telur omelette spesial dari Gonzalo laris manis dibeli oleh para konsumen. Padahal sebelumnya menu itu hanya menu coba-coba untuk para pelanggan tetap, tetapi hasilnya sangat memuaskan dan mereka meminta tuk dijadiikan menu.
“Bagaimana keadaan lukamu, sudah membaik?” tanya Lio berjalan disebelah Djohan.
“Ya…sudah membaik, dan aku sudah tidak sabar tuk menggulung pabrik itu!,” perkataannya sangat semangat sekali di pagi yang cerah ini.
“Hmm…keadaan akhir-akhir sangat gila sekali, terutama semenjak kamu jadi Beaters. Tiba-tiba semua bergerak dan kacau,” celoteh Lio.
Djohan tersenyum sinis, “Harusnya kamu salahkan Tuan Stam, jika ia membiarkan aku mati waktu itu. Semua ini tidak akan terjadi,” perkataannya membuat Lio marah.
Emosi Lio jauh lebih terkendali dibandingkan saat pertama kali bertemu dengan Djohan. Ia tidak mau di pagi yang seindah ini mood nya hancur gara-gara perkataan Djohan. Dari kejauhan tampak banyak mobil sedan hitam terparkir di halaman café. Mereka saling melirik, di saat café belum buka siapa orang-orang ini yang sudah datang di pagi seperti ini.
“Kami datang…,” ucap Lio sambil membuka pintu.
“Leah?” orang yang paling Djohan kenali diantara orang-orang dari BASS yang berdatangan ke café.
Quote:
Semua kapten dari BASS direncanakan akan berkumpul di markas utama setelah penyerahan video oleh tim sektor 8. Mereka semua kembali dipanggil untuk merumuskan tindakan mereka selanjutnya. Kali ini semua hadir terkecuali orang-orang dari tim 10 yang masih belum bisa datang dan tidak adanya orang pengganti di sana. Lalu ada kapten dari tim 14 dan 15 yang sebelumnya absen ketika rapat pertama yang dipimpin jubir ketua BASS.
Tampak hadir di lorong depan pintu ruangan rapat ada Kapten Julian yang kondisinya sudah membaik dan tetap membawa katananya. Lalu ada Leah yang kali ini di daulat sebagai perwakilan dari tim 13 dikarenakan kondisi kapten Vela yang masih dalam perawatan.
“Leah…,” Kapten Julian menyapanya pelan.
Leah memberikan rasa hormatnya kepada kapten Julian seraya memuji kinerja bagusnya tempo hari dalam menangani kasus video Beaters.
“Terima kasih atas kerja bagusnya,” sambil menundukan badannya sedikit.
Hubungan tim 8 dengan tim 13 memang tidak seharmonis dengan tim lainnya. Alasan utamanya sangat sederhana. Karena tim 13 lah yang didapuk secara khusus untuk bekerja bersama Silver Clan, alasan pengangkatan tim 13 sampai saat ini masih dirahasiakan oleh ketua BASS. Padahal secara wilayah, tempat tinggal Silver Clan masuk ke area tim 8. Tetapi mereka tidak dipilih untuk bekerja dengan Silver Clan, walaupun secara khusus ketua BASS meminta Silver Clan membimbing tim 8 agar menjadi tim yang kuat.
“Anda tidak masuk pak?” tanya Leah sopan.
“Ketua belum datang, dan saya masih kesal dengan orang dari sektor 6,” senyum Leah
meninggalkan kapten Julian di lorong sendirian. “hm, kenapa di tim ku tidak ada wanita secantik Leah dan juga Solo?” menggelengkan kepala.
Semua kapten sudah duduk rapih ditempatnya masing-masing begitu pun dengan kapten Julian yang menunggu di luar barusan. Hanya ada bangku kosong di ruangan itu, yaitu milik tim sektor 10. Raut wajah kapten Julian masih menunjukan kekesalannya terhadap kapten tim sektor 6 yang terus menggodanya dengan senyuman.
“Baiklah semua, terima kasih atas kedatangannya, mari kita sambut---,” belum selesai jubir ketua berbicara, sosok ketua BASS yang absen di kesempatan lalu masuk dengan membuka pintu ruangan.
“Eh?” wajahnya kaget melihat jubirnya masih dalam keadaan berbicara. “kamu belum selesai?”
Kepala jubir tertunduk malu, ia tidak menyangka orang seperti itu diangkat menjadi ketua BASS.
“Ehem…,” masih dalam keadaan berdiri. “suatu kesempatan yang langkah dapat mengumpulkan kalian semua di sini, dan saya ucapkan terima kasih,” ucap ketua BASS yang terlihat gagah dengan balutan jas hitamnya.
Ketua BASS duduk dan membuka rapatnya, pertama-tama ia memberikan ucapan selamat dan penghargaan setinggi-tinggi bagi kapten Julian karena berhasil menangkap pelaku penyebaran video yang kini sudah ditahan di sel khusus jauh dari ruang publik. Walaupun dalam ucapannya ia menyindir bagaimana tim dari kantor BASS dapat kena jebakan yang diberikan oleh pengirim video.
Pembicaraan kini lebih serius ketika di layar menampilkan dokumenter pabrik Beaters sama dengan apa yang ditonton Silver Clan. Ketua BASS lebih menyoroti banyaknya pabrik yang berlokasi di kota-kota tetangga dengan Surban City. Hal ini tentu sangat membahayakan dikarenakan sudah jelas bahwa Surban City merupakan target utama mereka.
Hal lain yang mereka ingin perdalam adalah selain karena Surban City kota yang amat besar dengan banyaknya populasi manusia yang tinggal baik warga maupun pekerja dijadikan tempat yang sesuai untuk memburu makan. Adalah apa tujuan sebenarnya pabrik Beaters ini? apakah mereka semua dijadikan nantinya dijadikan senjata tuk menguasai dunia, apa ada hal lain yang menyelimuti kegiatan ini. Topik itu akan diagendakan selanjutnya setelah para tim menyelesaikan tugasnya untuk menyerbu pabrik-pabrik Beaters itu.
Berdasarkan lokasi dalam video dan dokumen yang berhasil diamankan, ada 5 lokasi pabrik yang bertempat di kota-kota yang berbatasan langsung dengan Surban City. Lima kota itu membentuk sebuah garis saling berhubungan dengan menjadikan Surban City titik tengah mereka. Tim-tim yang ditugaskan sudah dirancang dan langsung diberitahukan saat itu juga, lebih cepat maka lebih baik. Salah satu diantaranya adalah tim sektor 15 yang wilayahnya berbatasan langsung dengan kota tetangga.
“Selain kalian, tuk misi ini saya akan menempatakan anggota Silver Clan dalam masing-masing tim,” wajah para kapten berubah.
“Saya tidak ingin mengambil resiko lebih jauh, pabrik ini dikelola oleh anggota royal clan yang sudah kita tahu betapa mengerikannya kekuatannya,” Ketua BASS melirik ke arah Leah. “anggota akademi kita masih sangat sedikit dan jika kehilangan lagi maka akan jadi kerugian besar bagi BASS.”
“Lalu, semua data yang akan dihasilkan dalam kunjungan nanti akan digunakan untuk memperkuat persenjataan kita. Sejauh ini peluru khusus dan racun yang ditanamkan masih ampuh untuk digunakan bahkan untuk Beaters non clan warna berbeda selain coklat dan hijau yang merupakan Beaters paling lemah diantara mereka semua. Bukan tidak mungkin penciptaan Beaters dengan cara ini dimaksudkan menciptakan Beaters setara royal clan, jika benar maka hal itu akan merepotkan bagi kita nantinya jika tidak segera kita tindas,” lanjutnya.
Rapat pun berakhir dengan waktu yang relatif singkat, kekecewaan ditunjukan oleh kapten Julian karena timnya tidak diikut sertakan dalam misi kali ini. Walaupun akan mengajak Silver Clan untuk bergabung, sudah pasti orang-orang dari tim 13 yang akan mendampingi mereka tidak melihat ditugaskan dengan tim mana Silver Clan nanti. Itu sudah menjadi keharusan yang harus dipatuhi dan dimaklumi.
Suasana pagi dengan terik matahari yang riang terpancar indah menembus gedung-gedung dan bangunan-bangunan kecil disekitarnya. Djohan dan Lio membawa masing-masing dua kantong belanjaan untuk digunakan sebagai menu masakan di Wilson Caffe dan Biliard. Akhir-akhir ini menu telur omelette spesial dari Gonzalo laris manis dibeli oleh para konsumen. Padahal sebelumnya menu itu hanya menu coba-coba untuk para pelanggan tetap, tetapi hasilnya sangat memuaskan dan mereka meminta tuk dijadiikan menu.
“Bagaimana keadaan lukamu, sudah membaik?” tanya Lio berjalan disebelah Djohan.
“Ya…sudah membaik, dan aku sudah tidak sabar tuk menggulung pabrik itu!,” perkataannya sangat semangat sekali di pagi yang cerah ini.
“Hmm…keadaan akhir-akhir sangat gila sekali, terutama semenjak kamu jadi Beaters. Tiba-tiba semua bergerak dan kacau,” celoteh Lio.
Djohan tersenyum sinis, “Harusnya kamu salahkan Tuan Stam, jika ia membiarkan aku mati waktu itu. Semua ini tidak akan terjadi,” perkataannya membuat Lio marah.
Emosi Lio jauh lebih terkendali dibandingkan saat pertama kali bertemu dengan Djohan. Ia tidak mau di pagi yang seindah ini mood nya hancur gara-gara perkataan Djohan. Dari kejauhan tampak banyak mobil sedan hitam terparkir di halaman café. Mereka saling melirik, di saat café belum buka siapa orang-orang ini yang sudah datang di pagi seperti ini.
“Kami datang…,” ucap Lio sambil membuka pintu.
“Leah?” orang yang paling Djohan kenali diantara orang-orang dari BASS yang berdatangan ke café.
redrices dan 5 lainnya memberi reputasi
6
Kutip
Balas