- Beranda
- Stories from the Heart
THE WORLD [MONSTER]
...
TS
the.collega
THE WORLD [MONSTER]
Dibalik kemegahan dan kilauannya dunia ini, ternyata ia menyimpan suatu rahasia tergelap.
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
ARC I "Black Beat Beaters"
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
Quote:
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
Spoiler for Cerita Jenaka:
ARC I "Black Beat Beaters"
Spoiler for ARC I:
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
Spoiler for ARC II:
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
Spoiler for ARC III:
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
Spoiler for ARC IV:
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
Spoiler for ARC V:
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
Spoiler for ARC VI:
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
Spoiler for ARC VII:
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
Spoiler for ARC VIII:
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
Spoiler for ARC IX:
- Chapter 198
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
Diubah oleh the.collega 07-05-2025 14:12
eldini dan 34 lainnya memberi reputasi
25
27.8K
Kutip
702
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
the.collega
#43
Chapter 30
Organ-organ dalam tubuh Javier terlihat sangat jelas, bentuknya sangat berbeda dengan manusia. Mereka berubah bentuk ketika Javier berubah menjadi sosok Beaters. Darah berwarna kehijauan mengotori lantai, perlahan bagian tubuh lainnya ikut terkikis akibat racun yang diterima oleh Javier. Kapten Julian memandanginya dengan tatapan rendah dan remeh. Ujung katananya ia sodorkan ke muka Javier yang kini tidak bereaksi lagi.
Solo sudah selesai dengan segala urusannya di lantai dua, meninggalkan Katie terikat di sana. Mendengar suara gemuruh sedari tadi membuat Solo begitu khawatir tentang keadaan Werner. Walaupun kini ia merasakan sudah ada anggota BASS tiba di bawah namun kondisinya belum pasti. Solo pun berniat akan ikut bertarung jika Werner belum selesai dengan urusannya.
Kapten Julian mendekati Werner yang kini sudah jauh lebih baik, struktur wajahnya mulai terlihat.
“Eh…jadi apa hubunganmu dengan Solo?” sambil mengacungkan katananya.
Apa orang ini bodoh? Kondisiku saja belum membaik, pertanyaan macam apa itu?!! Dalam benak Werner.
Solo turun melalui tangga, kondisinya memang sangat kacau. Mayat Beaters terbelah dua yang sekarang sudah menipis tertiup angin. Seorang anggota BASS menyender di dinding dengan darah yang menghiasi, lalu satu orang lagi terkapar dan sedang ditodong oleh katana berwarna ungu pekat. Tidak lain dan tidak bukan adalah Kapten Julian.
“Orang itu!!!” Solo berlari sekuat tenaga, ia tidak ingin temannya mati hari ini ditangan BASS.
Kapten Julian menyadari bahwa ada orang yang mendekat, “Hm?” matanya sangat jeli sehingga bisa melihat Solo berlari menghampirinya. “So…lo?” posisinya semakin dekat. “hei, aku tidak apa----,” sebuah pukulan keras mendarat ke wajah Kapten Julian.
“ARGHHHH!” Solo berhasil membuat tubuh Kapten Julian terbang tinggi dan terjatuh keras. “KAN SUDAH KUBERI TAHU BAHWA AKU MEMBAWA SEORANG REKAN, JADI SEKARANG KALIAN INGIN MENANTANG SILVER CLAN HAH? SUDAH SIAP MELAWAN TUAN STAM DAN YANG LAINNYA?!!!” dengan penuh amarah ia lontarkan ke Kapten Julian yang kini wajahnya babak belur dengan sekali pukul.
Solo melihat wajah Werner yang belum sembuh betul akibat dilempar barbel oleh Javier, ia mengira ini adalah ulah Kapten Julian.
“Werner! Jadi si bodoh Julian yang membuatmu seperti ini?” tanyanya.
“Buehdij, djsijdij,” Werner masih belum mampu berbicara karena rahangnya belum sembuh betul. Ah celaka, aku belum bisa berbicara dengan benar. Walaupun kelihatan sedikit bodoh tapi orang itu kuat dan tidak melukaiku sama sekali, Werner mencoba menjelaskan dengan bahasa aliennya. Karena seperti orang sakit gigi maka nada bicaranya seperti orang yang disakiti.
Solo semakin marah lalu mendekati kapten Julian, yang kondisinya penuh darah di badan dan mukanya akibat pukulan tadi.
Solo menarik kerah kapten Julian dan mengangkatnya, “Aku tahu itu tugasmu, tapi dia kan rekanku, apa tidak bisa diberikan kompensasi?”
Bisa sedekat ini dengan Solo, mimpi apa aku semalam?Kapten Julian hanya bisa tersenyum sumringah.
“Hoy…apa semua baik-baik saja?” terdengar suara dari luar.
Seseorang datang memasuki bangunan, tampilannya sama seperti kapten Julian, berarti orang ini adalah anggota BASS juga. Setelah melihat kondisi Paul yang sedikit mengenaskan, ia mengambil sebuah rokok dari saku jas nya dan mulai menyalakan dengan korek api dari saku celananya. Sikapnya sangat santai padahal ruangan ini sangat kacau, ia pun tampaknya sudah kenal dengan Solo. Tentu saja semua skuad sektor 8 pasti sudah mengenal dengan Silver Clan.
“Bisa kamu turunkan kaptenku itu?” tanya orang ini.
“Ah…Danny,” Solo melepas cengkramannya. “Aku bisa----,” Danny menghentikannya.
“Ya aku tahu, tapi urusan itu tidak terlalu penting. Jadi apa yang kamu dapatkan?”
“Oh itu,” Solo mengeluarkan benda dari celananya, sebuah Flashdisk. “semua ada di sini,” Danny meraih Flashdisk itu. “apa kami bisa pergi dari sini sekarang?”
“Hmm…ya, terima kasih juga atas kerja kalian. Di luar masih ada yang lain, hiraukan saja mereka,” dengan wajah yang malas.
“Oh iya, ada satu wanita di atas. Beruntungnya ia seorang manusia, perlakukan dia dengan baik…,” pinta Solo sebelum keluar dari bangunan.
Solo membawa Werner pergi dari bangunan itu, saat ia hendak pergi keluar ia melihat dengan jelas Paul yang masih belum sadarkan diri. Rekrutan ini baru sehingga Solo belum mengenal pemuda ini, sementara itu Danny melihat ke arah kaptennya. Yang babak belur berlumuran darah.
“Mau merokok?” tanya Danny, tidak ada jawaban dari kapten Julian. Lalu ia mencoba menendangnya dengan pelan, tetap tidak ada reaksi. “hm, ternyata sudah pingsan,” Danny melihat sebuah Flashdisk yang diberikan oleh Solo. “orang-orang itu memang kuat dan unggul disegala bidang dibanding BASS, entahlah jika mereka tidak berada di sektor ini. Mungkin aku bisa bekerja lebih serius….”
Benar adanya jika banyak anggota dari sektor 8 yang menunggu di luar, mereka sudah mengenal Solo dan membiarkannya pergi. Jika Danny sudah masuk ke dalam maka mereka menganggap semua urusan sudah selesai, setelah agak jauh dari mereka Werner yang sudah bisa berbicara walaupun tertatih-tatih membisikan sesuatu pada Solo.
“Kamu sudah melakukannya sesuai dengan instruksi di flashdisk ku itu?”
“Ya aku sudah mengirimkan salinannya ke jaringan mu, sekarang diamlah, jika kamu masih berbicara maka kuturunkan di sini,” dengan nada yang dingin, tetapi Werner tersenyum kearahnya.
Baru sekali dalam sejarah Wilson Bar mereka tutup lebih awal, Solo membawanya kemari dan Werner disuruh istirahat dulu sejenak di lantai atas. Sementara itu semua berkumpul di lantai bawah untuk melihat semua file yang berhasil Solo amankan. Hanya Sterling yang absen karena masih ada urusan lain sedangkan sosok Vivian ada bersama dengan yang lain.
“Persiapkanlah diri kalian,” Solo menyambungkan laptop dengan layar proyektor sehingga mereka bisa melihatnya bersama.
Sebuah video dokumenter ditampilkan lewat proyektor. Dokumenter ini berisi mengenai perjalanan awal seorang manusia yang akan dijadikan bahan percobaan oleh kelompok Allison. Orang-orang yang dipilih adalah orang-orang buangan dari Urban City yang terlempar dari sana dengan berbagai alasan. Seperti di PHK, seorang kriminal, dan orang gelandangan. Mereka semua dijanjikan uang dan balasan terhadap orang-orang di kota Surban. Lalu mereka semua dikumpulkan dan masing-masing dikirim ke beberapa lokasi pabrik yang berbeda.
Dari situ mereka diberikan sel Beaters, berbeda dengan Djohan yang diberikan seekor Beat. Maka orang-orang ini diberikan sel yang nantinya akan bersatu dengan sel manusia dan merubah mereka menjadi seorang Beaters tidak murni. Setelah diberikan orang-orang ini akan dimasukan ke dalam tabung yang berisi cairan berwarna hijau. Tujuannya adalah untuk menstabilkan orang-orang itu dalam fase awal peleburan dengan sel Beaters.
Jika berhasil melewati fase itu, maka orang-orang itu akan di tes lagi. Apakah berhasil membangkitkan sel Beaters itu atau tidak. Dari mereka yang gagal, resiko yang dialami sangat besar. Kebanyakan dari mereka mati karena bagian tubuh yang hancur. Perubahan yang prematur yang membuat tubuh mereka meledak karena tidak kuat dan lain sebagainya. Bagi yang berhasil, mereka akan dikirim ke kota-kota sekitar pabrik untuk memperkuat sel Beaters mereka dengan cara memburu manusia. Dalam tayangan ini Djohan terkejut karena ia mengenal betul salah satu lokasi uji coba kekuatan Beaters.
“Itu….,” Djohan mengeram.
“Ada apa?” tanya Solo.
“Itu adalah kota asal tempat tinggalku, keluargaku tinggal di sana…” mata Djohan membelalak dan ia mengepal tinjunya dengan sangat keras.
Quote:
Organ-organ dalam tubuh Javier terlihat sangat jelas, bentuknya sangat berbeda dengan manusia. Mereka berubah bentuk ketika Javier berubah menjadi sosok Beaters. Darah berwarna kehijauan mengotori lantai, perlahan bagian tubuh lainnya ikut terkikis akibat racun yang diterima oleh Javier. Kapten Julian memandanginya dengan tatapan rendah dan remeh. Ujung katananya ia sodorkan ke muka Javier yang kini tidak bereaksi lagi.
Solo sudah selesai dengan segala urusannya di lantai dua, meninggalkan Katie terikat di sana. Mendengar suara gemuruh sedari tadi membuat Solo begitu khawatir tentang keadaan Werner. Walaupun kini ia merasakan sudah ada anggota BASS tiba di bawah namun kondisinya belum pasti. Solo pun berniat akan ikut bertarung jika Werner belum selesai dengan urusannya.
Kapten Julian mendekati Werner yang kini sudah jauh lebih baik, struktur wajahnya mulai terlihat.
“Eh…jadi apa hubunganmu dengan Solo?” sambil mengacungkan katananya.
Apa orang ini bodoh? Kondisiku saja belum membaik, pertanyaan macam apa itu?!! Dalam benak Werner.
Solo turun melalui tangga, kondisinya memang sangat kacau. Mayat Beaters terbelah dua yang sekarang sudah menipis tertiup angin. Seorang anggota BASS menyender di dinding dengan darah yang menghiasi, lalu satu orang lagi terkapar dan sedang ditodong oleh katana berwarna ungu pekat. Tidak lain dan tidak bukan adalah Kapten Julian.
“Orang itu!!!” Solo berlari sekuat tenaga, ia tidak ingin temannya mati hari ini ditangan BASS.
Kapten Julian menyadari bahwa ada orang yang mendekat, “Hm?” matanya sangat jeli sehingga bisa melihat Solo berlari menghampirinya. “So…lo?” posisinya semakin dekat. “hei, aku tidak apa----,” sebuah pukulan keras mendarat ke wajah Kapten Julian.
“ARGHHHH!” Solo berhasil membuat tubuh Kapten Julian terbang tinggi dan terjatuh keras. “KAN SUDAH KUBERI TAHU BAHWA AKU MEMBAWA SEORANG REKAN, JADI SEKARANG KALIAN INGIN MENANTANG SILVER CLAN HAH? SUDAH SIAP MELAWAN TUAN STAM DAN YANG LAINNYA?!!!” dengan penuh amarah ia lontarkan ke Kapten Julian yang kini wajahnya babak belur dengan sekali pukul.
Solo melihat wajah Werner yang belum sembuh betul akibat dilempar barbel oleh Javier, ia mengira ini adalah ulah Kapten Julian.
“Werner! Jadi si bodoh Julian yang membuatmu seperti ini?” tanyanya.
“Buehdij, djsijdij,” Werner masih belum mampu berbicara karena rahangnya belum sembuh betul. Ah celaka, aku belum bisa berbicara dengan benar. Walaupun kelihatan sedikit bodoh tapi orang itu kuat dan tidak melukaiku sama sekali, Werner mencoba menjelaskan dengan bahasa aliennya. Karena seperti orang sakit gigi maka nada bicaranya seperti orang yang disakiti.
Solo semakin marah lalu mendekati kapten Julian, yang kondisinya penuh darah di badan dan mukanya akibat pukulan tadi.
Solo menarik kerah kapten Julian dan mengangkatnya, “Aku tahu itu tugasmu, tapi dia kan rekanku, apa tidak bisa diberikan kompensasi?”
Bisa sedekat ini dengan Solo, mimpi apa aku semalam?Kapten Julian hanya bisa tersenyum sumringah.
“Hoy…apa semua baik-baik saja?” terdengar suara dari luar.
Seseorang datang memasuki bangunan, tampilannya sama seperti kapten Julian, berarti orang ini adalah anggota BASS juga. Setelah melihat kondisi Paul yang sedikit mengenaskan, ia mengambil sebuah rokok dari saku jas nya dan mulai menyalakan dengan korek api dari saku celananya. Sikapnya sangat santai padahal ruangan ini sangat kacau, ia pun tampaknya sudah kenal dengan Solo. Tentu saja semua skuad sektor 8 pasti sudah mengenal dengan Silver Clan.
“Bisa kamu turunkan kaptenku itu?” tanya orang ini.
“Ah…Danny,” Solo melepas cengkramannya. “Aku bisa----,” Danny menghentikannya.
“Ya aku tahu, tapi urusan itu tidak terlalu penting. Jadi apa yang kamu dapatkan?”
“Oh itu,” Solo mengeluarkan benda dari celananya, sebuah Flashdisk. “semua ada di sini,” Danny meraih Flashdisk itu. “apa kami bisa pergi dari sini sekarang?”
“Hmm…ya, terima kasih juga atas kerja kalian. Di luar masih ada yang lain, hiraukan saja mereka,” dengan wajah yang malas.
“Oh iya, ada satu wanita di atas. Beruntungnya ia seorang manusia, perlakukan dia dengan baik…,” pinta Solo sebelum keluar dari bangunan.
Solo membawa Werner pergi dari bangunan itu, saat ia hendak pergi keluar ia melihat dengan jelas Paul yang masih belum sadarkan diri. Rekrutan ini baru sehingga Solo belum mengenal pemuda ini, sementara itu Danny melihat ke arah kaptennya. Yang babak belur berlumuran darah.
“Mau merokok?” tanya Danny, tidak ada jawaban dari kapten Julian. Lalu ia mencoba menendangnya dengan pelan, tetap tidak ada reaksi. “hm, ternyata sudah pingsan,” Danny melihat sebuah Flashdisk yang diberikan oleh Solo. “orang-orang itu memang kuat dan unggul disegala bidang dibanding BASS, entahlah jika mereka tidak berada di sektor ini. Mungkin aku bisa bekerja lebih serius….”
Benar adanya jika banyak anggota dari sektor 8 yang menunggu di luar, mereka sudah mengenal Solo dan membiarkannya pergi. Jika Danny sudah masuk ke dalam maka mereka menganggap semua urusan sudah selesai, setelah agak jauh dari mereka Werner yang sudah bisa berbicara walaupun tertatih-tatih membisikan sesuatu pada Solo.
“Kamu sudah melakukannya sesuai dengan instruksi di flashdisk ku itu?”
“Ya aku sudah mengirimkan salinannya ke jaringan mu, sekarang diamlah, jika kamu masih berbicara maka kuturunkan di sini,” dengan nada yang dingin, tetapi Werner tersenyum kearahnya.
Baru sekali dalam sejarah Wilson Bar mereka tutup lebih awal, Solo membawanya kemari dan Werner disuruh istirahat dulu sejenak di lantai atas. Sementara itu semua berkumpul di lantai bawah untuk melihat semua file yang berhasil Solo amankan. Hanya Sterling yang absen karena masih ada urusan lain sedangkan sosok Vivian ada bersama dengan yang lain.
“Persiapkanlah diri kalian,” Solo menyambungkan laptop dengan layar proyektor sehingga mereka bisa melihatnya bersama.
Sebuah video dokumenter ditampilkan lewat proyektor. Dokumenter ini berisi mengenai perjalanan awal seorang manusia yang akan dijadikan bahan percobaan oleh kelompok Allison. Orang-orang yang dipilih adalah orang-orang buangan dari Urban City yang terlempar dari sana dengan berbagai alasan. Seperti di PHK, seorang kriminal, dan orang gelandangan. Mereka semua dijanjikan uang dan balasan terhadap orang-orang di kota Surban. Lalu mereka semua dikumpulkan dan masing-masing dikirim ke beberapa lokasi pabrik yang berbeda.
Dari situ mereka diberikan sel Beaters, berbeda dengan Djohan yang diberikan seekor Beat. Maka orang-orang ini diberikan sel yang nantinya akan bersatu dengan sel manusia dan merubah mereka menjadi seorang Beaters tidak murni. Setelah diberikan orang-orang ini akan dimasukan ke dalam tabung yang berisi cairan berwarna hijau. Tujuannya adalah untuk menstabilkan orang-orang itu dalam fase awal peleburan dengan sel Beaters.
Jika berhasil melewati fase itu, maka orang-orang itu akan di tes lagi. Apakah berhasil membangkitkan sel Beaters itu atau tidak. Dari mereka yang gagal, resiko yang dialami sangat besar. Kebanyakan dari mereka mati karena bagian tubuh yang hancur. Perubahan yang prematur yang membuat tubuh mereka meledak karena tidak kuat dan lain sebagainya. Bagi yang berhasil, mereka akan dikirim ke kota-kota sekitar pabrik untuk memperkuat sel Beaters mereka dengan cara memburu manusia. Dalam tayangan ini Djohan terkejut karena ia mengenal betul salah satu lokasi uji coba kekuatan Beaters.
“Itu….,” Djohan mengeram.
“Ada apa?” tanya Solo.
“Itu adalah kota asal tempat tinggalku, keluargaku tinggal di sana…” mata Djohan membelalak dan ia mengepal tinjunya dengan sangat keras.
redrices dan 5 lainnya memberi reputasi
6
Kutip
Balas