- Beranda
- Anime & Manga Haven
Sadar gak? Beberapa Hal Dalam Anime Jadul yang Kini mulai Ditinggalkan
...
TS
hyperzectrooper
Sadar gak? Beberapa Hal Dalam Anime Jadul yang Kini mulai Ditinggalkan
Apakah agan lebih suka anime jaman dulu atau anime jaman sekarang? 
Pernahkah agan pernah mikir kenapa anime jadul kayak Dragonball atau Tsubasa dulu bisa terlihat keren padahal jaman dulu proses membuat anime masih jauh lebih sulit dan mahal dan teknologinya juga terbatas. Selain karena nostalgia alias bias masa kecil tapi bisa juga karena anime-anime dulu masih menerapkan hal-hal yang akan ane bahas berikut.
Ane gak begitu banyak tahu sejarah dan proses produksi anime, dan informasinya pun karena gak formal jadi agak susah didapat(se-reliable2nya paling dari tvtropes
). Jadi mohon maaf dan mohon koreksi kalau tulisan ane agak sotoy, bias, atau banyak yang keliru.
Karena tritnya panjang, mending bookmark dulu gan, biar bacanya pelan-pelan.

Pernahkah agan pernah mikir kenapa anime jadul kayak Dragonball atau Tsubasa dulu bisa terlihat keren padahal jaman dulu proses membuat anime masih jauh lebih sulit dan mahal dan teknologinya juga terbatas. Selain karena nostalgia alias bias masa kecil tapi bisa juga karena anime-anime dulu masih menerapkan hal-hal yang akan ane bahas berikut.
Ane gak begitu banyak tahu sejarah dan proses produksi anime, dan informasinya pun karena gak formal jadi agak susah didapat(se-reliable2nya paling dari tvtropes
). Jadi mohon maaf dan mohon koreksi kalau tulisan ane agak sotoy, bias, atau banyak yang keliru. Karena tritnya panjang, mending bookmark dulu gan, biar bacanya pelan-pelan.

Quote:
Eye Catch
Eye catch atau sering juga disebut commercial bumper adalah segmen pendek yang muncul tiap sebelum dan sesudah iklan. Hal ini sebenarnya masih sering dilakukan dalam anime modern, walaupun agak jarang dipakai untuk anime-anime serius. Kalau lihat video di atas, eyecatch dalam anime lama durasinya bisa cukup panjang lebihin 5 detik.
Menurut pengamatan ane pribadi, pola eyecatch/bumper di anime ane bagi 4 macem.
1. Nampilin gambar aja dengan sedikit atau tanpa animasi. Kadang gambarnya dibuat berganti-ganti tiap episode kayak One Punch Mansisen 1.
2. Nampilin judul serta musik dan animasi, sering dipakai di anime 80an sampe sekitar tahun 2004. Agak mirip sama tipe 1. Contohnya Gundam SEED dan Magical Doremi.
3. Mirip tipe 1 tapi ditambah teks informasi tertentu sesuai episodenya. Contohnya JJBA, Pokemon, Deathnote, dan Attack on Titan.
4. Gak ada segmen sendiri buat si eyecatch, tapi judul animenya ditaro langsung di frame adegannya.
Kebanyakan anime sekarang termasuk sebagian franchise anime lama sudah meninggalkan eyecatch dengan tipe kedua, contohnya Dragonball dan Sailormoon yang sekarang hanya nampilin art karakternya tanpa animasi.

*biar hemat karakter ane jelasin dalem gambar aja, kalo gak kebaca open image in new tab aja gan.
Selain Yugioh, eyecatch dalam Toaru Kagaku Railgun & Accelerator juga lebih simpel dibanding pendahulunya Index.
Ada juga franchise yang berhenti menggunakan tradisi eye catch ini, contohnya One Punch Man season 2. Gundam sebagai franchise yang cukup tua bahkan sudah berhenti membuat eyecatch setelah seri SEED (sempat muncul lagi di seri G no Reconquista).

Melihat tren tayangan anime lewat bluray maupun situs streaming yang model iklannya beda dari tv, bukan tidak mungkin segmen eyecatch nantinya semakin ditinggalkan.
Quote:
Narator
Narator menjadi peran yang cukup penting dalam anime 70-80an, biasanya menjelaskan konsep cerita seperti profil karakter, world building serta recap tiap awal episode(contohnya Dragon Balldan One Piece).
Sekarang, selain karena segmen recap yang dihilangkan karena dianggap buang waktu, penggunaan narator juga dianggap merusak suasana. Penjelasan dari sudut pandang karakter umumnya dianggap lebih relatable dibanding harus dibacain sama narator.
Biasanya narator sekarang masih membacakan prolog di awal episode, dan prolognya pun kadang cuma adegan stock footage yang diulang-ulang seperti pada Black Clover dan Pokemon. Dan lebih sering juga narasi dibacakan oleh suara karakternya sendiri, semisal My Hero Academia yang punya 2 narator sekaligus.
Berubahnya tren narator ini bisa dilihat dari anime Jojo Bizarre Adventure, dalam season 1 yang merupakan adaptasi manga 80an narator sesekali menjelaskan keadaan di tengah pertarungan. Namun pada Part 3 dan seterusnya yang mengadaptasi manga 90an, narator hanya muncul dalam flashback ataupun menjelaskan lokasi baru. Bisa aja peran narator di part 6 seterusnya akan dihilangkan.
Tapi, melihat gimana suksesnya Kaguya-sama dalam memanfaatkan peran narator, bukan tidak mungkin narator anime bisa balik bacot lagi kayak jaman dulu.

Quote:
Karakter Laki-laki Suara Perempuan

Salah satu hal menarik di masa akhir 80an hingga 2000an adalah cukup banyaknya karakter laki-laki yang diperankan pengisi suara perempuan. Mungkin wajar kalau yang diperankan adalah-anak-anak, tapi kadang juga yang diperanin malah anak remaja bahkan dewasa.

Contohnya Kenshin Himura, Edward Elric, Gen Shishio, Naruto, Luffy, sampai Son Goku yang keluarga besarnya diperankan orang yang sama
.Bahkan, karakter Patrick Star(di season 1-8) dan Plankton di dub Jepang pun diperankan oleh perempuan.


Sekarang dengan banyaknya aktor suara yang langganan memerankan anak-anak, studio tidak perlu memakai jasa aktris lagi untuk memerankan karakter cowok. Kecuali karakter trap ya.

Seperti dalam anime Yu-gi-oh SEVENS, seluruh karakter laki-laki termasuk anak-anak diperankan pemeran pria juga.
Quote:
Sound Effect Dramatis
Sound effect ataupun musik pastinya udah jadi komponen wajib dalam pembuatan film ya apalagi anime. Tapi backsound yang ane bahas disini adalah sound effect yang muncul ketika menampilkan ekspresi kaget.
Lebih jelasnya coba agan lihat contoh anime di bawah. (Ane gak nemu contoh video singkatnya dan gak mungkin juga ane screenshot suara
)
Spoiler for Captain Tsubasa episode 83:
Resiko dari yutub, sewaktu-waktu videonya bisa ilang.

Di menit 3:40 agan bisa mendengar gak cuma 1 tapi 5 sound effect untuk masing-masing reaction shot yang berbeda.

Seperti kebanyakan tradisi anime jadul, penambahan sound effect(bukan musik) untuk ekspresi karakter umumnya hanya sesekali dipakai kecuali untuk adegan komedi. Salahsatu anime modern yang ane ingat masih memakai ini yakni Re:Zero, bahkan jadi salahsatu hal paling dikenang dari animenya.

Spoiler for backsound khas Re Zero:
Yah, meskipun durasinya pendek mungkin ini lebih cocok dibilang musik ketimbang sound effect
Quote:
Background Dramatis
Selain sound effect, apalagi yang agan perhatikan dari "cuplikan" Tsubasa di atas?
Ketika Tsubasa memakai drive shoot pamungkasnya, warna latarnya berubah berkali-kali sampai 9 warna berbeda.


Biasanya, dalam adegan tertentu backgroundnya akan berubah sesuai adegannya. Misalnya ketika adegan aksi backgroundnya jadi scrolling cepat(sering disebut "speed stripes" atau "speedline") sehingga terkesan sang karakter sedang bergerak cepat.
Variasi lainnya misalnya merah polos untuk menggambarkan kesakitan. Ada juga background putih untuk adegan terharu, dan background hitam untuk adegan yang mikir panjang. Dan masih banyak lagi, apalagi kalau adegan komedi bisa lebih beragam lagi variasinya.

Sampe sekarang pun, penggunaan berbagai macam background baik yang polos, warna-warni maupun jenis speedlinemasih dipakai tapi tidak sesering anime Tsubasa atau Yu Yu Hakusho tadi, kalaupun ada biasanya warnanya dibuat mirip dengan background aslinya. Anime agak low budget seperti I'm Standing on 1.000.000 Lives sendiri ane itungin sekitar 8-10 kali make trik background ini dalam 1 episode, itupun cuma reuse 2 macem warna background aja.
Sedangkan background untuk adegan kaget sekarang paling hanya hitam dan putih saja, dan tentunya jarang digunakan.
Trik gonta-ganti background terutama speedline ini selain ngasih efek dramatis juga jadi salah satu cara menghemat biaya animasi. Karena dapat mengurangi gambar background asli yang perlu dibuat. Selain itu sering dipakai juga untuk membuat karakter seolah2 sedang bergerak padahal cuma make frame kaku. Sudah hemat background hemat animasi pula
.
Spoiler for speedline di MHA:
Spoiler for speedline di Naruto:
Quote:
Non-Seasonal Anime
Menurut agan apa judul anime terbaik yang pernah agan tonton? Evangelion? Fullmetal Alchemist? Death Note? atau One Piece?
Apapun judulnya ane yakin hampir semua judul yang muncul punya satu kesamaan, yakni punya lebih dari 20 episode.
Dulu jumlah anime per tahun memang belum sebanyak sekarang, dan anime biasanya dibuat untuk kebutuhan share-rating TV. Sehingga wajar kalau 1 musim anime berisi 30+ episode, kalau laku bahkan bisa tayang ribuan episode. Dan gak jarang sebuah anime yang direncanakan masa tayangnya panjang bisa dipotong oleh pihak TV karena kurangnya respon penonton, kayak Gundam(1979) & Ghost at School.


Sebaliknya, ada juga anime seperti Ranma 1/2 dan Samurai X yang harus dihujani filler karena dipaksa tayang sampai hampir balap manganya dan akhirnya ditamatkan sebelum manganya(semoga One Piece gak kayak gini ya
).Jaman sekarang, selain antrian tayang yang makin rame, produser ataupun studio juga lebih hati-hati merilis anime baru. Dengan merilis anime musiman dengan episode lebih sedikit (12-13 episode), pihak produksi lebih mudah melihat respon penonton apakah sukses atau tidak sebelum lanjut(biasanya ada target penjualan DVD berapa copy), sehingga tidak capek2 bikin anime panjang yang belum tentu laku. Ditambah lagi, cara seperti ini juga ampuh ngulur waktu untuk adaptasi novel dan manga yang masih on-going.
Dan penonton media DVD ataupun streaming biasanya lebih memilih anime yang pendek.
Quote:
Jam Tayang "Normal" 

Sama seperti TV Indonesia awal 2000an dulu, jam tayang "normal" buat anime di Jepang adalah sore tiap hari(17:00-19:00) dan minggu pagi. Sampe sekarang pun anime "pasaran" seperti One Piece, Boruto, MHA, Black Clovertayang di jam umum tersebut.
Tapi kenapa kebanyakan anime tayangnya tengah malam dari jam 22:00 sampai 1:00?
Padahal yang tayang pun gak semua isinya konten kekerasan atau BB
.
Spoiler for 7 paragraf:
Beda dari jam pagi-sore yang diatur ketat sama tv biar pemasukan iklannya deras, jam tayang tengah malam biasanya gak peduli amat sama share-rating dan iklan karena tujuan utamanya sebagai publikasi biar orang mau beli DVD, mechandise, dan manga/novel aslinya. Bahkan, justru biasanya pihak produsen anime lah yang membeli jam tayang dari pihak TV, gak beda dari tayangan iklan.
Itu sebabnya anime tengah malam jumlah episodenya cenderung lebih sedikit(12-26 episode). Dan gak perlu terlalu mikirin censorship juga, gak seperti acara pagi macam Dragonballdan Saint Seiya yang sekarang sudah tidak boleh menampilkan gambar darah dan pakaian seksi, atau seperti Evangelion(1995) yang banyak dikritik sampai ditinggal sponsor karena tayang 18:30 malam tapi kontennya terlalu menjurus
.
Dengan kata lain, anime tengah malam biasanya adalah anime yang calon gak laku tayang di TV dan hanya minoritas orang yakni otaku aja yang mau nontonnya.
Tayangan anime tengah malam sebenernya tradisi yang cukup baru yaitu sejak 1997. Walaupun sebelumnya sesekali ada anime yang tayang malam tapi targetnya adalah penonton dewasa(dalam arti bapak-bapak ibu-ibu) bukan fans anime.
Setelah suksesnya sebagian judul seperti Berserk dan Serial Experiments Lain barulah stasiun-stasiun TV lain ikutan bikin slot anime tengah malam juga. Oh iya, Evangelion sendiri di awal penayangannya mendapat rating yang cukup buruk, tapi popularitasnya malah meningkat setelah tayang ulang tengah malam di tahun 1997.
Model acara begini pernah diterapkan di TV Indonesia juga loh, walaupun keadaannya terbalik karena praktek ini justru sudah ditinggalkan sejak 2014an. Tapi nayangin anime tengah malam gini di TV lokal sama aja nyiksa diri, udah keluar duit buat lisensi tapi pemasukan iklan dan DVD gak ada, mending buat Liga Champion dah
.

Back to topic, apakah jam tayang pagi-sore sudah ditinggalkan di dunia anime? Jawabannya relatif.
Meskipun anime di jam-jam tersebut masih banyak sampai sekarang namun sebagian besar judulnya adalah remakean anime-anime lama kayak Gegege Kitaro(yang udah 5 kali dibikin animenya
), Doraemon, Ninja Boy dll. Atau juga franchise yang "mustahil" tamat kayak Yugioh, Pokemon, Sazae-san, dan termasuk Conan & One Piece
. Dan sisanya banyakan anime CG dan stopmotion untuk anak-anak.
Hal ini bakalan bikin anime-anime newcomer bahkan yang sudah tenar macam SAO sekalipun makin nyaman sama jam tengah malam.
Satu lagi, tren episode per season yang sedikit dan anime tengah malam juga jadi kombinasi yang mempersulit anime sekarang tayang di Indonesia, karena semakin susah mencari referensi anime baru mana yang sukses di TV Jepang sana dan tentunya stasiun TV kita gak mau gonta-ganti program acara dengan masa tayang pendek.
Itu sebabnya anime tengah malam jumlah episodenya cenderung lebih sedikit(12-26 episode). Dan gak perlu terlalu mikirin censorship juga, gak seperti acara pagi macam Dragonballdan Saint Seiya yang sekarang sudah tidak boleh menampilkan gambar darah dan pakaian seksi, atau seperti Evangelion(1995) yang banyak dikritik sampai ditinggal sponsor karena tayang 18:30 malam tapi kontennya terlalu menjurus
. Dengan kata lain, anime tengah malam biasanya adalah anime yang calon gak laku tayang di TV dan hanya minoritas orang yakni otaku aja yang mau nontonnya.

Tayangan anime tengah malam sebenernya tradisi yang cukup baru yaitu sejak 1997. Walaupun sebelumnya sesekali ada anime yang tayang malam tapi targetnya adalah penonton dewasa(dalam arti bapak-bapak ibu-ibu) bukan fans anime.
Setelah suksesnya sebagian judul seperti Berserk dan Serial Experiments Lain barulah stasiun-stasiun TV lain ikutan bikin slot anime tengah malam juga. Oh iya, Evangelion sendiri di awal penayangannya mendapat rating yang cukup buruk, tapi popularitasnya malah meningkat setelah tayang ulang tengah malam di tahun 1997.
Model acara begini pernah diterapkan di TV Indonesia juga loh, walaupun keadaannya terbalik karena praktek ini justru sudah ditinggalkan sejak 2014an. Tapi nayangin anime tengah malam gini di TV lokal sama aja nyiksa diri, udah keluar duit buat lisensi tapi pemasukan iklan dan DVD gak ada, mending buat Liga Champion dah
.
Back to topic, apakah jam tayang pagi-sore sudah ditinggalkan di dunia anime? Jawabannya relatif.
Meskipun anime di jam-jam tersebut masih banyak sampai sekarang namun sebagian besar judulnya adalah remakean anime-anime lama kayak Gegege Kitaro(yang udah 5 kali dibikin animenya
), Doraemon, Ninja Boy dll. Atau juga franchise yang "mustahil" tamat kayak Yugioh, Pokemon, Sazae-san, dan termasuk Conan & One Piece
. Dan sisanya banyakan anime CG dan stopmotion untuk anak-anak. Hal ini bakalan bikin anime-anime newcomer bahkan yang sudah tenar macam SAO sekalipun makin nyaman sama jam tengah malam.

Satu lagi, tren episode per season yang sedikit dan anime tengah malam juga jadi kombinasi yang mempersulit anime sekarang tayang di Indonesia, karena semakin susah mencari referensi anime baru mana yang sukses di TV Jepang sana dan tentunya stasiun TV kita gak mau gonta-ganti program acara dengan masa tayang pendek.
Quote:
Postcard Memory

Kalau yang satu ini baru jelas asal sebutan resminya.

Still frame(frame kaku) dengan gambar penuh arsiran yang biasa agan lihat di akhir episode ini dipelopori oleh animator sekaligus sutradara era 60-70an Osamu Dezaki. Seringkali disebut "efek Dezaki" ataupun "freeze frame", namun sang pelopor sendiri menamainya sebagai "Postcard Memory".
Meskipun hanya shot diam gak beranimasi tapi efek Postcard Memory ini ampuh bikin penonton penasaran nunggu kelanjutan cerita.

Contoh Efek Dezaki ala kadarnya dalam beberapa anime
.Freeze frame anime modern biasanya hanya dibuat dengan frame biasa yang diberi tambahan arsiran dan sedikit efek filter. Sehingga tidak terlihat semencolok efek Dezaki dalam anime yang masih hand-drawn. Belakangan ane lihat Warlords of Sigrdrifa masih memakai Efek Dezaki ini meski artnya cukup unik tidak arsir-arsir seperti biasa tapi lebih fokus ke pewarnaan.
Quote:
Repeating Cut
"Repeat cut" adalah dimana suatu adegan yang sama diputar berulang-ulang biasanya sampe 3 kali. Contoh paling diingat dari repeating cut ini adalah adegan menendang di anime Tsubasadan Dragon League. Bahkan bisa dilihat dari opening pertama Tsubasa.

Tren yang ini kayaknya lebih umum dipake di acara tokusatsu lawas ya, mengingat pembuatan spesial efek tokusatsu lebih susah dari gambar anime.
Ada 2 macam penggunaan teknik repeat cut ini, pertama yang adegannya beneran cuma diputar-putar ulang. Teknik ini sudah tidak dipakai sejak 2000an karena produksi anime sudah lebih mudah dan murah.
Dan yang kedua adegannya diulang 3 kali tapi dari sudut gambar yang berbeda. Teknik yang kedua ini yang masih sering dipakai sampai sekarang, biasanya untuk adegan klimaks seperti Naruto rasengan ke Pain Tendo.
Ada sodara jauhnya Repeat Cut yaitu Stock Footage, dimana suatu adegan diputer ulang bukan dalam 1 episode yg sama melainkan di dalam episode-episode lain. Contohnya adegan Satoshi lempar Pokeball di anime 1997, Saint Seiya ngeluarin armornya, adegan robot berubah wujud, adegan mahou shoujo berubah wujud, adegan Digimon berubah wujud, dan adegan Yugi berubah wujud
. Pokemon dan Yugioh sekarang sudah meninggalkan pemakaian Stock Footage(kecuali adegan special summon). Beberapa anime mecha sekarang(meskipun sedikit) seperti Gundam Build Divers Re:Rise masih make stock footage buat adegan transformasi. Kalau anime mahou shoujo ane kurang tahu, kurang riset
.Naruto khususnya Shippuden punya cara unik manfaatin Stock Footage ini, yaitu dengan memperbanyak flashback. Lumayan kan menghemat ongkos dan tenaga produksi 700 episode.

Quote:
Gigi kelinci & Bibir Manyun

Kalau diperhatikan, dalam anime lawas apalagi anime anak-anak hampir selalu ada karakter dengan bentuk gigi tonggos kayak Tokichi dan Boyaki di atas. Selain itu ada juga desain karakter dengan mulut manyun seperti Suneo.

Gak jarang, karakter model ini biasanya ditemani oleh karakter lain yang berbadan gemuk, ataupun cebol. Namun bedanya karakter bergigi kelinci(dan juga yang bibirnya manyun) ini lebih dulu punah memasuki pertengahan 90an, bahkan anime anak-anak maupun komedi sudah jarang menampilkan desain karakter seperti ini. Sedangkan karakter gemuk maupun berbadan pendek masih sesekali muncul pada anime masa kini.

Tapi mungkin, mereka bukan punah tapi hanya ganti gigi.

Dalam anime 2000an ke atas, mungkin agan lebih familiar dengan karakter "gingsul" seperti gambar di atas. Gak sekedar gingsul, gak jarang taringnya juga bisa nonjol kanan kiri atau malah giginya tajem semua. Ada juga model gigi yang diwarnain sama dengan warna kulitnya, contohnya Astolfo.
Desain gigi kelinci sendiri sempat bangkit di dekade 2010an, namun dengan tampilan berbeda. Ketika ada karakter berbicara atau buka mulut hanya sebagian depan giginya yang terlihat sehingga seolah punya gigi kelinci(bukan sampai overbite alias tonggos), contohnya seperti dalam anime Love Live! & K-On!.
Spoiler for K-On!:
Selain mulut, bentuk mata, rambut, dan jambang juga kerap berubah trennya sesuai jaman.
Quote:
Reaksi Jungkir Balik

Agan generasi 90an pasti familiar banget sama adegan satu ini. Adegan jungkir balik kepala di bawah kaki di atas biasa terjadi di adegan-adegan lawak, bisa dibilang ini versi anime dari gestur facepalmalias tepuk jidat.
Hal seperti ini umum banget baik dalam anime lawak maupun genre shonen kayak One Piece dan Dragon Ball. Namun beda dari kebanyakan tradisi anime lama, baik anime serius maupun lawak sudah tidak menampilkan ini lagi. Entah karena keseringan dipakai jadi garing atau karena bikin lawakannya jadi terasa maksa.
Kadang, adegan seperti ini tidak melulu digambarkan sampai kaki di atas. Sering juga si karakter hanya terlihat setengah jatuh kayak contoh di bawah.
Spoiler for manga railgun:
Perhatiin Misaki bilang "You even made me do that clichereaction".
Sering juga kalau di anime sekarang reaksinya digambarkan dengan suasana hening, disusul ekspresi bingung atau marah.
Eits, belom selesai. Bersambung ke halaman bawah gan 

Diubah oleh hyperzectrooper 04-12-2020 10:36
Papa.T.Bob dan 56 lainnya memberi reputasi
57
14.4K
Kutip
160
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Anime & Manga Haven
6.7KThread•10.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
hyperzectrooper
#1
Quote:
Original Theme Song

Ane gak tau bagian ini bagusnya dikasih judul apa, theme song blak-blakan? themesong-dengan-lirik-yang-jelas-jelas-menggambarkan-isi-animenya?? 

Padahal di poin ini ane lebih ngebahas lirik lagunya ketimbang jenis lagunya sendiri.
Spoiler for 8 paragraf:
Pada anime 60-80an terutama genre superhero atau mecha, hampir semua soundtrack khususnya opening anime selalu dibuat menggambarkan cerita maupun karakter utama dari anime tersebut, ditambah menyebutkan judul animenya di bagian reff. Contoh terkenalnya seperti Hachi, Kapten Tsubasa, Time Bokan, dan Saint Seiya.
Dan kalau diperhatikan lirik theme song anime 70an ke belakang lebih blak-blakan menyebutkan istilah2 seperti nama karakter, jurus-jurus, sampai nama musuhnya. Sedangkan theme song 80an cenderung lebih puitis atau lebih banyak kalimat penyemangat aja.
Contoh lain yang menarik bisa dilihat dari franchise Gundam. Musim pertama Gundamdi tahun 1979 masih menyisipkan kata "Kidou Senshi Gundam" dan "Amuro" di OP dan EDnya.
Sekuel Gundam yaitu Zeta Gundam(1985) masih menyebut judul animenya yakni "Zeta", namun isi lagunya tidak berhubungan sama sekali dengan cerita animenya. Dan konon, lagu berjudul "Zeta Toki wo Koete" tersebut menjadi lagu opening anime pertama yang hits di pasar musik.
Sesudah Zeta baik kata Gundam, karakter, maupun judul animenya sendiri sudah tidak terdengar sama sekali dalam lagu-lagunya(selain Turn A Gundam dan G no Reconquista yang memang spesial annivnya Gundam).
Ironisnya, anime Saint Seiya Omega(2012) justru masih mempertahankan kata "Saint Seiya" dalam OP1 dan 2nya meskipun tokoh utamanya bukan Seiya lagi.
Sejak tengahan 80an, penggunaan lagu yang lebih pop lebih digemari karena bisa menjadi promosi 2 arah bagi sang musisi maupun animenya sendiri, bahkan meskipun lagu tersebut tidak nyambung dengan tema animenya seperti opening Hokuto no Ken
.
Kini, penyebutan judul anime dalam theme songnya biasanya dilakukan pada anime anak-anak(walaupun tidak selalu juga, contohnya Digimon dan Bakuten Shoot Beyblade(2001)), ataupun anime yang sengaja membawa nuansa old-school seperti Jojo dan Kaguya-sama namun umumnya tren ini hanya digunakan di opening pertama saja.
Diluar itu masih ada juga sebagian anime kayak Hataraku Saibou dan Blend S yang meneruskan tradisi ini dan biasanya lagunya dinyanyikan oleh cast animenya sendiri ataupun oleh musisi spesialis original theme song anime seperti JAM Project. Perlu diingat "original theme song" tidak selalu menyebut judul atau istilah animenya, begitu pula sebaliknya. Makanya kadang mana yang soundtrack original dan yang bukan susah dibedakan.
Oh iya hal ini bahkan berlaku untuk beberapa serial asing yang didub Jepang, misalnya ending Spongebob Squarepantsdub jepang yang beda banget sama aslinya. Ataupun opening Teen Titans versi Jepang yang liriknya tidak ada hubungannya dengan judul kartunnya meskipun penyanyinya sama dengan versi Inggrisnya.
Dan kalau diperhatikan lirik theme song anime 70an ke belakang lebih blak-blakan menyebutkan istilah2 seperti nama karakter, jurus-jurus, sampai nama musuhnya. Sedangkan theme song 80an cenderung lebih puitis atau lebih banyak kalimat penyemangat aja.
Contoh lain yang menarik bisa dilihat dari franchise Gundam. Musim pertama Gundamdi tahun 1979 masih menyisipkan kata "Kidou Senshi Gundam" dan "Amuro" di OP dan EDnya.
Sekuel Gundam yaitu Zeta Gundam(1985) masih menyebut judul animenya yakni "Zeta", namun isi lagunya tidak berhubungan sama sekali dengan cerita animenya. Dan konon, lagu berjudul "Zeta Toki wo Koete" tersebut menjadi lagu opening anime pertama yang hits di pasar musik.
Sesudah Zeta baik kata Gundam, karakter, maupun judul animenya sendiri sudah tidak terdengar sama sekali dalam lagu-lagunya(selain Turn A Gundam dan G no Reconquista yang memang spesial annivnya Gundam).
Ironisnya, anime Saint Seiya Omega(2012) justru masih mempertahankan kata "Saint Seiya" dalam OP1 dan 2nya meskipun tokoh utamanya bukan Seiya lagi.

Sejak tengahan 80an, penggunaan lagu yang lebih pop lebih digemari karena bisa menjadi promosi 2 arah bagi sang musisi maupun animenya sendiri, bahkan meskipun lagu tersebut tidak nyambung dengan tema animenya seperti opening Hokuto no Ken
. Kini, penyebutan judul anime dalam theme songnya biasanya dilakukan pada anime anak-anak(walaupun tidak selalu juga, contohnya Digimon dan Bakuten Shoot Beyblade(2001)), ataupun anime yang sengaja membawa nuansa old-school seperti Jojo dan Kaguya-sama namun umumnya tren ini hanya digunakan di opening pertama saja.
Diluar itu masih ada juga sebagian anime kayak Hataraku Saibou dan Blend S yang meneruskan tradisi ini dan biasanya lagunya dinyanyikan oleh cast animenya sendiri ataupun oleh musisi spesialis original theme song anime seperti JAM Project. Perlu diingat "original theme song" tidak selalu menyebut judul atau istilah animenya, begitu pula sebaliknya. Makanya kadang mana yang soundtrack original dan yang bukan susah dibedakan.
Oh iya hal ini bahkan berlaku untuk beberapa serial asing yang didub Jepang, misalnya ending Spongebob Squarepantsdub jepang yang beda banget sama aslinya. Ataupun opening Teen Titans versi Jepang yang liriknya tidak ada hubungannya dengan judul kartunnya meskipun penyanyinya sama dengan versi Inggrisnya.
Quote:
Subtitle Lirik
Hingga tengahan 90an, OP/ED anime apapun genrenya kerap nampilin lirik lagunya dalam bentuk subtitel. Namun kini biasanya cuma anime yang tayang pagi/sore seperti anime anak-anak dan sebagian anime shonen yang masih nampilin subtitel di OP/EDnya seperti Boruto, Conan,dan My Hero Academia. Ukuran teksnya pun makin menyusut dari tahun 60an sampai sekarang.
Selain anime di atas, franchise Gundam pun terakhir make subtitel di seri Turn A Gundam tahun 2000(Gundam AGE kembali make subtitel karena demografinya semua umur, tapi Build Fighter dst gak pake subtitel juga).
Uniknya One Piece & Hunter x Hunter(2011) hanya memakai subtitel untuk OP, tapi tidak di EDnya(pas One Piece masih punya ED tentunya).
Quote:
Penyanyi Pria
Masih soal lagu, mungkin agan sadar kalau lagu anime lebih sering dinyanyikan penyanyi perempuan dibanding laki-laki. Entah sekedar karena penyanyi wanita jumlahnya lebih banyak, atau jangan2 suara perempuan dianggap lebih menarik. Buktinya gak sedikit seiyuwati yang sambilan jadi penyanyi, tapi jarang seiyuwan yang jadi penyanyi, kecuali untuk anime idol cowok yang gak jarang suaranya pas-pasan
.Karena ane sering ngikutin top list OP/ED anime di yutub, ane coba bandingin seberapa banyak pengisi sontrek pria antara list lagu tahun 80an dengan anime kekinian.

Spoiler for itungitungan:
Mayan biar keliatan usaha cari-cari bukti
Yaa ternyata perbedaannya gak sedrastis yang ane kira
, masih keliatan sih penurunannya, tapi bisa aja hitungannya bias.
Kalau penyanyi pria dewasa tidak begitu drastis berkurangnya, penyanyi anak-anak justru hampir tidak pernah terdengar sejak 90an-sekarang. Beberapa anime lawas populer seperti Ninja Hattori, Time Bokan, P-man,dan Astro Boy padahal dinyanyikan oleh paduan suara anak-anak baik sebagai vokal utama maupun pengiring. Yang ane inget belakangan cuma ending Pokemon 2019 aja yang pakai penyanyi anak-anak.
Wait, paduan suara alias choir sendiri juga sepertinya tidak digunakan lagi, paling dipakainya kalo anime idol idolan aja
.Quote:
Lagu Barat
Sebenernya ada part keduanya tapi udah dihapus, mungkin gak lama lagi video di atas bakal ilang juga.
Penonton anime JJBApasti bingung, perasaan lagu-lagu Barat masuk anime baru ngetren belakangan aja, kok dibilang ditinggalkan?

Loh gak juga, pemakaian sontrek Barat dalam opening, ending, maupun insert song anime justru jadi tren singkat di akhir 90an-awal 2000an saat anime mulai boom di luar negeri khususnya Amerika Serikat. Justru 1 dekade belakangan lagu Barat dalam anime cuma didominasi oleh anime Jojo ini.

Bahkan tahukah agan kalau OP2 One Piece pun sebenarnya coveran dari lagu Italia berjudul "Dreamin of You"?
Spoiler for Dreamin of You:
Kalau sekarang mungkin bukan jamannya make lagu Barat tapi lagu Kpop ya

Quote:
Berdiri di Depan Planet

Akhiran opening dengan pose bersama membelakangi bumi jadi pemandangan umum dalam opening-opening anime action anak seperti Bakugan, Cardfight Vanguarddan anime mecha seperti Gundam SEED & 00.
Kalau klise yang ini kayaknya berkurang bukan ditinggalkan atau dilupakan tapi karena salahsatu pelanggannya yakni anime mecha sudah hampir punah, walaupun kalau lihat anime kid show belakangan ini pun udah berkurang yang OPnya kayak gini.
Quote:
Title Card
Sejak era 60an sampai akhir 90an, judul episode biasa dibuatkan segmen sendiri setelah segmen opening. Umumnya judul episode ditampilkan dalam teks besar dan dibacakan oleh narator maupun suara tokoh utamanya.Anime lama seperti Naruto(2001) masih menampilkan title cardditambah suara narator/karakternya. Tapi judul episode Naruto Shippuden hanya dibuat jadi subtitel saja, tanpa suara pula.

Quote:
Mata "Senyum" 

Wajarnya ekspresi senang atau tertawa dalam animasi digambarin selain dengan mulut tersenyum serta mata melengkung ke atas(seperti huruf U terbalik). Hal ini mungkin akan terus diterapkan di dunia animasi sampai kapanpun ya, tapi dalam anime komedi era 80-90an gambar matanya cenderung lebih melengkung tinggi mirip logo mekdi, kadang malah sampai penuh setengah muka
.Anime sekarang termasuk genre komedi cenderung lebih "normal" ngegambarin ekspresi mata ini yaitu hanya melengkung sedikit(lebih mirip emoji "
" ketimbang "
") ataupun dengan ekspresi "X)". Hal ini juga berlaku untuk ekspresi merem atau tidur, tapi biasanya dalam anime lama pun tidak digambarkan melengkung jauh seperti ekspresi senang.Quote:
Adaptasi Novel Barat
![kaskus-image]()
Agan tahu kisah Peter Pan, Jungle Bookdan Wizard of Oz? Pasti tahu dong.Ingat anime Candy Candy? Remi? Little Women?
Selain sama-sama pernah tayang ulang di Spacetoon, kelima judul anime di atas punya persamaan utama yaitu diadaptasi dari karya novel atau buku cerita Barat.
Meskipun sekilas ceritanya hanya berisi kehidupan sehari-hari warga kampung ataupun cerita fantasi yang orang sudah terlanjur familiar(macam Peter Pan di atas), namun anime kayak gini ternyata laku keras loh di era 70-80an. Mungkin saja anime seperti ini dipandang sebagai alternatif dari banyaknya anime action/mecha yang sarat kekerasan, terutama buat anak perempuan.
Sebagian besar judul anime dengan "genre" ini seperti Remi dan Little Women merupakan bagian dari franchise serial World Masterpiece Theatre.
World Masterpiece Theatre tayang rutin dari tahun 1971 hingga 1996, dan sempat comeback tahun 2007-2009, setiap tahun/musimnya acara ini menayangkan judul adaptasi novel yang berbeda.
Sesudah era World Masterpiece Theatre, anime adaptasi novel/komik Barat masih sesekali muncul di tahun 2000an dengan judul-judul seperti Gankutsuou(Count of Monte Cristo), Radiant, Deltora Quest(well sebenernya ini Australia
), dan beragam adaptasi cerita Sherlock Holmes. Tapi cerita bertema fantasi maupun slice of life sudah tergeser oleh karya-karya penulis Jepang sendiri, seperti Akagami no Shirayuki, Violet Evergarden, ataupun Majou no Tabitabi belakangan ini. Meski begitu sudah jarang anime slice of life(non-komedi) dengan target utama anak-anak dibanding masa 80an ke belakang.
Bicara tentang fantasi, anime dengan tokoh utama binatang seperti di atas juga sekarang sudah punah. Meskipun anime seperti ini sejak awal jumlahnya juga gak banyak.
Quote:
Efek Strobo
Teknik yang satu ini paling jelas alasannya kenapa berhenti dipakai. Apa lagi kalau bukan kasus Electric Soldier Porygon atau disebut juga "PokemonShock" di tahun 1997. 
Efek kelap kelip silau lebay ini memang bikin adegan tertentu terkesan lebih heboh dan tegang, namun efeknya gak sebanding dengan sakit mata dan sakit kepala yang didapat penonton. Apalagi sebagian orang punya kecenderungan mudah pingsan ataupun gejala epilepsi saat mendapat efek ini.

Sebelumnya anime seperti Gao Gai Gar(terutama 2 episode awal) dan Yu Yu Hakusho(di episode 38) masih nekat memakai teknik ini. Dalam dunia tokusatsu Kamen Rider Black selalu memakai efek kelap-kelip ini setiap adegan rider kick, namun dihilangkan di versi remasternya(kalau ane lihat di RTV).

Sekarang, tak hanya pemakaian sinar strobo berlebihan yang dilarang dalam media manapun, sebagian anime juga selalu diawali peringatan menonton dengan jarak dan pencahayaan yang aman seperti di atas.
Anime action kayak My Hero Academia & Attack on Titan pun sampai membuat efek redup di beberapa adegan(kelihatan banget di OPnya MHA) supaya penonton gak silau.
Quote:
Nudity
Agan yang merasakan gelombang anime awal 2010an mungkin ingat masa-masa tiap musim muncul anime ecchi kayak Highschool DxD, To Love-Ru, ataupun Seikon no Qwaser. Gak tanggung2, meskipun katanya genre shonen tapi anime2 tersebut gak segan nampilin telanjang dada(ahem.. pentil) terutama di versi uncensorednya. Gak cuma itu, unsur kancut alias pantyshotdan juga "jiggle physics" yang lebay sering tampil pada anime keluaran 2004-2013an.
Ane sendiri ketika dulu nyoba nonton macem-macem anime mecha jadul agak surprised ternyata lumayan banyak juga anime dulu yang berani nampilin BB bahkan termasuk anime semua umur macam Gundam(dari yg pertama sampai Victory juga Turn A), Dragon Ball pertama, dan Gao Gai Gar sekalipun. Selain nudity perempuan, ane juga pernah nonton Chibi Maruko-chan di Spacetoon ada adegan temennya mau berenang tanpa busana tit*tnya beneran diliatin.

Sedikit sejarah, konten nudity sebelum 2010an sudah sempat tenar di akhir 90an mengikuti munculnya anime-anime mature seperti Evangelion. Namun tren fanservice berupa jiggle physics baru naik tahun 2000an, 90an ke belakang malah hampir tidak pernah ada karakter dengan oppai besar seperti yang umum sekarang.
Mungkin ada dua penjelasan terkait tren ini, anime yang bukan genre ecchi seperti Gundam dan Code Geass mungkin sudah nurut sama aturan sensor. Dan mungkin gak akan nampilin BB lagi selain di Movie atau OVA. Itu sebabnya Dorohedoro, JJBA, ataupun Fate Stay Night gak bisa nampilin nipple seperti di sumber karya aslinya.
Sedangkan untuk anime ecchi, ya mungkin orang sudah bosan dengan gag anime ecchi yang itu-itu aja. Apalagi banyak anime non-ecchi juga udah biasa nampilin adegan fanservice baik sekedar mandi, onsen, atau sampe pegang-pegang organ.

Tapi belakangan ane lihat muncul lagi judul-judul yang sedia "versi haram" kayak Overflow, Peter Grill dan Ishuzoku Reviewer. Siapa tau tren anime BB akan bangkit lagi.
Oh iya, ngomongin jiggle2 dan pantyshot barusan, ane denger kedua unsur ini juga sudah makin jarang muncul juga di anime sekarang.
Spoiler for Lain-lain:
Beberapa teknik atau tradisi yang ane rasa sudah jarang dipakai tapi ane gak dapet sumber atau buktinya. Mungkin agan-agan yang tontonannya lebih banyak dari ane tertarik buat cari tahu
.
Jujur aja, ane sendiri gak familiar dengan judul-judul tersebut, kebetulan nemu di youtube aja
.
Yang ane inget ini pernah dipakai di anime One Piece sama Naruto waktu bocah juga. Tapi Jujutsu Kaisen ane liat masih make ini.
.

.Benjol
Biasanya kalau karakter ngelakuin hal nyebelin adalam adegan komedi, kepalanya bakal dipukul karakter lain sampai muncul benjol bertumpuk-tumpuk. Contohnya kayak Shinchan. Kadang juga dalam adegan slapstick ini si karakter yang mukul bakal tiba-tba munculin tongkat atau balok entah dari mana buat nabok karakter pertama tadi.Sweat Drop(Bintik Keringat)
Simbol tetesan air biasa dipakai sebagai ekspresi heran atau bingung. Sekarang biasanya tetesannya lebih kecil(tidak sampai setengah kepala dan warnanya gak biru). Masih ada juga sih anime sekarang kayak The Day I Became God yang masih pakai keduanya, makannya ane taro sini.Paduan Live Action
Gak cuma Spongebob, beberapa anime akhir 90-awal 2000an juga iseng nyampurin rekaman live action di dalam animenya. Contoh Evangelion movie dan Samurai Deeper Kyo. Kemudian OP4 dan 6 Detective conan, Betterman, Nihon ichi Otoko no Tamashi, Kaikan Phrase, Boys Be, dan Papa to Odorou yang seperti dicampur dengan video klip asli band pengisinya. Jujur aja, ane sendiri gak familiar dengan judul-judul tersebut, kebetulan nemu di youtube aja
. Invert Color
Seinget ane efek invert lumayan populer di akhir 90an terutama sesudah ngetrennya produksi anime pakai teknologi digital. Tapi sebelum itu pun cukup umum dipake juga.Yang ane inget ini pernah dipakai di anime One Piece sama Naruto waktu bocah juga. Tapi Jujutsu Kaisen ane liat masih make ini.
Karakter Anak Kecil yang Numpang
Penonton seri Gundam jadul dan Jojo pasti lebih familiar dengan tropesatu ini. Para jagoan nolongin karakter anak-anak di tengah cerita, yang mana para bocah ini lebih sering jadi beban ketimbang bantuin lawan musuh. Jagoan Bunuh Diri
Dalam anime Getter Robo, MS Gundam, dan Zambot 3 ada episode dimana seorang protagonis melakukan kamikazedemi mengalahkan musuh. Di anime Dororo juga ada adegan orangtua Hyakkimaru mengorbankan diri buat alasan yang gak penting
. Original Ending
Akhir cerita anime dibuat beda dari manga, contohnya Slam Dunk dan FMA 2003.Genre Shojo
Ada yang ingat apa aja anime shojo belakangan selain Fruits Basket? 
Quote:
Original Posted By ernestito►
adegan gambar karakter protagonis besar dilangit
adegan post apocalyptic dgn gurun pasir dan shoulder pad mas2 berotot
adegan lari terlambat sekolah sambil gigit roti
udah jarang sekarang
adegan gambar karakter protagonis besar dilangit
adegan post apocalyptic dgn gurun pasir dan shoulder pad mas2 berotot
adegan lari terlambat sekolah sambil gigit roti
udah jarang sekarang
Gimana, udah tercengang belom gan
. Memang kebanyakan poin dari yang ane bahas di atas tidak sepenuhnya ditinggalkan, ada yang berubah ngikutin jaman, ada pula yang menghilang lalu timbul lagi. Kalau menurut agan bagian mana yang paling agan kangenin dari anime jaman dulu? Atau mungkin agan nemu ciri khas lain dari anime lama yang belum ane bahas disini?

Sekian thread semi faedah dari ane mudah-mudahan agan terhibur. Dan sekali lagi, mohon koreksi apabila ada kesalahan dalam thread ini.

Spoiler for semur:
tvtropes.org/pmwiki/pmwiki.php/Main/PastelChalkedFreezeFrame
tvtropes.org/pmwiki/pmwiki.php/Main/SpeedStripes
tvtropes.org/pmwiki/pmwiki.php/Main/JapaneseVisualArtsTropes
wikipedia.org/wiki/Late_night_anime
landofobscusion.blogspot.com/2012/07/early-days-of-late-night-anime-part-1.html
www.kaorinusantara.or.id/newsline/2800/balada-anime-subuh-ala-global-tv
en.wikipedia.org/wiki/Dennou_Senshi_Porygon
tvtropes.org/pmwiki/pmwiki.php/Main/SpeedStripes
tvtropes.org/pmwiki/pmwiki.php/Main/JapaneseVisualArtsTropes
wikipedia.org/wiki/Late_night_anime
landofobscusion.blogspot.com/2012/07/early-days-of-late-night-anime-part-1.html
www.kaorinusantara.or.id/newsline/2800/balada-anime-subuh-ala-global-tv
en.wikipedia.org/wiki/Dennou_Senshi_Porygon
Spoiler for Cek juga thread ane yang lain:
Diubah oleh hyperzectrooper 02-01-2021 11:36
Bubba75 dan 19 lainnya memberi reputasi
20
Kutip
Balas
Tutup