- Beranda
- Stories from the Heart
THE WORLD [MONSTER]
...
TS
the.collega
THE WORLD [MONSTER]
Dibalik kemegahan dan kilauannya dunia ini, ternyata ia menyimpan suatu rahasia tergelap.
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
ARC I "Black Beat Beaters"
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
Quote:
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
Spoiler for Cerita Jenaka:
ARC I "Black Beat Beaters"
Spoiler for ARC I:
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
Spoiler for ARC II:
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
Spoiler for ARC III:
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
Spoiler for ARC IV:
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
Spoiler for ARC V:
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
Spoiler for ARC VI:
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
Spoiler for ARC VII:
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
Spoiler for ARC VIII:
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
Spoiler for ARC IX:
- Chapter 198
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
Diubah oleh the.collega 07-05-2025 14:12
eldini dan 34 lainnya memberi reputasi
25
27.8K
Kutip
702
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.7KAnggota
Tampilkan semua post
TS
the.collega
#41
Chapter 29
Javier tertawa sangat keras sekali ketika kapten Julian berbicara lantang seperti itu padanya.
“Persiapkan dirimu, seranganku berikutnya akan sangat mematikan!” ucap kapten Julian seraya berlari mendekati Javier.
Jual beli serangan terjadi antar keduanya, bahkan gesekan katana milik kapten Julian dengan tubuh Javier menimbulkan percikan-cikan api. Kapten Julian melihat beberapa luka sayatan tipis di tubuh Javier dengan perlahan menghilang dan tubuhnya kini mulus kembali. Kekuatan regen yang hebat jika dibandingkan dengan Beaters non clan lainnya seperti yang berwarna coklat dan hijau.
“Segitu saja?” kali ini Javier yang mengolok kekuatan kapten Julian, ia bergerak dengan kecepatan yang tinggi. Menggunakan otot lengannya tuk melakukan serangan mendadak yang ia beri nama ‘lariat’.
Kapten Julian yang masih mampu melihat serangan itu memutar badannya tuk menghindari serangan dari Javier, tetapi angin yang terbelah barusan akibat serangan Javier berhasil melukai kening kapten Julian. Darah segar mengalir walaupun hanya tetesan-tetesan kecil karena keningnya sobek.
“Eh?....,” kapten Julian memegangi keningnya setelah merasakan ada yang bergerak dari sana, “cih…padahal aku mampu menghindarinya,” sambil melihat jarinya yang berdarah.
Pandangan kapten Julian sedikit teralihkan dengan kehadiran sosok Werner yang masih terbaring lemah, sekarang bentuk wajahnya sedikit lebih baik karena regen miliknya sudah bekerja.
“Hmm..jadi ini yang menemani Solo? Aku belum melihatnya sih…,” kapten Julian menoleh dengan cepat, kali ini pipinya yang tergores terkena serangan dari Javier. “lengah sedikit saja, aku bisa mati!”
Javier kembali menunjukan kuda-kudanya, tiba-tiba suhu ruangan menjadi hangat membuat gerah semua yang ada di lantai bawah ini.
“Panas sekali, apa yang dilakukannya?” kapten Julian melihat butir-butiran air berjalan lewat di depan matanya. “eh?” sekarang dari telapak tangannya juga. Butiran-butiran air itu berkumpul di sekitar Javier, “celaka!”
“HAHA!” sebuah tombak yang dibuat berdasarkan butiran-butiran air itu terkumpul, sekali lagi Javier memutarkan badannya. “RASAKAN!” Javier memutarkan badannya menghadap kebelakang, memutuskan untuk menyerang Paul yang sedari tadi tidak beranjak dari tempatnya.
“PAUL!”
Sebuah tombak air melesat kencang menuju ke arah Paul, refleknya sedikit terlambat namun ia berhasil menahannya dengan katana yang masih bersarang disarungnya. Sarung katanya hancur lalu tubuh Paul terpental hebat jauh kebelakang hingga menabrak dinding akibat menahan serangan dari Javier. Tubuhnya terjatuh, Paul tertunduk dan darah segar terlihat dari dinding yang berwarna putih itu.
Kapten Julian sangat kesal atas tindakan Javier yang sangat memalukan, menyerang seseorang yang sedang tidak bertarung dengannya. Namun di sisi lain kapten Julian takjub dengan reflek Paul dalam menghadapi serangan yang mendadak seperti itu. Amarah kapten Julian tidak terbendung lagi, katananya perlahan berubah warna menjadi ungu.
“Kurang ajar!”
“Maaf, tanganku licin…,” ucap Javier dengan santai cenderung becanda. “mengubah warna pedangmu tidak akan merubah keadaan, aku akan tetap menang…karena….,” kapten Julian menyerangnya, namun belum juga sampai didekatnya langkah kapten Julian terhenti.
“Ugh!” kapten Julian mengeluarkan darah yang banyak dari mulutnya, seketika badannya kaku.
Javier mengeluarkan trik lainnya, selain mengambil cairan dari tubuh lawannya. Ternyata Javier dapat juga mengontrol cairan itu sewaktu masih menempel di tubuh lawan. Dengan keahliannya membuat suhu ruangan menjadi panas, otomatis cairan tubuh keluar dengan sendirinya karena reaksi alamiah tubuh. Keringat yang masih menempel di tubuh kapten Julian, ia jadikan jarum-jarum tajam yang menusuk hingga menembus kulitnya.
Sekujur tubuh kapten Julian tertusuk jarum air yang dihasilkan oleh dirinya sendiri, dari jas hitamnya mengucur darah segar, begitupun dengan kemeja putih yang perlahan berubah menjadi merah. Di saat kapten Julian terdiam terpaku, Javier mengumpulkan semua darah yang keluar dari tubuh kapten Julian. Membentuknya kembali menjadi sebuah tombak yang siap ditembakan kapan saja. Apalagi dengan jarak sedekat ini, butuh kecepatan super seperti Djohan jika ingin menghindari serangan Javier.
“Rasakan ini,” tubuh Javier berputar. “MATI KA----“ sosok kapten Julian didepannya tiba-tiba menghilang. Javier menoleh arah kanannya secara perlahan, tangan yang sedang memegang tombak darah meliuk-liuk di udara. Lalu jatuh dan menghancurkan tombak darahnya. “A…apa?!” tidak mempercayai apa yang terjadi padanya.
“Naughty Matsumoto!” ucap kapten Julian yang sekarang sudah dibelakang Javier.
“NA…, cih!” ucap Javier sambil memegangi tangan kanannya yang menyisakan sedikit bagian. “tangan ini akan…,” sisa tangan kanan Javier tiba-tiba berubah warna dan membusuk. “apa yang kau lakukan!”
Naughty Matsumoto adalah bentuk katana kapten Julian yang sudah dipenuhi dengan racun khusus untuk membunuh Beaters. Biasanya racun ini sudah ditempatkan pada peluru khusus yang biasa digunakan oleh anggota BASS secara umum. Dengan menekan bagian bawah gagang katananya, racun mulai naik dan merubah warna besi menjadi ungu pekat.
Alasan khusus kapten Julian menggunakan katana dibandingkan pistol dengan peluru khususnya adalah, besi katana bisa terus diasah dalam pertarungan. Maka daya hancurkan akan terus meningkat seperti layaknya pisau yang terus diasah maka akan menjadi sangat tajam. Dibandingkan pistol dengan peluru daya hancurnya akan terus sama, jika musuh semakin kuat maka peluru itu tidak akan berarti apa-apa dan racunnya tidak akan masuk ke dalam tubuh Beaters.
“Aku akan terus bertambah cepat, bertambah kuat, dan pada saatnya aku yang akan mengalahkannya!” kapten Julian berjalan perlahan mendekati Javier. “racunnya masih kuat untuk Beaters non clan seperti mu rupanya, berarti dengan ini sudah dipastikan. Racun kami memang lemah terhadap Beaters royal clan, ahh…sangat menyebalkan,” berbicara seenaknya kepada musuhnya.
“Tubuhku….,” Javier merasakan kaku yang sangat amat pada tubuhnya, ia bahkan tidak bisa menggerakan jarinya. Sementara itu racun semakin menyebar dan bagian tubuh yang membusuk perlahan terkikis menghilang.
Kapten Julian mengangkat katanya dengan kedua tangannya ke atas, “Final blow, NAUGHTY SLASH!” tubuh Javier terbelah dua setelah kapten Julian menebasnya.
Quote:
Javier tertawa sangat keras sekali ketika kapten Julian berbicara lantang seperti itu padanya.
“Persiapkan dirimu, seranganku berikutnya akan sangat mematikan!” ucap kapten Julian seraya berlari mendekati Javier.
Jual beli serangan terjadi antar keduanya, bahkan gesekan katana milik kapten Julian dengan tubuh Javier menimbulkan percikan-cikan api. Kapten Julian melihat beberapa luka sayatan tipis di tubuh Javier dengan perlahan menghilang dan tubuhnya kini mulus kembali. Kekuatan regen yang hebat jika dibandingkan dengan Beaters non clan lainnya seperti yang berwarna coklat dan hijau.
“Segitu saja?” kali ini Javier yang mengolok kekuatan kapten Julian, ia bergerak dengan kecepatan yang tinggi. Menggunakan otot lengannya tuk melakukan serangan mendadak yang ia beri nama ‘lariat’.
Kapten Julian yang masih mampu melihat serangan itu memutar badannya tuk menghindari serangan dari Javier, tetapi angin yang terbelah barusan akibat serangan Javier berhasil melukai kening kapten Julian. Darah segar mengalir walaupun hanya tetesan-tetesan kecil karena keningnya sobek.
“Eh?....,” kapten Julian memegangi keningnya setelah merasakan ada yang bergerak dari sana, “cih…padahal aku mampu menghindarinya,” sambil melihat jarinya yang berdarah.
Pandangan kapten Julian sedikit teralihkan dengan kehadiran sosok Werner yang masih terbaring lemah, sekarang bentuk wajahnya sedikit lebih baik karena regen miliknya sudah bekerja.
“Hmm..jadi ini yang menemani Solo? Aku belum melihatnya sih…,” kapten Julian menoleh dengan cepat, kali ini pipinya yang tergores terkena serangan dari Javier. “lengah sedikit saja, aku bisa mati!”
Javier kembali menunjukan kuda-kudanya, tiba-tiba suhu ruangan menjadi hangat membuat gerah semua yang ada di lantai bawah ini.
“Panas sekali, apa yang dilakukannya?” kapten Julian melihat butir-butiran air berjalan lewat di depan matanya. “eh?” sekarang dari telapak tangannya juga. Butiran-butiran air itu berkumpul di sekitar Javier, “celaka!”
“HAHA!” sebuah tombak yang dibuat berdasarkan butiran-butiran air itu terkumpul, sekali lagi Javier memutarkan badannya. “RASAKAN!” Javier memutarkan badannya menghadap kebelakang, memutuskan untuk menyerang Paul yang sedari tadi tidak beranjak dari tempatnya.
“PAUL!”
Sebuah tombak air melesat kencang menuju ke arah Paul, refleknya sedikit terlambat namun ia berhasil menahannya dengan katana yang masih bersarang disarungnya. Sarung katanya hancur lalu tubuh Paul terpental hebat jauh kebelakang hingga menabrak dinding akibat menahan serangan dari Javier. Tubuhnya terjatuh, Paul tertunduk dan darah segar terlihat dari dinding yang berwarna putih itu.
Kapten Julian sangat kesal atas tindakan Javier yang sangat memalukan, menyerang seseorang yang sedang tidak bertarung dengannya. Namun di sisi lain kapten Julian takjub dengan reflek Paul dalam menghadapi serangan yang mendadak seperti itu. Amarah kapten Julian tidak terbendung lagi, katananya perlahan berubah warna menjadi ungu.
“Kurang ajar!”
“Maaf, tanganku licin…,” ucap Javier dengan santai cenderung becanda. “mengubah warna pedangmu tidak akan merubah keadaan, aku akan tetap menang…karena….,” kapten Julian menyerangnya, namun belum juga sampai didekatnya langkah kapten Julian terhenti.
“Ugh!” kapten Julian mengeluarkan darah yang banyak dari mulutnya, seketika badannya kaku.
Javier mengeluarkan trik lainnya, selain mengambil cairan dari tubuh lawannya. Ternyata Javier dapat juga mengontrol cairan itu sewaktu masih menempel di tubuh lawan. Dengan keahliannya membuat suhu ruangan menjadi panas, otomatis cairan tubuh keluar dengan sendirinya karena reaksi alamiah tubuh. Keringat yang masih menempel di tubuh kapten Julian, ia jadikan jarum-jarum tajam yang menusuk hingga menembus kulitnya.
Sekujur tubuh kapten Julian tertusuk jarum air yang dihasilkan oleh dirinya sendiri, dari jas hitamnya mengucur darah segar, begitupun dengan kemeja putih yang perlahan berubah menjadi merah. Di saat kapten Julian terdiam terpaku, Javier mengumpulkan semua darah yang keluar dari tubuh kapten Julian. Membentuknya kembali menjadi sebuah tombak yang siap ditembakan kapan saja. Apalagi dengan jarak sedekat ini, butuh kecepatan super seperti Djohan jika ingin menghindari serangan Javier.
“Rasakan ini,” tubuh Javier berputar. “MATI KA----“ sosok kapten Julian didepannya tiba-tiba menghilang. Javier menoleh arah kanannya secara perlahan, tangan yang sedang memegang tombak darah meliuk-liuk di udara. Lalu jatuh dan menghancurkan tombak darahnya. “A…apa?!” tidak mempercayai apa yang terjadi padanya.
“Naughty Matsumoto!” ucap kapten Julian yang sekarang sudah dibelakang Javier.
“NA…, cih!” ucap Javier sambil memegangi tangan kanannya yang menyisakan sedikit bagian. “tangan ini akan…,” sisa tangan kanan Javier tiba-tiba berubah warna dan membusuk. “apa yang kau lakukan!”
Naughty Matsumoto adalah bentuk katana kapten Julian yang sudah dipenuhi dengan racun khusus untuk membunuh Beaters. Biasanya racun ini sudah ditempatkan pada peluru khusus yang biasa digunakan oleh anggota BASS secara umum. Dengan menekan bagian bawah gagang katananya, racun mulai naik dan merubah warna besi menjadi ungu pekat.
Alasan khusus kapten Julian menggunakan katana dibandingkan pistol dengan peluru khususnya adalah, besi katana bisa terus diasah dalam pertarungan. Maka daya hancurkan akan terus meningkat seperti layaknya pisau yang terus diasah maka akan menjadi sangat tajam. Dibandingkan pistol dengan peluru daya hancurnya akan terus sama, jika musuh semakin kuat maka peluru itu tidak akan berarti apa-apa dan racunnya tidak akan masuk ke dalam tubuh Beaters.
“Aku akan terus bertambah cepat, bertambah kuat, dan pada saatnya aku yang akan mengalahkannya!” kapten Julian berjalan perlahan mendekati Javier. “racunnya masih kuat untuk Beaters non clan seperti mu rupanya, berarti dengan ini sudah dipastikan. Racun kami memang lemah terhadap Beaters royal clan, ahh…sangat menyebalkan,” berbicara seenaknya kepada musuhnya.
“Tubuhku….,” Javier merasakan kaku yang sangat amat pada tubuhnya, ia bahkan tidak bisa menggerakan jarinya. Sementara itu racun semakin menyebar dan bagian tubuh yang membusuk perlahan terkikis menghilang.
Kapten Julian mengangkat katanya dengan kedua tangannya ke atas, “Final blow, NAUGHTY SLASH!” tubuh Javier terbelah dua setelah kapten Julian menebasnya.
redrices dan 6 lainnya memberi reputasi
7
Kutip
Balas