Kaskus

Entertainment

nada.selaAvatar border
TS
nada.sela
Kegelisahan Ane di Era Post Truth
Halo gan balik lagi bersama nada.sela dah lama ga bikin thread emoticon-Malu (S)

Kegelisahan Ane di Era Post Truth
sumber gambar

Ane mau bahas tentang era sekarang yang dibilang post truth, nulis gabut jadi panjang deh emoticon-Malu (S)

Tau dong post truth itu apa

Nih artikel di Pikiran RakyatBarang kali bantu

Quote:


Yak yang kita tahu di era sekarang ini, banyak sekali ilmu pengetahuan yang bisa kita akses. Sangat banyak hingga kita tidak bisa melihat mana yang benar. Era post truth yang sudah tiba. Era dimana kita tidak bisa mempercayai berita. Era dimana berita yang muncul adalah hal yang kita sukai bukan kebenaran yang kita butuhkan. Bukannya tambah tercerahkan banyak orang yang tersesatkan atas berita palsu ataupun menambah kekerasan kepalanya pada sebuah ideologi yang mereka anut. Pengkultusan orang yang cenderung emosional banyak bicara lebih menarik dibandingkan dengan penjelasan ilmiah yang masuk akal.

Kegelisahan Ane di Era Post Truth

Orang-orang semakin tidak bisa membedakan kebenaran fakta karena yang disajikan adalah pembenaran yang kita inginkan. Algoritma media social mengacaukan persepsi kita akan fakta dan membelah kita dalam mencapai pemahaman. Diskusi satu arah dan debat kusir sudah menjadi makanan sehari-hari di media informasi.

Kegelisahan Ane di Era Post Truth

Ketidaksiapan ilmu dan moralitas dalam memproses informasi yang banyak menjadi penyebab. Kaum konservatif justru semakin berkembang karena mereka larut dalam berita yang mereka inginkan dan tidak mengindakhan fakta yang memerlukan metode ilmiah untuk membuktikannya. Kaum moderat yang cenderung apatis semakin kalah suara dan menjadi insecure atas berkoar koarnya kaum konservatif di medsos. Kaum moderat sendiri yang memiliki kemampuan intelek jumlahnya tidak banyak. Algoritma media sosial merusak pemikiran intelek jatuh ke dalam kehidupan hedonis, teori pseudoscience, teori konspirasi, dan hal-hal keduniaan. Sementara kaum konservatif semakin solid dan keras bersuara bahkan berkembang pesat.
Kegelisahan Ane di Era Post TruthKegelisahan Ane di Era Post Truth


Fenomena-fenomena ini membuat resah seluruh dunia. Menguasai diri agar tidak terpengaruh algoritma big company, iming iming palsu marketing untuk produk overvalue, dan penggiringan opini politisi dan media menjadi pengertian kemerdekaan yang sebenarnya di era post truth ini. Tidak berpatokan pada satu referensi opini dan memilah yang dirasa masuk akal dari seluruh referensi itu atau yang buku-buku sosiologi katakan local genius. Menggelikan, yang diagung-agungkan buku pelajaran tentang Indonesia adalah local genius malah menjadi masalah di era sekarang ini . Betapa menyedihkannya kemampuan orang Indonesia memiliki hal tersebut.

Kegelisahan Ane di Era Post Truth

Tetapi, yang namanya perubahan membutuhkan sebuah konflik. Konflik yang sekarang kita alami sekarang, saya harap merupakan proses menuju perubahan yang lebih baik, at least buat diri kita sendiri. Hal yang paling ditakutkan manusia sejak dulu memang adalah sebuah kebenaran atau fakta. Dibalik sebuah konflik adal fakta yang ditakutkan yang menimbulkan keributan. Biasakan diri kita untuk tidak tersinggung atas fakta apalagi jika hanya sekedar gurauan jenaka.

Kegelisahan Ane di Era Post Truth


Kesepakatan moralitas cepat atau lambat akan bergeser dan itu adalah sebuah kepastian. Pastikan saja nilai yang kita anut membuat kita damai dan orang lain damai. Hitam atau putih. Menolak modernisasi dan larut dalam kekolotan egois konservatif yang mengganggu tatanan hidup modern atau larut dalam modernisasi dengan kehedonismenya yang membentuk jiwa menjadi individualistis egoisentris. Hey! Jangan jadi keduanya! Itu yang saya benci dari pemikiran ekstrim konservatif dan modern. Mereka selalu memaksakan kita harus terpecah belah. Mereka yang saya maksud itu yang mendapat manfaat atas generalisasi ini.

Kegelisahan Ane di Era Post Truth

Menurut agan sendiri bagaimana kita harus bersikap? emoticon-Malu (S)

Cendol rate comment share biar ane dapet endorpin emoticon-Kaskus Banget




Diubah oleh nada.sela 20-11-2020 22:03
n.h3Avatar border
nohopemiracleAvatar border
nirankaraAvatar border
nirankara dan 39 lainnya memberi reputasi
38
5.4K
177
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
The Lounge
KASKUS Official
1.3MThread106.3KAnggota
Tampilkan semua post
Abc..ZAvatar border
Abc..Z
#36
Selamat datang di era pengkultusan/berhala, dimana pujaan mereka harus selalu terlihat benar (kata lainnya denial)

Udah banyak kok kejadian

Theist kolot denial kalo palestina itu hidupnya makmur - ada dan gw sering liat

Pendakwah (uskup, romo, pendeta, vikaris, majelis gereja, coordinator pelayanan, ulama, kyai, ustad dlsb) bermental superiority complex - tontonan sehari hari, malah gereja gw pernah jadikan ini sebagai bahan satir ("bapak ibu kalau mau merasakan jadi orang penting dan secara esensial kebal dalam berbagai aspek, mendingan jadi politikus ato nggak pendakwah.. Pendakwah enak lho, statement nya absolut, punya massa dan kalo punya prestasi pelanggaran pasti bisa hilang dengan sendirinya, saya ngalamin sendiri lho, ahli K3 ngomong berbusa busa sampai dipraktekan omongannya tidak didengar, saya cuman tes asal ngomong yang penting rajin mandi sama cuci tangan saja langsung dielu elukan dan dianggap fakta, di semua agama selalu kejadian kok seperti ini"-ini pendeta awalnya penasaran kenapa banyak yang suka anggep pendakwah itu ego tinggi ama suka dicap serba tahu awalnya, dia ngeteslah beneran gak pendakwah asal jeplak aja diiyain massa.... Hasilnya ya bisa ditebaklah) emoticon-Ngakak (S)

Feminazi
SJW

Dlsb

Yang sering gw liat sih pendakwah ego tinggi

Ya sekali lagi jangan kaget di era post truth ama era idol sekarang, karena intinya "yang gw senang dan sukai itu fakta, dan lu mesti terima"

Kesannya fanatik, tapi ya gimana lagi.... Kita hidup di era dimana reputasi dan brand recognition itu hal terpenting dibanding kebersamaan dan integritas emoticon-Big Grin
nada.sela
hhendryz
hhendryz dan nada.sela memberi reputasi
2
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.