- Beranda
- Stories from the Heart
THE WORLD [MONSTER]
...
TS
the.collega
THE WORLD [MONSTER]
Dibalik kemegahan dan kilauannya dunia ini, ternyata ia menyimpan suatu rahasia tergelap.
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
ARC I "Black Beat Beaters"
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
Quote:
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
Spoiler for Cerita Jenaka:
ARC I "Black Beat Beaters"
Spoiler for ARC I:
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
Spoiler for ARC II:
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
Spoiler for ARC III:
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
Spoiler for ARC IV:
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
Spoiler for ARC V:
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
Spoiler for ARC VI:
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
Spoiler for ARC VII:
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
Spoiler for ARC VIII:
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
Spoiler for ARC IX:
- Chapter 198
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
Diubah oleh the.collega 07-05-2025 14:12
eldini dan 34 lainnya memberi reputasi
25
27.8K
Kutip
702
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
the.collega
#38
Chapter 27
Solo menaiki lantai dua yang kondisinya gelap minim penerangan, ia berkilah seandainya membawa Lio maka pencariannya jauh lebih mudah. Namun Solo salah mengira ketika suatu cahaya samar-samar dari suatu ruangan, perlahan ia mendekati sumber cahaya itu. Sebuah pintu terbuka menunjukan ruangan itu adalah sumber dari cahaya yang ia lihat.
Solo masuk melalui pintu yang terbuka itu, ia sedikit terkejut ketika melihat sosok yang berdiri di depan cahaya yang berasal dari layar komputer. Sosok itu adalah seorang perempuan yang usianya lebih muda darinya, mungkin lebih tua sedikit dibanding Lio. Wajahnya menyeringai namun tidak terlalu jelas, ia menunjukan keberaniannya dengan mengarah kan pistol ke arah muka Solo.
“Hehe…tak ku sangka Javier bisa kalah semudah itu, oleh seorang wanita tua pula?” Dahi Solo terangkat ketika mendengarnya. “sudah sepatutnya aku tidak mengandalkan Beaters…. Pertarungannya saja tidak terdengar sampai sini,” wanita muda ini mengeluh
“Jadi kamu yang menyebarkan video itu ke publik?” tanya Solo langsung terarah
Perempuan muda itu tertawa, posisi lengannya pun berubah-ubah. Sangat mudah sekali bagi Solo tuk langsung menyerangnya, tetapi tidak ia lakukan. Solo ingin mengorek informasi dahulu dari wanita muda ini.
“BENAR! Aku yang melakukannya! Orang-orang di sini sangat jahat! Aku orang yang pintar, jenius, tetapi mereka tidak ada yang mau memperkerjakan diriku karena wajahku seperti ini!” sambil tetap menodongkan pistolnya ke arah Solo, perempuan muda ini berjalan menuju saklar.
Ruangan yang tadinya gelap mendadak terang dan sangat jelas memperlihatkan wajah wanita muda ini. Sebagian kulit wajahnya terkelupas sehingga menunjukan warna yang berbeda dari kulit seharusnya, luka bekas terbakar sangat jelas terlihat hingga bagian leher yang masih bisa mengintip lewat balutan kerah kemeja.
Solo terkejut melihatnya, padahal dari mata seorang wanita, menurut Solo wajah wanita muda ini masih terlihat cantik. justru perbedaan warna kulit diwajahnya membuatnya tampil beda dan unik. Senyuman Solo yang memuji wanita muda ini dalam benaknya malah disalah artikan oleh wanita muda ini. Tangannya semakin erat menggenggam pistolnya.
“ITU! Senyuman-senyuman yang mengolok-ngolok ku, memang benar orang-orang di Surban memang pantas menjadi santapan utama dari Beaters!”
“Tunggu…bukan seperti itu,” Solo mencoba meyakinkan wanita muda didepannya ini. “kamu memiliki wajah yang can---,” belum selesai mengatakannya, sebuah suara tembakan terdengar, meleset tidak mengenai Solo.
“DIAM! DIAM!” emosi wanita muda ini makin tidak terkendali.
Suara tembakan itu terdengar sampai lantai bawah, di mana Werner dan Javier masih melakukan pertarungan. Werner masih kesulitan melumpuhkan Javier, terlihat dari posisinya saat ini yang terlentang di atas alat-alat fitness.
“Oh…padahal temanmu itu seorang wanita, tetapi nampaknya hal itu malah memudahkan Katie tuk melakukannya….,” sesaat kemudian Javier menyadari bahwa teman dari Beaters kuning dihadapannya itu adalah Beaters juga. “ah…wanita itu Beaters…tentu saja.”
“Tidak mungkin Solo mati hanya karena satu tembakan saja,” Werner bangun, menepuk-nepuk pundaknya menghilangkan debu. “hei gumpalan otot, lawanmu itu aku!” Werner mengeluhkan lamanya squad dari BASS datang, biasanya mereka siap siaga menghadapi situasi seperti ini.
“Hm…,” Javier menatapnya dingin. “Beaters kuning bodoh ini menghalangi jalanku, Katie tidak akan selamat melawan wanita berdada besar itu sendirian.”
Javier merubah kuda-kudanya, kedua kakinya ditekut sedikit. Lalu kedua tangannya menadah ke atas, seperti pemain American Football. Secara perlahan tetesan keringat keluar dari sekujur tubuh Javier. Werner yang terdiam saja diposisinya tidak mengetahui apa yang dilakukan oleh Javier. Keringat yang membasahi tubuh Javier semakin banyak, di sini Javier malah tersenyum lebar.
“Aku tidak perduli kau seorang Beaters atau tidak, tapi jarum keringatku ini sangat tajam…”
Keringat yang terkumpul di badan Javier terangkat semua, melayang di sekitar Javier. Bentuknya yang transparan sama sekali tidak terlihat oleh Werner.
“MATI KAU!” butiran-butiran keringat itu meruncing dan langsung menerjang Werner.
“Argh!....” sekujur tubuh Werner mulai dari kepala hingga badannya terkena serangan dari Javier, ia pun merasakan sakit. “apa itu,” lalu mulai tersadar akan cairan bening yang ia lihat di permukaan tangannya. “air?...bukan! itu….,” Werner mencoba bersembunyi di antara alat-alat fitness itu, cara ini sedikit mengurangi serangan dari Javier.
Menggunakan keringat, lalu dia ubah menjadi runcing seperti jarum. Aku baru ingat dia seorang olahragawan, pasti ia berkeringat banyak!Pemikiran sederhana dari Werner cukup untuk membuatnya bertahan setidaknya sampai saat ini.
Sebuah lubang berasap bekas peluru yang dilontarkan oleh Katie barusan terlihat di dinding tepat di samping Solo. Tembakannya meleset karena emosi Katie yang tidak stabil akibat Solo yang ingin mengucapkan kata terlarang untuk Katie.
“Jangan sekali-kali kau mengatakan kata itu didepanku! Aku tidak akan memaafkanmu!”
“Dengar…aku juga pernah berada diposisimu, saat orang-orang menganggap keberadaanmu itu ada dan itu sangat menyebalkan. Tetapi, apakah semua orang di sini pantas mendapatkannya? Sebuah terror yang mengancam jiwa mereka?” Katie tersenyum lalu lama-lama malah tertawa.
“Ya! Mereka semua pantas MATI!”
“Baiklah,” Solo mengulurkan tangannya, dan dari tangannya itu keluar sebuah tali berduri mirip tangkai bunga mawar. Seketika tali berduri itu melilit pistol yang dipegang Katie, lalu Solo melemparnya jauh. Pistol berada jauh dari Katie, ia harus berlari untuk menjangkaunya. Tetapi melihat tali berduri Solo yang mampu memanjang tidak mungkin bagi Katie tuk meraih pistolnya kembali.
Solo berjalan mendekati Katie, dengan tali berdurinya yang menggeliat bagaikan ular. Katie yang panik mencoba mencari sesuatu untuk melawan, tetapi hanyalah pistol itu saja yang ia dapatkan dari Allison. Katie menempelkan badannya ke dinding, sedangkan Solo semakin mendekat. Kengeriannya semakin menjadi ketika tahu apa yang Beaters bisa lakukan pada dirinya, akibat terlalu banyak menonton video menyeramkan yang ia retas sendiri.
“Membunuhku juga tidak akan menyelesaikan masalah, semua video di komputer itu sudah kuhapus semua!” ucapannya yang tidak berarti apa-apa bagi Solo.
“Ya…,” sebuah gestur yang tidak pernah dibayangkan oleh Katie, Solo menghampirinya kemudian memeluknya. Air matanya bercururan. “maafkan aku….”
Quote:
Solo menaiki lantai dua yang kondisinya gelap minim penerangan, ia berkilah seandainya membawa Lio maka pencariannya jauh lebih mudah. Namun Solo salah mengira ketika suatu cahaya samar-samar dari suatu ruangan, perlahan ia mendekati sumber cahaya itu. Sebuah pintu terbuka menunjukan ruangan itu adalah sumber dari cahaya yang ia lihat.
Solo masuk melalui pintu yang terbuka itu, ia sedikit terkejut ketika melihat sosok yang berdiri di depan cahaya yang berasal dari layar komputer. Sosok itu adalah seorang perempuan yang usianya lebih muda darinya, mungkin lebih tua sedikit dibanding Lio. Wajahnya menyeringai namun tidak terlalu jelas, ia menunjukan keberaniannya dengan mengarah kan pistol ke arah muka Solo.
“Hehe…tak ku sangka Javier bisa kalah semudah itu, oleh seorang wanita tua pula?” Dahi Solo terangkat ketika mendengarnya. “sudah sepatutnya aku tidak mengandalkan Beaters…. Pertarungannya saja tidak terdengar sampai sini,” wanita muda ini mengeluh
“Jadi kamu yang menyebarkan video itu ke publik?” tanya Solo langsung terarah
Perempuan muda itu tertawa, posisi lengannya pun berubah-ubah. Sangat mudah sekali bagi Solo tuk langsung menyerangnya, tetapi tidak ia lakukan. Solo ingin mengorek informasi dahulu dari wanita muda ini.
“BENAR! Aku yang melakukannya! Orang-orang di sini sangat jahat! Aku orang yang pintar, jenius, tetapi mereka tidak ada yang mau memperkerjakan diriku karena wajahku seperti ini!” sambil tetap menodongkan pistolnya ke arah Solo, perempuan muda ini berjalan menuju saklar.
Ruangan yang tadinya gelap mendadak terang dan sangat jelas memperlihatkan wajah wanita muda ini. Sebagian kulit wajahnya terkelupas sehingga menunjukan warna yang berbeda dari kulit seharusnya, luka bekas terbakar sangat jelas terlihat hingga bagian leher yang masih bisa mengintip lewat balutan kerah kemeja.
Solo terkejut melihatnya, padahal dari mata seorang wanita, menurut Solo wajah wanita muda ini masih terlihat cantik. justru perbedaan warna kulit diwajahnya membuatnya tampil beda dan unik. Senyuman Solo yang memuji wanita muda ini dalam benaknya malah disalah artikan oleh wanita muda ini. Tangannya semakin erat menggenggam pistolnya.
“ITU! Senyuman-senyuman yang mengolok-ngolok ku, memang benar orang-orang di Surban memang pantas menjadi santapan utama dari Beaters!”
“Tunggu…bukan seperti itu,” Solo mencoba meyakinkan wanita muda didepannya ini. “kamu memiliki wajah yang can---,” belum selesai mengatakannya, sebuah suara tembakan terdengar, meleset tidak mengenai Solo.
“DIAM! DIAM!” emosi wanita muda ini makin tidak terkendali.
Suara tembakan itu terdengar sampai lantai bawah, di mana Werner dan Javier masih melakukan pertarungan. Werner masih kesulitan melumpuhkan Javier, terlihat dari posisinya saat ini yang terlentang di atas alat-alat fitness.
“Oh…padahal temanmu itu seorang wanita, tetapi nampaknya hal itu malah memudahkan Katie tuk melakukannya….,” sesaat kemudian Javier menyadari bahwa teman dari Beaters kuning dihadapannya itu adalah Beaters juga. “ah…wanita itu Beaters…tentu saja.”
“Tidak mungkin Solo mati hanya karena satu tembakan saja,” Werner bangun, menepuk-nepuk pundaknya menghilangkan debu. “hei gumpalan otot, lawanmu itu aku!” Werner mengeluhkan lamanya squad dari BASS datang, biasanya mereka siap siaga menghadapi situasi seperti ini.
“Hm…,” Javier menatapnya dingin. “Beaters kuning bodoh ini menghalangi jalanku, Katie tidak akan selamat melawan wanita berdada besar itu sendirian.”
Javier merubah kuda-kudanya, kedua kakinya ditekut sedikit. Lalu kedua tangannya menadah ke atas, seperti pemain American Football. Secara perlahan tetesan keringat keluar dari sekujur tubuh Javier. Werner yang terdiam saja diposisinya tidak mengetahui apa yang dilakukan oleh Javier. Keringat yang membasahi tubuh Javier semakin banyak, di sini Javier malah tersenyum lebar.
“Aku tidak perduli kau seorang Beaters atau tidak, tapi jarum keringatku ini sangat tajam…”
Keringat yang terkumpul di badan Javier terangkat semua, melayang di sekitar Javier. Bentuknya yang transparan sama sekali tidak terlihat oleh Werner.
“MATI KAU!” butiran-butiran keringat itu meruncing dan langsung menerjang Werner.
“Argh!....” sekujur tubuh Werner mulai dari kepala hingga badannya terkena serangan dari Javier, ia pun merasakan sakit. “apa itu,” lalu mulai tersadar akan cairan bening yang ia lihat di permukaan tangannya. “air?...bukan! itu….,” Werner mencoba bersembunyi di antara alat-alat fitness itu, cara ini sedikit mengurangi serangan dari Javier.
Menggunakan keringat, lalu dia ubah menjadi runcing seperti jarum. Aku baru ingat dia seorang olahragawan, pasti ia berkeringat banyak!Pemikiran sederhana dari Werner cukup untuk membuatnya bertahan setidaknya sampai saat ini.
Sebuah lubang berasap bekas peluru yang dilontarkan oleh Katie barusan terlihat di dinding tepat di samping Solo. Tembakannya meleset karena emosi Katie yang tidak stabil akibat Solo yang ingin mengucapkan kata terlarang untuk Katie.
“Jangan sekali-kali kau mengatakan kata itu didepanku! Aku tidak akan memaafkanmu!”
“Dengar…aku juga pernah berada diposisimu, saat orang-orang menganggap keberadaanmu itu ada dan itu sangat menyebalkan. Tetapi, apakah semua orang di sini pantas mendapatkannya? Sebuah terror yang mengancam jiwa mereka?” Katie tersenyum lalu lama-lama malah tertawa.
“Ya! Mereka semua pantas MATI!”
“Baiklah,” Solo mengulurkan tangannya, dan dari tangannya itu keluar sebuah tali berduri mirip tangkai bunga mawar. Seketika tali berduri itu melilit pistol yang dipegang Katie, lalu Solo melemparnya jauh. Pistol berada jauh dari Katie, ia harus berlari untuk menjangkaunya. Tetapi melihat tali berduri Solo yang mampu memanjang tidak mungkin bagi Katie tuk meraih pistolnya kembali.
Solo berjalan mendekati Katie, dengan tali berdurinya yang menggeliat bagaikan ular. Katie yang panik mencoba mencari sesuatu untuk melawan, tetapi hanyalah pistol itu saja yang ia dapatkan dari Allison. Katie menempelkan badannya ke dinding, sedangkan Solo semakin mendekat. Kengeriannya semakin menjadi ketika tahu apa yang Beaters bisa lakukan pada dirinya, akibat terlalu banyak menonton video menyeramkan yang ia retas sendiri.
“Membunuhku juga tidak akan menyelesaikan masalah, semua video di komputer itu sudah kuhapus semua!” ucapannya yang tidak berarti apa-apa bagi Solo.
“Ya…,” sebuah gestur yang tidak pernah dibayangkan oleh Katie, Solo menghampirinya kemudian memeluknya. Air matanya bercururan. “maafkan aku….”
redrices dan 6 lainnya memberi reputasi
7
Kutip
Balas