Kaskus

Story

MartincorpAvatar border
TS
Martincorp
PACARKU HIDUP KEMBALI
PACARKU HIDUP KEMBALI
Permisi Gan/Sis pembaca setia cerita cinta Hayati dan Asnawi, dalam trit baru ini ane mau cerita lanjutan petualangan Hayati setelah berpisah sama Asnawi.
Spoiler for Sinopsis:


KARAKTER


Spoiler for Karakter Utama:

Spoiler for Mahluk Gaib dan Bangsa Siluman:

Spoiler for Karakter Pendukung:



Quote:


Soundtrack cerita biar kayak film-film ANIME....emoticon-Embarrassmentemoticon-Embarrassment

Spoiler for Opening Song:


 
BAGIAN 1
ALAM BAKA
part 1



Malam itu setelah petarungan besar antara Bendoro dan Hayati, keadaan tampak sangat memilukan. Asnawi dan Hayati saling berpelukan dalam waktu lama, tubuh Hayati yang masih mengeluarkan darah tidak menjadi batu sandungan buat dirinya untuk memeluk Hayati.

Hayati menangis tersedu sedu dalam pelukan Asnawi. akhirnya setelah sekian lama, dia bisa bersatu dengan Asnawi tanpa harus mengalami berbagai gangguan. Bendoro yang selama ini muncul di kehidupannya, telah lenyap begitu saja. Memang Bendoro mempunyai tujuan yang baik demi membela kamu arwah penasaran yang diperbudak oleh bangsa siluman bangsawan, namun dia telah merenggut kebahagiaan Hayati dengan memaksanya untuk ikut berjuang. Bagi diri Hayati, Asnawi berperan sebagai pahlawan besar dalam kahidupannya sebagai arwah penasaran. Dimulai dengan pertemuan pertamanya yang sangat menyeramkan sampai mereka menjadi satu seperti sekarang ini. Banyak lika liku kehidupan cinta diantara mereka berdua ditengah jurang perbedaan yang menganga.

Hayati merasa sangat bahagia kala itu, hatinya merasa sangat tenang dan jiwanya berbunga bunga. Tubuhnya mulai menghangat seperti manusia hidup. Detak jantungnya mulai terasa dan aliran darahnya mulai menggelora. Tiba tiba seberkas cahaya berwana keemasan muncul dari langit dan menerpa tubuh Hayati yang masih beperlukan dengan Asnawi. Hayati langsung kaget dengan cahaya itu dan melapaskan pelukannya dengan Asnawi.

“mas...sinar ini?”

“maksudnya apa Hayati?”

“hatiku sekarang tenang banget dan jiwaku juga terasa hangat...jangan jangan ini tanda tanda...”

“maksudnya arwah kamu udah nggak penasaran lagi?”

“iya mas ku...huft..huft..mas.....mas..........gimana ini?”

“Hayati....kamu jangan tinggalin aku... kita udah berjanji mau hidup bersama”

“aku juga sama mas aku...hiks ...hiks...aku nggak mau pisah sama kamu mas”

Tubuh Hayati menjadi sangat hangat dan perlahan mulai memudar. Panggilan dari alam baka mulai menggema, Hayati mau tidak mau harus pergi kesana dan meninggalkan Asnawi di dunia ini. Asnawi semakin erat memeluk Hayati. Dia histeris dan tidak mau melepas Hayati.

“Hayati....tolong tetap disini, jangan pergi dulu ke alam baka..hiks..hiks”

“maafin aku mas, aku juga nggak bisa berkehendak....ini udah takdir...udah seharusnya aku berada di alam sana”

“HAYATIIIIII...........TOLONG HAYATI....TETEP JADI ARWAH PENASARAN....JANGAN TINGGALIN AKU”

“mas.....kayanya aku udah nggak bisa....aku udah pasrah akan keadaan sekarang..mas...denger aku mas...”

Hayati berusaha menegakkan kepala Asnawi yang tertunduk. Tampak mata Asnawi yang merah karena menangis dan wajahnya yang basah terkena air mata. Hayati berusaha tegar dan menguatkan Asnawi yang tengah jatuh dan larut dalam kesedihan. Hayati harus menyampaikan pesan yang bisa dijadikan bekal hidup Asnawi ditengah waktu yang samakin sempit. Lama kelamaan tubuh Hayati semakin memudar, dia harus berpacu dengan waktu.

“mas....maafin aku yah...mas...aku pengen kamu janji...aku pengen kamu berjanji sebelum aku pergi selamanya ke alam baka”

“nggak mau....kamu harus tetep disini Hayati..”

“mas...ku sayang...tolong aku yah mas.....mas harus ngerelain kepergianku yah...dan aku pengen mas berjanji”

Asnawi terdiam beberapa saat. Dia tampak berusaha untuk ikhlas untuk melepas Hayati pergi ke alam baka. Dia mulai mengatur napasnya dan menghentikan tangisannya.

“hiks...hiks....hiks..............iya aku berjanji”

“aku pengen kamu berjanji untuk menyayangi Cascade sabagaimana kamu menyayangi ku...aku pengen kamu melanjutkan hidupmu bersama dia....aku pengen kamu balikan lagi sama dia.....janji mas!”

“aku janji Hayati.........aku akan melaksanakan janji janjimu Hayati”

“makasih banget mas ku sayang...sekarang aku bisa pergi dengan tenang”

“iya Hayati sayang...aku sayang banget sama kamu...aku cinta banget sama kamu...aku nggak akan ngelupain kamu..Hayati...hatiku udah milik kamu....aku nggak akan ngasihin sama orang lain”

“mas....hiks..hiks....kamu harus tetap sehat yah mas, kamu harus rajin mandi, makan makanan sehat, nggak boleh ngerokok dan rajin olahraga mas....mas.....kayanya waktuku udah tiba...peluk aku mas”

Asnawi kembeli berpelukan dengan erat disertai tangisan yang luar biasa yang membuat suasan semakin menyedihkan.

“mas...walaupun di dunia ini kita nggak bisa bersatu...semoga di akhirat kelak kita akan ketemu lagi dan hidup bersama selamanya”

“iya Hayati..aku janji...aku akan selalu mendoakan mu dan akan melakukan semua yang kamu perintahin ka aku.....Hayati aku akan menemuimu di akhirat nanti...tunggu aku disana yah sayang....capet atau lambat aku juga akan menyusulmu ke alam sana....terima kasih Pacar Kuntilanak Ku tersayang...kamu udah mewarnai hidupku yang menyedihkan ini....”

Hayati pun akhirnya menghilang dari pelukan Asnawi. dan cahaya keemasan yang berasal dari langit pun juga ikut menghilang. Kejadian itu sama persis seperti yang Asnawi saksikan ketika 6 kuntilanak anak buah Wewe Gombel yang juga pergi ke alam baka. Asnawi kembali menangis dan berteriak teriak menyebut nama Hayati. Dia seakan akan tidak sanggup ditinggal Hayati dalam keadaan seperti itu.

Hayati terbang di dalam sebuah pusaran energi dalam tuangan yang tak terbatas. Dia melayang tanpa arah yang jelas, Hayati mencoba untuk berbalik arah melawan arus tarikan gaya,akan tetap usahanya itu gagal. Hayati menangis selama berada dalam pusaran itu. Dalam hatinya dia terus berkeluh kesah dengan keadaan yang dialaminya.

“Oh Tuhan....kenapa Engkau melakukan ini kepadaku?.....aku cuma ingin hidup bahagia bersama kekasihku....kenapa Tuhan??” gerutu Hayati dalam tangisannya.

Tiba tiba seberkas cahaya putih kecil mulai muncul diujung pusaran. Hayati langsung melihat kearah cahaya itu, dia tampak mengernyitkan dahinya. “Mungkin itu adalah pintu alam baka” gumam Hayati dalam hati. Lama-lama cahaya putih itu semakin membesar dan mendekati Hayati. Jantungnya semakin berdebar kencang ketika dia mendekatinya dan akhirnya dia masuk kedalam cahaya putih itu.

Tiba-tiba Hayati berbaring diatas tanah yang tandus. Dia menghela napas dengan kencang dan berusaha membuka matanya pelan-pelan. Hayati mulai berdiri dan melihat keadaan disekitarnya. Ternyata tempat itu adalah sebuah padang tandus yang sangat luas dan memiliki kontur permukaan tanah yang datar. Hayati tampak sangat kebingungan dengan tempat itu. Dia kemudian berjalan untuk mencari tahu tempat yang baru didatanginya itu. Padang tandus itu dipenuhi oleh kabut dan bersuhu panas, seperti suasana Kota Bandung di siang hari.

Hayati berjalan lurus kedepan untuk mengetahui tempat itu. Dia tidak bisa melihat jauh karena terhalang oleh kabut, jarak pandangnya sangat terbatas. Akhirnya dia menemukan sebuah pohon kering yang menjulang cukup tinggi. Hayati memiliki ide untuk memanjat pohon itu dengan tujuan dapat melihat keadaan di sekitarnya. Dia pun memanjat pohon itu dengan susah payah.

Wujud Hayati berubah menjadi seperti manusia, dia tidak bisa melayang dan terbang seperti biasanya, tampak tubuhnya juga memadat. Hayati masih memakai baju gaun putih kuntinya yang berlumuran darah akibat pertarungan dengan Bendoro. Ketika sampai di puncak pohon, Hayati mulai melihat lihat kondisi sekitar yang masih tertutup kabut.

Tak lama berselang, tiba-tiba angin kencang bertiup dan menyingkirkan kabut yang mengahalangi pandangannya. Hayati tampak menutup matanya ketika diterpa angin tersebut. Setelah angin itu hilang, Hayati kembali membuka matanya. Betapa kagetnya dia ketika melihat pemandangan yang ada dihadapannya. Dia melihat orang-orang yang sangat banyak tampak antri untuk masuk ke dalam sebuah pintu besar yang berada di sebuah benteng yang sangat tinggi dan panjang di ujung cakrawala. Orang-orang yang kira kira berjumlah jutaan itu tampak bersabar dalam menunggu antrian masuk ke gerbang itu. Mereka tampak mengenakan kain kafan yang digunakan untuk menutup tubuh. Tergambar berbagai macam ekspresi yang tersirat di raut wajah mereka, ada ekspresi senyum bahagia, sedih, menangis dan penuh penyesalan.

................................................................

Spoiler for Closing Song:



Polling
0 suara
Siapakah yang akan menjadi pendamping hidup Asnawi ?
Diubah oleh Martincorp 06-12-2019 08:04
muliatama007Avatar border
chrysalis99Avatar border
gembogspeedAvatar border
gembogspeed dan 207 lainnya memberi reputasi
196
686.4K
6.3K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
MartincorpAvatar border
TS
Martincorp
#2555
BAGIAN 34
WISUDA
part 4

Asnawi pergi terburu buru dari rumah sakit menuju rumah kost nya. Ia menggeber motor mio bututnya agar segera tiba di rumah. Hari ini adalah hari istimewa untuk dirinya. Asnawi secara resmi akan menyandang gelar Sarjana Teknik.

Ketika ia tiba, Asnawi langsung berlari menuju kamarnya di lantai 2. Begitu membuka pintu, ternyata Utami sedang berada di dalam kamar. Ia pun langsung menghampiri Asnawi, kemudian memeluknya.

"Kamu kemana aja Wi!! Tiga hari ngilang gak ada kabar" sapa Utami.

"Aku abis nemenin temenku yang sakit Tami" jawab Asnawi datar.

"Temennya siapa Wi? Kok kamu sampe segitunya sih? Aku khawatir banget tauuuuuuuk!!"

Asnawi tidak menghiraukan partanyaan Utami, ia langsung mengambil handuk, lalu pergi menuju kamar mandi. Utami merasa kesal karena tingkah Asnawi yang tidak menghiraukannya. Ia pun pergi mengikuti Asnawi.

Ketika Asnawi tengah mandi dibawah guyuran air yang keluar dari lubang pori shower, tiba tiba Utami muncul dengan menembus dinding. Asnawi pun terkejut dan berteriak.

"Tamiiiiii! Kamu ngapain sih pake masuk ke kamar mandi segala?" protes Asnawi.

"Kamu tadi belum jawab pertanyaanku, temen yang mana yang kamu jagain sampe kamu lupa pulang?" balas Utami dengan lebih galak.

"Anjiir Tami... nanti lagi atuh jawabnya, aku lagi buru buru nih mau wisudaan"

"Bodo ah! Pokoknya aku pengen tau sekarang!"

"Hadeuuuuuuuh dasar setan triplek! Okeh aku kasih tau, temenku itu Merry"

"Merry?? Cewek yang sempet deket sama kamu pas Mbak Kunti ngilang?"

"Iya Tami... dia ngalamin kecelakaan sampe koma tiga hari, aku kebetulan nemuin dia di TKP... keluarganya udah gak peduli sama dia, jadinya aku yang nemenin dia"

"Apaaaaaah!! Kasian benget dia Wi... pantes aja kamu ga pulang pulang"

"Udah ah, ngobrolnya nanti aja... aku lagi buru buru nih!!"

"Yaelah... ini Raja Coli pake ngusir aku segala... yaudah deh, aku nungguin kamu di kamar"

"Kurang aseeeeem!!"

Setelah selesai mandi, Asnawi kembali ke kamar dengan terburu buru. Di dalam kamar ada Utami yang lagi mempersiapkan baju buat wisuda yang terdiri setelan jas dan toga. Asnawi terkejut dengan semua itu, karena terakhir kali, ia sama sekali belum mempersiapkan semuanya.

"Siapa yang nyiapin semua ini Tami?"

"Ya aku sama ibuku lah Wi... kamu ini malah sibuk gak jelas jelang wisuda"

"Waaah makasih banget yah Tami... kamu emang setan terbaik di dunia hehehe"

"Dasar Raja coli!! Kamu tuh yah manusia termalas didunia"

Asnawi bergegas memakai pakaiannya. Ia mengalami kesuiltan ketika memakai dasi. Utami pun turun tangan membantu memakaikan dasi untuk Asnawi.

"Kamu tuh payah banget sih! Masang dasi aja gak bisa!"

"Aku jarang banget pake dasi... jadi aku selalu lupa pakenya...hehehe... By the way.. makasih ya Tami"

"Gak usah terima kasih, emang aku siapa sih"

"Iya deh... kamu sahabatku paling imut dan berisik hehehe"

"Wi... gak kerasa ya, kamu udah mau wisuda lagi sekarang... dulu pertama kali kamu kesini pas masih SMA, dan aku waktu itu baru aja mati... tapi sekarang kamu makin dewasa dan aku masih tetep berwujud remaja"

"Ya mau gimana lagi Tami... kamu kan setan, kamu akan segitu terus sedangkan aku makin tua"

"Nawi... abis wisuda, rencanamu mau apa?"

"Aku mau nyari kerja Tami, terus aku mau menikah dan berkeluarga"

"Hmmm... menikah yah... sama Bi Asih?"

"Aku juga gak tau Tami... semoga aja aku jodoh sama dia"

"Hmmm... gak asik ah Wi... semoga kamu gak nikah"

"Apaaah!! Kamu cemburu yah?"

"Lha.... siapa yang cemburu? Aku cuma gak suka kamu nikahin dia"

"Kenapa Tami? Dia baik kok"

"Aku gak suka kamu khianatin Mbak Kunti"

"Tapi Hayati udah gak ada Tami!! Dia itu cinta sejatiku, tapi takdir udah misahin kita... aku udah berusaha sekuat tenaga buat nyelametin dia, tapi semua gagal... kamu tau sendiri kan, aku hampir gila gara gara kehilangan Hayati... bahkan sampe sekarang aku selalu minum obat anti depresan dan insomnia"

"Tapi kamu bakalan ninggalin aku kan?"

Tiba tiba Utami memeluk Asnawi sambil menangis. Asnawi kemusian memegang kedua pipi Utami, lalu berusaha menghapus air matanya yang mengalir keluar.

"Aku gak akan ninggalin kamu Tami... aku akan bawa kamu kemanapun aku tinggal"

"Tapi... aku gak bisa jauh dari Ibu... aku gak bisa dibawa bawa sama kamu Wi"

"Yaudah... kalo gitu, aku akan memperpanjang masa kontrak kamar kost ini ya... jadi walaupun aku suatu hari udah pindah, aku akan menyempatkan diri berkunjung kesini... gimana?"

"Beneran Wi?"

"Iya atuh Tami... masa boong?"

"Yeaaaaaay!! Makasih banget Nawi... aku tuh sedih kalo kamu jauh... apalagi kayak kemaren ditinggal 3 hari tanpa kabar"

"Kenapa kamu sedih? Kamu kan punya pacar atuh si Brian... jadi kamu gak usah sedih"

"Ya tetep aja beda Wi... Brian mah dia bangsa setan kayak aku, tapi kamu mah manusia... aku suka nyaman kalo deket deket kamu"

"Jangan jangan kamu cinta sama aku nih hehehe"

"Iiiiih amit amit aku cinta sama kamu, aku gak mau... kamu manusia terjorok di dunia Wi... abis itu, kamu juga raja coli"

"Hahahahahaha... kamu juga setan paling berisik, ngeselin, bawel, rese yang pernah kukenal, tapi walapun begitu aku suka sama kamu Tami"

Utami terdiam mendengar perkataan Asnawi. Ia merasa sangat tersanjung. Wajahnya pun mendadak merona merah dan perasaannya jadi berbunga bunga.

"Udah sana gih... kamu pergi!! Bukannya kamu udah telat mau wisuda"

"Waduh... iya yah... yaudah aku pergi dulu Tami... daaaaaah"

"Daaah Nawi..."

Asnawi dengan cepat pergi keluar dengan membawa tas jinjing yang berisi jubah toga. Utami kemudian menjatuhkan diri diatas ranjang sambil senyum sendiri. Ia dibuat salah tingkah dengan perkataan Asnawi yang menyatakan suka dengan dirinya.

"Aku tuh setan gentayangan... perasaan cintaku udah ikut mati bersama jasadku, tapi kenapa pas kamu bilang suka sama aku... aku ngerasa seneng banget?" gumam Utami dalam hati.

Asnawi kembali menggeber motormya untuk mempercepat waktu tempuh menuju kampus. Dia melewati beberapa jalan tikus untuk memangkas jarak.

Ketika ia berhenti di perempatan jalan saat lampu merah, smartphone miliknya bergetar. Tisha memanggilnya.

"Halooo Teh"

"STEEEEEEEVE... LU KEMANA AJE SIH? DARI TADI GUE SAMA PAPI MAMI NUNGGUIN LU SAMPE JAMURAN!!"

"Aduh.. sorry banget Teh, gue tadi abis dari rumah sakit... sekarang gue lagi di perempatan deket kampus... 5 menit lagi nyampe kok"

"Alaaah alesan aja lu dari rumah sakit, bilang aja lu telat bangun"

"Sumpah demi Alloh Teh... gue abis dari rumah sakit... gue abis jagain temen yang dirawat disono"

"Yaudah kalo gitu, cepetan kesini lah... acara udah mau mulai nih... kita udah ada didalem gedung... disebelah gue juga ada Chef Kartika nih hehe"

"Njiiir cewek gue udah ada disana juga?"

"Iya makanya cepetan!!"

Asnawi menutup telepon, ia lalu kembali menggeber motornya ketika lampu hijau menyala. Ia akhirnya tiba di kampus kurang dari lima menit. Ia berlari kencang untuk mendaftar di booth registrasi wisudawan, setelah itu Asnawi memasuki gedung tempat acara dilaksanakan.

Dia berusaha mencari keberadaan keluarganya dengan menengok ke sekeliling. Tak lama, Ia langsung menemukan lokasi dimana keluarganya berada kerika melihat Tisha dan Bi Asih yang duduk berdampingan. Asnawi kemudian menghampiri mereka.

Ketika tiba, ternyata semua keluarganya sudah berada disana mulai dari Ayah, Ibu, Tisha, Bi Asih dan Jaenal yang duduk berderet. Ia pun langsung mencium tangan kedua orang tuanya.

"Nawi... kamu kemana aja sih sayang? Baru dateng" tanya Ibu.

"Maap Mah... tadi aku abis dari rumah sakit" jawab Asnawi.

"Emang kenapa kamu di rumah sakit?" sambung Ibu.

"Aku jagain temenku yang koma Mah... dia kecelakaan"

"Innalillahi!!... sekarang gimana keadaan temenmu?

"Alhamdulillah udah sadar Mah"

"Syukurlah kalo gitu Wi... semoga temenmu cepet pulih Wi"

"Amiiin...Mah"

Asnawi kemudian bergegas pergi menuju deretan kursi yang disediakan khusus untuk para wisudawan. Disana ada Febri yang telah berada disana dari pagi buta. Ia tampak rapi mengenakan setelan jubah toga. Asnawi duduk disebelahnya.

"Gimana kabar Merry bro?"

"Dia udah siuman Bro... Alhamdulillah"

"Syukurlah kalo gitu, gue seneng kalo dia hidup lagi"

"Iya Broo"

Acara sidang senat wisuda pun dimulai dengan diawali masuknya para amggota senat ke dalam arena acara dengan diiringi lagu gaudeamus igitur yang dinyanyikan oleh pasukan paduan suara. Suasana merinding pun dirasakan Asnawi dan semua peserta wisuda saat itu.

Acara penobatan wisuda berlangsung rengan khidmat dan penuh suasana kegembiraan. Ketika nama Asnawi dipanggil, semua hadirin langsung tertuju kepada dirinya. Semua orang tahu bahwa Asnawi memacari Bi Asih alias Chef Kartika yang kala itu sedang mengalami peningkatan popularitas sebagai koki seleb.

Asnawi pun berjalan ke podium dengan perasaan grogi karena banyak teriakan yang meledek dirinya. Selain itu, diantara jajaran anggota senat, ada sang dekan yakni Edward yang mempunyai masalah dengan dirinya. Edward terpaksa meluluskan Asnawi dengan nilai tinggi karena ditekan oleh Cascade dan ibunya. Tentunya hal itu akibat kedekatan Asnawi dengan putrinya yaitu Raizha.

Edward pun tak mengeluarkan sepatah kata ketika giliran Asnawi tiba untuk dinobatkan jadi sarjana. Dia cuma tersenyum sambil memberikan ijazah. Setelah itu, Asnawi pun kembali berjalan menuju tempat duduknya semula.

Sekitar pukul 13.00 siang, acara sidang senat wisuda pun berakhir. Kegiatan kini dilanjutkan dengan acara pisah sambut para wisuda oleh fakultas masing-masing. Ada tradisi yang dijalankan secara rutin ketika acara ini dimulai, yaitu para wisudawan harus berjalan memasuki ruang aula dengan didampingi oleh pasangan. Bagi yang memiliki pacar, hal itu bukanlah sesuatu yang sulit, tapi bagi wisudawan yang berstatus jomblo, tentunya hal ini menjadi sulit. Untuk itu banyak para junior menawarkan diri sebagai pacar sewaan selama acara itu berlangsung. Mereka memanfaatkan momen seperti ini untuk meraih keuntungan.

Asnawi menjadi pusat perhatian semua orang ketika memasuki ruang aula dengan menggandeng tangan Bi Asih. Banyak orang yang kagum dengan hal itu, namun tak sedikit pula yang merasa kesal. Mereka semua sama sekali tidak menyangka seorang mahasiswa yang culun, tidak punya kehidupan (nolep) dan kurang gaul bisa menggaet seorang Celebrity Chef yang tengah naik daun di dunia hiburan negeri ini.

"Aduh Bi... kok aku jadi grogi banget"

"Gak apa apa atuh Den... tenang aja, ada aku disini"

"Iya mereka pada panggil nama kamu Bi... aku jadi minder"

"Alah gak usah minder Den... anggap aja mereka yang ngeledekin kamu itu monyet"

"Ternyata gini yah rasanya punya cewek artis... bikin iri banyak orang"

Asnawi dan Bi Asih pun duduk di meja bundar yang telah disediakan oleh panitia. Mereka disuguhi berbagai kudapan ringan sampai minuman khas Jawa Barar. Orang-orang yang semeja dengan Asnawi mendadak sok akrab, karena ingin kenal dengan Bi Asih.

Acara pisah sambut akhirnya dimulai dengan dibuka oleh pehelaran tari daerah Sunda, terus dilanjutkan dengan pertunjukan paduan suara. Asnawi masih merasa belum percaya kalau dirinya telah resmi menjadi sarjana. Ia pun tak henti hentinya mengucap syukur kepada Tuhan.

Ketika Asnawi menikmati kudapan, tiba tiba Tisha datang menghampirinya. Ia pun langsung menarik tangan Asnawi untuk mengajaknya pergi ke suatu tempat.

"Aku pinjem dulu Steve ya Chef!!" Ucap Tisha sambil membawa pergi adiknya.

Semua orang kembali dibuat terheran heran dengan apa yang dialami oleh Asnawi. Lagi lagi dia dekat dengan seorang cewek cantik. Bahkan beberapa teman Asnawi menyangka kalo Asnawi menggunakan ilmu pelet untuk menggaet para cewek cantik.
g.azar
chrysalis99
symoel08
symoel08 dan 41 lainnya memberi reputasi
42
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.