- Beranda
- Berita dan Politik
Jokowi Sindir Pemda tak Berani Tindak Pelanggar Protokol
...
TS
broker.budak
Jokowi Sindir Pemda tak Berani Tindak Pelanggar Protokol

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyindir kepala daerah, termasuk gubernur, bupati, dan wali kota yang tidak berani mengambil tindakan tegas terhadap pelanggar protokol kesehatan. Menurutnya, nihilnya penegakan disiplin protokol kesehatan di lapangan justru bisa memicu lonjakan kasus aktif Covid-19 yang dalam beberapa waktu terakhir sudah melandai.
"Angka-angka yang bagus (kasus aktif dan kesembuhan) ini jangan sampai rusak gara-gara kita kehilangan fokus kendali karena tidak berani mengambil tindakan hukum yang tegas di lapangan," kata Presiden Jokowi dalam rapat terbatas, Senin (16/11).
Jokowi pun meminta kepala daerah memastikan protokol kesehatan berlaku di wilayah yang dipimpinnya. Apalagi, ujarnya, sejumlah daerah sudah memiliki peraturan daerah (perda) tersendiri mengenai penegakan disiplin protokol kesehatan.
"Untuk betul-betul menjalankan aturan tersebut secara tegas, konsisten, dan tidak pandang bulu. Dalam hal ini, tugas pemerintah ialah mengambil tindakan hukum di mana ketegasan aparat dalam mendisiplinkan masyarakat untuk patuh kepada protokol kesehatan adalah suatu keharusan," ujar Jokowi.
Menurut presiden, ketegasan pemimpin daerah diperlukan agar tren kasus Covid-19 tak kembali menanjak. Berdasarkan data per 15 November lalu, rata-rata kasus aktif Covid-19 di Indonesia sudah berada pada angka 12,82 persen, di bawah rata-rata kasus aktif dunia yang mencapai 27,85 persen. Presiden tidak ingin angka kasus aktif di Indonesia kembali naik akibat banyaknya pelanggar protokol kesehatan.
Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab menyapa massa saat tiba di kawasan Petamburan, Jakarta.
Rata-rata kesembuhan pasien Covid-19 di Indonesia juga sangat bagus, yakni mencapai 83,92 persen yang jauh lebih baik dibandingkan dengan angka kesembuhan dunia di angka 69,73 persen.
Sebelumnya ramai diberitakan mengenai kerumunan yang timbul akibat acara pernikahan dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Petamburan, Jakarta Pusat pada Sabtu (14/11). Menyusul kejadian ini, Pemprov DKI Jakarta menjatuhkan sanksi denda administratif kepada Habib Rizieq Shihab selaku penyelenggara pernikahan putrinya dan FPI selaku panitia penyelenggara kegiatan Maulid Nabi.
https://m.republika.co.id/berita/qjv...nggar-protokol

tien212700 dan 5 lainnya memberi reputasi
6
2.1K
58
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
692.5KThread•57.6KAnggota
Tampilkan semua post
BeritaFlash
#14
Alhamdulillah , sudah ada "arahan" dari Bpk. Presiden
Jakarta, CNN Indonesia -- Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman menyatakan pihaknya bakal mencopot semua baliho pentolan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab yang terpasang sembarangan dan tanpa izin.
Dudung mengatakan pembersihan itu akan dilakukan menyusul pencopotan baliho bergambar foto Rizieq oleh sekelompok orang berseragam loreng. Dudung pun mengakui bahwa prajurit TNI yang melakukan pencopotan itu atas perintahnya.
Lihat juga: Pangdam Jaya: Kalau Perlu FPI Bubarkan Saja
"Ini (baliho) akan saya bersihkan semua, tidak ada itu baliho yang mengajak revolusi dan segala macam," kata Dudung usai menggelar apel TNI persiapan Pilkada di kawasan Monas, Jakarta, Jumat (20/11).
Dia meminta semua pihak agar taat kepada hukum, termasuk pemasangan baliho yang harus mendapat izin dan dipasang di tempat yang sudah ditentukan.
Dudung menyatakan pencopotan baliho Rizieq oleh prajuritnya di Kelurahan Jatimakmur Kota Bekasi dilakukan setelah Satpol PP beberapa kali gagal mencopot spanduk itu. Menurutnya, baliho itu kembali terpasang usai dicopot.
"Kalau masang baliho sudah jelas ada aturannya, ada bayar pajak, dan tempat ditentukan. Jangan seenaknya sendiri, seakan akan dia paling benar, enggak ada itu," katanya.
Dudung geram karena FPI dinilai telah bertindak semaunya sendiri. Dia bahkan menyatakan agar FPI dibubarkan saja bila perlu.
![kaskus-image]()
Dudung meminta agar FPI juga tidak merasa paling mewakili semua umat Islam. Dia prihatin pada sejumlah pernyataan Rizieq yang kerap berbicara tidak baik dalam ceramahnya.
"Jangan coba mengganggu persatuan dan kesatuan, jangan merasa mewakili umat Islam, tidak semua. Banyak umat Islam yang berkata berucap dan bertingkah laku baik," katanya.
Spanduk berisi gambar Rizieq Shihab terpasang di sejumlah titik di Jakarta dan sekitarnya. Dalam spanduk itu juga berisi tulisan 'Ayo Revolusi Akhlak'.
FPI awalnya tak mau menuding TNI sebagai pihak yang mencopot baliho itu. Wakil Sekretaris Umum FPI Aziz Yanuar menduga pencopotan baliho itu bagian dari operasi intelijen untuk mendiskreditkan TNI.
"Kita positif thinking, tidak mau bernarasi panjang-panjang, akan tetapi ini bagian dari dugaan kami gitu kan, itu bagian dari operasi intelijen untuk membuat seolah-olah umat Islam yang pro dengan Habib Rizieq supaya benci dengan TNI," kata Aziz lewat sambungan telepon kepada CNNIndonesia.com, Kamis (19/11).
==> https://www.cnnindonesia.com/nasiona...jakan-revolusi
Agar dilaksanakan secara saksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya
-
Berkumpul, berserikat, dan menyatakan pendapat adalah nikmat demokrasi yg dianut oleh NKRI itu juga dilindungi oleh UU tapi ketika sekelompok orang pimpinan residivis yang kalau sudah berkumpul ada yang terambil haknya, sering mengeluarkan narasi yg meresahkan, dan berlebihan dalam berpendapat, terlebih lagi mengatakan KURANG AJAR kpd TNI , di situ TNI wajib menegakkan kewibawaan negara.
Ulama itu ada banyak, ada ulama fiqih, ada ulama tafsir, ada ulama tasawuf, nah seseorg itu ulama apa ? lebih mirip stand up comedy dg spesialisasi narasi-narasi politis yang sinis dan provokatif.
Cocoklogi:
Kelompok ini dapat panggung karena ada politisi yg memelihara dan membutuhkannya, maka Presiden kemarin mencoba untuk menterapi salah satu majikannya yaitu AB dg tujuan agar AB merasa terbebani dg kelompok dan menjauhinya tapi kembali kpd AB apakah akan memakai sisa hati dan otaknya utk menjauhi kelompok ini dan cari cara lain yg lebih baik dalam mengumpulkan dukungan.
Presiden beserta jajarannya tidak mungkin tidak tahu ttg potensi di bandara kemarin tapi mungkin sengaja memberikan Fake Victory utk kelompok ini dan memang ternyata mereka jadi jumawa smp blunder bernarasi scr berlebihan hingga TNI pun jadi punya legitimasi utk bertindak.
Semoga Presiden selaku Panglima Tertinggi terus mampu menjaga moral prajuritnya tetap tinggi , jadikan prajurit benar-benar merasa difungsikan karena tidak ada lagi kebanggaan prajurit selain melaksanakan tugas negara.
Pekerjaan bangsa dan negara masih banyak, masih banyak ketertinggalan yg harus kita kejar, "post-post anggaran" yang tidak penting harus dihilangkan dari sekarang.
-
Aneka komens:
Mantab, terdeteksi 1 anasir.
--
Naik....
--
Saling melihara Gan:
AB butuh suara, RS butuh dana, Majikan AB butuh koneksi/proyek.
Persamaannya: semuanya adalah budak hawa nafsu.
-
-
-
Sudahlah Pak, cari kerjaan yg lebih bermanfaat, contoh Rasul SAW saja tidak suka terlalu banyak orang kumpul di rumahnya dan Allah juga melarang memanjang2kan pembicaraan dg Rasul....


Jakarta, CNN Indonesia -- Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman menyatakan pihaknya bakal mencopot semua baliho pentolan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab yang terpasang sembarangan dan tanpa izin.
Dudung mengatakan pembersihan itu akan dilakukan menyusul pencopotan baliho bergambar foto Rizieq oleh sekelompok orang berseragam loreng. Dudung pun mengakui bahwa prajurit TNI yang melakukan pencopotan itu atas perintahnya.
Lihat juga: Pangdam Jaya: Kalau Perlu FPI Bubarkan Saja
"Ini (baliho) akan saya bersihkan semua, tidak ada itu baliho yang mengajak revolusi dan segala macam," kata Dudung usai menggelar apel TNI persiapan Pilkada di kawasan Monas, Jakarta, Jumat (20/11).
Dia meminta semua pihak agar taat kepada hukum, termasuk pemasangan baliho yang harus mendapat izin dan dipasang di tempat yang sudah ditentukan.
Dudung menyatakan pencopotan baliho Rizieq oleh prajuritnya di Kelurahan Jatimakmur Kota Bekasi dilakukan setelah Satpol PP beberapa kali gagal mencopot spanduk itu. Menurutnya, baliho itu kembali terpasang usai dicopot.
"Kalau masang baliho sudah jelas ada aturannya, ada bayar pajak, dan tempat ditentukan. Jangan seenaknya sendiri, seakan akan dia paling benar, enggak ada itu," katanya.
Dudung geram karena FPI dinilai telah bertindak semaunya sendiri. Dia bahkan menyatakan agar FPI dibubarkan saja bila perlu.
Dudung meminta agar FPI juga tidak merasa paling mewakili semua umat Islam. Dia prihatin pada sejumlah pernyataan Rizieq yang kerap berbicara tidak baik dalam ceramahnya.
"Jangan coba mengganggu persatuan dan kesatuan, jangan merasa mewakili umat Islam, tidak semua. Banyak umat Islam yang berkata berucap dan bertingkah laku baik," katanya.
Spanduk berisi gambar Rizieq Shihab terpasang di sejumlah titik di Jakarta dan sekitarnya. Dalam spanduk itu juga berisi tulisan 'Ayo Revolusi Akhlak'.
FPI awalnya tak mau menuding TNI sebagai pihak yang mencopot baliho itu. Wakil Sekretaris Umum FPI Aziz Yanuar menduga pencopotan baliho itu bagian dari operasi intelijen untuk mendiskreditkan TNI.
"Kita positif thinking, tidak mau bernarasi panjang-panjang, akan tetapi ini bagian dari dugaan kami gitu kan, itu bagian dari operasi intelijen untuk membuat seolah-olah umat Islam yang pro dengan Habib Rizieq supaya benci dengan TNI," kata Aziz lewat sambungan telepon kepada CNNIndonesia.com, Kamis (19/11).
==> https://www.cnnindonesia.com/nasiona...jakan-revolusi
Agar dilaksanakan secara saksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya
-
Spoiler for Buat Muslim:
Berkumpul, berserikat, dan menyatakan pendapat adalah nikmat demokrasi yg dianut oleh NKRI itu juga dilindungi oleh UU tapi ketika sekelompok orang pimpinan residivis yang kalau sudah berkumpul ada yang terambil haknya, sering mengeluarkan narasi yg meresahkan, dan berlebihan dalam berpendapat, terlebih lagi mengatakan KURANG AJAR kpd TNI , di situ TNI wajib menegakkan kewibawaan negara.
Ulama itu ada banyak, ada ulama fiqih, ada ulama tafsir, ada ulama tasawuf, nah seseorg itu ulama apa ? lebih mirip stand up comedy dg spesialisasi narasi-narasi politis yang sinis dan provokatif.
Cocoklogi:
Kelompok ini dapat panggung karena ada politisi yg memelihara dan membutuhkannya, maka Presiden kemarin mencoba untuk menterapi salah satu majikannya yaitu AB dg tujuan agar AB merasa terbebani dg kelompok dan menjauhinya tapi kembali kpd AB apakah akan memakai sisa hati dan otaknya utk menjauhi kelompok ini dan cari cara lain yg lebih baik dalam mengumpulkan dukungan.
Presiden beserta jajarannya tidak mungkin tidak tahu ttg potensi di bandara kemarin tapi mungkin sengaja memberikan Fake Victory utk kelompok ini dan memang ternyata mereka jadi jumawa smp blunder bernarasi scr berlebihan hingga TNI pun jadi punya legitimasi utk bertindak.
Semoga Presiden selaku Panglima Tertinggi terus mampu menjaga moral prajuritnya tetap tinggi , jadikan prajurit benar-benar merasa difungsikan karena tidak ada lagi kebanggaan prajurit selain melaksanakan tugas negara.
Pekerjaan bangsa dan negara masih banyak, masih banyak ketertinggalan yg harus kita kejar, "post-post anggaran" yang tidak penting harus dihilangkan dari sekarang.
-
Aneka komens:
Quote:
Mantab, terdeteksi 1 anasir.
--
Quote:
Naik....
--
Quote:
Saling melihara Gan:
AB butuh suara, RS butuh dana, Majikan AB butuh koneksi/proyek.
Persamaannya: semuanya adalah budak hawa nafsu.
-
-
-
Sudahlah Pak, cari kerjaan yg lebih bermanfaat, contoh Rasul SAW saja tidak suka terlalu banyak orang kumpul di rumahnya dan Allah juga melarang memanjang2kan pembicaraan dg Rasul....


Diubah oleh BeritaFlash 20-11-2020 17:50
thestarlight99 dan 15 lainnya memberi reputasi
16
Tutup