- Beranda
- Stories from the Heart
THE WORLD [MONSTER]
...
TS
the.collega
THE WORLD [MONSTER]
Dibalik kemegahan dan kilauannya dunia ini, ternyata ia menyimpan suatu rahasia tergelap.
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
ARC I "Black Beat Beaters"
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
Quote:
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
Spoiler for Cerita Jenaka:
ARC I "Black Beat Beaters"
Spoiler for ARC I:
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
Spoiler for ARC II:
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
Spoiler for ARC III:
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
Spoiler for ARC IV:
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
Spoiler for ARC V:
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
Spoiler for ARC VI:
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
Spoiler for ARC VII:
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
Spoiler for ARC VIII:
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
Spoiler for ARC IX:
- Chapter 198
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
Diubah oleh the.collega 07-05-2025 14:12
eldini dan 34 lainnya memberi reputasi
25
27.8K
Kutip
702
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.2KAnggota
Tampilkan semua post
TS
the.collega
#33
Chapter 23
Rapat darurat langsung di lakukan oleh petinggi BASS dengan memanggil semua kapten tim di tiap sektor. Seperti biasa, ketua BASS sendiri tidak diketahui di mana keberadaannya. Dan yang mengganti rapat ini merupakan juru bicaranya yang usianya sendiri tidak lebih tua dari para kapten tim sektor yang sayangnya sebagian tidak hadir.
Kapten yang tidak hadir terdiri dari sektor 1 sampai 5 karena jalannya rapat sendiri berada di dalam sektor 1, di markas besar BASS. Lalu ada kapten Vela dari sektor 13 yang masih menjalani perawatan bersamaan dengan kapten sektor 10 yaitu kapten Hunter. Jadi yang hadir adalah 6 orang kapten saja di sebuah ruangan gelap yang diterangi dengan sebuah meja berbentuk ouval memanjang yang seharusnya bisa memuat ketiga belas kapten tim.
“Hm…,” jubir ketua BASS belum siap tuk berbicara, walaupun tugas ini sering ia lakukan. Apa aku bisa melakukan tugas ini lagi? pikirnya. Matanya melirik ke samping, menghindari kontak langsung dengan para kapten. Lagipula kenapa ketua selalu menghindari pertemuan yang seperti ini…kabur dari tanggung jawab, seketika dirinya bergidik ketika salah satu kapten menegurnya.
“Oi! Sudah kita mulai saja!” ucapnya sedikit keras.
“Ba…baiklah,” ia merapikan dasi dilehernya, lalu mulai membuka rapat dengan membahas tentang video yang bocor ke media televisi.
“Kejadian malam lalu memang di luar kendali kita semua, padahal pendiri BASS sendiri adalah orang yang mempunyai pengaruh kuat dan penguasa media. Oleh karena itu berkat beliau kita bisa beraksi dalam diam, tapi siapa sangka…kita kecolongan,” menghela nafas.
Jubir ketua BASS menerangkan lebih lanjut, masyarakat Surban City umumnya tidak terlalu perduli dengan kejadian-kejadian tidak masuk akal seperti ini. Tetapi pertumbuhan orang-orang yang mulai mempercayai Beaters mulai tampak di media sosial terutama forum-forum internet. Untuk itu kapten tim di setiap sektor diminta untuk terbuka dan bekerja sama dengan kepolisian jika banyak masyarakat yang mulai resah dengan keadaan ini.
“Kalian lihat sendiri bukan, bagaimana video yang ditampilkan itu? Banyak orang tidak berdosa yang terekam. Mereka mempunyai keluarga tentunya.”
Salah satu kapten mengangkat tangannya, “Hm..Saya punya pertanyaan,” jubir ketua BASS memberikan izinnya. “saya tidak yakin orang-orang itu akan melapor kepada pihak polisi, bisa kubilang begini karena kasus Beaters di sektor 12 terhitung cukup banyak.”
“Untungnya di sektor 8 kasusnya sangat sedikit, karena apa?” semua mata tertuju pada orang ini, yang wajahnya terlihat seperti orang sombong. “karena di sektor 8 ada sekumpulan Silver Clan, hebat bukan?” orang-orang masih memperhatikan. “organisasi ini dibuat untuk menghancurkan mereka bukan? Tetapi kenapa kalian membiarkan monster-monster yang menamai diri mereka Silver Clan ini tidak tersentuh sama sekali? Bahkan yang lebih memalukan setiap pekerjaan kotor mereka harus dibersihkan oleh orang-orang dari sektor 13, hal yang sangat lucu! Padahal mereka tinggal di sektor 8, wilayah kekuasaan saya!”
Jubir ketua BASS tidak mengucapkan sepatah kata pun, karena ia sudah dimintai pesan untuk tidak membahas Silver Clan. Karena mereka itu termasuk dalam ‘Top List Secret’, yang mengetahui tujuan asli mereka adalah Pendiri BASS, Ketua BASS, dan kepala kepolisian Surban City.
“Lihat! Kau sendiri tidak bisa menjawabnya,” ketua tim sektor 8 beranjak dari kursinya, dengan menenteng sebuah katana yang terbungkus rapih.
“HAHA! Hei apa kau gila? Siapa yang mengijinkanmu membawa senjata ke ruang rapat?” sahut ketua tim sektor 6.
Situasi menjadi tidak kondusif, ketegangan terjadi antara ketua tim sektor 8 dan sektor 6.
“Sudah…hiraukan kedua orang bodoh itu,” ucap kapten tim sektor 11. “saya tidak mempermasalahkan keistimewaan dari tim 13, mereka juga pernah juga membersihkan wilayah saya dan saya berterima kasih kepada mereka,” ketua tim sektor 8 tetap pergi keluar dari ruangan. “yang saya khawatirkan adalah, dengan beredarnya video ini maka para monster itu akan semakin giat melakukan serangan karena termotivasi oleh kata-kata yang mengaku sebagai Black clan itu. Dengan kejadian baru-baru ini yang mengakibatkan kedua timsektor hancur lebur, harusnya kita memfokuskan diri untuk menambah kekuatan. Untuk urusan masyarakat mau percaya atau tidak, sebaiknya kita tidak harus terlibat.”
Jubir ketua BASS menyenderkan kepalanya, tangan kanannya menutup sebelah wajahnya. Ia sama sekali tidak tahu harus berbuat apa atau berbicara apa. Setelah dipikir-pikir perkataan kapten tim sektor 11 ada benarnya juga. Melihat dari laporan tim sektor 10 dan 13, persenjataan yang dimiliki sama sekali tidak bisa menyentuh Beaters sekelas Black Clan. Walaupun senjata mereka sangat ampuh pada Beaters non clan.
“Ya…benar sekali hal mengenai persenjataan, tapi saya belum diinstruksikan tuk melakukan apa pun. Ketua lagi-lagi mangkir dari tugasnya, semua cara sudah dicoba namun tidak ada yang berhasil menemukannya,” ucapnya mengeluh.
Karena kondisi yang semakin tidak menentu dan arah pembicaraan juga tidak menemukan solusi terbaik maka rapat pun dibubarkan. Para ketua tim sektor tinggal mengatur strateginya bersama kepolisian sektor setempat. Jikalau ada lonjakan pelaporan orang hilang yang terjadi disektornya masing-masing.
Semua kekhawatiran itu nampaknya tidak terbukti sama sekali, laporan orang hilang terhitung sangat kecil. Padahal jika ditotalkan semua kasus Beaters sudah berada di atas seratus lebih kasus. Permasalahan ini hanya ramai di media sosial dan forum-forum. Televisi juga tidak menyiarkan beritanya lagi karena mereka mengganggap video kemarin itu hanyalah hoax.
Tapi tidak bagi Solo, sudah beberapa hari ini ia mencari seseorang yang bisa menemukan lokasi penyebar video-video Beaters. Anehnya lokasi-lokasi pencariannya selalu berhubungan dengan klub malam, perjudian, hingga tempat prostitusi dipinggiran kota Surban. Hingga akhirnya ia sampai di suatu tempat, yang mengaku membuka tempat hiburannya ini selama 24 jam penuh.
Solo berjalan santai menuju pintu masuk, ada dua orang berbadan besar yang menjaganya.
“Ada yang bisa kami bantu…nona?” ucap salah satunya.
“Eh…kalian ini, memangnya sudah berapa lama aku tidak datang ke sini?” membuat bingung kedua penjaga ini. “hm…baiklah,” Solo menggoyangkan kedua payudaranya dengan kedua tangannya, naik turun mengguncang hebat. Hingga membuat kedua penjaga itu tersadar.
“Ah! Dj Solo!” dengan wajah malu-malu, “maafkan kami berdua, nona sudah lama tidak kemari sih…,” ucapnya seperti orang yang sudah lama kenal.
“Tidak masalah…buktinya aku masih ingat kalian kan?” dengan nada genit.
Solo pun diberikan akses masuk ke klub ini, lorongnya dipenuhi lampu-lampu hias yang berbentuk wanita berpose sexy dan juga poster-poster Dj seksi. Membuat Solo teringat tentang pekerjaannya dulu sebelum ikut dengan Tuan Stam.
Malam belum gelap tetapi tempat ini dipadati oleh orang-orang, banyaknya pekerja serabutan yang menghabiskan uang tabungannya. Orang-orang berkelas tidak akan hinggap di klub ’24 jam’ seperti ini. Solo menggerutu seandainya Lio sudah cukup umur, maka pencariannya jauh lebih mudah. Ia masih melihat beberapa pengunjung, baik yang menggoda wanita-wanita yang bermain di meja yang ada tiangnya atau orang-orang yang sedang minum
“Eh?” pandangannya tertuju pada suatu meja, di mana terdapat banyak wanita yang mengerumuni seorang laki-laki. “akhirnya,” dengan tatapan tajamnya Solo menghampiri meja itu.
Laki-laki ini memegang banyak uang di kedua tangannya, lalu ia menyimpannya juga di kemejanya yang kancingnya ia sengaja buka tuk memamerkan dadanya.
Laki-laki ini menyadari kehadirannya Solo, “Hei nona manis…,” celingak-celinguk mencari apakah masih tersisa tempat di sofa melingkarnya ini. “maaf, tempatnya sudah penuh…,” Solo menatapnya dengan tajam. “ada masalah nona?”
“Huhhh….,” menghela nafas, tangannya ia lingkarkan, kakinya menepuk-nepuk lantai. Tatapannya pun semakin tajam.
Laki-laki ini memperhatikannya, mencoba memproses siapa wanita yang berdiri galak didepannya. Jalannya proses berlangsung cepat, laki-laki ini panik menjatuhkan semua uangnya. Keringat dingin meluncur cepat, hingga akhirnya ia mengusir semua wanita didekatnya dengan cara membentak agar mereka semua cepat pergi.
“Kenapa lama sekali….Werner?!” bentak Solo.
“Darimana mau tahu aku ada di sini?” tanyanya heran.
“Aku sudah keliling-keliling tau tuk mencarimu, sekarang bantu aku carikan seseorang.”
“Hehe…aku sudah lama----“
“Oh…jadi kamu ingin rahasiamu ku bongkar di sini? Apa seluruh Surban City?”
Werner merengek, memohon kepada Solo agar rahasianya tidak dibongkar olehnya. “Baik, aku menyerahhhhh….”
Sementara itu di lokasi berbeda, di sebuah ruangan yang sangat gelap, hanya lampu dari layar komputer yang memberikan cahaya pada sesosok orang yang duduk didepannya. Raut wajahnya sangat kesal, ia mengepalkan tangannya erat, giginya saling beradu.
“Jadi begitu, baiklah akan ku kejutkan lagi dengan hal mengerikan lainnya!” ucapnya.
Quote:
Rapat darurat langsung di lakukan oleh petinggi BASS dengan memanggil semua kapten tim di tiap sektor. Seperti biasa, ketua BASS sendiri tidak diketahui di mana keberadaannya. Dan yang mengganti rapat ini merupakan juru bicaranya yang usianya sendiri tidak lebih tua dari para kapten tim sektor yang sayangnya sebagian tidak hadir.
Kapten yang tidak hadir terdiri dari sektor 1 sampai 5 karena jalannya rapat sendiri berada di dalam sektor 1, di markas besar BASS. Lalu ada kapten Vela dari sektor 13 yang masih menjalani perawatan bersamaan dengan kapten sektor 10 yaitu kapten Hunter. Jadi yang hadir adalah 6 orang kapten saja di sebuah ruangan gelap yang diterangi dengan sebuah meja berbentuk ouval memanjang yang seharusnya bisa memuat ketiga belas kapten tim.
“Hm…,” jubir ketua BASS belum siap tuk berbicara, walaupun tugas ini sering ia lakukan. Apa aku bisa melakukan tugas ini lagi? pikirnya. Matanya melirik ke samping, menghindari kontak langsung dengan para kapten. Lagipula kenapa ketua selalu menghindari pertemuan yang seperti ini…kabur dari tanggung jawab, seketika dirinya bergidik ketika salah satu kapten menegurnya.
“Oi! Sudah kita mulai saja!” ucapnya sedikit keras.
“Ba…baiklah,” ia merapikan dasi dilehernya, lalu mulai membuka rapat dengan membahas tentang video yang bocor ke media televisi.
“Kejadian malam lalu memang di luar kendali kita semua, padahal pendiri BASS sendiri adalah orang yang mempunyai pengaruh kuat dan penguasa media. Oleh karena itu berkat beliau kita bisa beraksi dalam diam, tapi siapa sangka…kita kecolongan,” menghela nafas.
Jubir ketua BASS menerangkan lebih lanjut, masyarakat Surban City umumnya tidak terlalu perduli dengan kejadian-kejadian tidak masuk akal seperti ini. Tetapi pertumbuhan orang-orang yang mulai mempercayai Beaters mulai tampak di media sosial terutama forum-forum internet. Untuk itu kapten tim di setiap sektor diminta untuk terbuka dan bekerja sama dengan kepolisian jika banyak masyarakat yang mulai resah dengan keadaan ini.
“Kalian lihat sendiri bukan, bagaimana video yang ditampilkan itu? Banyak orang tidak berdosa yang terekam. Mereka mempunyai keluarga tentunya.”
Salah satu kapten mengangkat tangannya, “Hm..Saya punya pertanyaan,” jubir ketua BASS memberikan izinnya. “saya tidak yakin orang-orang itu akan melapor kepada pihak polisi, bisa kubilang begini karena kasus Beaters di sektor 12 terhitung cukup banyak.”
“Untungnya di sektor 8 kasusnya sangat sedikit, karena apa?” semua mata tertuju pada orang ini, yang wajahnya terlihat seperti orang sombong. “karena di sektor 8 ada sekumpulan Silver Clan, hebat bukan?” orang-orang masih memperhatikan. “organisasi ini dibuat untuk menghancurkan mereka bukan? Tetapi kenapa kalian membiarkan monster-monster yang menamai diri mereka Silver Clan ini tidak tersentuh sama sekali? Bahkan yang lebih memalukan setiap pekerjaan kotor mereka harus dibersihkan oleh orang-orang dari sektor 13, hal yang sangat lucu! Padahal mereka tinggal di sektor 8, wilayah kekuasaan saya!”
Jubir ketua BASS tidak mengucapkan sepatah kata pun, karena ia sudah dimintai pesan untuk tidak membahas Silver Clan. Karena mereka itu termasuk dalam ‘Top List Secret’, yang mengetahui tujuan asli mereka adalah Pendiri BASS, Ketua BASS, dan kepala kepolisian Surban City.
“Lihat! Kau sendiri tidak bisa menjawabnya,” ketua tim sektor 8 beranjak dari kursinya, dengan menenteng sebuah katana yang terbungkus rapih.
“HAHA! Hei apa kau gila? Siapa yang mengijinkanmu membawa senjata ke ruang rapat?” sahut ketua tim sektor 6.
Situasi menjadi tidak kondusif, ketegangan terjadi antara ketua tim sektor 8 dan sektor 6.
“Sudah…hiraukan kedua orang bodoh itu,” ucap kapten tim sektor 11. “saya tidak mempermasalahkan keistimewaan dari tim 13, mereka juga pernah juga membersihkan wilayah saya dan saya berterima kasih kepada mereka,” ketua tim sektor 8 tetap pergi keluar dari ruangan. “yang saya khawatirkan adalah, dengan beredarnya video ini maka para monster itu akan semakin giat melakukan serangan karena termotivasi oleh kata-kata yang mengaku sebagai Black clan itu. Dengan kejadian baru-baru ini yang mengakibatkan kedua timsektor hancur lebur, harusnya kita memfokuskan diri untuk menambah kekuatan. Untuk urusan masyarakat mau percaya atau tidak, sebaiknya kita tidak harus terlibat.”
Jubir ketua BASS menyenderkan kepalanya, tangan kanannya menutup sebelah wajahnya. Ia sama sekali tidak tahu harus berbuat apa atau berbicara apa. Setelah dipikir-pikir perkataan kapten tim sektor 11 ada benarnya juga. Melihat dari laporan tim sektor 10 dan 13, persenjataan yang dimiliki sama sekali tidak bisa menyentuh Beaters sekelas Black Clan. Walaupun senjata mereka sangat ampuh pada Beaters non clan.
“Ya…benar sekali hal mengenai persenjataan, tapi saya belum diinstruksikan tuk melakukan apa pun. Ketua lagi-lagi mangkir dari tugasnya, semua cara sudah dicoba namun tidak ada yang berhasil menemukannya,” ucapnya mengeluh.
Karena kondisi yang semakin tidak menentu dan arah pembicaraan juga tidak menemukan solusi terbaik maka rapat pun dibubarkan. Para ketua tim sektor tinggal mengatur strateginya bersama kepolisian sektor setempat. Jikalau ada lonjakan pelaporan orang hilang yang terjadi disektornya masing-masing.
Semua kekhawatiran itu nampaknya tidak terbukti sama sekali, laporan orang hilang terhitung sangat kecil. Padahal jika ditotalkan semua kasus Beaters sudah berada di atas seratus lebih kasus. Permasalahan ini hanya ramai di media sosial dan forum-forum. Televisi juga tidak menyiarkan beritanya lagi karena mereka mengganggap video kemarin itu hanyalah hoax.
Tapi tidak bagi Solo, sudah beberapa hari ini ia mencari seseorang yang bisa menemukan lokasi penyebar video-video Beaters. Anehnya lokasi-lokasi pencariannya selalu berhubungan dengan klub malam, perjudian, hingga tempat prostitusi dipinggiran kota Surban. Hingga akhirnya ia sampai di suatu tempat, yang mengaku membuka tempat hiburannya ini selama 24 jam penuh.
Solo berjalan santai menuju pintu masuk, ada dua orang berbadan besar yang menjaganya.
“Ada yang bisa kami bantu…nona?” ucap salah satunya.
“Eh…kalian ini, memangnya sudah berapa lama aku tidak datang ke sini?” membuat bingung kedua penjaga ini. “hm…baiklah,” Solo menggoyangkan kedua payudaranya dengan kedua tangannya, naik turun mengguncang hebat. Hingga membuat kedua penjaga itu tersadar.
“Ah! Dj Solo!” dengan wajah malu-malu, “maafkan kami berdua, nona sudah lama tidak kemari sih…,” ucapnya seperti orang yang sudah lama kenal.
“Tidak masalah…buktinya aku masih ingat kalian kan?” dengan nada genit.
Solo pun diberikan akses masuk ke klub ini, lorongnya dipenuhi lampu-lampu hias yang berbentuk wanita berpose sexy dan juga poster-poster Dj seksi. Membuat Solo teringat tentang pekerjaannya dulu sebelum ikut dengan Tuan Stam.
Malam belum gelap tetapi tempat ini dipadati oleh orang-orang, banyaknya pekerja serabutan yang menghabiskan uang tabungannya. Orang-orang berkelas tidak akan hinggap di klub ’24 jam’ seperti ini. Solo menggerutu seandainya Lio sudah cukup umur, maka pencariannya jauh lebih mudah. Ia masih melihat beberapa pengunjung, baik yang menggoda wanita-wanita yang bermain di meja yang ada tiangnya atau orang-orang yang sedang minum
“Eh?” pandangannya tertuju pada suatu meja, di mana terdapat banyak wanita yang mengerumuni seorang laki-laki. “akhirnya,” dengan tatapan tajamnya Solo menghampiri meja itu.
Laki-laki ini memegang banyak uang di kedua tangannya, lalu ia menyimpannya juga di kemejanya yang kancingnya ia sengaja buka tuk memamerkan dadanya.
Laki-laki ini menyadari kehadirannya Solo, “Hei nona manis…,” celingak-celinguk mencari apakah masih tersisa tempat di sofa melingkarnya ini. “maaf, tempatnya sudah penuh…,” Solo menatapnya dengan tajam. “ada masalah nona?”
“Huhhh….,” menghela nafas, tangannya ia lingkarkan, kakinya menepuk-nepuk lantai. Tatapannya pun semakin tajam.
Laki-laki ini memperhatikannya, mencoba memproses siapa wanita yang berdiri galak didepannya. Jalannya proses berlangsung cepat, laki-laki ini panik menjatuhkan semua uangnya. Keringat dingin meluncur cepat, hingga akhirnya ia mengusir semua wanita didekatnya dengan cara membentak agar mereka semua cepat pergi.
“Kenapa lama sekali….Werner?!” bentak Solo.
“Darimana mau tahu aku ada di sini?” tanyanya heran.
“Aku sudah keliling-keliling tau tuk mencarimu, sekarang bantu aku carikan seseorang.”
“Hehe…aku sudah lama----“
“Oh…jadi kamu ingin rahasiamu ku bongkar di sini? Apa seluruh Surban City?”
Werner merengek, memohon kepada Solo agar rahasianya tidak dibongkar olehnya. “Baik, aku menyerahhhhh….”
Sementara itu di lokasi berbeda, di sebuah ruangan yang sangat gelap, hanya lampu dari layar komputer yang memberikan cahaya pada sesosok orang yang duduk didepannya. Raut wajahnya sangat kesal, ia mengepalkan tangannya erat, giginya saling beradu.
“Jadi begitu, baiklah akan ku kejutkan lagi dengan hal mengerikan lainnya!” ucapnya.
redrices dan 8 lainnya memberi reputasi
9
Kutip
Balas