News
Batal
KATEGORI
link has been copied
162
Lapor Hansip
29-10-2020 14:19

MUI Kecam Presiden Prancis Rendahkan Islam: Umat Tak Akan Tinggal Diam


Quote:Presiden Prancis, Emmanuel Macron, menuai kecaman luas dari umat Islam di seluruh dunia karena menghina Islam dan merendahkan Nabi Muhammad SAW. Kecaman juga datang dari Indonesia.

Sekjen MUI, Anwar Abbas, menyebut Macron menyulut permusuhan. Di antara pernyataan Macron yang memicu kemarahan adalah mengkaitkan Islam dengan terorisme, muslim dengan separatisme, dan Islam adalah agama yang mengalami krisis di dunia. 
"Bagi umat Islam kalau ada orang yang menghina agamanya dan merendahkan Nabi Muhammad SAW apalagi dia seorang presiden, maka umat Islam tentu tidak akan tinggal diam. Berbagai reaksi tentu akan terjadi," ucap Anwar Abbas dalam rilisnya, Rabu (28/10).

MUI Kecam Presiden Prancis Rendahkan Islam: Umat Tak Akan Tinggal Diam

Anwar mengomentari aksi pria Chechnya memenggal guru di Prancis bernama Samuel Paty setelah menunjukkan gambar Nabi ke muridnya. Peristiwa itu yang membuat Macron merendahkan Islam.

Padahal, kata Anwar, kalau ada umat Islam yang melakukan tindak kekerasan, maka jangan hanya mereka yang disalahkan, tapi yang harus lebih disalahkan lagi adalah orang yang telah memantik reaksi dari umat Islam tersebut.

"Untuk itu saya meminta Macron agar mencabut ucapannya dan meminta maaf kepada umat Islam," imbuhnya.

MUI tidak bisa menerima alasan Macron yang menyebut menghormati dan melindungi kebebasan berekspresi rakyatnya, karena kebebasan berekspresi tetap harus ada batasnya. Jika tidak, maka dunia akan terseret kekacauan, permusuhan, dan dendam berkepanjangan.

"Supaya masalah ini tidak berlarut-larut dan tidak menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat dunia, maka kita mengharapkan agar macron secepatnya mencabut ucapannya dan meminta maaf kepada umat Islam," tuturnya. 

"Saya yakin dan percaya bila yang bersangkutan mau meminta maaf atas sikap dan tindakannya tersebut, maka umat Islam tentu pasti akan memaafkannya sehingga api permusuhan yang sudah menyala tersebut akan bisa padam secepatnya karena umat Islam adalah umat yang pemaaf dan cinta damai," tutupnya.


SUMBER

Quote:Padahal, kata Anwar, kalau ada umat Islam yang melakukan tindak kekerasan, maka jangan hanya mereka yang disalahkan, tapi yang harus lebih disalahkan lagi adalah orang yang telah memantik reaksi dari umat Islam tersebut. 


hmm sungguh menarik
kalau ada umat islam yang melakukan PEMENGGALAN, maka jangan hanya mereka yg disalahkan, tapi
yang harus LEBIH DISALAHKAN lagi adalah mereka yang menggunakan hak kebebasan berpendapat dan berekspresi sesuai UU negaranya
gitu pak?

lu kira prancis ada hukum purba bernama UU penistaan agama?
dilarang menggambar nabi itu hukum islam
bukan hukum prancis
jadi prancis tidak perlu mentaati hukum islam

kecuali islam BISA menyerang dan menguasai prancis
setelah itu
silahkan ubah UU di prancis sesuai keinginan kalian

emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
MegaFire dan 40 lainnya memberi reputasi
33
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
MUI Kecam Presiden Prancis Rendahkan Islam: Umat Tak Akan Tinggal Diam
29-10-2020 14:27
makanya ayo kalo berani beneran declare total war ke perancis
emoticon-Toast

suruh si esdoger ngeluarin turki dari nato bisa bisa declare war secepatnya
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Mogul kahn dan 2 lainnya memberi reputasi
2 1
1
profile picture
kaskus addict
29-10-2020 17:23
Esdoger merasa layak memimpin NATO kerana mempunyai pasukan plg besar dan siap tempur dibanding negara2 EU
0
profile picture
kaskus addict
02-11-2020 07:26
Setau saya WW itu semua ada prosesnya. Tp sudah pasti ini WW3 tar. Ilmunya lebih tinggi dari si bush dulu pertama buka topik teroris setelah set up pesawat nabrak tower WTC. Cair deh asuransi.. agenda "New World Order" banget
0
profile picture
kaskus addict
02-11-2020 18:56
@Derodero89 yihaa.... yihaa.... jualan gw laku
0
Memuat data ...
1 - 3 dari 3 balasan
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia