- Beranda
- Stories from the Heart
[SEKUEL] Diary 2 Dunia : Next Journey
...
TS
agusk1988
[SEKUEL] Diary 2 Dunia : Next Journey
Menjadi seseorang yang memiliki kelebihan itu bukan lah hal yang gampang. Selalu saja ada riak-riak kecil diluar sana yang tidak suka dengan kelebihan yang kita miliki. Bahkan terkadang mereka menghalalkan segala cara untuk menjatuhkan diri kita. Namun kita harus menanggapi itu semua dengan kepala dingin... Sebab kita tak akan ada bedanya dengan mereka kalau kita menanggapi sikap mereka dengan cara yang sama seperti yang mereka lakukan ke kita. .
Tuhan menciptakan sesuatu tanpa kesia-siaan yang mengirinya .. Jadikan kelebihan yang kita miliki sebagai batu loncatan untuk membuat diri kita serta orang lain di sekitar kita menjadi lebih baik lagi.. Selalu berdoa dan pantang menyerah untuk selalu berusaha.. Karena usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil..
Inilah kisah lanjutan tentang anak manusia yang diberi kemampuan lebih oleh -Nya.. Harap patuhi segenap aturan yang berlaku di sub forum ini :
- dilarang keras , mengkopi atau menerbitkan segala isi dalam thread ini tanpa seijin penulis.
- dilarang keras junk, oot atau sara di forum ini.
- dilarang keras terlalu kepo . kalau tidak suka , tinggal abaikan.
Dan yang terakhir, terima kasih kepada para pembaca setia sub forum kaskus Stories Of The Heart. Kalian semua istimewa.
Tuhan menciptakan sesuatu tanpa kesia-siaan yang mengirinya .. Jadikan kelebihan yang kita miliki sebagai batu loncatan untuk membuat diri kita serta orang lain di sekitar kita menjadi lebih baik lagi.. Selalu berdoa dan pantang menyerah untuk selalu berusaha.. Karena usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil..
Inilah kisah lanjutan tentang anak manusia yang diberi kemampuan lebih oleh -Nya.. Harap patuhi segenap aturan yang berlaku di sub forum ini :
- dilarang keras , mengkopi atau menerbitkan segala isi dalam thread ini tanpa seijin penulis.
- dilarang keras junk, oot atau sara di forum ini.
- dilarang keras terlalu kepo . kalau tidak suka , tinggal abaikan.
Dan yang terakhir, terima kasih kepada para pembaca setia sub forum kaskus Stories Of The Heart. Kalian semua istimewa.
Kisah sebelum nya : Diary 2 Dunia
fajarsht dan 74 lainnya memberi reputasi
75
191.4K
870
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
agusk1988
#452
• PART 18
Aku penasaran dengan keberadaan pohon mangga tersebut. Meski pun hari masih siang, entah kenapa aku merasa kalau area sekitar pohon mangga tersebut sangat gelap.
Dari kejauhan ku cermati pohon mangga tersebut dengan seksama. Memang karena belum musim nya berbuah, pohon mangga tersebut hanya keliatan daun nya yang lebat.
Hingga membuat dibawah nya terlihat sejuk..
“ hei, gus. Ayo masuk. Malah bengong.”
“ gak capek apa loe dari tadi dorong motor” seru Mbak Nella.
“ bentar mbak, aku markir motor ku dibawah pohon mangga itu dulu” balas ku sembari menunjuk pohon mangga dipojokan.
“ ya udah nanti langsung masuk ya. Jangan kelamaan. Gue mau masuk ke dalam dulu buat ganti baju. Udah pengap banget ini” pungkas Mbak Nella seraya ngeloyor memasuki rumah kost nya.
Saat memarkirkan motor ku dibawah pohon mangga tadi, sepintas aku merasa ada sepasang mata yang sedang memperhatikan ku.
Saat aku menengadah ke atas pohon, tak jua aku temui siapa pun dipohon itu. Meski pohon nya pendek, tapi cukup lah untuk orang dewasa seukuran tubuh ku memanjat nya.
Saat aku melangkah kan kaki ku pergi untuk menyusul Mbak Nella , tiba-tiba ada yang menegur ku dari belakang.
Setelah aku berkata seperti itu, sebuah sosok, tiba-tiba menampakkan wujud nya secara per lahan dari pohon mangga tempat memarkir sepeda.
Hawa tidak bersahabat yang tadi ku rasakan, aku yakin datang dari makhluk tersebut.
Makhluk tadi berjalan perlahan mendekat ke arah ku. Namun baru beberapa langkah, dia mundur lagi karena melihat kehadiran Puspa Ajeng di samping ku..
Makhluk tadi pun perlahan menghilang dan kembali ke alam nya. Sementara Puspa Ajeng sendiri masih berdiri mematung di samping ku.
Sosok Puspa Ajeng pun kini menghilang seperti makhluk yang menghuni pohon mangga tadi.
Dari kejauhan aku lihat Mbak Nella yang sudah berganti pakaian, berjalan perlahan ke arah ku.
Setelah melepas sepatu ku lebih dulu, aku dipersilahkan mbak Nella masuk di tempat kost nya.
Nampak didalam Mbak Rissa dkk sudah mulai mengeluarkan alat tulis nya dan menaruhnya di atas sebuah meja bulat besar yang melingkar.
Meja ini berada tepat di depan pintu masuk. Mungkin ruangan ini dikhususkan pemilik kost untuk menjamu tamu dari penghuni kost..
Jauh ke belakang, tambah sebuah dapur lengkap dengan peralatan nya. Sementara kanan kiri dari tempat ku berdiri saat ini, terlihat beberapa kamar kost berjejer. Sepertinya tempat kost ini khusus wanita.
Tak jauh dari dapur, ada sebuah tangga yang menghubungkan lantai 1 serta lantai 2.
PENGAP...
Kesan pertama ku saat melihat tangga tadi dari kejauhan.
Karena sudah mendapat izin, aku pun langsung menuju lantai dua. Tentu saja dengan Puspa Ajeng di samping ku.
Sedikit berbeda dengan lantai 1, dilantai 2 rumah ini hanya ada kamar kost saja. Serta sebuah balkon yang lumayan cukup luas dengan sebuah kursi yang terbuat dari kayu jati di pinggiran balkon.
Hawa pengap yang tadi ku rasakan semakin menjadi saat diriku sudah sampai di lantai 2. Memang hari ini cuaca nya cukup terik berawan.
Tapi aku masih bisa bedakan pengap karena cuaca, serta pengap karena aura negatif.
Ku jelajahi tiap sudut dari lantai 2 ini. Tak banyak kamar yang berada di lantai 2 ini. Berbeda hal dengan lantai 1.
Mungkin karena sebagian dipakai untuk balkon.
Perhatian ku tertuju pada sebuah kamar dengan sebuah nama keterangan yang cukup besar di atas daun pintu nya.
KAMAR MANDI...
Aku penasaran dengan keberadaan pohon mangga tersebut. Meski pun hari masih siang, entah kenapa aku merasa kalau area sekitar pohon mangga tersebut sangat gelap.
Dari kejauhan ku cermati pohon mangga tersebut dengan seksama. Memang karena belum musim nya berbuah, pohon mangga tersebut hanya keliatan daun nya yang lebat.
Hingga membuat dibawah nya terlihat sejuk..
“ hei, gus. Ayo masuk. Malah bengong.”
“ gak capek apa loe dari tadi dorong motor” seru Mbak Nella.
“ bentar mbak, aku markir motor ku dibawah pohon mangga itu dulu” balas ku sembari menunjuk pohon mangga dipojokan.
“ ya udah nanti langsung masuk ya. Jangan kelamaan. Gue mau masuk ke dalam dulu buat ganti baju. Udah pengap banget ini” pungkas Mbak Nella seraya ngeloyor memasuki rumah kost nya.
Saat memarkirkan motor ku dibawah pohon mangga tadi, sepintas aku merasa ada sepasang mata yang sedang memperhatikan ku.
Saat aku menengadah ke atas pohon, tak jua aku temui siapa pun dipohon itu. Meski pohon nya pendek, tapi cukup lah untuk orang dewasa seukuran tubuh ku memanjat nya.
Saat aku melangkah kan kaki ku pergi untuk menyusul Mbak Nella , tiba-tiba ada yang menegur ku dari belakang.
Quote:
Setelah aku berkata seperti itu, sebuah sosok, tiba-tiba menampakkan wujud nya secara per lahan dari pohon mangga tempat memarkir sepeda.
Hawa tidak bersahabat yang tadi ku rasakan, aku yakin datang dari makhluk tersebut.
Makhluk tadi berjalan perlahan mendekat ke arah ku. Namun baru beberapa langkah, dia mundur lagi karena melihat kehadiran Puspa Ajeng di samping ku..
Quote:
Makhluk tadi pun perlahan menghilang dan kembali ke alam nya. Sementara Puspa Ajeng sendiri masih berdiri mematung di samping ku.
Quote:
Sosok Puspa Ajeng pun kini menghilang seperti makhluk yang menghuni pohon mangga tadi.
Dari kejauhan aku lihat Mbak Nella yang sudah berganti pakaian, berjalan perlahan ke arah ku.
Quote:
Setelah melepas sepatu ku lebih dulu, aku dipersilahkan mbak Nella masuk di tempat kost nya.
Nampak didalam Mbak Rissa dkk sudah mulai mengeluarkan alat tulis nya dan menaruhnya di atas sebuah meja bulat besar yang melingkar.
Meja ini berada tepat di depan pintu masuk. Mungkin ruangan ini dikhususkan pemilik kost untuk menjamu tamu dari penghuni kost..
Jauh ke belakang, tambah sebuah dapur lengkap dengan peralatan nya. Sementara kanan kiri dari tempat ku berdiri saat ini, terlihat beberapa kamar kost berjejer. Sepertinya tempat kost ini khusus wanita.
Tak jauh dari dapur, ada sebuah tangga yang menghubungkan lantai 1 serta lantai 2.
PENGAP...
Kesan pertama ku saat melihat tangga tadi dari kejauhan.
Quote:
Karena sudah mendapat izin, aku pun langsung menuju lantai dua. Tentu saja dengan Puspa Ajeng di samping ku.
Sedikit berbeda dengan lantai 1, dilantai 2 rumah ini hanya ada kamar kost saja. Serta sebuah balkon yang lumayan cukup luas dengan sebuah kursi yang terbuat dari kayu jati di pinggiran balkon.
Hawa pengap yang tadi ku rasakan semakin menjadi saat diriku sudah sampai di lantai 2. Memang hari ini cuaca nya cukup terik berawan.
Tapi aku masih bisa bedakan pengap karena cuaca, serta pengap karena aura negatif.
Ku jelajahi tiap sudut dari lantai 2 ini. Tak banyak kamar yang berada di lantai 2 ini. Berbeda hal dengan lantai 1.
Mungkin karena sebagian dipakai untuk balkon.
Perhatian ku tertuju pada sebuah kamar dengan sebuah nama keterangan yang cukup besar di atas daun pintu nya.
KAMAR MANDI...
efti108 dan 31 lainnya memberi reputasi
32
Tutup