- Beranda
- The Lounge
Pandemi Tak Kunjung Pergi, Sampai Kapan Bali Sepi? Ini Penampakannya
...
TS
Bolabastis
Pandemi Tak Kunjung Pergi, Sampai Kapan Bali Sepi? Ini Penampakannya
"Indonesia? Wah saya belum pernah. Bali? Ya, saya sudah pernah ke sana." Pernah mendengar percakapan seperti ini? Katanya, Bali itu lebih terkenal dari Indonesia... dan sekarang Bali sepi seperti kota mati.

Seorang warga melintas di antara kafe dan toko yang tutup di kawasan Kuta, Bali.
Membaca laporan dari Historia, rasa kangen akan Bali semakin menjadi-jadi. Kalau dulu saya dan istri pasti menikmati tawar-menawar kalau belanja di Bali, kini kebayang gak banyak pendatang di sana untuk menawar barang-barang jualan di sana.
Kini, di sepanjang Kuta dikabarkan sepi... jauh dari kebiasaan ketika ribuan wisatawan asing dan lokal menikmati Bali. Kebayang kan seperti apa nasib pengelola hotel dan pedagang-pedagang di sana?
Quote:
Kita sama-sama tahu dulu Bali pernah diguncang terorisme, tapi tak pernah tidur lama seperti ini. Seperti kisah dongeng putri tidur, tapi yang ini kelamaan nunggu pangeran datang.
Para bule-bule dan wisatawan asing yang terpaksa harus tinggal di Bali akibat pandemi ini ikut mengalami masalah keuangan... siapa sih yang tidak?
Quote:
Berikut foto-foto terbaru dari Bali yang didokumentasikan oleh fotografer Fernando Randy dari Historia.id.

Petugas porter barang di airport tak lagi sibuk seperti biasa.

Suasana sepi di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali.

Seorang pedagang baju khas Bali saat menunggu pembeli di kawasan Kuta, Bali.

Deretan kafe dan toko yang tutup di kawasan Kuta, Bali.

Deretan toko yang tutup di kawasan Seminyak, Bali.

Deretan kafe dan toko yang tutup di kawasan Kuta, Bali.
Memang bukan hanyaBali yang diguncang pandemi Covid-19 tak berkesudahan ini. Tapi, saya membayangkan seperti apa kehidupan masyarakat di daerah pariwisata yang hidupnya banyak ditentukan oleh jumlah turis domestik dan internasional yang datang ke daerah mereka. Semoga, pandemi ini segera berlalu.
Diubah oleh Bolabastis 26-10-2020 15:02
bstepanus dan 60 lainnya memberi reputasi
59
16.1K
831
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•106.2KAnggota
Tampilkan semua post
User telah dihapus
#7
sekarang orang lebih milih diam di rumah daripada pergi ke Bali. sekalipun bisa dan sanggup, apa gunanya jika pergi liburan dengan kondisi ketakutan? adanya kayak si bodoh rapi amat itu, liburan ke labuan bajo, udahannya di suruh swab test sekeluarga kek di curigain gitu, apa enaknya coba? duit banyak, tapi bodoh maksimal itu namanya.
itu belum seberapa. ilmuwan di Inggris menyatakan covid akan ada selamanya, sama kayak influenza, gak mngkin di musnahkan, akan ada terus sampai kapanpun. sekalipun ada vaksin, gak menjamin tuh orang kebal covid. jadi ane rasa, ketakutan akan covid akan tetap ada di masyarakat dan bakalan permanen abadi ke depannya.
dari info kek gitu aja udah jelas, Bali udah gak bisa lagi mengandalkan pariwisata lagi kek dulu. kalaupun tetap ada, gak bakalan serame sebelum covid. dan itu jelas masalah bagi income org Bali kedepannya. jadi Bali kudu belajar cari penghasilan diluar pariwisata.
pemprov Bali sekarang lagi gencar saranin warga Bali agar kembali ke sektor pertanian. menruut ane tidak akan mudah. kontur tanah Bali itu curah hujan nya langsung turun dari gunung ke laut, jadi Bali kudu bikin waduk atau sebangsanya kalo emang serius fokus ke pertanian. tanah Bali yg sempit dan kecil, juga bakal menyulitkan karena pasti hasil panen nya tidak besar. alhasil hingga kini Bali masih mengandalkan pasokan pangan dari Jawa yg terkadang harga nya lebih murah daripada hasil panen asli Bali itu sendiri. itu juga jadi masalah. jadi propaganda bertani di Bali itu sekedar gimmick aja menurut ane.
ujung2nya tetap aja Bali balik lagi ke pariwisata dan kerajinan nya.
itu fenomena Bali yg ane liat sejauh ini.
![kaskus-image]()
itu belum seberapa. ilmuwan di Inggris menyatakan covid akan ada selamanya, sama kayak influenza, gak mngkin di musnahkan, akan ada terus sampai kapanpun. sekalipun ada vaksin, gak menjamin tuh orang kebal covid. jadi ane rasa, ketakutan akan covid akan tetap ada di masyarakat dan bakalan permanen abadi ke depannya.
dari info kek gitu aja udah jelas, Bali udah gak bisa lagi mengandalkan pariwisata lagi kek dulu. kalaupun tetap ada, gak bakalan serame sebelum covid. dan itu jelas masalah bagi income org Bali kedepannya. jadi Bali kudu belajar cari penghasilan diluar pariwisata.
pemprov Bali sekarang lagi gencar saranin warga Bali agar kembali ke sektor pertanian. menruut ane tidak akan mudah. kontur tanah Bali itu curah hujan nya langsung turun dari gunung ke laut, jadi Bali kudu bikin waduk atau sebangsanya kalo emang serius fokus ke pertanian. tanah Bali yg sempit dan kecil, juga bakal menyulitkan karena pasti hasil panen nya tidak besar. alhasil hingga kini Bali masih mengandalkan pasokan pangan dari Jawa yg terkadang harga nya lebih murah daripada hasil panen asli Bali itu sendiri. itu juga jadi masalah. jadi propaganda bertani di Bali itu sekedar gimmick aja menurut ane.
ujung2nya tetap aja Bali balik lagi ke pariwisata dan kerajinan nya.
itu fenomena Bali yg ane liat sejauh ini.

reid2 dan 26 lainnya memberi reputasi
25
Tutup