News
Batal
KATEGORI
link has been copied
94
Lapor Hansip
22-10-2020 11:30

Gubernur Maluku Jadi Korban Asuransi AIA

Gubernur Maluku Jadi Korban Asuransi AIA



Gubernur Maluku, Murad Ismail harus menelan kerugian miliaran rupiah setelah bergabung dengan Asuransi AIA. Tidak ingin pengalaman pahitnya terjadi kepada masyarakat Maluku, Murad ingatkan srluruh masyarakat Maluku hindari berhubungan dengan asuransi apapun bentuknya.

“Saya ingatkan masyarakat Maluku agar tidak berhubungan dengan lembaga asuransi sebagus apapun program yang ditawarkan,” kata Gubernur Maluku Murad Ismail kepada wartawan di Kantor Gubernur Maluku, Selasa (20/10).

Ia menegaskan, program yang ditawarkan agen asuransi akan merusak dan mengkhianati masyarakat. “Contohnya saya, selama ini saya mengikuti program asuransi namun tidak pernah menerima apapun dari asuransi. Bahkan uang saya hampir Rp 2,2 miliar hilang karena asuransi,” jealsnya.

Untuk itu Murad menyarankan agar masyarakat Maluku jangan terpengaruh dengan omongan agen asuransi, lebih baik uangnya ditabung di bank.

“Ditabung saja sudah cukup sebab, asuransi begitu kita komplain sangat sulit mengklaimnya. Misalnya, kita tabung tiap Rp100 ribu di asuransi hingga 7 tahun misalnya, tidak bisa diambil sebelum jatuh tempo, jika kita mengambilnya maka uang yang harusnya berjumlah Rp 70 juta tersisa Rp 50 juta,” tutur Gubernur.

“Kalau kita ambil di tahun kedelapan baru untung Rp 10 perak. Jadi tidak ada untungnya. Lebih baik menabung dari pada masuk asuransi dan juga pemilik asuransi tidak jelas,” kata Gubernur berbagi pengalaman.

Keberadaan serta kepemilikan asuransi beda dengan bank. Kelemilikan bank kata Murad jelas dan diketahui masyarakat, tapi asuransi tidak.

“Asuransi tidak diketahui pemiliknya, mungkin setan. Jadi kita mau komplain dimanapun tidak bisa, saya saran agar masyarakat Maluku, aparat pemerintahan saya ingatkan jangan sekali-kali masuk asuransi, bila perlu lembaga asuransi kita usir dari Maluku karena tidak jelas,” tegasnya.

Asuransi, tambahnya, selalu mengiming-iming dana pertanggungan yang besar.

“Saya masuk asuransi dari tahun 1998 hingga saat ini tidak pernah ajukan klaim belakangan ini diurus oleh bank tertentu Kita tarik Rp 1 miliar, kata managemen hanya bisa Rp 200 juta, bagaimana bisa. Saya minta cukup saya saja yang kena celaka akibat asuransi, masyarakat Maluku jangan jadi korban,” timpalnya.

Mantan Kakor Brimob Polri ini merasa heran dengan keberadaan asuransi. Pasalnya, kasus asuransi ini, polisi tidak bisa menangani dengan benar, OJK juga tidak transparan soal asuransi.

“Sebenarnya asuransi ini apakah malaikat penganut nyawa ? Tidak jelas,” tandasnya.

Untuk itu lanjut Murad, dirinya telah meminta OJK agar bisa selesaikan masalah asuransi. “Kalau OJK berhasil sekessikannya maka saya angkat dua jempol,” kata Gubernur.

Ia tidak lagi mempermasalahkan uangnya lenyap ditelan asuransi tersebut, tapi dirinya tetap melaporkan hal ini ke aparat kepolisian.

“Uang saya dianggap hilang, tapi saya sudah lapor polisi agar ada efek jera. Apalagi yang datang ke saya bukan orang asuransi tapi orang bank karena saya ada tabungan di situ,” katanya.

Untuk itu, Gubernur mengingatkan masyarakat Maluku, mulai dari SD hingga perguruan tinggi agar jangan terlibat di asuransi.

“Program yang ditawarkan asuransi tidak menguntungkan kita yang jelas tabung di bank yang sudah diketahui kejelasannya,” jelasnya.


Sumber


Makanya ikut asuransi tuh  liat perusahaan yang mantap dan bonafide 

Jiwasraya misalnya ... emoticon-2 Jempol emoticon-2 Jempol emoticon-2 Jempol
profile-picture
profile-picture
profile-picture
agusdwikarna dan 9 lainnya memberi reputasi
8
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Gubernur Maluku Jadi Korban Asuransi AIA
22-10-2020 11:50
gue seperti membaca tentang seorang gubernur yg mengumbar aib sendiri emoticon-Ngakak

itu lah gunanya membaca, berfikir dan menentukan pilihan. banyak yg ikut asuransi belum tentu semuanya merasa dibodohi.

tapi emang gue akui, setiap asuransi itu ribet urusan klaimnya. tinggal ke kita aja lagi milih dan mikirnya.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jerrystreamer1 dan 3 lainnya memberi reputasi
3 1
2
profile picture
kaskus geek
22-10-2020 11:59


Itungan asuransi kan biasanya hanya melayani klaim 1/1000 bedanya sama BPJS ya di profit oriented saja emoticon-Big Grin
0
profile picture
kaskus addict
23-10-2020 00:12
Apa2 aib..apa2 aib.
Pengalaman pribadi yang diketahui orang bisa mencegah orang lain jatuh dalam lubang yang sama.
______emoticon-Traveller
0
profile picture
kaskus addict
23-10-2020 05:24
@CoZiA menurut gue mengumbar kebodohan itu aib. asuransi itu udah lama ada dan ada banyak negara.

Dia yg gak baca, trus kena masalah, jadi menyalahkan semua pihak asuransi dan menghasut warganya.

gak semua pengalaman pribadi lu bisa lu ungkap, kecuali cuma di keyboard dan dibalik akun anonim ya bisa semuanya, kayaknya. emoticon-Om Telolet Om!
0
profile picture
kaskus addict
23-10-2020 06:20
@gombalahdomba13
Membuka aib itu pilihan berani yang berisiko dengan tujuan :
1) Kejujuran.
2) Mencegah orang lain jatuh ke lubang yang sama.
3) Pengalaman adalah guru yang terbaik, tapi belajar dari pengalaman salah orang lain adalah guru yang super baik.
Jadi kalo orangnya siap untuk pengakuan aib, kita justru harus kagumi, bukan malah nyinyir. emoticon-Betty (S)

Soal asuransi AIA sih ane kagak ngerti mendalam, jangan2 tuh gub kena yang divisi investasinya.
Makanya asuransi cukup main asuransi aja sih menurut gua, jangan main investasi2an, macam Jiwasraya yang kolaps karena divisi investasinya. emoticon-Takut (S)
0
profile picture
kaskus addict
23-10-2020 06:32
@CoZiA masalahnya di gubernur, bukan wong biasa, disitu aja. jujur itu bagus, tapi kalo kebablasan namanya goblok. apalagi sampe "mengingatkan" kepada warganya untuk menjauhi semua asuransi. padahal dia yg gak memahami dan mendalami, maka sebagian org pun akan merasa dia pemimpin yg gak bijak, ngurusi masalahnya sendiri aja udah begitu apalagi urusan warganya.
0
Memuat data ...
1 - 5 dari 5 balasan
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia