Kaskus

Story

MartincorpAvatar border
TS
Martincorp
PACARKU HIDUP KEMBALI
PACARKU HIDUP KEMBALI
Permisi Gan/Sis pembaca setia cerita cinta Hayati dan Asnawi, dalam trit baru ini ane mau cerita lanjutan petualangan Hayati setelah berpisah sama Asnawi.
Spoiler for Sinopsis:


KARAKTER


Spoiler for Karakter Utama:

Spoiler for Mahluk Gaib dan Bangsa Siluman:

Spoiler for Karakter Pendukung:



Quote:


Soundtrack cerita biar kayak film-film ANIME....emoticon-Embarrassmentemoticon-Embarrassment

Spoiler for Opening Song:


 
BAGIAN 1
ALAM BAKA
part 1



Malam itu setelah petarungan besar antara Bendoro dan Hayati, keadaan tampak sangat memilukan. Asnawi dan Hayati saling berpelukan dalam waktu lama, tubuh Hayati yang masih mengeluarkan darah tidak menjadi batu sandungan buat dirinya untuk memeluk Hayati.

Hayati menangis tersedu sedu dalam pelukan Asnawi. akhirnya setelah sekian lama, dia bisa bersatu dengan Asnawi tanpa harus mengalami berbagai gangguan. Bendoro yang selama ini muncul di kehidupannya, telah lenyap begitu saja. Memang Bendoro mempunyai tujuan yang baik demi membela kamu arwah penasaran yang diperbudak oleh bangsa siluman bangsawan, namun dia telah merenggut kebahagiaan Hayati dengan memaksanya untuk ikut berjuang. Bagi diri Hayati, Asnawi berperan sebagai pahlawan besar dalam kahidupannya sebagai arwah penasaran. Dimulai dengan pertemuan pertamanya yang sangat menyeramkan sampai mereka menjadi satu seperti sekarang ini. Banyak lika liku kehidupan cinta diantara mereka berdua ditengah jurang perbedaan yang menganga.

Hayati merasa sangat bahagia kala itu, hatinya merasa sangat tenang dan jiwanya berbunga bunga. Tubuhnya mulai menghangat seperti manusia hidup. Detak jantungnya mulai terasa dan aliran darahnya mulai menggelora. Tiba tiba seberkas cahaya berwana keemasan muncul dari langit dan menerpa tubuh Hayati yang masih beperlukan dengan Asnawi. Hayati langsung kaget dengan cahaya itu dan melapaskan pelukannya dengan Asnawi.

“mas...sinar ini?”

“maksudnya apa Hayati?”

“hatiku sekarang tenang banget dan jiwaku juga terasa hangat...jangan jangan ini tanda tanda...”

“maksudnya arwah kamu udah nggak penasaran lagi?”

“iya mas ku...huft..huft..mas.....mas..........gimana ini?”

“Hayati....kamu jangan tinggalin aku... kita udah berjanji mau hidup bersama”

“aku juga sama mas aku...hiks ...hiks...aku nggak mau pisah sama kamu mas”

Tubuh Hayati menjadi sangat hangat dan perlahan mulai memudar. Panggilan dari alam baka mulai menggema, Hayati mau tidak mau harus pergi kesana dan meninggalkan Asnawi di dunia ini. Asnawi semakin erat memeluk Hayati. Dia histeris dan tidak mau melepas Hayati.

“Hayati....tolong tetap disini, jangan pergi dulu ke alam baka..hiks..hiks”

“maafin aku mas, aku juga nggak bisa berkehendak....ini udah takdir...udah seharusnya aku berada di alam sana”

“HAYATIIIIII...........TOLONG HAYATI....TETEP JADI ARWAH PENASARAN....JANGAN TINGGALIN AKU”

“mas.....kayanya aku udah nggak bisa....aku udah pasrah akan keadaan sekarang..mas...denger aku mas...”

Hayati berusaha menegakkan kepala Asnawi yang tertunduk. Tampak mata Asnawi yang merah karena menangis dan wajahnya yang basah terkena air mata. Hayati berusaha tegar dan menguatkan Asnawi yang tengah jatuh dan larut dalam kesedihan. Hayati harus menyampaikan pesan yang bisa dijadikan bekal hidup Asnawi ditengah waktu yang samakin sempit. Lama kelamaan tubuh Hayati semakin memudar, dia harus berpacu dengan waktu.

“mas....maafin aku yah...mas...aku pengen kamu janji...aku pengen kamu berjanji sebelum aku pergi selamanya ke alam baka”

“nggak mau....kamu harus tetep disini Hayati..”

“mas...ku sayang...tolong aku yah mas.....mas harus ngerelain kepergianku yah...dan aku pengen mas berjanji”

Asnawi terdiam beberapa saat. Dia tampak berusaha untuk ikhlas untuk melepas Hayati pergi ke alam baka. Dia mulai mengatur napasnya dan menghentikan tangisannya.

“hiks...hiks....hiks..............iya aku berjanji”

“aku pengen kamu berjanji untuk menyayangi Cascade sabagaimana kamu menyayangi ku...aku pengen kamu melanjutkan hidupmu bersama dia....aku pengen kamu balikan lagi sama dia.....janji mas!”

“aku janji Hayati.........aku akan melaksanakan janji janjimu Hayati”

“makasih banget mas ku sayang...sekarang aku bisa pergi dengan tenang”

“iya Hayati sayang...aku sayang banget sama kamu...aku cinta banget sama kamu...aku nggak akan ngelupain kamu..Hayati...hatiku udah milik kamu....aku nggak akan ngasihin sama orang lain”

“mas....hiks..hiks....kamu harus tetap sehat yah mas, kamu harus rajin mandi, makan makanan sehat, nggak boleh ngerokok dan rajin olahraga mas....mas.....kayanya waktuku udah tiba...peluk aku mas”

Asnawi kembeli berpelukan dengan erat disertai tangisan yang luar biasa yang membuat suasan semakin menyedihkan.

“mas...walaupun di dunia ini kita nggak bisa bersatu...semoga di akhirat kelak kita akan ketemu lagi dan hidup bersama selamanya”

“iya Hayati..aku janji...aku akan selalu mendoakan mu dan akan melakukan semua yang kamu perintahin ka aku.....Hayati aku akan menemuimu di akhirat nanti...tunggu aku disana yah sayang....capet atau lambat aku juga akan menyusulmu ke alam sana....terima kasih Pacar Kuntilanak Ku tersayang...kamu udah mewarnai hidupku yang menyedihkan ini....”

Hayati pun akhirnya menghilang dari pelukan Asnawi. dan cahaya keemasan yang berasal dari langit pun juga ikut menghilang. Kejadian itu sama persis seperti yang Asnawi saksikan ketika 6 kuntilanak anak buah Wewe Gombel yang juga pergi ke alam baka. Asnawi kembali menangis dan berteriak teriak menyebut nama Hayati. Dia seakan akan tidak sanggup ditinggal Hayati dalam keadaan seperti itu.

Hayati terbang di dalam sebuah pusaran energi dalam tuangan yang tak terbatas. Dia melayang tanpa arah yang jelas, Hayati mencoba untuk berbalik arah melawan arus tarikan gaya,akan tetap usahanya itu gagal. Hayati menangis selama berada dalam pusaran itu. Dalam hatinya dia terus berkeluh kesah dengan keadaan yang dialaminya.

“Oh Tuhan....kenapa Engkau melakukan ini kepadaku?.....aku cuma ingin hidup bahagia bersama kekasihku....kenapa Tuhan??” gerutu Hayati dalam tangisannya.

Tiba tiba seberkas cahaya putih kecil mulai muncul diujung pusaran. Hayati langsung melihat kearah cahaya itu, dia tampak mengernyitkan dahinya. “Mungkin itu adalah pintu alam baka” gumam Hayati dalam hati. Lama-lama cahaya putih itu semakin membesar dan mendekati Hayati. Jantungnya semakin berdebar kencang ketika dia mendekatinya dan akhirnya dia masuk kedalam cahaya putih itu.

Tiba-tiba Hayati berbaring diatas tanah yang tandus. Dia menghela napas dengan kencang dan berusaha membuka matanya pelan-pelan. Hayati mulai berdiri dan melihat keadaan disekitarnya. Ternyata tempat itu adalah sebuah padang tandus yang sangat luas dan memiliki kontur permukaan tanah yang datar. Hayati tampak sangat kebingungan dengan tempat itu. Dia kemudian berjalan untuk mencari tahu tempat yang baru didatanginya itu. Padang tandus itu dipenuhi oleh kabut dan bersuhu panas, seperti suasana Kota Bandung di siang hari.

Hayati berjalan lurus kedepan untuk mengetahui tempat itu. Dia tidak bisa melihat jauh karena terhalang oleh kabut, jarak pandangnya sangat terbatas. Akhirnya dia menemukan sebuah pohon kering yang menjulang cukup tinggi. Hayati memiliki ide untuk memanjat pohon itu dengan tujuan dapat melihat keadaan di sekitarnya. Dia pun memanjat pohon itu dengan susah payah.

Wujud Hayati berubah menjadi seperti manusia, dia tidak bisa melayang dan terbang seperti biasanya, tampak tubuhnya juga memadat. Hayati masih memakai baju gaun putih kuntinya yang berlumuran darah akibat pertarungan dengan Bendoro. Ketika sampai di puncak pohon, Hayati mulai melihat lihat kondisi sekitar yang masih tertutup kabut.

Tak lama berselang, tiba-tiba angin kencang bertiup dan menyingkirkan kabut yang mengahalangi pandangannya. Hayati tampak menutup matanya ketika diterpa angin tersebut. Setelah angin itu hilang, Hayati kembali membuka matanya. Betapa kagetnya dia ketika melihat pemandangan yang ada dihadapannya. Dia melihat orang-orang yang sangat banyak tampak antri untuk masuk ke dalam sebuah pintu besar yang berada di sebuah benteng yang sangat tinggi dan panjang di ujung cakrawala. Orang-orang yang kira kira berjumlah jutaan itu tampak bersabar dalam menunggu antrian masuk ke gerbang itu. Mereka tampak mengenakan kain kafan yang digunakan untuk menutup tubuh. Tergambar berbagai macam ekspresi yang tersirat di raut wajah mereka, ada ekspresi senyum bahagia, sedih, menangis dan penuh penyesalan.

................................................................

Spoiler for Closing Song:



Polling
0 suara
Siapakah yang akan menjadi pendamping hidup Asnawi ?
Diubah oleh Martincorp 06-12-2019 08:04
muliatama007Avatar border
chrysalis99Avatar border
gembogspeedAvatar border
gembogspeed dan 207 lainnya memberi reputasi
196
692.6K
6.3K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
33KThread54.8KAnggota
Tampilkan semua post
MartincorpAvatar border
TS
Martincorp
#2511
BAGIAN 34
WISUDA
part 1


Asnawi telah berhasil menyelesaikan tugas akhir dengan baik. Ia mendapat nilai maksimal ketika mengikuti ujian sidang akhir. Ia kini telah resmi mendapat gelar sarjana teknik. Dua minggu setelah dinyatakan lulus, Asnawi akan menjalani prosesi wisuda di kampusnya.

Suatu hari ia dan para sahabatnya tengah berkumpul di kantin untuk merayakan kelulusan. Selain sahabat Asnawi, para anggota geng Cascade juga hadir untuk ikut merayakannya, tak terkecuali Merry. Ia untuk pertama kalinya bertemu kembali dengan Asnawi untuk mengucapkan selamat.

Asnawi dan Febri telah berhasil menyelsaikan studinya selama empat tahun, sedangkan Eka dan semua anggota geng Cascade harus menunggu beberapa tahun lagi untuk wisuda.

"Widiih selamat yah Nawi... Febri... kalian berdua bisa wisuda secepat ini" ucap Rani.

"Iya nih... kalian tega yah lulus cepet cepet ninggalin kita... jadinya gak bakalan bisa kongkow bareng lagi dong" sambung Vania.

"Kalian tenang aja gays... gue gak akan kemana mana... gue mau nyari kerja di Bandung jadi bisa lah kongkow bareng kalian" balas Asnawi.

"Hmmm... kalo gue mah udah dapet kerja di Jakarta cuy!! Jadi sorry banget... gue gak akan bisa kongkow lagi" tambah Febri.

"Yaelah Feb... lu tega banget sih ninggalin kita kita ini!" Gerutu Rani.

"Kalian tenang aja girls... gue ka orang Bandung... gue bakalan sering pulang kesini... gue janji akan nongkrong bareng kalian kalo gue lagi pulang ke Bandung" janji Febri.

"Maka dari itu, ayo kita rayain wisuda kedua sohib gue ini disini... kita makan sepuasnya dan gue semua yang bayarin hahahaha" teriak Eka.

Semua orang pun langsung senang mendengar celetukan Eka. Tanpa banyak basa basi, para cewek langsung menyerbu stand-stand penjual makanan di kantin untuk memesan. Febri pun ikut dengan cewek cewek itu untuk pesan makanan, namun tidak dengan Asnawi. Ia terlihat heran dengan Eka.

"Broo... gak salah nih lu yang traktir? Harusnya kan gue sama Febri yang bayar"

"Gak apa apa Bro... gue seneng kalo dua sohib gue udah sarjana" kata Eka.

"Lu kapan atuh?"

"Santei aja gue mah lah... lagian gue gak akan kesepian Bro... disini kan banyak geng nya Cascade... hahaha"

"Anjiiir!! Lu mau gabung ama mereka? Awas lu nanti jadi bencong!"

"Hahahaha... tenang aja Broo... gua kuat iman... gak kayak elu!"

"Anjiiing!!!"

"Jangan ngatain calon kakak ipar dong!! Pamali!"

"Njiiir! Siapa yang kakak ipar gue? Geer aja lu"

"Gue suka sama kakak lu Bro... gue harap bisa nikahin dia"

"Hadeeeeuh... berat Broo, kakak gue seleranya tinggi"

"Selera kayak gimana? Gue udah menuhin seleranya dia kok... wajah ganteng, tajir dan punya badan tinggi"

"Ada yang kurang... dia senenh cowok yang pinter... nah elu mah bloon nya kebangetan"

"Goblooook!! Kalo gitu gue mesti usaha"

"Yoi Broo!!! Lu jangan males malesan lagi! Beresin kuliah lu!"

"Kalo gitu gue mau bertekad Wi... gue mau belajar giat"

"Nah gitu dong! Itu baru sohib gue!"

"Okeh Wi... gue jadi semangat"

"Tapi tetep harus didukung takdir Broo... menurut gue lu gak ditakdirin jadi kakak ipar gue... hahahahaha"

"Anjeeeeeng asem lu"

Acara perayaan kelulusan Asnawi dan Febri pun berlangsung cukup meriah. Para cewek memesan makanan begitu banyak sehingga meja makan pun dipenuhi makanan yangenggunung. Asnawi dan Febri pun saling mengutarakan kesan kesan mereka selama kuliah. Asnawi kembali harus menitikan air mata ketika menceritakan kisah cintanya dengan Hayati.

Tiga jam lamanya acara itu berlangsung hingga pegawai kantin mengusir mereka karena hari sudah malam dan kantin memasuk jam tutup. Mereka pun akhirnya membubarkan diri. Para cewek pergi kembali ke gedung kampus mereka, sedangkan Asnawi , Febri dan Eka langsung berpisah untuk pulang.

Asnawi pergi ke basement kampus untuk mengambil motor mio nya. Suasana gelap dan sepi menyelimuti tempat parkir itu. Asnawi merasakan takut. Ia melihat ada sosok gadis yang menduduki motornya. Asnawi pun mendekatinya. Gadis itu ternyata adalah Merry.

"Hai Merr... kamu lagi apa disini? Bukannya motormu disimpen di basement gedung design?"

"Aku sengaja pergi kesini Wi... aku pengen bicara sama kamu"

"Mau bicara apa Merr?"

Merry kemudian berdiri, lalu ia menghampiri Asnawi.

"Aku mau minta maaf sama kamu Wi... aku dulu udah ninggalin kamu tanpa sebab... dan aku juga udah gak bicara sama kamu lagi... bahkan sekadar bertegur sapa"

"Hmmmm... kamu masih bahas itu? Kejadiannya udah lama Merr... kamu gak usah minta maaf... kamu gak salah"

"Tidak... tidak!! Aku harus minta maaf sama kamu... karena sebenernya..."

"Sebenernya apa?"

"Aku mencintaimu Asnawi... aku bener bener cinta sama kamu sejak pertama kali ketemu, tapi aku gak tau kenapa bisa menolakmu dulu... hatiku sebemrnya pengen nerima kamu pas dulu kamu nembak aku... tapi entah kenapa tiba tiba aku menolakmu dulu... aku kayak terhipnotis untuk itu Wi...aku gak tau... dan sekarang aku menyesal karena kamu jadian sama Hayati, terus balikan lagi sama Casey dan nyambung sama Bi Asih"

Merry pun meluapkan emosinya terhadap Asnawi. Air matanya membanjiri wajahnya. Asnawi hanya terdiam melihat hal itu. Dia tak tahu apa yang harus dilakukan.

Asnawi tahu alasan kenapa Merry menolaknya beberapa tahun yang lalu secara tak sadar. Semua itu akibat efek sihir batu tolak cinta yang ditanam Cascade dalam tubuhnya. Asnawi telah berjanji kepada Cascade untuk tal menceritakan kemampuan indigonya kepada semua orang. Ia kemudian mengeluarkan sapu tangan dari sakunya, lalu diberikan kepada Merry. Akan tetapi, Merry menapiknya hingga sapu tangan itu jatuh ke lantai.

"Aku gak suka perlakuan kamu kayak gitu!! Aku bukan cewek lemah"

"Aku cuman gak tega liat cewek nangis Merr"

"Kamu gak suka yah??? Justru kamulah yang selalu bikin aku nangis Wi!"

Asnawi terdiam, Merry kali ini benar benar marah. Emosi Asnawi pun meluap. Ia mulai mencurahkan isi hatinya.

"Kamu sakit hati karena gak jadi pacaran sama aku?? Kalo gitu kenapa ketika aku baru kehilangan Hayati... kamu malah ngejauhin aku Merr? Bahkan kamu gak mau aku panggil Dinda dan kamu membenciku! Padahal aku ngarepin banget sama kamu" bentak Asnawi.

"AKU TERPAKSA NGELAKUIN ITU!!!" teriak Merry. Asnawi mendadak terdiam dan tak bisa berkata kata lagi.

"Aku terpaksa ngejauhin kamu karena Casey yang menyuruhku!!"

"Apa kamu bilang? Casey nyuruh kamu?" Asnawi terkejut.

"Iya Wi... Casey begitu, aku tak menampik kebaikanmu sama mendiang Hayati yang telah mengubah kehidupanku dari seorang pramuria menjadi orang baik... aku juga tak menampik kebaikan Casey sebagai sahabat yang ngasih kerja di restoran miliknya atas perintah darimu... waktu itu aku rela ngorbanin perasaanku demi kebahagiaan Casey... aku berharap suatu hari bisa pacaran sama kamu... aku selalu berdoa dan alhamdulillah doaku terkabul... Casey mutusin pergi ke Perancis setelah wisuda... dia bilang sama aku kalo dia nyerahin kamu sama aku... aku boleh deket lagi sama kamu Wi... tentunya aku seneng banget... bahkan aku ngaterin dia ke airport untuk pergi... setelah Casey pergi, aku balik ke rumahnya untuk nemuin kamu... tapi apa yang aku liat? Kamu malah bermesraan sama Bi Asih... aku liat kamu berpelukan dan ciuman sama pembantu itu... aku... aku... sakit banget Wi liat itu... perasaanku tercabik cabik... harapanku direnggut begitu aja"

Tangisan Merry semakin kencang sampai memecah kesunyian. Asnawi kembali tak bisa berkata kata setelah mendengar pengakuan Merry. Diriya meraaa sangat berdosa. Ia cuma mengelus punggung Merry tanpa berkata apa apa.

"Aku gak nyangka... kamu bisa jadian sama Bi Asih... kamu ternyata lebih suka sama cewek yang lebih tua dan udah punya anak... Bi Asih... aku gak nyangka kamu sekarang jadi seleb... dulu aku sering nyuruh nyuruh Bi Asih kalo lagi maen di rumah Casey... tapi sekarang dunia terbalik... dia jadi bos ku di tempat kerja, lalu dia jadi selebriti chef... dan dia memilikimu Nawi... sungguh orang paling beruntung"

"Merr... aku gak bermaksud nyakitin kamu... aku... aku bisa jelasin"

"Kamu gak usah jelasin apa apa lagi Wi!! Semuanya udah jelas!!"

Merry mendorong Asnawi agar menjauhi dirinya. Dengan penuh amarah, Ia pergi meninggalkan Asnawi yang terlihat merasa bersalah. Setelah Merry tak terlihat, Asnawi jatuh terpuruk sambil meratapi nasibnya. Ia maracau dengan menyalahakan dirinya sendiri karena tidak peka terhadap perasaan Merry.

Kenapa semua ini terjadi padaku? Kenapa setiap perempuan yang mencintaiku selalu menderita? Andaikan waktu bisa terulang, aku akan menjauhi semua perempuan itu agar terlepas dari penderitaan. Pikiran Asnawi bergejolak dan akhirnya ia memilih pasrah dengan keadaan. Ia pun pergi menyusul Merry yang telah pergi terlebih dahulu. Asnawi akan mendatangi Merry ke rumahnya untuk mengungkapkan perasaannya.

Ketika Asnawi dalam perjalanan, ia melihat kerumunan orang di tepi jalan. Rasanpenasaran pun hinggapnpada dirinya. Asnawi menghentikan motornya untuk melihat apa yang sedang terjadi. Dengan susah payah, iae menmbus kerumunan itu untuk mencapai pusat. Begitu berhasil mesuk ke pusat kerumunan, ternyata ia melihat seorang gadis yang tergeletak diatas tanah dengan tubuh penuh luka dan berlumuran darah. Ia memperhatikan wajah gadis itu, seketika ia terkejut.

"Pak... Pak... ini pacar saya Pak!! Dia kenapa?" Teriak Asnawi sambil merangkul tubuh gadis yang tak sadarkan diri itu.

"Oh Akang ini pacar si Eneng?" Balas seorang bapak yang berada di sebelahnya.

"Iya Pak... nama gadis ini Merry... dia kenapa Pak?"

"Neng ini kecelakaan Kang... tadi pas dia lewat pake motor, tiba tiba ada mobil yang nabrak dia... terus mobil yang nabraknya kabur"

"PAK... CAPET PANGGIL AMBULANS!!!"

"Udah Kang, ambulannya lagi dalam perjalanan"

Asnawi panik melihat kondisi Merry yang mengenaskan, ia menyeka luka yang ada di pelipis kanannya demgan sapu tangan agar darah nya berhemti keluar.

Tak lama, ambulans pun tiba. Para petugas medis langsung memberikan pertolongan pertama untuk Merry, kemudian membawanya kedalam ambulans. Asnawi ikut menumpang untuk mendampingi Merry.

Sapanjang perjalanan, Asnawi merasa sangat sedih melihat kondisi Merry. Penyesalan pun menyeruak dalam akal pikirannya. Rasa bersalah pun menyerang dan menduduki ruang di hatinya.

Setibanya di Rumah Sakit, Merry langsung dibawa ke ruangan UGD untuk mendapat pertolongan lebih intensif, sedangkan Asnawi menunggu di beranda. Ia pun menghubungi keluarga Merry untuk memberitahu kejadian ini, selain itu ia juga menelepon Rani.

Merry mengalami luka yang parah sehingga dokter memutuskan untuk melakukan operasi. Ia meminta izin terlebih dahulu kepada Asnawi melakukan pembedahan.

Tiga jam lamanya para dokter melakulan operasi terhadap Merry. Setelah itu ia dibawa menuju ruang rawat intensif. Asnawi sangat sedih melihat kondisi Merry yang terkulai lemah diatas ranjang. kaki kanannya disangga oleh gypsum berukuran besar, lengan kiri ditutupi perban dan wajah cantiknya pun kini telah pudar karena tertutupi luka lebam akibat benturan.

Asnawi memegangi tangan Merry yang lemas, ia lalu mencium punggung tangannya dengan berlinang air mata.

"Merry... maafin aku Merr... aku nyesel gak ngejadiin kamu pacarku... Merr... aku sebenernya sayang sama kamu... tapi... aku gak tau apa yang harus kulakukan saat ini... aku... aku udah nerima Bi Asih jadi pacarku... tapi... aku juga bingung sama kamu Merr... kukira kamu membenciku karena menjauh dariku dan gak mau adek-kakak lagi... maafin aku Merr... aku bener-bener mencintaimu... tapi aku gak bisa memilikimu"

Merry mengeluarkan air matanya ketika Asnawi mencurahkan isi hatinya. Walaupun tak sadar, tapi ia bisa mendengar suara Asnawi yang meratapi dirinya. Asnawi menangis sepanjang malam hingga ia pun tertidur di sebelah tubuh Merry yang kaku.

...
drdoz
chrysalis99
meizhaa
meizhaa dan 63 lainnya memberi reputasi
62
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.