- Beranda
- Stories from the Heart
THE WORLD [MONSTER]
...
TS
the.collega
THE WORLD [MONSTER]
Dibalik kemegahan dan kilauannya dunia ini, ternyata ia menyimpan suatu rahasia tergelap.
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
ARC I "Black Beat Beaters"
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
Quote:
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
Spoiler for Cerita Jenaka:
ARC I "Black Beat Beaters"
Spoiler for ARC I:
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
Spoiler for ARC II:
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
Spoiler for ARC III:
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
Spoiler for ARC IV:
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
Spoiler for ARC V:
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
Spoiler for ARC VI:
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
Spoiler for ARC VII:
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
Spoiler for ARC VIII:
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
Spoiler for ARC IX:
- Chapter 198
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
Diubah oleh the.collega 07-05-2025 14:12
eldini dan 34 lainnya memberi reputasi
25
27.8K
Kutip
702
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
the.collega
#26
Chapter 16
Allison masih berjalan perlahan mendekati Djohan sambil memperhatikan gerak-geriknya yang semakin aneh. Dirinya nampak seperti orang yang kejang-kejang, bahunya terangkat secara konstan. Terdengar suara tertawa yang samar, padahal tidak ada hal lucu yang pantas ditertawakan saat ini kecuali ketidak mampuan Djohan melawan Allison.
“Hmm…,” Allison menghentikan langkahnya. “orang yang sudah kutunggu tiba…”
Sebuah mobil bergerak cepat masuk melalui pagar, tanpa berhenti mobil itu terus melaju melewati Djohan maupun Allison. Dalam sekejap sosok Sterling sudah berdiri di depan Djohan.
“Cih…, aku terlambat,” ujarnya.
“Ahh…Sterling, waktu yang tepat!” Allison terlihat tersenyum bahagia melihat kehadiran Sterling. “aku sudah bosan bertarung melawan bawahanmu yang lemah itu.”
Aku bisa menghentikan Djohan di sini dengan cara membuat Beat di dalam tubuhnya mati rasa, dengan serangan kejut yang keras. Tapi semua sudah terlambat, kondisinya sudah sangat mengenaskan, Pikir Sterling sambil memperhatikan mobil yang mengantarnya berhenti tepat di depan mansion.
“Hei…di sini lawanmu, jangan biarkan kehadiran Silver Clan lemah lainnya menganggumu. Itu Lio kan? Apa dia sudah cukup umur tuk mengemudikan mobilnya?” ledek Allison.
Lio turun dari mobil, misinya hanya satu saat ini, yaitu menyelamatkan orang-orang yang masih bernyawa. Dimobilnya sudah ada satu orang, yaitu Carla. Dirinya sangat beruntung ketika mobil milik timnya dilemparkan, Lio dan Sterling melihatnya dan Sterling menyelamatkannya tepat sebelum mobil itu terbanting keras ke tanah dan meledak. Dengan bantuan sensoring milik Lio juga.
Lio menemukan seseorang lainnya, “Ugh…dia hebat masih bisa bernafas dengan kondisi leher yang remuk seperti itu,” Lio mengangkatnya kemudian memasukannya ke dalam mobil.
Mobil itu kembali melaju, yang sekarang menjadi perhatian Allison.
“Jangan mencobanya!” ancam Sterling.
“Huu…,” Allison meledek dengan pura-pura ketakutan. “tidak perlu, aku sudah menemukan sasaran berikutnya,” ujarnya.
Mobil yang ditumpangi oleh Lio berjalan mulus keluar dari area mematikan itu tanpa dihadang atau diserang oleh monster besar berwarna hitam. Kini Allison mengalihkan pandangannya penuh ke arah Sterling, ia sudah siap jika Sterling melakukan serangan. Dengan keadaan anak buahnya seperti itu tampaknya Sterling akan melakukan tindakan.
“Cih! Kenapa kau diam saja hei!” emosi Allison memuncak. “perjanjian lama itu? Ayolah…CUT THE FUCKING BULLSHIT!”
Sterling belum melakukan tindakan apapun, yang ia lakukan sekarang menjadi tamengnya Djohan.
“Hmm….,” Allison menghembuskan nafas panjang. “dengar Sterling, apa gunanya perjanjian lama itu? Memang benar adanya perjanjian lama itu dapat mencegah kita para Beaters saling membunuh, tapi untuk apa?! toh Beaters lainnya mati juga di tangan para manusia lemah itu, padahal kita mahkluk terkuat di bumi ini bisa menumpas mereka, bahkan menguasai dunia jika perlu!”
“Kalian para royal selalu membuat kami susah bergerak! aku yakin jika Black Clan melakukan sesuatu, ujung-ujungnya kalianlah yang menumpas kami, benarkah begitu?” Allison masih saja berbicara untuk meyakinkan Sterling agar mau bertarung dengannya.
“Untuk itu, melalui kesempatan ini, dengan membunuh salah satu dari kalian Silver Clan, maka perjanjian lama itu akan terhapus secara otomatis. Tidak mungkin Stam diam saja melihat anak buahnya mati mengenaskan di tangan BLACK BEATERS! HUAAHAHAHA.”
Secara tiba-tiba Allison menyerang Sterling, namun Sterling masih bisa menghindar sambil membawa turut serta Djohan.
“Reflek yang bagus,” puji Allison.
Tangan kiri Djohan menepuk pundak Sterling, “Apa yang kalian bicarakan? Perjanjian lama?” tanya Djohan.
“Syukurlah, dia bisa mengen….,” Sterling menoleh kebelakang, sosok Djohan semakin menjadi.
Kini sebuah tanduk berukuran kecil tumbuh di kening Djohan, walaupun terlihat Djohan kembali pada kesadarannya. Mode seperti ini yang Sterling khawatirkan, karena lonjakan kekuatan yang terjadi begitu cepat dan arus kekuatan yang mengalir begitu kuat. Jika tidak bisa dikendalikan, maka Djohan akan menjadi semakin liar dan bukan tidak mungkin jika Sterling yang akan menjadi sasaran berikutnya.
“Maaf senior,” Djohan menarik kerah kemeja Sterling, lalu melemparnya jauh dengan satu tangannya. Tangan yang sudah berubah menjadi bentuk Beaters.
“Hm, dia akan kembali secepatnya. Kau pasti tahu itu.”
“Tidak masalah, aku bisa melemparnya lagi dan lagi,” Djohan dengan senyum sinisnya. “sampai di mana kita tadi?”
Allison kembali bergairah, ia ingin cepat-cepat menyelesaikan Djohan agar pertarungan dengan Sterling dapat terlaksana. Allison maju dengan kecepatan penuh, tetapi dalam penglihatan Djohan, Allison bergerak dengan slow motion. Sehingga cakarnya dengan mudah ia hindari, di momen persekian detik itu Djohan mencoba melancar serangan balik, ia menyiapkan kuku-kukunya yang tajam tuk menusuk wajah Allison.
Dengan reflek yang secepat kilat, Allison mampu memiringkan kepalanya. Hanya bagian pinggir dari kuku-kuku tajam milik Djohan yang mengenainya, percikan api sedikit terlihat. Hempasan angin yang kuat berputar menjauh dari keduanya efek dari gerakan super cepat Allison dan Djohan. Allison yang menyadari dirinya terkena serangan di wajah memilih melompat jauh kebelakang.
Allison mengecek wajahnya dengan memegannya pelan, “HAHAHA! Serangan yang bagus, tapi maaf…belum bisa melukaiku,”
memperlihatkan telapak tangan monster yang banyak berlumuran darah kering seakan mengejek Djohan bahwa serangannya barusan tidak mampu membuatnya mengeluarkan darah segar.
Djohan tidak begitu perduli dengan sikap Allison yang cenderung meremehkan, ia bergerak cepat mendekati Allison. Kali ini kecepatannya sungguh menakjubkan, Allison hanya bisa melihat sosok Djohan sekilas. Lalu satu persatu bagian tubuh Allison mengeluarkan percikan api kecil, pertanda bahwa Djohan sudah menyerangnya secara bertubi-tubi
“Sial! bocah keparat ini!” mulai dari tangan, kaki, tubuh, hingga kepala Allison tidak lupt dari serangan Djohan. “ARGH!!!” Allison yang mulai kesal mampu menangkap lengan kiri Djohan, tanpa basa-basi ia memutus lengan kiri itu lalu menendang Djohan jauh sampai dirinya menghantam tembok pembatas. “HAHA! Selanjutnya adalah kepalamu!” Allison membuang jauh lengan kiri Djohan.
Djohan masih belum bergerak, ia masih diam dengan kepala tertunduk.
“HAHA! HUAHAHAHAHAH! HAHAHAHAH!” terdengar suara ketawa yang begitu keras keluar dari mulut Djohan. Lalu ia mampu keluar dari tembok yang menghimpitnya. “eh? Kemana lenganku yang satunya? HAHAHAH!” ia tertawa keras, sementara ujung lengannya yang terputus masih mengeluarkan darah yang deras.
Quote:
Allison masih berjalan perlahan mendekati Djohan sambil memperhatikan gerak-geriknya yang semakin aneh. Dirinya nampak seperti orang yang kejang-kejang, bahunya terangkat secara konstan. Terdengar suara tertawa yang samar, padahal tidak ada hal lucu yang pantas ditertawakan saat ini kecuali ketidak mampuan Djohan melawan Allison.
“Hmm…,” Allison menghentikan langkahnya. “orang yang sudah kutunggu tiba…”
Sebuah mobil bergerak cepat masuk melalui pagar, tanpa berhenti mobil itu terus melaju melewati Djohan maupun Allison. Dalam sekejap sosok Sterling sudah berdiri di depan Djohan.
“Cih…, aku terlambat,” ujarnya.
“Ahh…Sterling, waktu yang tepat!” Allison terlihat tersenyum bahagia melihat kehadiran Sterling. “aku sudah bosan bertarung melawan bawahanmu yang lemah itu.”
Aku bisa menghentikan Djohan di sini dengan cara membuat Beat di dalam tubuhnya mati rasa, dengan serangan kejut yang keras. Tapi semua sudah terlambat, kondisinya sudah sangat mengenaskan, Pikir Sterling sambil memperhatikan mobil yang mengantarnya berhenti tepat di depan mansion.
“Hei…di sini lawanmu, jangan biarkan kehadiran Silver Clan lemah lainnya menganggumu. Itu Lio kan? Apa dia sudah cukup umur tuk mengemudikan mobilnya?” ledek Allison.
Lio turun dari mobil, misinya hanya satu saat ini, yaitu menyelamatkan orang-orang yang masih bernyawa. Dimobilnya sudah ada satu orang, yaitu Carla. Dirinya sangat beruntung ketika mobil milik timnya dilemparkan, Lio dan Sterling melihatnya dan Sterling menyelamatkannya tepat sebelum mobil itu terbanting keras ke tanah dan meledak. Dengan bantuan sensoring milik Lio juga.
Lio menemukan seseorang lainnya, “Ugh…dia hebat masih bisa bernafas dengan kondisi leher yang remuk seperti itu,” Lio mengangkatnya kemudian memasukannya ke dalam mobil.
Mobil itu kembali melaju, yang sekarang menjadi perhatian Allison.
“Jangan mencobanya!” ancam Sterling.
“Huu…,” Allison meledek dengan pura-pura ketakutan. “tidak perlu, aku sudah menemukan sasaran berikutnya,” ujarnya.
Mobil yang ditumpangi oleh Lio berjalan mulus keluar dari area mematikan itu tanpa dihadang atau diserang oleh monster besar berwarna hitam. Kini Allison mengalihkan pandangannya penuh ke arah Sterling, ia sudah siap jika Sterling melakukan serangan. Dengan keadaan anak buahnya seperti itu tampaknya Sterling akan melakukan tindakan.
“Cih! Kenapa kau diam saja hei!” emosi Allison memuncak. “perjanjian lama itu? Ayolah…CUT THE FUCKING BULLSHIT!”
Sterling belum melakukan tindakan apapun, yang ia lakukan sekarang menjadi tamengnya Djohan.
“Hmm….,” Allison menghembuskan nafas panjang. “dengar Sterling, apa gunanya perjanjian lama itu? Memang benar adanya perjanjian lama itu dapat mencegah kita para Beaters saling membunuh, tapi untuk apa?! toh Beaters lainnya mati juga di tangan para manusia lemah itu, padahal kita mahkluk terkuat di bumi ini bisa menumpas mereka, bahkan menguasai dunia jika perlu!”
“Kalian para royal selalu membuat kami susah bergerak! aku yakin jika Black Clan melakukan sesuatu, ujung-ujungnya kalianlah yang menumpas kami, benarkah begitu?” Allison masih saja berbicara untuk meyakinkan Sterling agar mau bertarung dengannya.
“Untuk itu, melalui kesempatan ini, dengan membunuh salah satu dari kalian Silver Clan, maka perjanjian lama itu akan terhapus secara otomatis. Tidak mungkin Stam diam saja melihat anak buahnya mati mengenaskan di tangan BLACK BEATERS! HUAAHAHAHA.”
Secara tiba-tiba Allison menyerang Sterling, namun Sterling masih bisa menghindar sambil membawa turut serta Djohan.
“Reflek yang bagus,” puji Allison.
Tangan kiri Djohan menepuk pundak Sterling, “Apa yang kalian bicarakan? Perjanjian lama?” tanya Djohan.
“Syukurlah, dia bisa mengen….,” Sterling menoleh kebelakang, sosok Djohan semakin menjadi.
Kini sebuah tanduk berukuran kecil tumbuh di kening Djohan, walaupun terlihat Djohan kembali pada kesadarannya. Mode seperti ini yang Sterling khawatirkan, karena lonjakan kekuatan yang terjadi begitu cepat dan arus kekuatan yang mengalir begitu kuat. Jika tidak bisa dikendalikan, maka Djohan akan menjadi semakin liar dan bukan tidak mungkin jika Sterling yang akan menjadi sasaran berikutnya.
“Maaf senior,” Djohan menarik kerah kemeja Sterling, lalu melemparnya jauh dengan satu tangannya. Tangan yang sudah berubah menjadi bentuk Beaters.
“Hm, dia akan kembali secepatnya. Kau pasti tahu itu.”
“Tidak masalah, aku bisa melemparnya lagi dan lagi,” Djohan dengan senyum sinisnya. “sampai di mana kita tadi?”
Allison kembali bergairah, ia ingin cepat-cepat menyelesaikan Djohan agar pertarungan dengan Sterling dapat terlaksana. Allison maju dengan kecepatan penuh, tetapi dalam penglihatan Djohan, Allison bergerak dengan slow motion. Sehingga cakarnya dengan mudah ia hindari, di momen persekian detik itu Djohan mencoba melancar serangan balik, ia menyiapkan kuku-kukunya yang tajam tuk menusuk wajah Allison.
Dengan reflek yang secepat kilat, Allison mampu memiringkan kepalanya. Hanya bagian pinggir dari kuku-kuku tajam milik Djohan yang mengenainya, percikan api sedikit terlihat. Hempasan angin yang kuat berputar menjauh dari keduanya efek dari gerakan super cepat Allison dan Djohan. Allison yang menyadari dirinya terkena serangan di wajah memilih melompat jauh kebelakang.
Allison mengecek wajahnya dengan memegannya pelan, “HAHAHA! Serangan yang bagus, tapi maaf…belum bisa melukaiku,”
memperlihatkan telapak tangan monster yang banyak berlumuran darah kering seakan mengejek Djohan bahwa serangannya barusan tidak mampu membuatnya mengeluarkan darah segar.
Djohan tidak begitu perduli dengan sikap Allison yang cenderung meremehkan, ia bergerak cepat mendekati Allison. Kali ini kecepatannya sungguh menakjubkan, Allison hanya bisa melihat sosok Djohan sekilas. Lalu satu persatu bagian tubuh Allison mengeluarkan percikan api kecil, pertanda bahwa Djohan sudah menyerangnya secara bertubi-tubi
“Sial! bocah keparat ini!” mulai dari tangan, kaki, tubuh, hingga kepala Allison tidak lupt dari serangan Djohan. “ARGH!!!” Allison yang mulai kesal mampu menangkap lengan kiri Djohan, tanpa basa-basi ia memutus lengan kiri itu lalu menendang Djohan jauh sampai dirinya menghantam tembok pembatas. “HAHA! Selanjutnya adalah kepalamu!” Allison membuang jauh lengan kiri Djohan.
Djohan masih belum bergerak, ia masih diam dengan kepala tertunduk.
“HAHA! HUAHAHAHAHAH! HAHAHAHAH!” terdengar suara ketawa yang begitu keras keluar dari mulut Djohan. Lalu ia mampu keluar dari tembok yang menghimpitnya. “eh? Kemana lenganku yang satunya? HAHAHAH!” ia tertawa keras, sementara ujung lengannya yang terputus masih mengeluarkan darah yang deras.
redrices dan 10 lainnya memberi reputasi
11
Kutip
Balas
Tutup