- Beranda
- Stories from the Heart
Cerpen The Library
...
TS
kitendusst
Cerpen The Library
Dari kecil sampai sekarang pasti kita pernah mendengar mitos2 anak kecil dulu kan, ada yg bilang kalo sekolah yg kita tempati ini dulunya kamar mayatt lah, rumah sakit kebakaran lah, Perpustakaan angker lah wkwk
.
Dan akhirnya rumor/mitos tersebut sampai ke telinga orang lain juga.. Tapi apa yg terjadi jika rumor tersebut memang benar adanya?

Nah di thread kali ini, aku mau menceritakan story tentang perpustakaan yg angker dan akhirnya perpustakaan itu ditinggalkan tanpa digusur. Langsung aja gann cekidott

Part 1
Part 2
Part 1
Sekolah kami memiliki cerita yang menyeramkan terutama ruang bekas Perpustakaan.
Ruang itu sudah sangat lama tidak difungsikan karena sudah lusuh dan beberapa atap yang sering bocor tidak pernah di perbaiki, Akhirnya sekolah menutup ruang tersebut tanpa menggusurnya.
Karena, beberapa tahun yang lalu seorang siswi bernam Lela pernah bunuh diri di ruangan tersebut dan juga beberapa hari yang lalu, sepasang siswa pernah berduaan di ruangan itu dan mereka kerasukan secara bersamaan
Karena hal itu, ruangan itu sering kali menjadi cerita hangat di sekolah kami.
Aku dan 2 temanku bernama Gilang dan Afiq sangat suka dengan hal2 yang berbau mistis. Lalu, aku dan teman2 ku berencana menelusuri ruangan itu dimalam hari, karena rasa penasaran kami tentang ruangan itu dan akhirnya kami pun berencana merekamnya dengan Kamera milik Afiq agar kami dapat mengabadikan moment itu jika ada penampakan nantinya.
Dan malam pun tiba, kami mulai melancarkan aksi kami untuk menerobos pagar sekolah agar bisa masuk ke dalam, sesampai di halaman sekolah tiba2 aku merasa hawa aneh dibagian leher seperti ada yg berbisik. Tetapi, aku hiraukan dan mengajak temanku berbicara agar tidak terasa sepi.
Tentu saja, suasana disekolah saat siang hari terasa lebih ceria dibanding malam hari, suasana saat dimalam hari ini membuat sekolah menjadi sangat mengerikan, ditambah lagi beberapa lampu yg berada di lorong kelas meredup dan sesekali mati seperti ada seseorang yg menekan sakelar lampu tersebut.
Semua itu kami hiraukan, karena kami hanya fokus ke tujuan utama yaitu masuk ke dalam Perpustakaan kosong tersebut. Dengan kondisi halaman yg sudah kotor, kami kesusahan untuk mendapat akses masuk kedalam karena di pintu utama ternyata sudah digembok dengan rantai.
Akhirnya kami berpencar untuk mengelilingi sekitaran ruang perpustakaan ini untuk mencari akses masuk, Gilang mencari disisi belakang, Afiq mencari disisi kiri dan aku mencari disisi kanan sambil membawa kamera dan merekamnya .
Tak kusangka, ternyata disisi kanan ini sudah menyatu dengan rumput2 liar dan banyak pohon2 besar yg menakutkan, sesekali aku mendengar siulan burung hantu yg suaranya tak tau entah dimana. Aku tetap fokus melihat jendela2 ruangan ini mungkin saja bisa menjadi akses masuk kami.
Saat hendak memindahkan kayu2 yg berada disisi ruangan ini, tiba2 aku mendengar ada yg berbicara di telinga kanan ku sangat pelan
" Selamat datanggg"
Suara itu sangat pelan dan membuat sekujur tubuhku kaku, badanku sudah dipenuhi dengan keringat. Aku memejamkan mata dan menyorot semua sisi dengan kamera, mungkin saja dengan ini aku bisa mendapatkan penampakan atau sesuatu yg lain.
Tanpa pikir panjang, aku berbalik arah dan berlari ke sisi kiri dimana Afiq berada, dan sesekali memanggil namannyaa.
"Afiqq, fiqq, dimanaa?" sautku sambil berlari ke arahnya
Afiq berputar arah kepadaku, dan aku langsung memeluknya karena ketakutan, ia heran melihatku
"Kenapa ded, ko berkeringat gituu? Jangan takut ngapa kita kan bertiga disini.. Aman lah". Afiq bertanya padaku
Karena aku tak mau membuat suasana jadi menakutkan, jadi aku lebih baik tutup mulut tentang kejadian tadi.
. Dan akhirnya rumor/mitos tersebut sampai ke telinga orang lain juga.. Tapi apa yg terjadi jika rumor tersebut memang benar adanya?


Nah di thread kali ini, aku mau menceritakan story tentang perpustakaan yg angker dan akhirnya perpustakaan itu ditinggalkan tanpa digusur. Langsung aja gann cekidott


Part 1
Part 2
Quote:
Part 1
Sekolah kami memiliki cerita yang menyeramkan terutama ruang bekas Perpustakaan.
Ruang itu sudah sangat lama tidak difungsikan karena sudah lusuh dan beberapa atap yang sering bocor tidak pernah di perbaiki, Akhirnya sekolah menutup ruang tersebut tanpa menggusurnya.
Karena, beberapa tahun yang lalu seorang siswi bernam Lela pernah bunuh diri di ruangan tersebut dan juga beberapa hari yang lalu, sepasang siswa pernah berduaan di ruangan itu dan mereka kerasukan secara bersamaan
Karena hal itu, ruangan itu sering kali menjadi cerita hangat di sekolah kami.
Aku dan 2 temanku bernama Gilang dan Afiq sangat suka dengan hal2 yang berbau mistis. Lalu, aku dan teman2 ku berencana menelusuri ruangan itu dimalam hari, karena rasa penasaran kami tentang ruangan itu dan akhirnya kami pun berencana merekamnya dengan Kamera milik Afiq agar kami dapat mengabadikan moment itu jika ada penampakan nantinya.
Dan malam pun tiba, kami mulai melancarkan aksi kami untuk menerobos pagar sekolah agar bisa masuk ke dalam, sesampai di halaman sekolah tiba2 aku merasa hawa aneh dibagian leher seperti ada yg berbisik. Tetapi, aku hiraukan dan mengajak temanku berbicara agar tidak terasa sepi.
Tentu saja, suasana disekolah saat siang hari terasa lebih ceria dibanding malam hari, suasana saat dimalam hari ini membuat sekolah menjadi sangat mengerikan, ditambah lagi beberapa lampu yg berada di lorong kelas meredup dan sesekali mati seperti ada seseorang yg menekan sakelar lampu tersebut.
Semua itu kami hiraukan, karena kami hanya fokus ke tujuan utama yaitu masuk ke dalam Perpustakaan kosong tersebut. Dengan kondisi halaman yg sudah kotor, kami kesusahan untuk mendapat akses masuk kedalam karena di pintu utama ternyata sudah digembok dengan rantai.
Akhirnya kami berpencar untuk mengelilingi sekitaran ruang perpustakaan ini untuk mencari akses masuk, Gilang mencari disisi belakang, Afiq mencari disisi kiri dan aku mencari disisi kanan sambil membawa kamera dan merekamnya .
Tak kusangka, ternyata disisi kanan ini sudah menyatu dengan rumput2 liar dan banyak pohon2 besar yg menakutkan, sesekali aku mendengar siulan burung hantu yg suaranya tak tau entah dimana. Aku tetap fokus melihat jendela2 ruangan ini mungkin saja bisa menjadi akses masuk kami.
Saat hendak memindahkan kayu2 yg berada disisi ruangan ini, tiba2 aku mendengar ada yg berbicara di telinga kanan ku sangat pelan
" Selamat datanggg"
Suara itu sangat pelan dan membuat sekujur tubuhku kaku, badanku sudah dipenuhi dengan keringat. Aku memejamkan mata dan menyorot semua sisi dengan kamera, mungkin saja dengan ini aku bisa mendapatkan penampakan atau sesuatu yg lain.
Tanpa pikir panjang, aku berbalik arah dan berlari ke sisi kiri dimana Afiq berada, dan sesekali memanggil namannyaa.
"Afiqq, fiqq, dimanaa?" sautku sambil berlari ke arahnya
Afiq berputar arah kepadaku, dan aku langsung memeluknya karena ketakutan, ia heran melihatku
"Kenapa ded, ko berkeringat gituu? Jangan takut ngapa kita kan bertiga disini.. Aman lah". Afiq bertanya padaku
Karena aku tak mau membuat suasana jadi menakutkan, jadi aku lebih baik tutup mulut tentang kejadian tadi.
Diubah oleh kitendusst 03-10-2020 18:32
tien212700 dan 11 lainnya memberi reputasi
12
806
Kutip
13
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.7KAnggota
Tampilkan semua post
TS
kitendusst
#4
Part 2
Quote:
Akhirnya kami dapat memasuki ruangan itu melewati jendela yg ada di bagian belakang Perpustakaan. Disini aku mulai merekamnya kembali.
Aku pun dan teman2 dengan tenang menelusuri ruangan ini. Awalnya tidak ada yang aneh, hanya ruangan gelap dengan tumpukan buku buku yg sudah rusak dan berdebu bertebaran di lantai2. Kami terus menelusuri ruangan ini, aku berjalan paling belakang sambil merekam tiap sisi ruangan ini.
Hawa disini sangat dingin, berbeda seperti diluar. Setelah 1 jam kami menelusuri ruangan ini, kami tidak merasakan hal aneh. Awalnya aku berfikir seperti itu.
Teman2 ku melanjutkan menelusuri ruangan ini kembali. Tetapi, aku memilih duduk untuk istirahat sejenak sambil melihat video yg aku rekam dari tadi. Saat aku memutar videonya, memang tidak ada penampakan sama sekali dalam video itu.
Tetapi aku sangat kaget, karena dalam video itu hanya ada aku sendirian. Padahal, aku sudah merekam teman temanku beberapa kali, bahkan suarapun hanya ada aku sendiri. Dalam audionya aku hanya berbicara sendiri.
Aku kembali memutar videonya dan tetap hanya ada aku sendiri. Dengan spontan aku memanggil dan mencari mereka
"Gilangg, Afiqqq dimana kaliannn?!"
Dan ternyata benar, hanya ada aku sendiri diruangan ini. Sekujur tubuhku seketika kaku seperti tadi, pandanganku buram karena tempat ini sangat gelap.
Aku meraba meja sekitar untuk mencari senter dan 1 hal yg baru aku ingat. Dari awal yg membawa senter untuk meng eksplore adalah Gilang. Tetapi, karena ternyata hanya aku sendiri, berarti aku dari awal hingga sampai dititik ini tidak membawa senter sama sekali. Aku gemetaran bukan main, rasa takut dan ingin menangis bercampur aduk.
Aku berjalan pelan pelan sambil meraba disetiap sisi ruangan ini, dan yaa. Ternyata Ruangan ini tidak memiliki jendela sama sekali, dan satu satunya akses masuk adalah menggunakan pintu. Ku gedor gedor pintu itu dari dalam sambil berteriak mintal tolong karena aku terjebak diruangan ini sendirian. Saat kugedor pintu itu aku mendengar suara rantai dan gembok yang mengunciku dari luar.
Aku ketakutan, dengan badanku yg menghadap pintu tiba2, ada sautan suara dibelakangku..
"Dedd??"
Yaa itu suara Gilang dan Afiq. Tetapi, itu berbeda suaranya kasar dan menakutkan, aku tidak bisa melihat mereka karena disini sangat gelap. Jadi, aku tidak membalikkan badan dan tetap menutup mata, lalu mereka kembali berbicara dengan suara serentak sehingga seisi ruangan ini bergema
"Jangan pergi ya, temanin kami disini hehe"
Aku pun dan teman2 dengan tenang menelusuri ruangan ini. Awalnya tidak ada yang aneh, hanya ruangan gelap dengan tumpukan buku buku yg sudah rusak dan berdebu bertebaran di lantai2. Kami terus menelusuri ruangan ini, aku berjalan paling belakang sambil merekam tiap sisi ruangan ini.
Hawa disini sangat dingin, berbeda seperti diluar. Setelah 1 jam kami menelusuri ruangan ini, kami tidak merasakan hal aneh. Awalnya aku berfikir seperti itu.
Teman2 ku melanjutkan menelusuri ruangan ini kembali. Tetapi, aku memilih duduk untuk istirahat sejenak sambil melihat video yg aku rekam dari tadi. Saat aku memutar videonya, memang tidak ada penampakan sama sekali dalam video itu.
Tetapi aku sangat kaget, karena dalam video itu hanya ada aku sendirian. Padahal, aku sudah merekam teman temanku beberapa kali, bahkan suarapun hanya ada aku sendiri. Dalam audionya aku hanya berbicara sendiri.
Aku kembali memutar videonya dan tetap hanya ada aku sendiri. Dengan spontan aku memanggil dan mencari mereka
"Gilangg, Afiqqq dimana kaliannn?!"
Dan ternyata benar, hanya ada aku sendiri diruangan ini. Sekujur tubuhku seketika kaku seperti tadi, pandanganku buram karena tempat ini sangat gelap.
Aku meraba meja sekitar untuk mencari senter dan 1 hal yg baru aku ingat. Dari awal yg membawa senter untuk meng eksplore adalah Gilang. Tetapi, karena ternyata hanya aku sendiri, berarti aku dari awal hingga sampai dititik ini tidak membawa senter sama sekali. Aku gemetaran bukan main, rasa takut dan ingin menangis bercampur aduk.
Aku berjalan pelan pelan sambil meraba disetiap sisi ruangan ini, dan yaa. Ternyata Ruangan ini tidak memiliki jendela sama sekali, dan satu satunya akses masuk adalah menggunakan pintu. Ku gedor gedor pintu itu dari dalam sambil berteriak mintal tolong karena aku terjebak diruangan ini sendirian. Saat kugedor pintu itu aku mendengar suara rantai dan gembok yang mengunciku dari luar.
Aku ketakutan, dengan badanku yg menghadap pintu tiba2, ada sautan suara dibelakangku..
"Dedd??"
Yaa itu suara Gilang dan Afiq. Tetapi, itu berbeda suaranya kasar dan menakutkan, aku tidak bisa melihat mereka karena disini sangat gelap. Jadi, aku tidak membalikkan badan dan tetap menutup mata, lalu mereka kembali berbicara dengan suara serentak sehingga seisi ruangan ini bergema
"Jangan pergi ya, temanin kami disini hehe"
madannn dan 7 lainnya memberi reputasi
8
Kutip
Balas