- Beranda
- Stories from the Heart
THE WORLD [MONSTER]
...
TS
the.collega
THE WORLD [MONSTER]
Dibalik kemegahan dan kilauannya dunia ini, ternyata ia menyimpan suatu rahasia tergelap.
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
ARC I "Black Beat Beaters"
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
Quote:
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
Spoiler for Cerita Jenaka:
ARC I "Black Beat Beaters"
Spoiler for ARC I:
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
Spoiler for ARC II:
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
Spoiler for ARC III:
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
Spoiler for ARC IV:
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
Spoiler for ARC V:
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
Spoiler for ARC VI:
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
Spoiler for ARC VII:
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
Spoiler for ARC VIII:
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
Spoiler for ARC IX:
- Chapter 198
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
Diubah oleh the.collega 07-05-2025 14:12
eldini dan 34 lainnya memberi reputasi
25
27.8K
Kutip
702
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.5KAnggota
Tampilkan semua post
TS
the.collega
#25
Chapter 15
Atas arahan kapten tim sektor 10, mereka melakukan suatu formasi. Masing-masing mendekati sosok Beaters besar berwarna hitam itu, meninggalkan seperangkat senjata api berat dibelakang. Allison hanya diam, ingin melihat kemampuan orang-orang ini terlebih dahulu. Ia juga penasaran seperti apa kelompok pembasmi Beaters melakukan aksinya.
Lalu masing-masing anggota mengeluarkan sejenis senjata api kecil dari samping pinggangnya. Mereka menembakan ke badan Allison yang ternyata itu adalah sebuah kabel panjang yang melilit tangan dan kedua kakinya.
“Tembak!” ucap kapten tim.
Seketika aliran listrik berdaya tinggi menyerang Allison, daya yang tinggi membuat seluruh badan Allison bercahaya terkena listrik. Serangannya masih berlangsung dan Allison hanya tersenyum. Melihat itu membuat kapten tim memerintahkan anggota tuk melemparkan sesuatu ke wajah Allison. Sebuah granat ketika meledak tepat di depan wajah Allison mengeluarkan cahaya yang menyilaukan mata.
“Ahh…mereka memakai mainan-mainan yang menarik,” ucap Allison memberikan pujian. “aku tidak bisa melihat apa-apa.”
Ketika pandangannya sudah pulih, ia melihat orang-orang barusan sudah berada kembali ke tempat semula. Memegang masing-masing senjata beratnya.
“Oke, majulah…,” ucap Allison santai.
Senjata-senjata berat ini seperti machine gun, assault rifle, lalu ada grenade launcher, dan senjata-senjata api lainnya yang memberikan efek ledak yang luar biasa.
“Beaters biasa pasti akan lemas diberikan daya 500 ribu Volt seperti barusan, semua sudah diposisi?” kapten memberikan arahan.
“Ya!”
“Tembak!”
Suara-suara dan efek ledakan yang dihasilkan seperti sebuah parade kembang api. Djohan yang posisinya tidak terlalu jauh dari Allison pun tidak bisa melihat apa yang terjadi ketika hujanan peluru dan ledakan-ledakan menghentak tubuh Allison. Yang ia ketahui semua serba berwarna oranye, warna api.
Sterling dan Lio yang akan memasuki kawasan perbukitan pun mendengar suara-suara dari tempatnya Djohan.
“Ledakan-ledakan ini?” tanya Lio.
“Ya…kemungkinan kelompok Bass lain sudah sampai di sana,” Sterling memacu mobilnya lebih cepat lagi.
Kepulan-kepulan asap terpusat pada satu titik, seluruh amunisi sudah dikeluarkan. Dan mereka yakin bahwa keseluruhan amunisi mengenai target. Mereka berharap sebuah informasi dari dalam memberikan penyejukan.
“Bagaimana Carla? Apakah alatnya masih mendeteksi kehadirannya?” tanya kapten tim kepada anggotanya di dalam mobil mini van.
“Umm…kapten Hunter, alatnya hanya mendeteksi satu Beaters. Itu karena sosoknya tertangkap kamera, sedangkan tuk Beaters satu lagi….,” suaranya pun terhenti.
“Ada apa?” tanya kapten.
Kepulan asap itu tiba-tiba terhempas, mengenai semuanya yang ada di area ini. Dan yang paling mengejutkan adalah sosok Allison yang masih berdiri tegap di sana, tubuhnya tidak hancur maupun terluka. Hanya helaian sisa asap yang masih menyelimutinya.
“Baiklah, sekarang giliranku!” sosok Allison hilang dipandangan, lalu muncul di depan kapten tim 10. “kau yang paling merepotkan,” Allison mencekik leher Hunter, mengangkatnya lalu melemparnya ke arah mansion di belakang.
Para anggotanya tidak bisa bereaksi cepat karena gerakan Allison sendiri sudah sangat cepat. Tubuh Hunter melayang jauh, Djohan mencoba untuk menangkapnya, dan ia berhasil namun keduanya menghujam tembok mansion dengan sangat keras.
“Ah…aku lupa masih ada Silver Clan yang lemah itu…,” Allison melihat salah satu orang bersiap menyerangnya. Dengan mudahnya Allison memutus kepala orang itu, lalu ia genggam dengan tangan kanannya. “kenapa Beaters bisa kalah sama orang-orang lemah seperti ini sih?” ia melemparkan kepala itu dengan keras dan mengenai anggota tim 10 lainnya.
Carla yang ada di dalam mobil hanya bisa terdiam mendengar teriakan histeris dari luar, ia sangat tahu itu adalah suara rekannya yang menjerit kesakitan. Dirinya pun kegemataran, belum pernah sekalipun dalam pemburuan timnya mengalami kejadian seperti ini.
“Pergilah….,” ucap seorang anggota tim 10 kepada rekannya, padahal kondisinya sudah sangat mengenaskan, yang tersisa darinya hanya badan, kepala, dan satu lengannya.
“Ksatria sekali sikapmu itu, mempersilahkan seorang wanita tuk pergi, sehingga kau yang menjadi pelindungnya. Begitu?” Allison menepuk kepala orang itu hingga pecah, sekarang tersisa satu lagi dihadapannya. “hai nona…maukah kau berdansa denganku?”
Perempuan muda ini wajahnya dipenuhi dengan air mata, emosinya tidak terkontrol saat melihat rekan-rekannya dihabisi dengan cara tidak bermoral dihadapannya. Ia mengeluarkan pistol, menembakannya secara membabi buta ke arah Allison.
“Peluru ini berbau berbeda,” Allison menangkapnya satu. “kau isi apa peluru ini?” Allison menyentil pelurunya dan tepat mengenai kepala perempuan muda yang menyerangnya. Pelurunya tembus dan perempuan muda itu tewas seketika.
“Oke, tinggal satu lagi dan aku bisa melanjutkan tuk menyiksa Silver Clan lagi,” Allison mendekati mobil mini van.
Djohan terbangun, melihat kondisi seseorang didepannya dengan rasa prihatin, bekas tangan Allison terpampang nyata, leher orang ini seperti mengkerut, nafasnya pun sangat sesak akibat kondisinya.
“ALLISON!”
Allison sedang mengangkat mobil dengan satu tangannya, “Ya aku mendengarmu,” dengan mudahnya Allison melempar sebuah mobil mini van. “oke sekarang kita lanjutkan…”
Djohan menerjangnya dengan kecepatan penuh, ia menyerangnya dibagian dada sebelah kanan. Seperti yang sudah-sudah Allison tidak bergeming sama sekali.
“Melakukan hal yang sia-sia memang keahlianmu hah?” Allison mengejeknya.
Djohan bersiap lagi, namun ia merasakan ada sesuatu yang menempel dijemarinya. “Ini?” Djohan terkejut ternyata yang menempel itu adalah sebuah serpihan armor tubuh milik Allison. Semua serangan yang dilakukan kepadanya ternyata tidak sia-sia, tubuh Allison semakin melemah. Dan yang lebih mengejutkan lagi serpihan itu mengeluarkan sedikit darah.
“Jadi kamu sudah menyerah…,” Allison berjalan santai mendekat. “keadaan mulai tidak seru, perlawananmu cukup sampai di sini.”
Djohan memakan serpihan armor tersebut, tiba-tiba kedua matanya membesar, seperti mata serangga namun berwarna hitam. Senyumnya pun melebar, dengan gigi-gigi tajam yang tidak sengaja ia pamerkan.
“DARAH……”
Quote:
Atas arahan kapten tim sektor 10, mereka melakukan suatu formasi. Masing-masing mendekati sosok Beaters besar berwarna hitam itu, meninggalkan seperangkat senjata api berat dibelakang. Allison hanya diam, ingin melihat kemampuan orang-orang ini terlebih dahulu. Ia juga penasaran seperti apa kelompok pembasmi Beaters melakukan aksinya.
Lalu masing-masing anggota mengeluarkan sejenis senjata api kecil dari samping pinggangnya. Mereka menembakan ke badan Allison yang ternyata itu adalah sebuah kabel panjang yang melilit tangan dan kedua kakinya.
“Tembak!” ucap kapten tim.
Seketika aliran listrik berdaya tinggi menyerang Allison, daya yang tinggi membuat seluruh badan Allison bercahaya terkena listrik. Serangannya masih berlangsung dan Allison hanya tersenyum. Melihat itu membuat kapten tim memerintahkan anggota tuk melemparkan sesuatu ke wajah Allison. Sebuah granat ketika meledak tepat di depan wajah Allison mengeluarkan cahaya yang menyilaukan mata.
“Ahh…mereka memakai mainan-mainan yang menarik,” ucap Allison memberikan pujian. “aku tidak bisa melihat apa-apa.”
Ketika pandangannya sudah pulih, ia melihat orang-orang barusan sudah berada kembali ke tempat semula. Memegang masing-masing senjata beratnya.
“Oke, majulah…,” ucap Allison santai.
Senjata-senjata berat ini seperti machine gun, assault rifle, lalu ada grenade launcher, dan senjata-senjata api lainnya yang memberikan efek ledak yang luar biasa.
“Beaters biasa pasti akan lemas diberikan daya 500 ribu Volt seperti barusan, semua sudah diposisi?” kapten memberikan arahan.
“Ya!”
“Tembak!”
Suara-suara dan efek ledakan yang dihasilkan seperti sebuah parade kembang api. Djohan yang posisinya tidak terlalu jauh dari Allison pun tidak bisa melihat apa yang terjadi ketika hujanan peluru dan ledakan-ledakan menghentak tubuh Allison. Yang ia ketahui semua serba berwarna oranye, warna api.
Sterling dan Lio yang akan memasuki kawasan perbukitan pun mendengar suara-suara dari tempatnya Djohan.
“Ledakan-ledakan ini?” tanya Lio.
“Ya…kemungkinan kelompok Bass lain sudah sampai di sana,” Sterling memacu mobilnya lebih cepat lagi.
Kepulan-kepulan asap terpusat pada satu titik, seluruh amunisi sudah dikeluarkan. Dan mereka yakin bahwa keseluruhan amunisi mengenai target. Mereka berharap sebuah informasi dari dalam memberikan penyejukan.
“Bagaimana Carla? Apakah alatnya masih mendeteksi kehadirannya?” tanya kapten tim kepada anggotanya di dalam mobil mini van.
“Umm…kapten Hunter, alatnya hanya mendeteksi satu Beaters. Itu karena sosoknya tertangkap kamera, sedangkan tuk Beaters satu lagi….,” suaranya pun terhenti.
“Ada apa?” tanya kapten.
Kepulan asap itu tiba-tiba terhempas, mengenai semuanya yang ada di area ini. Dan yang paling mengejutkan adalah sosok Allison yang masih berdiri tegap di sana, tubuhnya tidak hancur maupun terluka. Hanya helaian sisa asap yang masih menyelimutinya.
“Baiklah, sekarang giliranku!” sosok Allison hilang dipandangan, lalu muncul di depan kapten tim 10. “kau yang paling merepotkan,” Allison mencekik leher Hunter, mengangkatnya lalu melemparnya ke arah mansion di belakang.
Para anggotanya tidak bisa bereaksi cepat karena gerakan Allison sendiri sudah sangat cepat. Tubuh Hunter melayang jauh, Djohan mencoba untuk menangkapnya, dan ia berhasil namun keduanya menghujam tembok mansion dengan sangat keras.
“Ah…aku lupa masih ada Silver Clan yang lemah itu…,” Allison melihat salah satu orang bersiap menyerangnya. Dengan mudahnya Allison memutus kepala orang itu, lalu ia genggam dengan tangan kanannya. “kenapa Beaters bisa kalah sama orang-orang lemah seperti ini sih?” ia melemparkan kepala itu dengan keras dan mengenai anggota tim 10 lainnya.
Carla yang ada di dalam mobil hanya bisa terdiam mendengar teriakan histeris dari luar, ia sangat tahu itu adalah suara rekannya yang menjerit kesakitan. Dirinya pun kegemataran, belum pernah sekalipun dalam pemburuan timnya mengalami kejadian seperti ini.
“Pergilah….,” ucap seorang anggota tim 10 kepada rekannya, padahal kondisinya sudah sangat mengenaskan, yang tersisa darinya hanya badan, kepala, dan satu lengannya.
“Ksatria sekali sikapmu itu, mempersilahkan seorang wanita tuk pergi, sehingga kau yang menjadi pelindungnya. Begitu?” Allison menepuk kepala orang itu hingga pecah, sekarang tersisa satu lagi dihadapannya. “hai nona…maukah kau berdansa denganku?”
Perempuan muda ini wajahnya dipenuhi dengan air mata, emosinya tidak terkontrol saat melihat rekan-rekannya dihabisi dengan cara tidak bermoral dihadapannya. Ia mengeluarkan pistol, menembakannya secara membabi buta ke arah Allison.
“Peluru ini berbau berbeda,” Allison menangkapnya satu. “kau isi apa peluru ini?” Allison menyentil pelurunya dan tepat mengenai kepala perempuan muda yang menyerangnya. Pelurunya tembus dan perempuan muda itu tewas seketika.
“Oke, tinggal satu lagi dan aku bisa melanjutkan tuk menyiksa Silver Clan lagi,” Allison mendekati mobil mini van.
Djohan terbangun, melihat kondisi seseorang didepannya dengan rasa prihatin, bekas tangan Allison terpampang nyata, leher orang ini seperti mengkerut, nafasnya pun sangat sesak akibat kondisinya.
“ALLISON!”
Allison sedang mengangkat mobil dengan satu tangannya, “Ya aku mendengarmu,” dengan mudahnya Allison melempar sebuah mobil mini van. “oke sekarang kita lanjutkan…”
Djohan menerjangnya dengan kecepatan penuh, ia menyerangnya dibagian dada sebelah kanan. Seperti yang sudah-sudah Allison tidak bergeming sama sekali.
“Melakukan hal yang sia-sia memang keahlianmu hah?” Allison mengejeknya.
Djohan bersiap lagi, namun ia merasakan ada sesuatu yang menempel dijemarinya. “Ini?” Djohan terkejut ternyata yang menempel itu adalah sebuah serpihan armor tubuh milik Allison. Semua serangan yang dilakukan kepadanya ternyata tidak sia-sia, tubuh Allison semakin melemah. Dan yang lebih mengejutkan lagi serpihan itu mengeluarkan sedikit darah.
“Jadi kamu sudah menyerah…,” Allison berjalan santai mendekat. “keadaan mulai tidak seru, perlawananmu cukup sampai di sini.”
Djohan memakan serpihan armor tersebut, tiba-tiba kedua matanya membesar, seperti mata serangga namun berwarna hitam. Senyumnya pun melebar, dengan gigi-gigi tajam yang tidak sengaja ia pamerkan.
“DARAH……”
redrices dan 10 lainnya memberi reputasi
11
Kutip
Balas