Kaskus

Story

caffeine.seekerAvatar border
TS
caffeine.seeker
CINTA DAN PETAKA? (HORROR REAL STORY)
CINTA DAN PETAKA? (HORROR REAL STORY)

Hallo para kaskuser dimanapun berada. Izinkan saya untuk bercerita tentang pengalaman hidup saya sendiri. Ya, Setelah cukup lama berada pada zona "silent reader" di kaskus ini, akhirnya saya memutuskan untuk menuliskan kisah saya sendiri. Semoga kisah yang saya tuliskan ini memiliki manfaat bagi yang membacanya entah sebagai hiburan atau referensi pembelajaran.

Nama tokoh dan tempat kejadian dalam cerita ini akan saya samarkan untuk menjaga privasi masing-masing pihak yang terlibat di dalamnya.

Sebelumnya mohon maaf apabila tulisan saya jauh dari kata sempurna, baik dari segi teknis maupun pemilihan kata, karena ini thread pertama saya. Silahkan berkomentar apapun selama tidak mengandung ujaran kebencian dan menyudutkan pihak tertentu, Support dan masukan positif dari agan semua akan sangat membantu perkembangan thread ini dan juga bagi saya untuk lebih baik kedepannya.

Kisah yang akan saya tuliskan ini adalah kisah nyata yang saya alami kurang lebih 9 tahun lalu tepatnya di rentang tahun 2011. pada tahun itu adalah tahun pertama saya masuk kuliah, dan menjadi awal mula dari semua kisah ini.

Nantinya saya akan menceritakan kisah ini ke dalam beberapa part yang akan saya update secara berkala, saya juga akan berusaha menceritakannya sedetail mungkin dari awal hingga akhir kejadian yang saya alami ini.

Terima kasih dan selamat menikmati kisah saya

Spoiler for Prologue:



Spoiler for Part I - awal masuk kampus:


PART INDEX


PART-II
PART-III
PART-IV
PART-V
PART-VI
PART-VII
PART-VIII
PART-IX
PART-X
PART-XI
PART-XII
PART-XIII
PART-XIV
PART-XV
PART-XVI
PART-XVII
PART-XVIII
PART-XIX
Diubah oleh caffeine.seeker 19-12-2021 18:57
meqibaAvatar border
sulkhan1981Avatar border
sirluciuzenzeAvatar border
sirluciuzenze dan 44 lainnya memberi reputasi
45
30.6K
206
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.5KAnggota
Tampilkan semua post
caffeine.seekerAvatar border
TS
caffeine.seeker
#141
PART XVII
Halo para agan kaskuser, long time no see..mohon maaf karena thread ini harus tertunda cukup lama , saya ucapkan juga terima kasih untuk agan2 yang sudah membaca thread saya dan tentunya juga yang selalu memberikan supportnya untuk thread ini. Oke ga usah berlama-lama lagi kita lanjutkan lagi ceritanya..

Pagi itu selepas sholat subuh kami sudah bersiap dan mengemasi barang-barang bawaan yang sekiranya akan kami perlukan nanti. Aku meyiapkan kendaraan sementara uwak dan bapak terlihat membantu Della untuk berjalan ke mobil, kondisi Della pagi itu sudah terlihat lebih baik, sudah mulai bisa merespon pembicaraan kami, tapi tetap terkadang dia masih sering terlihat murung dengan tatapan yang kosong.
Sekitar jam 6 pagi kami semua sudah siap untuk berangkat menuju kediaman teman lama uwak, aku dan bapak duduk di depan, sementara Della dan uwak duduk dibagian belakang, dan perjalanan pun kami mulai..

Kurang lebih 3 jam sudah kami menempuh perjalanan, rasa lelah dan kantuk pun mulai terasa, kondisi jalan yang saat ini kami lewati pun bukan lagi jalan raya beraspal, namun sudah masuk ke jalan kecil berbatu yang di kiri dan kanannya hanya terdapat hutan karet dan pohon-pohon besar lainnya, jalan ini pun mungkin hanya bisa dilalui oleh satu mobil saja. Aku membayangkan kondisi jalan ini jika malam hari datang, pasti sangat mencekam, karena di siang hari seperti saat ini pun sama sekali tidak terlihat kendaraan lain yang melintas. aku izin ke uwak untuk beristirahat sebentar karena badanku mulai terasa lelah, dan juga kebetulan ingin buang air, dan uwak pun mempersilakan, karena mungkin uwak pun juga merasakan lelah.

Aku keluar dari mobil dan berjalan ke arah hutan karet di sisi jalan bermaksud untuk mencari tempat yang tepat untuk buang air, sementara yang lain tetap menunggu di mobil. Aku berjalan masuk ke area hutan itu mencari tempat yang sekiranya pas untuk menuntaskan hajatku. Aku ingat betul saat aku mulai masuk ke area hutan itu seketika suasana menjadi hening, tak ada suara apapun lagi yang kudengar saat itu, benar-benar hening meskipun hari masih siang, “ah mungkin hanya perasaanku saja” pikirku. Aku tetap melanjutkan langkahku memasuki hutan karet itu, hingga akhirnya aku berhenti di sebuah pohon yang tidak terlalu besar dan daunnya sudah terlihat mengering, ku putuskan untuk buang air di dekat pohon tersebut. Sembari menuntaskan hajatku aku coba melihat ke sekelilingku, suasana hening masih saja aku rasakan saat itu namun tidak terlalu aku hiraukan karna aku hanya ingin cepat-cepat selesai dengan hajatku dan kembali ke mobil.

Setelah tuntas dan merasa lega, aku segera bergegas untuk kembali ke mobil. Namun aku merasakan sesuatu yang aneh sesaat ketika aku memutar badanku dan ingin berjalan ke arah mobil. Jalan yang tadi aku lewati ketika masuk ke hutan karet ini kini terlihat berbeda, dan aku tidak dapat lagi melihat mobilku yang sedang terparkir. Padahal aku ingat betul aku hanya berjalan beberapa puluh meter dari mobil yang aku parkirkan di tepi jalan. “Apa iya bapak dan yang lainnya sengaja meninggalkanku?, tapi rasanya tidak akan mungkin mereka setega itu” gumamku dalam hati.. Di hadapanku kini hanya ada hutan lebat yang terlihat rimbun oleh pohon-pohon besarnya, bahkan cahaya matahari siangpun seperti tidak mampu menembus lebatnya hutan itu dan itu cukup memberikan kesan yang mencekam bagiku. Aku masih terdiam mencoba menelaah apa yang saat ini terlihat dihadapanku. Aku melihat sekeliling, dan memang hutan ini mendadak menjadi lebih gelap dari sebelumnya, seperti dijauhi oleh cahaya matahari siang itu.

kaskus-image

Tidak ada pilihan lain, aku coba untuk melangkahkan kakiku dan berjalan ke arah tadi aku masuk hutan ini, berharap menemukan jalan dimana ku parkirkan mobilku. Namun baru saja beberapa langkah aku beranjak, kurang lebih 15-20 meter dari tempatku berdiri, terlihat sosok wanita dengan menggenakan pakain seperti pakaian kerajaan atau mungkin pakaian adat berwarna merah berpadu dengan warna emas lengkap dengan mahkota besar dengan warna serupa di atas kepalanya. Seketika jantungku berdegup kencang. Sosok itu terlihat berjalan menghampiriku, dan aku hanya terdiam sembari memperhatikan setiap detail sosok tersebut. Semakin dekat aku semakin bisa melihat jelas rupanya yang terlihat anggun dan cantik namun tatapannya seperti kosong. di semua jari-jemarinya dibalut benda runcing seperti yang dikenakan oleh penari-penari adat. Kira-kira seperti itulah visualisasi yang aku tangkap saat itu.

Akhirnya sosok itu kini berdiri tepat dihadapanku, kami hanya berjarak mungkin kurang dari satu meter, aku terpaku seolah tidak bisa berkata-kata, apalagi menggerakan badan. Sosok itu menatapku dingin, sebelum akhirnya tiba-tiba wajahnya yang semula cantik berubah menjadi menakutkan, matanya kini hanya terlihat putih tanpa bola mata, bibirnya yang semula merah mendadak menghitam, dan mukanya dihiasi urat-urat halus hampir diseluruh bagian wajahnya. Sosok itu mendadak menghepaskan tangannya ke arahku, reflek aku menutup wajahku dengan tanganku. seketika aku seperti terlempar ke tempat atau mungkin dimensi lain, yang aku lihat saat ini bukan lagi hutan melainkan sebuah lorong panjang dan gelap. aku berjalan menyusuri lorong gelap itu, sampai akhirnya aku mendengar sayup-sayup sebuah suara. Aku coba ikuti kemana sumber suara tersebut, semakin aku ikuti semakin aku bisa mendengar dengan jelas suara itu. Aku coba menerka suara tersebut, suara yang terdengar tidak asing bagiku “aku tidak asing dengan suara ini” yakinku dalam hati. Aku coba mengingat-ingat suara itu dan aku sadar suara itu adalah suara yang sama yang pernah ku dengar di mobil saat aku mengantar Della pulang ke kostnya ketika awal kami dekat. Suara rapalan wanita yang mendadak muncul di audio mobilku dulu. Rapalan yang sama persis, bedanya kini aku mendengar suara itu lagi namun seperti diucapkan secara bersama-sama oleh banyak orang. Namun aku tetep tidak mengerti rapalan apa itu.

Aku terus berjalan ke arah suara tersebut, sampai akhirnya mataku menangkap sebuah cahaya, cahaya yang bersumber dari obor yang lumayan banyak. Aku langkahkan kakiku ke tempat cahaya tersebut dan kini aku menangkap ternyata ada sekumpulan orang yang sedang berdiri disana seperti membentuk huruf “U”. semakin aku dekati ternyata aku salah. Tidak, sekumpulan orang tadi ternyata bukanlah manusia, melainkan makhluk aneh dengan segala macam rupa yang mengerikan, merika terlihat berkumpul mengelilingi sesuatu di tengahnya. Wajah mereka terlihat seperti binatang namun berbadan manusia. Jantungku seperti ingin berhenti saat itu, aku hanya berharap apa yang aku saksikan saat ini hanyalah mimpi belaka, namun semua ini terasa begitu nyata.

Aku coba alihkan pandanganku ke arah meja yang ada di tengah sekumpulan mahluk aneh tadi. Dan yang aku lihat saat itu sangat membuatku terkejut. “Della….???itu Della..!!!” dalam hatiku seperti berteriak..aku mendapati Della yang sedang berada di atas meja itu dengan posisi kedua tangan dan kaki yang terikat dan dikeliling mahluk-mahluk aneh yang tanpa henti merapalkan sesuatu. Aku ingin sekali berlari menghampiri Della dan menyelamatkannya, namun tubuhku terasa kaku seperti ada yang menahanku untuk bergerak. Aku hanya mampu melihat peristiwa itu tanpa bisa berbuat banyak, mahluk-mahluk yang mengelilingi Della pun sangat membuat nyaliku ciut. Aku benar-benar tidak tahu apa yang harus aku perbuat saat itu, tanpa terasa air mataku jatuh dan aku menangis menyaksikan orang yang aku sayang dengan kondisi seperti itu dan aku tidak mampu berbuat apa-apa.

Ditengah kekalutanku, tiba-tiba aku merasa sesuatu menarik tubuhku dari belakang. Aku tidak bisa melihat apa-apa lagi, sampai akhirnya aku tersadar dan mendengar suara uwak dan bapak memanggil-manggil namaku. Aku membuka mataku, dan benar uwak dan bapak kini ada di hadapanku. Uwak segera membantuku duduk dan bapak memberiku air minum, aku lihat sekelilingku kini sudah hutan karet yang sama ketika awal aku masuki, namun aneh kondisinya saat ini sudah seperti menjelang magrib. “nak, syukur kami bisa menemukanmu sebelum malam datang” ucap uwak kepadaku. Uwak menjelaskan sedari siang sampai menjelang magrib mencariku, itu berarti sekitar 8 jam lebih aku hilang. Namun aku merasa hanya beberapa saat aku berada di sebuah tempat misterius tadi. Uwak tidak banyak berbicara lagi, beliau segera memapah dan mengajaku kembali ke mobil..
Diubah oleh caffeine.seeker 10-09-2020 02:20
edam
69banditos
sirluciuzenze
sirluciuzenze dan 12 lainnya memberi reputasi
13
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.