TS
adamba
Saat Hujan Menagis
Tetesan beningnya membasahi relung jiwa
Tangisnya setia menemani sedihku
Dia menegur senyumku dengan dingin
Seakan mengajak menangis bersama
Daksa bahagia saat disambut tangisnya
Atma merindu ketika ia tak menyapa
Satu kesatuan mendarah daging
Mengalir mengikuti rasa yang hadir



Atma merindu ketika ia tak menyapa
Satu kesatuan mendarah daging
Mengalir mengikuti rasa yang hadir

Menangis Dengannya
Sang bayu mendekap angan
Duka nestapa menerpa atma
Mega mendung mengiringi
Rinai hujan membasahi
Hati seakan tercambuk
Tergores derasnya hujan
Lara terserap hati
Bak genangan dia atas tanah
Candra tak lagi tersenyum
Afsun sang malam semakin layu
Terhapus oleh awan kelabu
Yang sedikitpun tak ingin beranjak
Basah,dingin, menusuk kulit
Hati ini turut sakit
Buliran bening tergenang dipelupuk
Ditemani derai sang hujan
by : Adam ba

Hujan dan Perasaanku
Rasa bahagia kembali bertamu
setelah lama tak singgah
Derai sang hujan dampingi
Desri sang bayu menjadi saksi
Kutelusuri labirin waktu
Saat jarak tak menentu
Lesung pipi telah hadir
Kala aksara ada padanya
Harsa semakin membuncah
Disambut beningnya ayar
Rasa ini tersampaikan
Seperti hujan rindu daratan
Hujan, tetaplah bersamaku
Temani setiap kebahagiaan
Jatuhkan tangismu
Lalu menangislah bersamaku
By : Adam ba

Berguru Pada Hujan
Buana semakin temaram
Terseliputi sang redum
Rintik hujan semakin mederas
Merangkul atma dalam dingin
Hujan jatuh berkali-kali
Namun tetap setia menanti
Tak kenal lelah
Berusaha meresap pada tanah
Diri terus kalah
Tak seperti tetesan hujan
Jatuh hanya sekali
Dan tak mau mencoba lagi
Hujan seakan mengajari
Terus berusaha membelenggu
Melangkah meraih asa
Menghempas semua duka
by : Adam Ba

Selamat Tinggal Hujan
Tangismu tak lagi kutemui
Meninggalkan atma dalam satelit waktu
Engkau terhempas aungan kemarau
Yang menjelma dalam suhu
Lengungan di sudut bibir kian luntur
Terganti oleh retisalya
Hati terus mengerang
Tak kuasa menanggung lara
Hujan tolong hadirlah
Jatuhkan dirimu pada atma
Ku ingin pamit padamu
Temani saat terakhirku
Atma akan segera pergi
Beranjak dari sang buana
Hanya satu kata yang bisa kuucap
"Selamat tinggal Hujan!"
by : adam ba

Diubah oleh adamba 29-08-2020 11:33
Mawar440 dan 4 lainnya memberi reputasi
5
2.2K
9
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Poetry
6.2KThread•6.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
adamba
#3
Hujan Dan Rumput
Ibarat hujan dan rumput
Yang keduanya saling beradu
Saling mengasihi sesama
Meski awal mereka berbeda
Rumput tumbuh di bumi
Hujan turun dari awan
Jarak mereka terselesaikan
Tatkala butiran bening mulai jatuh
Tapi kehidupan kita berbeda
Terasa sulit untuk bersama
Tak kutemukan jalan untuknya
Mungkin hati harus merela
Aku kini menyerah
Diri ini telah kalah
Kalah oleh hujan dan rumput
Yang mereka mampu bersama
Walau harus menunggu lama
Perahu Kertas
Ku tulis kisah kita
Di sebuah lembaran kertas
Kulipat dan ku mulai membentuknya
Menjadi sebuah perahu kertas
Detik-detik kita berjumpa
Telah ku tulis di dalamnya
Harapan kita bisa bersua
Ku coba panjatkan padanya
Namun ketika ku tau kita berbeda
Ku mulai menenggelamkannya
Ku tenggelamkan harapan yang ada
Kucoba hilangkan semua rasa
Yang tertanam dalam jiwa
Tetapi itu sulit terjadi
Karena kau telah menawan hati ini
Namun sekuat tenaga ku akan pergi
Meninggalkan kisah pilu ini
Di Atas Kanvas
Ku tuangkan kerisauan
Ku tumpahkan kesedihan
Di atas kanvas putih
Yang kini penuh warna
Ini bukan sekedar hobi
Terlebih sebagai luapan emosi
Atas masalah yang terjadi
Di jalan kehidupan ini
Tawaku begitu renyah
Tatkala pergi semua masalah
Melukis adalah sebuah cara
Untuk gambar kan suasana
Ibarat hujan dan rumput
Yang keduanya saling beradu
Saling mengasihi sesama
Meski awal mereka berbeda
Rumput tumbuh di bumi
Hujan turun dari awan
Jarak mereka terselesaikan
Tatkala butiran bening mulai jatuh
Tapi kehidupan kita berbeda
Terasa sulit untuk bersama
Tak kutemukan jalan untuknya
Mungkin hati harus merela
Aku kini menyerah
Diri ini telah kalah
Kalah oleh hujan dan rumput
Yang mereka mampu bersama
Walau harus menunggu lama
Perahu Kertas
Ku tulis kisah kita
Di sebuah lembaran kertas
Kulipat dan ku mulai membentuknya
Menjadi sebuah perahu kertas
Detik-detik kita berjumpa
Telah ku tulis di dalamnya
Harapan kita bisa bersua
Ku coba panjatkan padanya
Namun ketika ku tau kita berbeda
Ku mulai menenggelamkannya
Ku tenggelamkan harapan yang ada
Kucoba hilangkan semua rasa
Yang tertanam dalam jiwa
Tetapi itu sulit terjadi
Karena kau telah menawan hati ini
Namun sekuat tenaga ku akan pergi
Meninggalkan kisah pilu ini
Di Atas Kanvas
Ku tuangkan kerisauan
Ku tumpahkan kesedihan
Di atas kanvas putih
Yang kini penuh warna
Ini bukan sekedar hobi
Terlebih sebagai luapan emosi
Atas masalah yang terjadi
Di jalan kehidupan ini
Tawaku begitu renyah
Tatkala pergi semua masalah
Melukis adalah sebuah cara
Untuk gambar kan suasana
Mawar440 dan 2 lainnya memberi reputasi
3
Tutup