- Beranda
- Stories from the Heart
You Are Scored On My Heart (18+)
...
TS
juztbowen
You Are Scored On My Heart (18+)
YOU ARE SCORED ON MY HEART


Cerita ini adalah lanjutan dari cerita sebelumnya

Part 1 : Membuka Lembaran Baru
Part 2 : Masalah Pangkat Kuadrat
Part 3 : Pengacara, Pengangguran Banyak Acara
Part 4 : Ternyata Sahabat Gw Jual Barang Ini
Part 5 : Putus
Side Story : Sisi Pandang Vania
Part 6 : Selamat Tinggal Perjaka
Part 7 : Kamu Tidak Benar Benar Kehilangan Aku (Bag.1)
Part 8 : Kamu Tidak Benar Benar Kehilangan Aku (Bag.2)
Part 9 : Kamu Tidak Benar Benar Kehilangan Aku (Bag.3)
Part 10 : Wisuda
Part 11 : Melisa Emilia
Part 12 : Ku Sadar, Beruntungnya Aku
Part 13 : Culik Anak Orang Lagi (Bag. 1)
Part 14 : Culik Anak Orang Lagi (Bag. 2)
Part 15 : Moment Indah Bersama
Part 16 : Take Me To The Sky
Part 17 : Hargailah Waktumu Bersamanya
Part 18 : Kamu Sudah Terukir di Hatiku
Part 19 : Selamat Tinggal Tanah Kelahiran
Part 20 : Halo Tanah Rantau
Part 21 : Ini Siapa Ya?
Part 22 : Lho??? Elu Kan...
Part 23 : Kita Memang Ditakdirkan Untuk Bertemu Lagi
Part 24 : Ga Nyangka Ya, Kita Ketemu Lagi Disini
Part 25 : Titip Dulu Ya
Part 26 : Tinggal Serumah?
Part 27 : I'm Your Guardian Devil
Part 28 : Darahku Dan Darahmu
Ending #1 : Terima Kasih Untuk Semuanya
Ending #2 : You Will Always Be My Endless Love UPDATE!!!
Bagian Terakhir : Kamu Adalah Cinta Abadiku UPDATE!!!
Polling
0 suara
Siapa yang cocok bersama Wendy?
Diubah oleh juztbowen 25-08-2020 11:42
fa.achryy dan 25 lainnya memberi reputasi
22
28K
358
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
juztbowen
#169
Part 27
I'M YOUR GUARDIAN DEVIL
(AKULAH SETAN PENJAGAMU)
Singkat cerita jadilah gw tinggal satu apartemen dengan Vania. Sudah berjalan beberapa Minggu seperti ini lama lama gw jadi merasa ga nyaman juga dengan Rachel. Gw berencana untuk ngomong soal ini ke Rachel, lucu juga kalau dipikir pikir ngapain gw repot repot bilang ke dia segala, secara dia juga bukan siapa siapa gw. Dia aja yang ngejar ngejar gw terus, tapi emang dasarnya manusia kalau dikejar terus terusan lama lama bisa luluh juga.
Suatu hari di kantor gw masuk kerja seperti biasa, seperti yang gw bilang di ruangan gw hanya ada gw dan Rachel karena posisi pengganti Josh masih kosong. Waktu itu kerjaan udah pada beres semua dan kita lagi santai santai. Gw berpikir mungkin ini waktu yang tepat buat ngomong masalah Vania yang tinggal satu apartemen sama gw.
Quote:
Oh iya semenjak kejadian berlendir kemarin gw sama Rachel jadi otomatis saling panggil dengan sebutan sayang. Entah siapa yang mulai tapi sepertinya mulai dari saat itu kita berdua TTMan.
Quote:
Sejenak Rachel seperti bingung dengan kata kata gw barusan. Tapi mendadak ia menunjukkan perubahan ekspresi dari wajahnya, jelas sekali ia tidak senang dengan apa yang gw beritahukan.
Quote:
Rachel mengucapkan kalimat terakhir dengan sangat pelan sampai gw mendengarnya hanya samar samar, tapi gw yakin itu yang dia ucapkan barusan
Quote:
Yaudahlah ya.. gw udah berusaha buat ngomong ke Rachel masalah ini, dan ternyata respon yang gw dapat malah kaya gitu. Terserah aja deh, yang penting gw udah melakukan bagian gw. Jadilah seharian itu gw dicuekin abis abisan sama Rachel, cuman kita berusaha profesional aja kalau ada sesuatu yang berhubungan dengan kerjaan. Sisanya kita diem dieman macem perang dingin.
Berhari hari terus seperti ini, Rachel ga menunjukkan sedikitpun kalau dia melunak. Gw pribadi jujur jadi merasa kehilangan juga, biasanya Rachel suka ngajak gw bercanda ato manja ke gw, sekarang dia udah kaya orang yang ga dikenal. Bahkan dia lebih dingin daripada saat kita belum terlalu mengenal.
Di sisi lain gw juga udah berminggu minggu tinggal bareng satu apartemen dengan Vania. Perang dingin gw dengan Rachel sedikit banyak mulai berpengaruh ke mood gw, Vania juga tampaknya menyadari kalau gw mulai bersikap beda dari biasanya. Gw pulang kerja dengan keadaan lesu, Vania seperti biasa lagi mager mageran di kamarnya, sepertinya Vania menyadari kalau gw udah pulang, ia langsung keluar dari kamarnya.
Quote:
Ya Tuhan, Gw udah kaya seorang cowo yang pulang kerja membawa segudang beban pikiran. Tapi mendadak pikiran gw jadi tenang karena melihat istri gw yang menyambut gw sepulang kerja dan sudah mempersiapkan segala keperluan gw dirumah. Senang bercampur sedih, gw senang karena dapat perlakuan seperti ini dari seorang wanita, sedihnya wanita ini bukanlah istri gw, ia adalah mantan kekasih sekaligus calon istri dari sahabat gw. Gw tersenyum mendengar perkataan Vania barusan.
Quote:
Gw segera mandi dan kemudian kami makan bareng, Vania ternyata jago masak, entah mungkin menjelang pernikahannya Vania jadi belajar masak.
Quote:
Gw menceritakan setiap detail kejadian waktu gw ngomong ke Rachel. Vania dengerin cerita gw dengan seksama dan di akhir cerita gw Vania sepertinya sudah mengerti apa yang terjadi dan ia siap memberikan komentar.
Quote:
Benar kata Vania, ibarat Tuhan sudah terlalu baik sama gw. Gw minta dikirimkan seorang malaikat untuk mendampingi gw, tapi sekarang gw malah dikirimkan 2. Vania dan Rachel, walaupun salah satunya nanti akan melepaskan gw. Justru dengan begitu gw akan bisa lebih fokus dengan malaikat satu lagi. Gw ga bisa terus begini, jangan terlalu picky jadi orang. Gw memutuskan dalam hati gw, gw akan perlahan lahan mencoba menerima kehadiran Rachel dalam hidup gw. Meskipun ia lebih tua 1 tahun dari gw dan kami berbeda kewarganegaraan.
Beberapa hari berlalu dan gw mencoba sedikit lebih perhatian ke Rachel sewaktu di kantor. Setiap pagi gw coba untuk menyapanya dan gw mulai memberikan sedikit surprise ke dia. Entah tiba tiba gw samperin mejanya dan bawain makanan, atau gw suka tiba tiba bawain coklat ke dia. Kayanya kebanyakan cewe emang suka banget dikasih coklat.
Gw pulang dari kantor, biasanya ada Vania yang menyambut gw dan nanyain gimana gw di kantor hari itu. Tapi kali ini ga ada Vania di apartemen, gw mengira oh mungkin dia lagi keluar sebentar buat beli keperluan. Gw masuk kamar, meletakkan barang bawaan gw kemudian segera menuju ke kamar mandi untuk mandi.
Selesai mandi gw mengecek HP gw, ada banyak pesan masuk dari Vania.
Quote:
Dengan gerakan secepat kilat gw langsung keluar dari apartemen, gw lari lewat tangga darurat kebawah karena untuk nunggu lift bakalan lama banget. Gw segera menuju ke minimarket yang dimaksud Vania. Situasi sangat sepi, gw ga menemukan Vania disana. Gw berjalan beberapa meter ke depan bermaksud mencari dimana Vania. Dari kejauhan gw melihat seperti ada 2 orang cowo yang berdiri didepan tembok, dari sela sela tubuh mereka gw melihat didepan mereka ada seorang wanita.
Gw berlari mendekati mereka, perasaan gw makin ga enak. Semoga yang gw takutkan ga terjadi. Dan ternyata benar saja, jantung gw mencelos, gw melihat Vania lagi dipepet ke pojokan oleh dua orang cowo ga dikenal. Terlihat ekspresi ngeri dari wajah Vania tapi mendadak ia terlihat lega setelah melihat gw berlari kearahnya. Sumpah gw heran banget di tempat parkir basement ini ga ada security yang berjaga.
Quote:
Dua orang cowo tadi langsung membalikkan badannya dan menghampiri gw
Quote:
Gw membuka dompet dan melemparkan sejumlah uang kearah 2 orang brengsek ini
Quote:
Gw langsung menerjang ke arah cowo yang memegang Vania. Setelah berhasil menjatuhkannya ke lantai gw otomatis memberikan pukulan bertubi tubi kearah wajahnya dengan tujuan melumpuhkannya dulu untuk gw bisa berikutnya menyerang rekannya. Sepertinya strategi gw berhasil, cowo yang pertama sudah terkapar di lantai dengan muka berdarah darah.
Sampai tiba tiba gw merasakan rasa sakit di pinggang gw dan terdengar suara teriakan Vania. Gw meraba ke arah pinggang gw, basah.. setelah gw melihat tangan gw barulah gw melihat darah mengalir dari pinggang gw. Sekilas gw melihat kearah lawan gw didepan, ternyata pertarungan kotor baru saja terjadi.
Ia memegang pisau yang mengacung ke arah gw dan terlihat di mata pisaunya sudah terdapat darah yang gw yakin itu darah gw. Menjelaskan kenapa pinggang gw tiba tiba terasa sakit dan berdarah darah. Pendarahan di pinggang gw masih belum berhenti, sekarang pandangan mata gw mulai kabur dan gw merasa badan gw seperti kedinginan. Gw berusaha menjaga kesadaran gw karena gw tau ini masih belum berakhir.
fa.achryy dan 8 lainnya memberi reputasi
9