Kaskus

Story

brina313Avatar border
TS
brina313
Kumpulan Pengalaman Horor Brina
Kumpulan Pengalaman Horor Brina


 Hallo kaskuser semua jumpa lagi thread Brina yang pastinya selalu dirindukan yak an? Aku rindu banyak bercerita pengalaman sama teman-teman semua. Kali ini aku mungkin akan berbagi pengalaman yang entah menurut kalian masuk akal atau enggak. Entah menurut kalian ini rekayasa atau bukan. Kalian bisa nanti menanggapinya sesuka hati kalian. Ini mungkin akan update agak lama. Karenanya ini kisah nyata aku sendiri. Jadi, kalau aku tidak mengalami kejanggalan dalam kesehariannya, mungkin akan update agak lama. Kecuali kalau aku memang mendapatkan cerita-cerita yang menarik nantinya. 


Tidak ada tempat yang akan disamarkan. Ini asli pengalamanku. Dimana aku tinggal dan dimana aku mendapatkan kejadian mistis ini akan aku uraikan dengan lantang. Insya Allah jika tidak ada halangan. Rasanya sudah tidak sabar ingin menuangkan kisah ini sama kalian. Kalian sehat-sehat ya di rumah biar nanti aku makin semangat nulisnya dan kalian makin semangat berbaginkisah denganku di kolom komentar.

Rumah Peninggalan Kakek

Sejak bulan September tahun 2019 akhir kami semua cucu kakek pindah rumah. Pindah rumah ini hanya sekedar memindahkan beberapa baju yang sering dipakai karena masalah utama adalah di perumahan tempat kami tinggal itu air PAM nya konselet hingga tidak ada air sampi berhari-hari.

Nah, perlu banget ini aku kasih tau sama kalian. Kalau rumah ini adalah rumah yang dulu Kakek dan Nenek tinggal. Nenek meninggal duluan saat aku masih usia sekita 5 tahun. Terus saat aku sudah usia SD kelas 1, kakek nikah lagi dengan seorang janda muda yang mempunyai anak bungsu yang seumuran denganku tapi laki-laki. Lalu seiring berjalannya waktu, kakek semakin tua. Lalu kakek meninggal. Setelah meninggalnya kakek, nenek pun menikah lagi dan pindah rumah ikut suami barunya. Otomatis rumahnya kosong dalam beberapa tahun. Sempat juga ada yang ngontrak di sana, lalu kosong lagi. Dan pada akhir 2019 itu akhirnya kami cucu kakek yang sekolah memutuskan untuk tinggal di sana dengan alas an agar jarak ke sekolah atau ke kota bisa lebih dekat.

Awalnya orang tua kami tidak menurutinya. Orang tua kami enggan member izin kami tinggal dirumah peninggalan kakek. Alasan terbesarnya adalah takut tidak terurus masalah makannya karena kalau hidup tanpa orang tua harus bisa menyiapkan sarapan sendiri dan lain sebagainya tetek bengek sebelum berangkat sekolah. Tapi dengan berbagai jurus akhrinya kami pun dijinkan. Rumah peninggalan kakek ini kini bagai asrama, hanya ada anak-anak yang sekolah mulai dari SMP, SMK, Kuliah sampai yang kerja semua ada.

Kami memiliki kamar masing-masing. Kamarku posisinya paling depan setelah ruang tamu atau ruang keluarga. Lalu disusul dengan kamar lainnya. Kami tinggal berlima di dalam rumah ini. Meski dulu waktu kecil aku pernah tinggal di rumah ini, dan saat kakek masih ada juga aku sering nginep. Kali ini setelah air PAM di perumahan normal kembali, justru rasa hati sudah merasa nyaman tinggal di rumah ini. Tahulah kalian yang namanya anak muda agak mengindari orang tua karena kami ingin sedikit kebebasan. Terlebih aku yang sukanya nulis di sana sini, aku membutuhkan ruangan yang tenang untuk mengekspresikan segala yang aku rasa di tiap harinya.

Oke kembali lagi ke topic. Rumah kakek ini tidak terlalu besar pun tidak terlalu kecil, karena sudah di desain sejak dulu pun sampai sekarang tidak ada yang berubah. Namun yang menjadi ciri khas adalah kamar mandi terletak di luar rumah. Ya, ini bangunan rumah jaman dulu banget. Dan di sebelah kamar mandi ada mushola yang merangkap dengan tempat cuci piring dulunya. Posisi kamar mandi dan mushola ini ada di bawah, hingga ada tangga untuk menuruninya. Kalau mau sholat atau mandi ya harus keluar dan turun ke bawah.

Sebulan dua bulan pertama tidak ada hal yang membuat aku ganjal. Enak saja betah tinggal bareng banyak sodara. Namanya bareng sodara pasti selalu ada iseng tengilnya yekan? Itulah yang menjadi cirri khas kami. Oh iya, kamin di rumah ini tinggal berlima. Dua perempuan dan tiga laki-laki. Kalau solat sukanya barengan berjamaah, karena orang tua kita ngelarang kita solat sendiri-sendiri. Tujuannya biar kita berkah hidupnya mendapatkan pahala yang mengalir terus.

Kiranya cukup sekian dulu ya perkenalan dariku ini. Nantikan cerita horonya di postingan selanjutnya. Kalau sudah lolos review nanti akan aku lanjutkan. Semoga Threadnya lolos. Doakan ya teman-teman. Jangan lupa cendol, komen. Rate and share ya!
 
Sebelum nanti dilanjutkan lagi. Jangan lupa mampir di Thread horor aku yang judulnya RUMAH ANGKER DI TEMPAT PRAKERIN. Ini pengalaman aku saat PKL Sekolahan sebagai salah satu syarat mengikuti Ujian Nasional nantinya. Jangan bosan-bosan ya menyimak ceritaku. See you!
Diubah oleh brina313 13-08-2020 12:10
fiqihismAvatar border
pulaukapokAvatar border
deckycandra1510Avatar border
deckycandra1510 dan 25 lainnya memberi reputasi
22
7.1K
139
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
brina313Avatar border
TS
brina313
#3
DIA MENDENGARKAN SAAT KITA MEMBICARAKANNYA


Aku bangun tidur agak siangan, itu juga kepaksa bangun mengingat ada kegiatan dari pagi sampai siang. Oh iya aku lupa cerita kalau aku bergabung di sebuah komunitas anak masjid, sebagai pemuda yang aktif menghidupkan beberapa kegiatan di masjid terdekatku.

Jam setengah sembilanan pagi setelah selesai ritual ke kamar mandi dan makan. Aku pun segera pergi dengan Bang Tian. Gal biasanya aku kesiangan setengah jam. Harap maklum karena rasanya aku masih lemas sisa semalam. Ternyata meski hanya beberapa menit, itu sudah menguras energi dengan sangat banyak. Katanya kalau kita gak kuat bisa-bisa energi kita terkuras habis.

Kegiatan di masjid berlangsung sampai jam duhur. Saat acara baru saja dimulai, temanku bernama Ismi, dia ngajakin aku pergi ke salah satu temannya yang ada di kecamatan Cimalaka. Mba Ismi ini adalah salah satu mahasiswa di universitas di kotaku, Dia selain kuliah juga aktif mengajar ke sana kemari. Nah, maksud tujuannya ke rumah temannya itu karena mau menanyakan tentang AHE. Buat GanSis yang punya anak usia TK PAUD atau SD pasti tahu lah ya.

Singkat cerita aku mau. Setelah sholat selesai aku segera mengambil tas dan meluncur naik motornya Mba Ismi. Sebelum perjalanan ini, saat masih acara, aku sempat bercerita padanya tentang kejadian tadi malam. Bukan main terkejutnya. Karena meski dia seorang diri di kota Sumedang, dia juga penakut tentang masalah hal ghaib. Akhirnya belum sempat selesai tapi sudah di cut duluan. Elah payah Mba Ismi gak enak curhatnya nanggung banget!

Teman yang dituju saat ini umurnya sangat jauh denganku, sebut saja namanya Teh Rani. Bahkan beliau sudah punya satu orang anak yang baru berusia kira-kira dua tahun. Usia pernikahannya juga cukup muda. Suami Teh Rani namanya Mas Joe.

"Kamu kenapa sih kok bisa kejadian gitu?" tanya Ismi sambil asyik mengendalikan stang motor.

"Nanti juga tau sendiri, tadi kamu diceritain gak mau sih Mba" timpalku di balik helm.

Aku memutuskan untuk tidak bercerita padanya karena mengingat dia yang penakut. Belum lagi kepikirannya aku bisa berabe nanti kalau disuruh nginep bareng dia. Gimana kalau nanti ada yang menghantui aku lagi? Mengerikan sekali bukan? Hiiiiiiiii menakutkan.

Aku menemani Mba Ismi ini karena dia tidak tahu dimana rumahnya. Katanya selama kenal belum pernah main ke rumahnya. Atau mungkin pernah lewat tapinya enggak sadar kalau itu rumahnya Teh Rani.

Tibalah aku dan Mba Ismi di depan sebuah gang bertulisan "Belajar Baca AHE" kalau gak salah begitulah nama gangnya yang menanadakan bahwa di situ ada tempat membaca. Kalau misalkan aku keliru tolong dikoreksi ya!

Teh Rani ini adalah salah satu pendiri AHE di desanya. Muridnya pun sudah banyak yang berprestasi. Meski terhitung masih sangat baru, tapi kelihaiannya dalam mengajar membuat setiap anak betah belajar di rumah baca yang didirikan oleh Teh Rani ini.

Kembali lagi ke topik pembahasan. Di hari Sabtu ini yang seharusnya aku main dengan teman-temanku nongkrong, eh musim corona gak boleh nongkrong di tempat umum. Saat sudah masuk ke rumahnya Teh Rani, aku dan Mba Ismi main-main sendiri dulu karena masih ada anak yang mau belajar, otomatis harus menunggu longgar santai dulu.

"Eh, ada Brina. Sama siapa?" tanya Mas Joe yang terlihat menongolkan kepala di jendela kamarnya.

"Aku sama Mba Ismi, tapi Mba Isminya di bawah lagi ngambil buku di bagasi motor, hehe"

Begitulah obrolan singkatku dengan Mas Joe. Merasa canggung tak ada lagi pembahasan, beliau pun masuk lagi ke dalam kamarnya. Sedangkan aku sibuk mainan Insta Story di hp ku.

*Beberapa menit kemudian...

Teh Rani selesai mengajar, Mas Joe dan Dek Izan keluar dari kamar. Aku dan Mba Ismi pun masuk ke dalam kantor. Kami tidak duduk di kursi, kami lesehan dan memang nyaman dengan keadaan seperti itu. Waaaah rasanya leluasa menikmati kebersamaan. Banyak yang kami obrolkan terkait masalah cara belajarnya anak seperti yang dibutuhkan oleh Mba Ismi. Sedangkan aku hanya sesekali menanggapinya. Karena rasanya bosan.

"Eh, masa dia baru aja digangguin kunti tadi malam, Teh" celetuk Ismi sambil menunjuk ke arahku.

"Wah, beneran Brin?" tanya Mas Joe dengan wajah yang aku sendiri susah mendeskripsikannya. Seperti penasaran dengan senyuman penuh tanda tanya.

"Isss kamu ini Mba, asal celetuk bae!" rutukku kesal.

"Kenapa, kenapa cerita dong! Pembahasan yang menarik nih" mereka bertiga pun mulai penasaran.

Tibalah pada waktu dimana kami membicarakan mereka yang tak terlihat. Membicarakan setan memang tidak ada habisnya. Suka mendengarkan tapinya penakut. Suka membahasnya tapi ya gitulah kalian bakalan tau sendiri nantinya.

Akhirnya aku menceritakan semua yang aku alami tadi malam di ruangan kantor itu. Suasana hening di sore hari. Memasuki waktu sholat ashar.

"Waaah, kurang ajar itu kalau sudah berani mencoba menyentuh apalagi bagian jidat" ucap Mas Joe.

"Ya, emangnya kenapa mas?" tanyaku makin penasaran dibuatnya.

"Soalnya dulu aku juga pernah gitu. Rasanya pengen tak banting kalau bisa. Tapi apa boleh buat, kita hanya punya doa. kita meminta kepada Allah. Banyak berdoa, doa pagi dan sorenya dibaca terus, doa-doa penjagaan dibaca terus biar mereka tidak mau mendekat sma kita!"

"Aku tuh baru kali ini mengalami lagi yang parah. Sebelumnya walaupun pernah tapi gak segitumya juga termasuk pengalaman yang inimemang sangat horor, tapi aku merasa disentuh hanya baru kali ini. Dan rasanya amit-amit banget deh gak mau lagi aku!" ucapku dengan panjang lebar menjelaskan.

"Sebenarnya tidak ada manusia yang bisa melihat Mereka, tapi merekalah yang menampakan diri kepada kita" itulah ucapan yang sangat terngiang sampai saat ini.

"Dan, ketika kamu melihat mereka, pada saat itu kamulah yang membuka gerbang sendiri untuk mereka bisa mendekati kamu. Sekarang aku tanya, saat kejadian itu kamu sedang dalam keadaan gak sholat alias datang bulan kann?" tanyanya lagi membuatku semakin merinding.

"Iya Mas. Tapi aku sebelumnya sadar kok kalau aku melihat dia dan benar-benar melihat dia" aku berusaha meyakinkan. "Dan sekarang aku tanya sama Mas, itu benaran atau enggak sih?"

"Apa yang kamu alami itu benaran terjadi, bahkan sekarang kunti itu ada disini mendengarkan kamu lagi ngomongin dia"

WHAT THE FUCK!!!! DISITU GUEN MAKIN MERINDING MESKI SORE HARI....


Jangan lupa cendol, komen, and share ya!! Nanti lanjut lagi, bye bye.. see you.

emoticon-Shakehand2 emoticon-Sundul emoticon-Sundul Up emoticon-Sundul Up

Diubah oleh brina313 19-08-2020 22:51
alizazet
pulaukapok
melisairnads
melisairnads dan 5 lainnya memberi reputasi
6
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.