Kaskus

Story

juztbowenAvatar border
TS
juztbowen
You Are Scored On My Heart (18+)
Diubah oleh juztbowen 25-08-2020 11:42
nomoreliesAvatar border
blckmmb7Avatar border
fa.achryyAvatar border
fa.achryy dan 25 lainnya memberi reputasi
22
28K
358
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.5KAnggota
Tampilkan semua post
juztbowenAvatar border
TS
juztbowen
#146
Part 24
GA NYANGKA YA, KITA KETEMU LAGI DISINI



Gw menyalakan komputer dan Hp gw berbunyi tanda ada notifikasi pesan masuk. Dari nomor yang tidak dikenal.

Quote:


DEGGG!!! Pesan terakhir dari Vania seperti memberikan sindirian buat gw. Bukannya gw jadi baper semata mata karena dia bilang senang bisa ketemu gw lagi. Tapi kaya gw disadarkan akan sesuatu. Selama ini gw udah jadi kacang yg lupa sama kulitnya, gw menghilang tiba tiba hanya karena gw terlalu fokus dengan seorang wanita. Padahal Milla juga udah tau soal Vania, dia juga pernah nanyain kenapa gw ga pernah sama sekali komunikasi lagi sama Vania. Dan gw dengan santainya jawab gw cuman mau fokus sama Milla, entah gw benar atau salah disini hanya Tuhan yg tau.
Vania ngajakin ketemuan besok malam, dan dia juga minta gw untuk rahasiain pertemuan ini dari Josh yang notabene sekarang adalah pacarnya Vania. Gw jadi merasa ga enak disini, bisa ada resiko ketahuan juga. Besok malam gw pergi tiba tiba, bisa aja Josh juga nanyain Vania lagi dimana. Josh bisa curiga jangan jangan gw keluar buat ketemuan sama Vania. Tapi selama gw dan Vania bisa jaga rahasia harusnya ga akan ketahuan sih.

“Tahun depan gw mau merid Wen, jangan dikira gw gamers gini ga punya tujuan hidup yang jelas”

“Sayang, kenalin nih temen temen kantor aku”


Beberapa bulan yang lalu, gw lah yang ada di posisi Josh sekarang. Beberapa bulan yang lalu, gw lah yang memiliki hak untuk memegang tangan dari seorang Vania. Beberapa bulan yang lalu, gw lah yang memanggilnya dengan sebutan sayang. Sekarang semuanya berbalik 180 derajat, gw sekarang malah ada di posisi sebagai seseorang yg ngejagain cewek buat menikah sama orang lain.
Makin gw pikirin soal Vania, emosi gw makin naik. Pikiran pikiran jahat gw mulai muncul, gw jadi membayangkan skenario skenario jahat sesuai imajinasi gw.

“Gw udah capek capek nahan nafsu demi Vania, ternyata sekarang dia berakhir di tangan orang lain, harusnya waktu gw bawa dia ke puncak bisa tuh gw pancing pancing dia”

“Ah besok kan Vania ngajakin ketemuan nih, moga aja dia minta ketemu ada unsur unsur kangennya. Biasa kan kalo orang kangen gampang dirayu, mungkin aja bisa gw rayu rayu dikit”

“Gw satu apartemen sama Josh, buat ngelampiasin rasa kesel gw, bisa kali minuman ato makanannya gw kerjain. Biarin aja dia ampe sakit sekalian, ya ga usah sampe mati sih paling ngga sakit aja deh”


Sumpah jahat banget ya pikiran gw, tapi sumpah waktu itu entah kenapa sekali lagi pikiran gw seperti belum merelakan apa yang sudah bukan milik gw lagi. Egois memang gw, tapi seringkali dalam hidup gw seperti itu. Apa yang sudah bukan milik gw lagi, gw masih belum bisa merelakan itu dalam waktu yang cukup lama. Gw masih rada emosi waktu itu, gw memutuskan untuk login PB tujuannya buat mengobati rasa kesel gw. Tapi tiba tiba Josh mau ikutan alhasil gw jadi kesel lagi gara gara ada Josh.
Gw jadi gampang kesel waktu gameplay ga berjalan sesuai keinginan gw. Josh juga beberapa kali kena marah gw waktu dia “mati konyol” di game. Lama lama Josh jadi curiga sama gw.

Quote:


Skip Keesokan Harinya

Gw teringat dengan janji gw untuk bertemu Vania malam ini. Pulang kerja gw siap siap dan segera menuju ke lokasi yang di kasih tau sama Vania. Lokasinya berada di sebuah taman gitu, jaraknya sekitar 30 menit dari apartemen gw. Gw melihat banyak toko toko pinggir jalan yang mengelilingi taman ini. Di tengah tengah taman terlihat sebuah danau kecil yang dikelilingi rerumputan. Banyak orang yang sekedar duduk santai di sekitar danau, tempat ini bagus, gw rasa ini bisa jadi tempat gw nyantai juga kalau lagi suntuk.
Gw chat Vania ngabarin kalau gw udah sampai di lokasi. Ga berapa lama di kejauhan gw melihat seorang wanita mengenakan kaos warna biru berjalan ke arah gw. Gw bisa mengenali kalau itu Vania, dari postur tubuh dan cara berjalannya gw bisa mengenalinya. Ah lagi lagi, sudah lama gw ga bertatap muka berduaan dengan Vania, rasanya sudah berbulan bulan yang lalu. Sekarang situasi ini terjadi lagi, tapi kali ini bukan rasa rindu yang menguasai gw, sedikit banyaknya gw masih dikuasain sama rasa kesal sisa kemarin.

Quote:


Gw dan Vania menuju ke sebuah bangku taman yang terletak didekat danau

Quote:


Vania beranjak sebentar dari tempat duduk, tidak lama kemudian ia sudah kembali membawa 2 botol minuman untuk kami berdua. Gw cukup haus juga setelah bercerita cukup banyak, untung Vania beliin minuman. Kalau ngga tenggorokan gw bisa kering.

Quote:


Mata Vania mulai berkaca kaca, seketika gw jadi ga tega melihat dia seperti itu. Ah semua emosi gw seperti meluap kalau lihat cewe nangis. Gw yang tadinya emosi sekarang malah jadi iba melihat Vania.

Quote:


Diluar dugaan gw Vania malah jadi beneran nangis, bingung gw jadinya, apa gw salah ngomong.

Quote:


Mendengar pertanyaan ini dari Vania gw jadi kepikiran sesuatu. Skenario jahat ga mungkin bisa gw jalankan sekarang, tapi ada 1 skenario lagi yang bisa gw lakukan. At least sebagai hukuman buat Vania yang ga mau mencoba untuk menghubungi gw.

Quote:


Vania kemudian memeluk gw, hangat pelukannya kembali gw rasakan. Gw pun terbuai dalam situasi ini, sekali lagi harus gw katakan, gw ga mau momen ini cepat berakhir. Dan satu hal lagi yang gw sadari, manusia boleh berencana tapi Tuhan yang berkehendak. Pelukan terakhir gw di bandara sebelum kepergian Vania mungkin adalah pelukan terakhir gw untuk Vania, menurut perkiraan gw. Tapi ternyata gw diberikan kesempatan lagi untuk memeluk Vania disini, di situasi dan negara yang berbeda pula. Dan sekali lagi gw memperkirakan, mulai hari ini, petualangan gw di negara berbeda akan dimulai.
g.gowang
Indjay
mr.yuhuu007
mr.yuhuu007 dan 9 lainnya memberi reputasi
10
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.