News
Batal
KATEGORI
link has been copied
207
Lapor Hansip
11-08-2020 10:48

Keji! Bocah Digantung Terbalik dan Disabet Pakai Selang oleh Pria Ini

Keji! Bocah Digantung Terbalik dan Disabet Pakai Selang oleh Pria IniSuara.com - Sebuah video kekejian seorang laki-laki menghajar anak viral di sosial media. Pria itu menggantung terbalik seorang anak dan menyabetnya berkali-kali.

Dalam sebuah video yang salah satunya diunggah oleh akun Instagram @medanhadlines pada Senin (10/8/2020), pria itu tak henti membentak seorang bocah yang sudah menangis tersedu-sedu.


Bocah tersebut diikat kakinya dan digantung terbalik di sebuah kusen pintu.

Sementara seorang pria berkepala pelontos yang mengenakan kaus hitam tampak memegang seutas selang hijau yang ia gunakan untuk menyabet bocah malang itu.

Sambil membentak-bentak, pria itu menyabetkan selangnya berkali-kali ke tubuh si bocah.

Bocah itu tak henti menjerit dan menangis kesakitan. Selain karena digantung terbalik yang membuat kepalanya hampir menyentuh lantai, selang itu juga tampak tak main-main disabetkan dengan keras ke kulitnya.

Hingga berita ini dipublikasikan, belum diketahui lokasi peristiwa penyiksaan anak tersebut terjadi.

Namun, sejumlah warganet yang menyaksikannya terlanjur mengutuk perbuatan keji melalui ribuan komentar yang ditujukan kepada si pria penyiksa anak.

"Aihhh itu manusia atau setan?" komentar seorang warganet.

"Di luar sana banyak enggak punya anak pak, kok punya anak diperlakukan seperti itu, di mana otak bapak ini. Miris rasanya melihatnya," tulis warganet lain.

"Tangkap pelaku, sekalian sama yang rekam. Biadab benar," imbuh warganet.


"Bapak kalau stres jangan dilampiaskan ke anak pak, kasihan. Semoga aparat kepolisian segera menangkap bapak ini ya," kata warganet lagi.

KPAI: Kasus kekerasan naik saat PSBB dilonggarkan

Berdasarkan laporan yang diterima Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), peningkatan kasus kekerasan seksual pada anak terjadi selama dua bulan terakhir.

"Kalau kekerasan seksual di data kita dalam laporan terjadi peningkatan, terutama dari segi jumlah korban, selama dua bulan belakangan ini. Misalnya, kita lihat warga negara Amerika itu ada beberapa yang jadi korban. Kemudian yang warga negara Perancis ada 305 yang terlaporkan. Kemudian kalau yang di Jambi ada 35 remaja anak SMP dan SMA," papar Komisioner KPAI Jasra Putra saat dihubungi Suara.com, Jumat (17/7/2020).

Jasra menyampaikan, KPAI perlu menganalisis lebih dalam penyebab peningkatan kasus tersebut. Meski begitu menurutnya, ada kemungkinan lantaran kondisi di dalam rumah tidak nyaman dan aman, sehingga membuat anak pergi ke luar yang kemudian dimanfaatkan oleh pedofil.

"Kasus mulai bermunculan ketika dilonggarkan. Misalnya ada di Lampung, Jakarta, ada Jambi. Ini harus jadi perhatian kita, terutama keluarga yang terdekat dengan anak," ujarnya.

Selain pelaku dari pihak luar, kekerasan pada anak juga masih rentan terjadi dari dalam rumah, lanjut Jasra. Apalagi di daerah yang masih masuk zona merah Covid-19.

Menurut Jasra, orangtua yang memiliki keterbatasan pengasuhan berisiko lebih besar melakukan kekerasan. Apalagi anak-anak masih melakukan sekolah dari rumah. Menurut Jasra, tidak semua orangtua bisa berperan dengan baik menjadi guru bagi anak.

"Situasi rumah kalau tidak nyaman dan aman, juga orangtua memiliki keterbatasan pengasuhan, tentu tingkat kekerasan bisa muncul. Baik kekerasan fisik, psikis, juga verbal pada keluarga," ucap Jasra.

"Dulu kan kita beranggapan kalau anak ada di rumah akan happy. Tapi sekarang kalau kita lihat data yang beredar, anak justru ada kerinduan kembali ke sekolah. Karena rumah tidak nyaman baginya. Karena tidak semua orantua sanggup," tambahnya.


Oleh sebab itulah diperlukan peran orangtua dalam melihat sinyal anak yang mulai bosan berada di dalam rumah. Jasra mengatakan bahwa penting adanya interaksi yang positif antara anak dan orangtua.

"Kalau sudah bosan dari rumah, berarti situasi rumah sudah mulai menjenuhkan, dan kalau sudah bosan tingkat kekerasan akan muncul," kata Jasra.



https://www.suara.com/news/2020/08/1...-oleh-pria-ini

Hadeeeh....emoticon-Cape deeehh
Diubah oleh gabener.edan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
indramamoth dan 25 lainnya memberi reputasi
26
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Keji! Bocah Digantung Terbalik dan Disabet Pakai Selang oleh Pria Ini
11-08-2020 12:37
coba dicari tau dulu penyebabnya apa? ga perlu langsung vonis kejam.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
servesiwi dan 7 lainnya memberi reputasi
3 5
-2
profile picture
kaskus maniac
11-08-2020 14:33
ente serius komeng kaya gini?
4
profile picture
kaskus addict
11-08-2020 15:50
Parah ente.....asli parah
4
profile picture
aktivis kaskus
11-08-2020 16:10


Serius lu cuk ngomong kayak gini? Senakal nakalnya anak apa mesti digantung dan dipukulin, apalagi itu darah daging sendiri
3
profile picture
kaskus maniac
11-08-2020 17:39
Komen yang gak bermutu
2
profile picture
kaskus addict
12-08-2020 06:53
Ane sebenarnya pengen tau yang pada komen2 itu dah pada punya anak?
Kalo punya apakah Anaknya bandel dah kelewat batas?

Ortu jaman dulu kalo didik ya rata2 keras, sabet pukul yang penting masih mikir apakah akan memberikan dampak bahaya /fatal ataukah hanya sakit saja.

Sesekali keras itu tidak mengapa, setelah itu hibur lah anak dengan hal2 yang disukainya. Tunjukkan kalo kita sebenarnya sayang, dan tidak mau kalo harus memukul.

Dulu ane juga pernah disabet dan di tali di pohon sama Bapak, karena memang ane waktu itu masih TK ambil dompet Ibu ga bilang2. Kalo ane ga dihukum dengan keras pasti ane jadi keterusan dan dan tidak jera.

2
profile picture
kaskus addict
12-08-2020 07:12
[MENTION]Stand_Not_Still[/MENTION] nope. Kalau emang anak nakal dan ente sayang harus dididik dengan tegas. Kekerasan itu bukan cara mendidik karena kekerasan itu cuma mau nunjukin dominasi doang.
Kalau orang tua masih ga bisa nahan amarah dan berujung ke kekerasan karena kelakuan anaknya yang nakal tandanya orang tua ga siap buat punya anak.
1
profile picture
kaskus addict
12-08-2020 07:16
@Drajudge13
Udah punya anak? Semoga anak ente tidak nakal dan ente jadi ortu sesuai harapan. Karena siapun tau kalo ngomong itu lebih mudah
2
profile picture
kaskus maniac
12-08-2020 07:22
[MENTION]Stand_Not_Still[/MENTION]
Yoi gw setuju kok, jaman dlu juga kalau nakal kelewatan pasti digebukin gw sama bokap wkkwkwkw yah kalau nakal biasa juga digaplok pernah omelin pernah, tapi tentu ada moment baiknya juga ... Nah nih ortu kan yg cuman dilihat pas lagi gebukin doang, gimana kesehariannya ? Potongan kecil begini udah di judge macem2 ...
Kondisi gw skrg sewaktu dlu kalau nakal di gebukin ? Biasa aja justru gw tau memang jadi ortu yah harus seperti itu ..
2
profile picture
12-08-2020 07:23
Tapi apa perlu sekejam itu?
Bagi saya tidak ada anak nakal
Masa anak anak isilah dengan kebahagiaan bukan dengan trauma.
Masa kecil saya pun orang tua mendidik saya dengan keras. Bahkan perna saya dicambuk dengan pecut kuda.
Dan itu meninggalkan trauma bagi saya
Setelah dewasa dan mengerti yg benar. Saya bertekat jangan sampai anak saya, saya perlakukan seperti itu.
Percayalah jika ituu juga yg kalian ajarkan kepada anak2 kalian. Maka anak2 kalian pun akan melakukan itu juga pada anak2nya kelak.
Dan itu yg ingin saya putus rantainya.
Kasihilah anakmu dengan kasih sayang bukan dengan kekerasan, agar dia kelak tidak mencari kasih sayang dengan cara yang salah, agar anak tidak cari perhatian dengan cara yang salah.
Komunikasi dengan anak dengan berbicara, bukan tengan kekerasan.
Saya ajar mereka untuk terbuka, said everything that they dont know.
Karena sayan pun ingin anak2 saya punya jawaban yang benar dari setiap pertanyaan mereka. Jika anak tidak bisa terbuka, dia akan cari jawaban pada orang lain yg belum tentu itu jawaban yang benar. Karena mereka takut untuk bertanya pada kita.
Jangan sebarkan ketakutan antara anak dengan orang tua, tapi sebarkan kasih sayang dan kepercayaan pada diri mereka.
0
profile picture
kaskus addict
12-08-2020 07:26
[MENTION]Stand_Not_Still[/MENTION] tahun berapa skrg gan ?? kok masih main pukul² ke anak

akibat ente sering dipukul sama bokap ente dulunya, skrg ente anggap normal dan siap menerapkan ke anak ente kalo nakal

efek negatifnya membalas pada anak sendiri dan akan berlanjut terus krn dianggap normal
0
profile picture
kaskus maniac
12-08-2020 07:26
Yah memang macem2 mungkin bagi u kejam dan bagi gw pun juga kok . Cuman gmn lagi, gw malah keinget masa kecil gw, trs apa gw ngelakuin itu ke anak gw ? Kagak kok toh dikasih tau baik2 masih bisa ...
Tapi apa juga jaminan anak lu kagak digebuk begitu akan baik2 aja ? Gw yakin kagak emoticon-Ngakak
1
profile picture
kaskus addict
12-08-2020 07:29
@DalenMorgan ente kena efek negatif dan akan membalas ke anak ente

spt anak kecil pernah disodomi kelak akan menyodomi anak lain jg sebagai kenormalan
0
profile picture
12-08-2020 07:30
@DalenMorgan gue yakin bisa
0
profile picture
kaskus maniac
12-08-2020 07:30
Kagak gw bales tuh biasa aja emoticon-Ngakak
Omongan lu skrg apa waktu kecil gk pernah digaplok tuh mulut ? emoticon-Ngakak
0
profile picture
12-08-2020 07:31
@daroi @DalenMorgan bener gan. Kliatannya dia ada trauma masa lalu
0
profile picture
kaskus maniac
12-08-2020 07:31
@shadowdagger
Yah bagus kalau bisa tapi secara global ? Gw sih juga tidak membenarkan kelakuan ortu nya cuman yah gtu lah ortu punya cara masing2
0
profile picture
kaskus maniac
12-08-2020 07:32
@shadowdagger @daroi
Agan di ajarin baik2 kah kalau ngmg ? Kok udah ngejudge gw kena trauma masa lalu ?? Ktnya bisa ngajarin anak baik2, ngmg secara pria dewasa aja udah nuduh2 emoticon-Ngakak
0
profile picture
12-08-2020 07:33
@DalenMorgan saya yakin bisa. Banyak sekarang jika mau belajar pendekatan pada anak. Youtube, buku2 cara mendidik anak tanpa kekerasan
0
profile picture
kaskus addict
12-08-2020 07:34
@DalenMorgan gue pernah tp gue anggap skrg gak jamannya lagi, cukup diberi arahan

ga perlu sampe digaplok

lo aja gatal pengen mukul anak sendiri sebagai bentuk kenormalan
-1
profile picture
kaskus addict
12-08-2020 07:34
@DalenMorgan

Sayangnya lagi orang jaman sekarang banyak yang ngomong duluan daripada ditelaah dan dipelajari.

Contohnya banyak yang komen dulu tanpa membaca dengan seksama dan dipahami, merasa benar hanya dengan sedikit pengetahuan yang dimiliki. Hanya melihat dari satu sudut pandang saja.

Yahh... Perbedaan bukan untuk membuat kita saling benci, hargai perbedaan jangan sampai kita berpecah belah. Seperti koki memasak dengan resep sama hasil tidak mesti sama
1
Memuat data ...
1 - 20 dari 46 balasan
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia