- Beranda
- Berita dan Politik
Curhat Anak yang Ibunya Diabetes Dipaksa Jadi Pasien Covid-19 oleh Rumah Sakit
...
TS
bangzaldi
Curhat Anak yang Ibunya Diabetes Dipaksa Jadi Pasien Covid-19 oleh Rumah Sakit
(Foto: Facebook)
MATA INDONESIA, JAKARTA – Curhatan seorang wanita mendadak viral di Facebook. Wanita asal Pasuruan, Jawa Timur itu menuliskan curahan hatinya tentang sang ibu yang dipaksa menjadi pasien Covid-19.
Dalam postingannya, wanita dengan akun Facebook Tea Ranich ini bercerita bahwa ibunya memiliki riwayat penyakit diabetes. Sang ibu pun tiba-tiba panas demam.
Menurut wanita tersebut, kondisi ini sudah sering terjadi pada ibunya dan biasanya akan membaik dengan sendirinya. Namun karena hasil tes diabetes menunjukkan angka 500, wanita bernama Rani itu memutuskan membawa sang ibu ke klinik.
Namun kondisi sang ibu tak kunjung membaik. Ia menderita sesak napas hingga sempat tak sadarkan diri. Akhirnya Rani membawa sang ibu untuk diopname di RSUD R. Soedarsono.
Di sana, sang ibu langsung dibawa ke ruang isolasi lantaran dokter mengatakan ada indikasi terpapar Covid-19. Dokter pun meminta persetujuan Rani agar tim medis menangani ibunya sesuai protokol Covid-19 dan jika meninggal harus menjalani pemakaman sesuai protokol kesehatan juga.
“Cek dulu dok ibu sy diabet jangan panas dkit langsung ke covid cek lab dulu karena sy SDH cek lab hasil masih Senin kluar,” tulis Rani yang menambahkan bahwa ibunya telah dites corona dan hasilnya non reaktif.
“Hasil tes nya belum kluar ko sudah harus di covidkan dulu sy mau liat hasilnya dulu baru setelah itu saya setuju jika dilakukan tindakan sesuai protokol covid tapi kalo ibu sy bukan terinveksi covid sy tidak setuju jika jenazah harus d tangani seperti covid,” lanjutnya.
Karena Rani menolak, dokter memintanya tidak membawa sang ibu ke rumah sakit tersebut karena mereka tidak akan melakukan tindakan apa-apa. Anehnya, kalaupun Rani setuju ditangani secara protokol Covid-19, pihak rumah sakit hanya memberi oksigen ke ibunya.
“Kalo hanya sekedar oksigen itu artinya tidak ada tindakan apa2 dr sini sama aj dengan membiarkan ibu sy meninggal,” tulis Rani kesal.
Tak berselang lama, ibu Rani dinyatakan meninggal dunia. “Kalo sudah meninggal kenapa tidak bilang dari tadi knp harus berpura2 masih akan melakukan tindakan pertolongan hanya demi sebuah tanda tangan kalo sy menyetujui jenazah terkena covid,” katanya.
Saat Rani akan mengambil jenazah sang ibu, lagi-lagi terjadi perdebatan lantaran ia diminta menandatangani surat yang menyatakan ibunya positif Covid-19 dan harus dimakamkan sesuai protokol.
“Ibu saya belum di tes swab. Namun sudah dinyatakan positif COVID-19. Akhirnya saya meminta untuk mengambil jenazah ibu saya dan dimakamkan sendiri. Yang memakamkan semua anggota keluarga, namun mengenakan alat pelindung diri (APD). Tidak ada tim medis yang ikut memakamkan,” tulisnya.
Sumber:
Heboh Curhatan Anak Penderita Diabetes, Ibunya Dipaksa Jadi Pasien Covid-19 oleh Rumah Sakit
cheria021 dan 7 lainnya memberi reputasi
6
3K
103
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
692.3KThread•57.3KAnggota
Tampilkan semua post
joesatriyono
#15
kok ceritanya loncat-loncat gini?

setau ane, permintaan tanda tangan yang dimaksud itu buat ambil darah buat rapid test, jika gejala terpapar covid muncul, bukan "setuju kalo pasien positif covid" yang bilang pasien positif apa negatif itu hasil lab, bukan tanda tangan

dan di akhir, doi ngomong kalo ibunya belom di tes, lah gimana mau di tes wong surat persetujuannya aja nggak di tanda tangani kok, dan kenapa cuma oksigen? karena emang cuma itu penanganan pasien covid, ventilator obat-obatan molekuler dkk itu juga butuh tanda tangan keluarga lagi ntar, dan itupun gunanya juga cuma buat mengantarkan oksigen ke paru
daerahnya mana? ada di berita nggak? sampe lockdown wilayah itu pastinya karena ada cluster, kalo ada kluster di wilayah tertentu minimal media lokal bakal beritain

masa pandemi gini gak cuma virus yang beterbangan, hoax juga, selalu cek ulang informasi. kata temen ane, kata adeknya temen ane, kata abangnya ponakan temen ane, itu bukan sumber valid.
prove it, no proof = hoax

biaya rapid test mandiri plus PCR itu sekitaran 1jt, kalo udah ketahuan positif, biaya penanganan covid per hari itu sekitaran 5 jt itupun hampir 4 jt nya habis di pengamanan pasien (ruangan, APD, alat-alat) sisanya buat obat-obat dan biaya rumah sakit, jadi kalo ente mikir duit segitu masuk kantong RS semua, ente salah besar. dan itu dibayarkan ketika pasien SEMBUH, kalo meninggal? biasanya hanya dikenakan biaya administrasi sama alat yang habis pakai (APD, ventilator, injektor dkk).


setau ane, permintaan tanda tangan yang dimaksud itu buat ambil darah buat rapid test, jika gejala terpapar covid muncul, bukan "setuju kalo pasien positif covid" yang bilang pasien positif apa negatif itu hasil lab, bukan tanda tangan

dan di akhir, doi ngomong kalo ibunya belom di tes, lah gimana mau di tes wong surat persetujuannya aja nggak di tanda tangani kok, dan kenapa cuma oksigen? karena emang cuma itu penanganan pasien covid, ventilator obat-obatan molekuler dkk itu juga butuh tanda tangan keluarga lagi ntar, dan itupun gunanya juga cuma buat mengantarkan oksigen ke paru
Quote:
daerahnya mana? ada di berita nggak? sampe lockdown wilayah itu pastinya karena ada cluster, kalo ada kluster di wilayah tertentu minimal media lokal bakal beritain

masa pandemi gini gak cuma virus yang beterbangan, hoax juga, selalu cek ulang informasi. kata temen ane, kata adeknya temen ane, kata abangnya ponakan temen ane, itu bukan sumber valid.
Quote:
prove it, no proof = hoax

biaya rapid test mandiri plus PCR itu sekitaran 1jt, kalo udah ketahuan positif, biaya penanganan covid per hari itu sekitaran 5 jt itupun hampir 4 jt nya habis di pengamanan pasien (ruangan, APD, alat-alat) sisanya buat obat-obat dan biaya rumah sakit, jadi kalo ente mikir duit segitu masuk kantong RS semua, ente salah besar. dan itu dibayarkan ketika pasien SEMBUH, kalo meninggal? biasanya hanya dikenakan biaya administrasi sama alat yang habis pakai (APD, ventilator, injektor dkk).

Diubah oleh joesatriyono 06-08-2020 03:19
sialan6 dan 5 lainnya memberi reputasi
6
Tutup


