Kaskus

Story

kawmdwarfaAvatar border
TS
kawmdwarfa
JURNAL MIMPI
Selamat tengah malam GanSis yang belum pada tidur, semoga pada sehat-sehat semua ya emoticon-Smilie

Ane, entah kapan persisnya, sempat punya ide untuk membuat jurnal mimpi (mimpi di sini maksudnya bunga tidur ya, bukan cita-cita). Sederhana, ane mikir kalau mimpi itu merupakan sumber cerita yang paling mudah karena kita hanya perlu mengingat dan menuliskan kembali, keunikannya yang lain adalah alur ceritanya yang enggak ketebak. Dan lagi, ane baca juga kalau menulis mimpi itu punya manfaat tersendiri; melatih kemampuan menulis, disiplin, dan lain sebagainya. 

Jadi di sini ane bakal nulis mimpi-mimpi yang udah ane kumpulin. Ane pastikan semuanya murni tanpa rekayasa semisal itu ada kemiripan di dunia nyata.

Dan, tentu saja, Gansis juga boleh ikut menuliskan mimpinya di sini mau itu mimpi indah, buruk, aneh, apapun  emoticon-2 Jempol 

INDEX:

1. SOEKARNO
2. PEMBALASAN, DEMONSTRASI DAN WANITA MENYERAMKAN
3. MANCHESTER DERBY
4. THE FINE LOOKING PRINCE
5. PESTA LIAR
6. DEATH RACE
7. UJIAN TEORI AKUNTANSI
8. JOKO WIDODO
9. MENGURUS LEGALISIR IJAZAH
10. 'THE HUNGER GAMES'?
11. SNAKE!!
12. SENGGAMA
13. PERASAAN
14. CENGLU
15. SAFE PLACE
Diubah oleh kawmdwarfa 04-03-2021 12:24
kyukyunanaAvatar border
zafranramonAvatar border
tet762Avatar border
tet762 dan 14 lainnya memberi reputasi
13
3.1K
48
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.5KAnggota
Tampilkan semua post
kawmdwarfaAvatar border
TS
kawmdwarfa
#2
PEMBALASAN, DEMONSTRASI, dan WANITA MENYERAMKAN.

5 November ‘2016


Aku berada di sebuah tempat dengan lansekap khas pedesaan. Rumah-rumah berdiri di tanah yang bertingkat dengan jalan kecil dan suasana sepi. Aku yang saat itu berjalan kaki, tiba-tiba melihat seseorang-mengoceh atau menyerapah, aku nggak ingat persis-melintas di depanku. Aku nggak melihat wajahnya secara jelas, tetapi aku yakin saja dia itu siapa. Dia ini adalah salah satu bandit di SMA-ku dulu.

Dia berjalan sambil melihat sesekali ke belakang. Kemudian, beberapa saat setelah dia kian menjauh, tampaklah beberapa truk yang membawa puluhan orang. Banyak pokoknya. Aku cepat sadar kalau mereka hendak melakukan pembalasan. Soalnya, aku mengenali salah satu dari mereka. Di kehidupanku yang sebenarnya, anak ini....adalah anak yang punya ‘bakat alami’ untuk ditindas. Bersamanya, ikut pula wajah-wajah yang begitu tak bersahabat. Ada yang kerap berteriak, namun aku tak tahu apa yang ia teriakkan. Aku terus berjalan tanpa melepaskan pandanganku. Dan, jauh di depanku, di mana terdapat rumah yang letaknya di atas bukit pendek, kerusuhan terjadi. Mereka, secepat kilat, sudah di sana saja. Namun, aku nggak bisa melihat truk yang tadinya membawa mereka. Menghilang. Aku bisa mendengar teriakan perempuan selagi mereka memecahkan kaca-kaca jendela dengan brutal.
Rumah itu pastilah rumah si bandit. Dan bagaimana nasibnya kemudian, aku benar-benar udah nggak tahu lagi.

***


Aku mengabaikan mereka dan aku tetap berjalan. Sesampainya aku di pinggir jalan, aku langsung menaiki sebuah angkutan umum, yang kemudian berubah menjadi mobil pribadiku. Maksudnya, aku yang awalnya menumpang, tiba-tiba langsung berada di belakang setir, dan penumpang-penumpang yang tadinya duduk bersebelahan denganku, seketika menghilang begitu saja seperti asap. Mobil yang kukendarai ini adalah tipe mobil mewah. Aku nggak tahu itu mobil apa, hanya saja aku yakin jika melihat interior-nya yang bagus, serba kulit, dan pastinya harum.

Tidak lama setelah aku menyetir, aku melihat salah seorang teman SMP-ku. Posisinya kami berpapasan, tapi aku bisa punya waktu untuk memanggilnya. Aku turun dari mobil. Dan dia, yang saat itu mengendarai sepeda motor yang antik, langsung kupanggil. Setelahnya kami terlibat perbincangan pendek dan langsung bertukar kendaraan. Melaju beberapa meter dan aku merasa janggal. Koplingnya bekerja dengan cara terbalik. Jika koplingnya tetap ditahan, justru akan bisa jalan. Tapi kalau dilepas, justru gasnya akan ketahan. Tapi anehnya ya itu, aku menyadari kejanggalan itu ketika aku sudah melaju beberapa meter. Ketidaktahuanku membalikkan ketidaknormalannya. Dan begitu aku tersadarkan, fungsi koplingnya jadi kembali aneh.

Tidak lama setelah aku melaju, di sebuah perempatan, aku dikejutkan oleh lautan manusia. Semuanya putih-putih. Maksudnya, keterkejutanku lebih dikarenakan oleh kemiringan salah satu jalannya, yang mana lumayan esktrim. Jadinya ketika aku menyeberang perempatan dan mulai menuruni jalan itu, aku langsung kaget karena mereka sudah hampir mencapai perempatan. Langsung berbalik arah aku demi jalan alternatif. Aku kemudian memasuki sebuah perkampungan dan ternyata aku bisa melihat mereka lagi. Situasinya tambah pelik karena jalannya jauh lebih sempit. Seorang bapak kulihat tengah bersepeda, dan aku bernisiatif untuk mengikutinya, memasuki satu gang kecil yang ternyata adalah (benar-benar aneh dan aku nggak bisa terlalu menjelaskan) lorong samping sebuah rumah. Begitu kecil, tapi untungnya aku bisa melaju tanpa setangku menyenggol dinding. Aku pun keluar dari sana. Aku bisa melihat bapak tadi, tetapi kami akhirnya berpencar. Kemudian aku hendak akan melewati samping sebuah mesjid. Dan, lagi-lagi, aku melihat orang-orang itu sudah ada di depanku. Bahkan, aku yang naik motor ini bisa kalah cepat. Sekejap saja, banyak orang yang sudah memenuhi pelataran masjid, termasuk sisi samping yang hendak akan kulewati. Situasinya persisi adegan film di mana seseorang yang hendak menyelamatkan diri, harus berpacu dengan waktu selagi pintu bakal keselamatannya sudah akan tertutup. Aku, tanpa dasar pemikiran yang jelas, langsung meninggalkan motor dan berlari. Sisi samping masjid sudah nyaris disesaki oleh mereka. Dan, aku akhirnya benar-benar terlambat. Malahan ketika aku berbalik, aku juga hampir terjebak. Susah payah aku melepaskan diri.

Aku pun kemudian berlari ke sembarang arah.

***


Aku seperti diburu. Aku yang saat itu panik kemudian berani-beraninya memasuki sebuah rumah kecil. Kukira rumah itu kosong, tapi ternyata semua penghuninya sedang berada di dapur, dan salah satunya sedang menggendong bayi dengan jarik. Dapur itu tampak kumuh. Lumayan gelap padahal ada jendela yang terbuka. Lantainya adalah tanah dan atapnya sendiri adalah seng yang menghitam karena asap pembakaran.

“Bu, kalau mau keluar dari sini lewat mana, ya?” kutanya dia dengan nafas terengah-engah, dan tanpa merincinya karena kuyakin dia sudah mengerti sendiri.

“Oh,” balasnya tersenyum, pun tanpa mempermasalahkan soal orang asing yang sudah masuk dengan cara tidak sopan. Kemudian dia bangkit mendekati jendela. Dan, sial, aku akhirnya tahu kalau aku sudah salah pilih rumah. Aku terlambat sadar kalau mereka ternyata begitu menakutkan. Perempuan yang kutanya ini penampilannya berantakan seperti Mak Lampir. Dan yang tengah digendongnya itu, penampakannya seperti.....entah boneka....entah mayat...yang jelas kulitnya pucat membiru. Belum lagi satu orang yang berjalan tertatih kaku seperti zombie. Rambutnya panjang menutup wajah. Dan.....aku yakin jika dia adalah laki-laki...lewat sesuatu di sela pahanya.

Ya, dia telanjang.

“Lewat lubang WC aja, Mas,” katanya sambil memandang ke luar jendela.

“Lubang WC?” balasku keheranan.

Aku kemudian melihat ke luar. Dan tak jauh dari jendela itu, ada kolam yang penampakannya kuning semua. Tanpa berkata apa-apa lagi, langsung kupanjat jendelanya untuk melarikan diri. Aku yang semakin ketakutan itu langsung mengedarkan pandangan demi tujuan yang jauh lebih masuk akal. Dan, yang kudapati hanyalah jurang yang menampakan jalan kecil di bawahnya.
Tekadku sudah bulat untuk terjun bebas. Dan belum lagi sempat kulakukan...
.....aku langsung terbangun.

***

Diubah oleh kawmdwarfa 31-07-2020 01:08
Papa.T.Bob
Papa.T.Bob memberi reputasi
1
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.