- Beranda
- Stories from the Heart
You Are Scored On My Heart (18+)
...
TS
juztbowen
You Are Scored On My Heart (18+)
YOU ARE SCORED ON MY HEART


Cerita ini adalah lanjutan dari cerita sebelumnya

Part 1 : Membuka Lembaran Baru
Part 2 : Masalah Pangkat Kuadrat
Part 3 : Pengacara, Pengangguran Banyak Acara
Part 4 : Ternyata Sahabat Gw Jual Barang Ini
Part 5 : Putus
Side Story : Sisi Pandang Vania
Part 6 : Selamat Tinggal Perjaka
Part 7 : Kamu Tidak Benar Benar Kehilangan Aku (Bag.1)
Part 8 : Kamu Tidak Benar Benar Kehilangan Aku (Bag.2)
Part 9 : Kamu Tidak Benar Benar Kehilangan Aku (Bag.3)
Part 10 : Wisuda
Part 11 : Melisa Emilia
Part 12 : Ku Sadar, Beruntungnya Aku
Part 13 : Culik Anak Orang Lagi (Bag. 1)
Part 14 : Culik Anak Orang Lagi (Bag. 2)
Part 15 : Moment Indah Bersama
Part 16 : Take Me To The Sky
Part 17 : Hargailah Waktumu Bersamanya
Part 18 : Kamu Sudah Terukir di Hatiku
Part 19 : Selamat Tinggal Tanah Kelahiran
Part 20 : Halo Tanah Rantau
Part 21 : Ini Siapa Ya?
Part 22 : Lho??? Elu Kan...
Part 23 : Kita Memang Ditakdirkan Untuk Bertemu Lagi
Part 24 : Ga Nyangka Ya, Kita Ketemu Lagi Disini
Part 25 : Titip Dulu Ya
Part 26 : Tinggal Serumah?
Part 27 : I'm Your Guardian Devil
Part 28 : Darahku Dan Darahmu
Ending #1 : Terima Kasih Untuk Semuanya
Ending #2 : You Will Always Be My Endless Love UPDATE!!!
Bagian Terakhir : Kamu Adalah Cinta Abadiku UPDATE!!!
Polling
0 suara
Siapa yang cocok bersama Wendy?
Diubah oleh juztbowen 25-08-2020 11:42
fa.achryy dan 25 lainnya memberi reputasi
22
28.2K
358
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•0Anggota
Tampilkan semua post
TS
juztbowen
#65
Part 14
CULIK ANAK ORANG LAGI
BAG. 2
Quote:
Gw kemudian memeluk Milla dari arah belakang sambil berbaring. Aroma shampoonya tercium dengan jelas oleh gw dan gw spontan memberikan kecupan di kepalanya. Milla sedikit mendesah manja dan semakin merapatkan tubuhnya ke tubuh gw. Kami sudah terlalu lelah malam ini dan ingin segera pergi ke alam mimpi, tidak perlu waktu lama untuk kami berdua segera terlelap dalam alam bawah sadar kami.
Entah saat itu pukul berapa gw tiba tiba terbangun dan merasakan sakit kepala luar biasa. Kepala gw rasanya seperti ditusuk tusuk jarum dan melayang layang juga, apalagi sewaktu gw menggelengkan kepala. Rasanya langsung sakit dan gw ga bisa membedakan lagi yang mana lantai dan mana langit langit. Ga cukup sampai disitu, badan gw juga rasanya dingin sekali, mungkin lebih bisa disebut menggigil.
Gw kemudian terduduk di kasur sambil memegangi kepala gw yang sakit luar biasa. Gw bisa merasakan ada gerakan di samping gw, ternyata Milla juga terbangun dari tidurnya.
Quote:
Milla kemudian memakai jaket dan keluar dari kamar. Gw bermaksud untuk tiduran lagi sambil menunggu Milla balik dari beli obat. Tiba tiba gw merasakan mual dan langsung berlari ke kamar mandi, seluruh isi perut gw langsung keluar saat itu. Untunglah setelah muntah rasa pusing yang gw rasakan berangsur angsur membaik.
Gw kemudian merebahkan badan gw di kasur, niatnya sih mau tidur lagi. Tapi rasa kantuk gw sudah hilang sepenuhnya, Milla belum kembali juga jadi sambil menunggu gw memutuskan untuk menonton tv. Barulah sekitar 20 menit kemudian Milla kembali ke kamar sambil membawa kantong plastik yang kelihatannya berisi banyak cemilan.
Quote:
Milla menunjukkan ke gw sebuah koin 500an sambil tersenyum mengerikan, bagi kalian yang sedang dalam situasi normal pasti biasa biasa saja waktu melihat uang 500 ini. Tapi bagi gw yang waktu itu mau dikerok, diperlihatkan koin 500 rasanya seperti diperlihatkan pisau bedah di wajah kita. Bisa dibayangkan gw bakalan dikerok menggunakan koin yang ujungnya tajam, ditambah ada gerigi gerigi juga di pinggirannya. Muka gw langsung pucat.
Quote:
Dengan malas dan perasaan dongkol gw kemudian membuka baju gw. Milla mengambil posisi di belakang punggung gw kemudian menuangkan minyak gosok ke punggung gw. Gw sudah bersiap akan datangnya rasa sakit di punggung gw dan ternyata benar saja. Gw seumur hidup belum pernah dikerokin, gw langsung meringis kesakitan.
10 Menit Kemudian
Quote:
Rejeki itu ga boleh di tolak, hehe.. gw langsung membaringkan kepala gw di paha Milla yang sedang asik menonton tv. Gw mulai merasa ngantuk dan samar samar gw merasakan ada tangan yang membelai kepala gw. Ah betapa nyamannya situasi seperti ini, gw ga ingin moment ini cepat berakhir. Perlahan lahan mulai timbul sebuah perasaan dalam diri gw untuk Milla, apakah perbuatannya ini juga menandakan kalau ia punya perasaan yang sama? Tapi gw dan Milla belum terlalu lama untuk saling mengenal, ah daripada gw pusing sendiri lebih baik biar waktu yang menjawab saja. Untuk sekarang biarlah kita menikmati moment moment ini.
Gw terbangun sekitar jam 6 pagi, langit sudah tampak lebih terang dan terdengar kicauan burung di luar jendela kamar. Suasana pagi hari yang menyegarkan, jarang sekali gw menemukan suasana pagi hari seperti ini di perkotaan. Gw bermaksud untuk bangun dari kasur tapi seperti tertahan sesuatu, Milla masih tidur sambil memeluk gw. Moment seperti ini terulang kembali, kalau dulu dengan Vania sekarang dengan Milla. Gw membelai rambutnya dan memberikan kecupan di dahinya, lalu gw sedikit menggeser tangannya untuk gw bisa bangun dari tempat tidur.
Gw kemudian menuju ke kamar mandi untuk sekedar menyikat gigi dan menuntaskan panggilan alam gw. Badan gw sudah jauh lebih membaik dibandingkan tadi, mungkin obat yang gw minum sudah bereaksi ditambah bantuan kerokan maut dari Milla juga yang mempercepat perbaikan kondisi tubuh gw. Jendela kamar gw buka supaya udara segar bisa masuk ke kamar, tapi tiba tiba ada seseorang yang memanggil gw.
Quote:
Gw kemudian menutup lagi jendela kamar dan menghampiri Milla yang masih terbaring di kasur dengan pakaian tidur sexynya. Sungguh pemandangan yang lebih indah daripada pemandangan sungai pegunungan diluar kamar.
Quote:
Gw kemudian menceritakan semua tentang hubungan gw belakangan ini. Bagaimana gw bertemu dengan Vania, gimana gw menjalani hari hari gw dengan Vania, bagaimana seorang Vania begitu memberi warna untuk kehidupan gw yang sayangnya harus diakhiri dengan kami berdua saling merelakan. Jujur menceritakan kisah ini seperti mengorek luka yang belum kering sepenuhnya bagi gw, Milla juga terlihat sedang mendengarkan cerita gw dengan seksama.
Quote:
Gw tertegun mendengar cerita Milla barusan. Ternyata Milla yang selama ini gw kenal sebagai orang yang periang ternyata itu hanya topeng untuk menutupi rasa sakit hatinya selama ini. Gw memeluknya dengan erat, ia masih menangis dalam pelukan gw. Biarlah ia menumpahkan semua kesedihannya terlebih dahulu, gw tau saat ini yang paling dibutuhkannya adalah telinga yang siap mendengarkannya dan tangan yang siap untuk memeluk dan menenangkannya. Beberapa saat kemudian tangisnya mulai mereda..
Quote:
Mendadak suasana menjadi sunyi, baik gw maupun Milla kita saling memandang untuk beberapa saat.
Quote:
Tiba tiba Milla langsung menaiki tubuh gw yang sedang terbaring diranjang. Ia kemudian melumat habis bibir gw seperti sedang kesetanan. Bibir kami berdua pun terlibat dalam pertempuran basah pagi itu, lidah kami pun juga tidak tinggal diam dan saling bersahut sahutan. Sampai Milla akhirnya melepaskan kaos yang melekat di tubuh gw dan tinggal tersisa celana tidur yang gw pakai.
Quote:
Pertempuran kamipun berlanjut, Milla kemudian melepaskan celana tidur yang gw kenakan dan terlihatlah benda pusaka gw yang sudah berdiri tegak dari tadi. Gw memang tidak terbiasa mengenakan pakaian dalam saat tidur. Milla juga melepaskan dasternya dan akhirnya kami berdua sudah tidak mengenakan apa apa lagi.
Milla melanjutkan dengan menggenggam benda pusaka gw kemudian mulai menggerakkan tangannya naik turun. Gw hanya bisa berbaring dan menikmati setiap sensasi yang diberikan oleh tangan Milla. Puas memainkan dengan tangannya ia kemudian memasukkan benda pusaka gw ke mulutnya dan memainkan seperti sedang menghisap permen.
Gw paling ga kuat dengan posisi ini, maka sebelum gw yang kalah duluan gw berinisiatif mengendalikan permainan. Gw membalikkan tubuh Milla di ranjang dan mulai menjelajahi setiap inci tubuh Milla, beberapa kali ia menggelinjang dan mendesah pertanda ia menikmati permainan ini. Tangan gw pun aktif mendaki 2 gunung kembarnya, Milla mendesah semakin keras pertanda bahwa ia sudah sepenuhnya dikuasai oleh nafsu dalam tubuhnya. Ditambah sewaktu lidah gw menjelajahi gunung kembarnya, Milla seperti sudah semakin tidak tahan.
Gw bergerak dari sisi atas ke sisi bawah Milla. Gw menuju ke surga kenikmatan dari seorang Milla, semuanya tidak luput dari gerakan lidah gw. Sampai tiba tiba ia berteriak dan mengejang beberapa kali tanda ia mencapai puncaknya. Gw kemudian berhenti sejenak untuk membiarkan Milla beristirahat sebelum ronde selanjutnya.
Milla terbangun dan langsung mencari benda pusaka gw. Sempat tertidur kemudian terbangun lagi karena dibangunkan oleh Milla. Ia berjongkok di depan pinggang gw dan penggabungan pun tidak bisa dihindari lagi. Berbagai gaya kami lakukan dan Milla juga mencapai puncaknya lagi yang kedua kali. Begitupun gw yang sebentar lagi akan mengalami erupsi gunung berapi.
Quote:
Gw pun mengeluarkan semua lava panas yang terkandung dalam inti bumi di atas perut Milla. Setelah selesai, gw cukup kelelahan dan berbaring di samping Milla.
Quote:
Pertempuran tadi cukup menguras tenaga kami, kami akhirnya tertidur lagi sampai sekitar jam 9 pagi barulah kami berpakaian dan turun ke bawah untuk sarapan di hotel. Hotel yang menjadi saksi pertempuran pertama kami.
g.gowang dan 4 lainnya memberi reputasi
5