Kaskus

Story

juztbowenAvatar border
TS
juztbowen
You Are Scored On My Heart (18+)
Diubah oleh juztbowen 25-08-2020 11:42
nomoreliesAvatar border
blckmmb7Avatar border
fa.achryyAvatar border
fa.achryy dan 25 lainnya memberi reputasi
22
28K
358
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
juztbowenAvatar border
TS
juztbowen
#51
Part 12
KU SADAR, BERUNTUNGNYA AKU


Buat kalian yang penasaran gimana hubungan gw sama Vania setelah kita sama sama memutuskan untuk berteman seperti biasa, hubungan gw dengan Vania baik baik saja. Kita sama sama sepakat untuk berteman seperti biasa dan tidak akan membahas bahas lagi tentang apa yang sudah terjadi di masa lalu. Gw juga sudah tidak terlalu memikirkan tentang siapapun cowo yang berniat untuk mendekati Vania, karena memang notabene gw bukan siapa siapanya jadi Vania juga bebas mau menjalin hubungan dengan siapa saja. Di akhir pertemuan kami waktu Vania ke Jakarta gw juga bahkan berpesan untuk Vania supaya cepat move on dari gw dan bisa membuka hatinya lagi untuk orang lain.
Soal komunikasi kami berdua, untuk sekarang kami lebih jarang berkomunikasi kecuali memang ada hal hal penting yg bisa dibahas. Lebih menghindari percakapan yang tidak perlu. Gw sama Vania kita sama sama menjalani kehidupan kami seperti biasa dan fokus akan hal yang menanti kami kedepannya. Bukan berarti gw sekarang jadi “Anti Vania”, gw hanya mengembalikan semua seperti keadaan semula seperti dulu waktu gw dan Vania hanya menjadi teman.
Gw masih menjalankan pekerjaan seperti biasa, sekarang dengan adanya Milla di kantor gw mempunyai tanggung jawab baru untuk mengajarkan semua yang berhubungan dengan pekerjaan selama 1 minggu sampai Cindy resign dan Milla resmi menggantikan pekerjaannya. Hubungan gw dengan Milla pun semakin dekat, tapi waktu itu gw ga ada kepikiran apa apa. Perasaan kagum gw ke dia pun lama lama juga berangsur normal, mungkin awalnya gw kagum karena kesan pertama aja, sisanya ya normal lagi. Walaupun kita semakin akrab gw rasa itu juga karena kita sesama rekan kerja saja dan gw bertugas untuk melatihnya dalam menjalani pekerjaan.
1 minggu sudah berlalu semenjak kedatangan Milla di kantor gw, yang artinya sebentar lagi Cindy akan lulus dari perusahaan ini dan melanjutkan karirnya di tempat lain yang mungkin lebih baik untuknya. Di hari terakhir Cindy bekerja, ia bermaksud mengadakan sebuah pesta perpisahan kecil khusus untuk tim kami. Yang hanya terdiri dari Cindy, Leny, Milla, Ko Fendy dan tentu saja gw. Leny ternyata mengajak cowonya untuk ikutan akhirnya jadilah kita ber 6 yang ikut acara ini.
Kami sepakat untuk mengadakan perpisahan ini dengan karaokean di tempat karaoke kawasan Kelapa Gading. Sepulang dari kantor gw bersama tim kemudian langsung menuju ke tempat karaoke tersebut yang sudah kami booking dari tadi siang. Ruangan yang dipesan ternyata berukuran lumayan besar, terdapat sofa panjang yang di depannya ada sebuah meja panjang, lengkap dengan set tv karaoke dan 2 buah Mikrofon.
Karena belum makan dari tadi siang, kami akhirnya sepakat untuk sekalian makan malam saja dengan memesan beberapa makanan seperti nasi goreng, kentang goreng dan rencananya jadi karaoke sambil makan. Ko Fendy juga ternyata memesan beberapa minuman keras untuk menemani karaoke kami malam hari ini, otomatis mata kami langsung berbinar binar melihat minuman berharga yang tersaji didepan kami.
Awalnya karaoke masih berjalan dengan normal, lagu lagu yang diputar juga masih tergolong lagu lagu normal seperti lagu yang sedang hits saat itu. Tapi lama kelamaan seiring dengan bereaksinya alkohol dalam tubuh kami, masing masing personel mulai menunjukkan tabiat aslinya.
Gw udah lama ga minum ginian lagi, tapi ternyata mabok kangen itu ga kalah enak dibandingkan mabok rutin. Gw tipe orang yang ga terlalu aktif jadi waktu kepala gw udah puyeng pun gw lebih banyak diem memperhatikan para cewe cewe yang lagi asik berdiri sambil berjoget mengikuti irama lagu disco yang diputar. Dalam hati gw berpikir, sebentar lagi karaoke ini akan menjadi dugem private khusus untuk tim BD.
Gw semakin pusing melihat situasi yang terjadi saat ini, didepan gw sudah terpampang 3 gadis yang asik meliuk liukkan tubuh mereka didepan kami para Apex Predator yang setiap saat bisa saja memangsa mereka. Sensor laki laki gw mulai bereaksi melihat semua pemandangan ini, khususnya Milla. Diluar dugaan gw Milla yang selama ini normal normal aja di kantor, ternyata sesungguhnya ia sungguh wild and sexy, pandangan gw tidak pernah lepas dari Milla.
Ko Fendy kelihatannya mulai mendapatkan kesadarannya kembali dan kemudian merubah posisi duduknya, ia kemudian menepuk pundak gw tanda ia memanggil gw.

Quote:


Gw kemudian keluar dan berjalan menuju meja kasir. Gw sedikit mengerti kenapa Ko Fendy nyuruh gw untuk nyamperin meja kasir aja padahal di remote karaoke tersedia tombol untuk memanggil waiters kesini. Untuk menghindari hilangnya suasana seru yang sedang berlangsung saat ini, agar tidak harus terhenti karena datangnya mas mas waiters.
Tidak berapa lama gw kemudian kembali ke room sambil membawa beberapa botol minuman pesanan Ko Wendy tadi. Sewaktu gw masuk ke room gw sedikit terkejut dengan suasana yang terjadi. Room karaoke sudah benar benar berubah menjadi ruangan dugem private. Cindy dan Milla masih asik bergoyang mengikuti irama lagu disco yang diputar. Sementara Leny dan cowonya sekarang sudah berpindah ke sofa dan mereka lagi perang bibir ternyata. Ko Fendy si pemesan minuman ternyata malah ketiduran di sofanya, emang dasar orang tua dikasih minuman keras malah buat obat tidur.
Oh my God gw langsung terpana melihat situasi seperti ini. Gw kemudian menaruh minuman di meja dan kemudian langsung duduk kembali di sofa, sepertinya gw bakalan menikmati pemandangan ini lebih lama lagi. Leny masih asik perang bibir dengan cowonya dan sekilas gw melihat tangan Henry menjamah beberapa bagian sensitif dari tubuh Leny. Astaga gw benar benar ga kuat melihat semua pemandangan ini, gw kemudian berdiri bermaksud untuk pergi ke toilet dan melepaskan semua hasrat yang udah menumpuk ini.
Baru sedetik gw berdiri gw merasakan ada tangan yang merangkul leher gw dari samping. Gw menoleh ke kiri dan ternyata Milla yang merangkul gw sambil masih asik bergoyang.

Quote:


Ah peduli setan, gw tau dia sudah sepenuhnya dalam pengaruh alkohol dan tingkat kesadarannya pasti sudah sangat rendah. Begitupun gw, saat itu kepala gw sudah sangat ringan dan terasa melayang layang. Gw kemudian langsung bergabung dengan Milla dan Cindy yang saat itu sedang asik menikmati irama.
Entah apa yang merasuki Milla, ia tiba tiba merapatkan tubuhnya ke gw dan menuntun tangan gw untuk memeluk pinggangnya. Astaga, yang menjadi fantasi gw selama ini untuk bisa merasakan sintalnya tubuh Milla sekarang menjadi kenyataan. Gw dengan bebas memeluk tubuhnya sekarang. Ga hanya sampai disitu, Milla kemudian menunggingkan pinggulnya ke arah benda pusaka gw dan menggerak gerakkannya. Otomatis benda pusaka gw langsung bereaksi dengan rangsangan seperti itu. Seorang Milla yang selama ini jaim dan hanya menjadi rekan kerja gw di kantor, ternyata bisa terlibat dalam adegan seperti ini dengan gw. Mimpi apa gw semalam..
Milla kemudian membalikkan badannya menghadap ke gw dan kembali memeluk leher gw. Sejenak kami berdua berhenti bergoyang dan mata kami saling bertatapan. Entah dorongan darimana seketika bibir kami berdua sudah beradu. Lidah kami pun tidak kalah aktifnya, gw dan Milla sama sama aktif mengadu lidah didalam mulut kami yang masih menempel. Ternyata Milla adalah great kisser, dia tau bagaimana caranya untuk kissing and snogging dengan sangat baik. Sekali lagi mimpi apa gw semalam, bisa merasakan bibir dari rekan kerja yang sangat gw kagumi ini.

Acara selesai dan gw melihat jam tangan gw sudah menunjukkan pukul 1 malam. Kami kemudian keluar menuju ke parkiran, sekarang kondisi Milla sudah benar benar parah, kesadarannya hampir sepenuhnya hilang sehingga ia harus gw papah agar tidak terjatuh waktu jalan. Baru sejenak jalan di area parkir tiba tiba Milla membungkukkan badannya dan bisa ditebak, ia baru saja jackpot disana. Ternyata dari semua orang yang mabuk disini Milla lah yang pertama kali kena jackpot. Otomatis kami semua ketawa melihatnya, bakalan ada bahan ledekan baru di kantor nih.
Kami semua sudah masuk ke mobil ko Fendy, sebelumnya kami berpisah dulu dengan Leny dan Henry. Henry membawa mobil sendiri jadi setelah acara selesai ia akan langsung mengantarkan Leny pulang ke rumahnya, walaupun gw sendiri sangsi apakah benar akan langsung diantar pulang atau dibelokkan kesana sini dulu dalam perjalanan.
Jadilah gw, Ko Fendy, Milla dan Cindy berada dalam 1 mobil. Setelah mobil keluar dari area parkir barulah gw menyadari 1 hal.

Quote:


Dengan berbekal alamat yang diberikan oleh Cindy dan Milla, gw membuka GPS lewat HP dan menaruh di dasbor mobil supaya ko Fendy bisa melihat kemana arah jalannya. Cindy melanjutkan tidurnya di kursi penumpang depan sementara gw bersama Milla di kursi belakang, Milla juga tertidur.
Pertama kami mengantarkan Cindy terlebih dahulu karena rumahnya lah yang paling dekat dengan lokasi karaoke tadi. Setelah selesai mengantarkan Cindy kami kemudian menuju ke tempat kost Milla yang berada di kawasan Cempaka Putih, ternyata di Jakarta Milla tinggal sendiri di kostnya. Sampai di depan kost Milla gw kemudian membangunkan Milla dari tidurnya, tapi ternyata

Quote:


Mobil ko Fendy akhirnya menghilang di tikungan. Gw kemudian kembali memapah Milla ke kamar kostnya yang berada di lantai 2. Cukup sulit memapah orang yang tepar untuk naik tangga, beberapa kali kita hampir jatuh barengan gara gara tersandung anak tangga. Sampai di kamarnya Milla gw kemudian membaringkannya di kasur dengan masih berpakaian kantor, lengkap dengan kemeja dan rok span selututnya. Ini anak kelihatannya cukup parah, dia butuh istirahat. Gw kemudian mengambil selimut dan menyelimutinya supaya nanti malam ia tidak kedinginan.
Ah sudah lama gw ga seperhatian ini sama cewe, terakhir gw membaringkan seorang cewek ke tempat peristirahatan terakhirnya.. Lho? HEH!!!
Terakhir gw membaringkan cewek ke kasurnya untuk beristirahat ya waktu gw sama Vania. Mendadak gw seperti merasakan sesuatu terhadap Milla, entahlah.. sudah lama gw ga merasakan perasaan seperti ini lagi. Dan perasaan ini dipicu oleh sebuah perbuatan kecil dari gw untuk Milla. Gw hanya peduli sama temen kerja gw satu ini, gw hanya ga mau dia kenapa kenapa karena ga ada yang temenin sampai dia aman di rumahnya. Gw hanya ga mau dia sempoyongan waktu naik tangga amit amit sampai jatuh karena masih puyeng, gw hanya ga mau dia kedinginan di malam hari karena belum berganti pakaian dan langsung tidur.
Gw kemudian bermaksud untuk keluar dari kamar Milla untuk pulang ke rumah, sebelum menuju ke pintu gw kemudian mematikan lampu dengan tujuan agar Milla bisa beristirahat. Baru saja gw memegang gagang pintu sampai ada yang memanggil gw.

Quote:


Tiba tiba Milla membenamkan wajahnya ke bantal dan samar samar gw seperti mendengar isak tangis. Spontan gw langsung bergerak dan berbaring disampingnya, gw bermaksud menenangkannya.

Quote:


Lampu hijau.. lampu hijau.. kapan lagi ya kan bisa nemenin idola gw di kantor. Apalagi dia yang duluan nawarin ke gw. Kesempatan seperti ini ga akan datang 2x.

Quote:


Gw disini masih berusaha berpikir jernih walaupun sebenarnya gw juga ga menolak kalau ketiban durian runtuh.

Quote:
.g.gowang
g.gowang
Indjay
Indjay dan 4 lainnya memberi reputasi
5
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.