Kaskus

Story

dmdcAvatar border
TS
dmdc
PENGALAMAN KERJA DI TOKO ANGKER Bagian 1
⭐⭐⭐
Cerita ini merupakan sebuah cerita yang terinspirasi dari pengalaman Author sendiri dan ada bagian fiksinya. Semua nama dan detail tempat akan disamarkan agar tidak merugikan pihak manapun.
⭐⭐⭐


Hari ini aku resmi menjadi salah satu karyawan dengan posisi marketing di sebuah toko. Dengan status pendidikan terakhir yang hanya Sekolah Menengah Atas dan belum berpengalaman, tentunya aku merasa sangat beruntung bisa diterima bekerja.

Aku melebaran mataku dan berulang membaca pesan yang masuk ke handphoneku seakan tak percaya.

"Selamat ya kamu diterima."

Jantungku berdegup kencang dan senyumku otomatis terukir karna rasanya... Aku sangat lega. Entah berapa amplop sudah yang aku layangkan ke perusahaan-perusahaan, namun tak ada yang berujung manis. Selalu gagal. Dengan diterimanya aku, aku berjanji akan bekerja keras sebisaku!!!

⭐⭐⭐

Jam sudah menunjuk ke arah 11.00, atasan yang menerimaku meminta aku untuk datang pukul 12.00. Ahhh... Tentunya jam masuk seperti ini menyita perhatian mereka kan? Anak baru harus rajin!
Tanpa ragu, akupun berangkat ke tempat kerja baruku menggunakan motor yang aku pakai sehari-hari. Motor ini dibeli alm. bapakku saat kakakku yang kedua masih menginjak bangku perkuliahan. Sudah tua memang, tapi masih bisa dipakai. Buat apa membeli yang baru? Membuang uang saja, pikirku.

Diperjalanan menuju ke toko, aku terpikirkan sesuatu. Kenapa aku diterima? Sedangkan aku sempat berpapasan dengan perempuan yang secara fisik lebih baik dari aku. Hmmm... Mungkin dia belum rejeki dan ini rejekiku. Aku tersenyum sendiri.
Apa mungkin... Karna perkataan yang tak sengaja aku lontarkan tadi.

"Kenapa kamu ingin bekerja?"

"Karna... Saya ingin memperbaiki ekonomi keluarga saya, pak. Saya baru ditinggal Ibu saya meninggal tiga bulan lalu. Status saya masih kuliah dan adik masih kelas satu SMA. Saya harus bekerja karna saya butuh uang untuk melanjutkan hidup saya."

Entahlah, kenapa kata-kata itu atau lebih pantas disebut curhatan dengan mudah terlontar dari mulutku. Ya, aku saat ini sudah tidak punya orang tua lagi alias Yatim Piatu. Aku sudah berniat bekerja saat ibuku masih ada. Aku bermaksud membantu meringankan beban ibuku, tapi takdir berkata lain. Ibu pergi tanpa pamit kepadaku. Karna, saat itu aku sedang berada di daerah lain sebab kakakku baru melahirkan dan butuh seseorang untuk membantunya. Yang tersisa hanya penyesalan...
Kenapa tidak pulang saja saat itu...
Kenapa...
Kenapa...
Kenapa...

Tak terasa 10 menit sudah berlalu, motorku terparkir di depan toko yang masih terasa asing bagiku. Aku sudah 8 bulan tinggal di daerah ini, tapi aku benar-benar baru pertama kali mengetahui keberadaan toko ini. Jika tidak diberitahukan bahwa ada lowongan disini lewat salah satu grup facebook, aku tidak akan pernah tahu ada toko ini. Toko ini terlihat cukup modern dibandingkan dengan toko bangunan sebelah.

Aku masuk menenteng tasku yang berisi buku, pulpen, dan handphoneku. Hari pertama bekerja dan terasa sangat membingungkan. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Sesaat setelah masuk, Aku dipersilahkan duduk oleh Atasan yang mewawancarai aku tadi.

"Tunggu yang lain datang ya."

Aku tersenyum dan mengangguk. Disebelahku ada seorang laki-laki dan sepertinya dia adalah senior. Tertera sebuah nama di nametagenya yaitu Pratama.

"Kenalin, aku Pratama. Panggil aja Tama."

"Iya aku Marisa, bisa dipanggil Ica."

Pratama tampak mengangguk dan kembali berkutat dengan laptop dihadapannya. Mungkin dia masih ada kerjaan.

Aku melihat ke sekeliling, beberapa alat elektronic seperti laptop, PC, printer, dan aksesoris yang belum aku tau namanya terpampang. Toko ini adalah toko elektronic, sebelumnya aku melamar di toko baju yang bersebelahan dan ternyata satu manajemen saja. Aku bingung kenapa aku malah diterima bekerja disini. Tapi biarlah, yang penting aku bisa bekerja.

Pintu terbuka dan menampakan sosok perempuan berambut panjang yang dikuncir kuda dan bermake up cukup tebal.

"Permisi..."

"Iya, silahkan masuk." jawab atasan yang bernama Syahrul itu.

Kami berdua duduk di kursi dengan meja yang bebentuk bundar. Sekilas aku sadar bahwa sedari tadi, perempuan itu melihat aku dari atas sampai bawah. Seperti sedang menilai penampilanku. Aku tentunya merasa tidak nyaman dengan perilakunya itu. Rasanya ingin menatap balik dan bertanya "kenapa???" tapi aku memilih diam dan mendengarkan penjelasan Mas Syahrul selaku atasan kami.

"Jadi, tugas pertama kalian adalah mengenal barang disini, dari nama, kegunaan dan spesifikasinya. Kalian saya kasih waktu 3 hari."

Setelah rapat itu selesai, kami berdua langsung melihat-lihat seisi toko sambil berusaha menghafalnya.

Beberapa jam telah berlalu, rasanya mengantuk sekali. Aneh, tokonya sangat sepi, dari tadi tidak ada pelanggan yang masuk meskipun sekedar bertanya. Tapi, aku berusaha berpikir positif bahwa toko ini masih baru dan kembali menghafal nama barang.

Jam dinding sudah menunjukan pukul 17.00 WIB. Mas Syahrul dan Pratama ternyata menghilangdari tempatnya. Mungkin, jam kerja mereka telah usai dan hanya tersisa kami berdua saja di dalam toko. Kami terlalu fokus sampai tidak memperhatikan gerak-gerik mereka. Kata Mas Syahrul, kami boleh beristirahat tapi secara bergantian. Lalu, kami berdua memutuskan untuk Yuni yang istirahat duluan.

"Aku istirahat dulu ya, Ca."

"Iya, silakan, Yun. Hati-hati ya." Yuni tersenyum dan mengangguk.

Kini tinggal aku sendirian di toko. Suasana diluar kian menggelap seiring berjalannya waktu. Toko terasa sangat senyap. Hanya suara kendaraan berlalu lalang yang terdengar.

Kepalaku terasa sangat sakit secara tiba-tiba. Huft, pasti karna sudah lama tidak dipakai. Aku memijatnya dengan pelan berharap rasa sakit itu segera menghilang. Aku ingin keluar dan membeli obat, tapi Yuni belum datang karna jam istirahat satu jamnya belum selesai. Aku mengeriyit. Ini sakit sekali. Ku raih botol air mineral yang isinya sisa setengah itu dan kuminum habis.

Beberapa waktu berlalu, Sakit kepalaku belum menghilang juga.
Aku memutuskan untuk berdiri. Barang kali kepalaku terasa sakit karna aku terlalu lama duduk dan menunduk sambil menghafal nama barang yang ada di toko ini. Barangnya sangat banyak menurutku. Belum lagi, namanya yang begitu aneh sangat asing bagiku. Sulit sekali menghapalnya.

Saat berdiri, aku merasa seseorang sedang berada di gudang kecil yang terletak di belakang samping kiri toko, tepat dibelakang kasir, tempat menyimpan stok barang. Aku hanya fokus pada sakitku tanpa memperhatikan lebih detail karna aku memang yakin ada seseorang yang sedang bercermin disana. Karna waktu aku melihat barang dekat kasir, aku sempat melihat Pratama berkaca disana. Merasa tidak nyaman karna diam, aku menoleh dan melempar senyum.

"Hah?" gumanku saat menyadari tidak ada orang disana...

Aku bergidik ngeri. Ahhh... Hanya imaginasiku saja pasti.

Sayup-sayup terdengar suara motor terparkir di depan. Itu Yuni. Helm Pink helokitty yang dia pakai membuat aku mengenalinya.

Aku bergegas keluar karna mau cepat-cepat istirahat. Aku harus segera beli obat agar sakit kepalaku reda. Belum menginjak teras, Yuni menyeletuk,

"Loh tadi konsumennya mana, Ca? Aku lihat tadi dari seberang jalan makanya ngebut kesini. Apa udah keluar? Kok cepet banget?"

DEG! Rasanya sekujur badanku kaku. Dan merinding tersebar diseluruh bagian tubuh. Aku terdiam.

"Kenapa, Ca?? Kok diem? Hey!"

Aku tersentak.

"Eumm... Iya, Yun. Tadi pelanggannya udah pulang. Aku istirahat dulu ya."

Akupun berlalu menuju ke motor yang tak jauh terparkir dari motor Yuni dan bergegas pulang dengan perasaan yang sulit aku deskripsikan.



Edit: Ada tambahan gambar, salah satu pojok dari bagian belakang toko.

Quote:
Diubah oleh dmdc 25-07-2020 16:47
iskrimAvatar border
aan1984Avatar border
redbaronAvatar border
redbaron dan 6 lainnya memberi reputasi
7
3.1K
48
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
dmdcAvatar border
TS
dmdc
#1
PENGALAMAN KERJA DI TOKO ANGKER BAGIAN 2





Setelah perkataan Yuni tadi, aku cukup merasa merinding. Ada apa dengan toko itu? Kenapa aura mistisnya sangat terasa?
Sepanjang jalan aku memikirkan kejadian barusan. Baru kali ini aku merasakan kejadian mistis seperti itu menimpaku. Benar-benar diluar dugaan. Ck.

Sesampainya di apotik, aku membeli obat sakit kepala. Saat menunggu penjual yang sedang mencari obat yang ku maksud, ada seorang bapak-bapak yang memperhatikanku dengan terang-terangan. Rasanya, pakaianku sopan dan tidak mengumbar tubuhku. Lalu ada apa dengan bapak ini. Aku tidak berani melirik ke arahnya. Yang kulakukan hanya berdoa agar tidak terjadi apa-apa dan aku harus cepat kembali ke toko.

Saat aku keluar dari apotik, bapak itu menghadangku dan bertanya, "Kamu habis dari mana?"

Aku yang tidak mengerti maksudnya hanya bisa diam.

"Bapak tanya kamu dari mana?" tanya bapak itu kembali dengan raut wajah yang tidak bisa dijelaskan.

"Sa-saya dari kerjaan ini mau balik lagi kesana... Kenapa ya pak?"

Bapak itu terdiam sejenak. Sangat terlihat dia meneguk air ludahnya. "Hati-hati nak di jalan ya." Setelah mengatakan itu, bapak tadi kembali ke apotik mengambil bungkusan yang berisi obat miliknya yang tertinggal tanpa menoleh lagi kepadaku. Apa yang sebenarnya bapak itu maksud? Kenapa abstrak sekali? Hufttt...

Dengan perasaan kesal aku kembali ke tempat kerjaku. Kami bekerja 8 jam dan 4 jam lagi jam kerja pertama kami akan selesai. Lega rasanya. Meskipun hari pertama ini dilalui dengan penuh keanehan. Tak apa. Aku hanya ingin bekerja disini. Bukan hal yang aneh dan melanggar aturan.

🍑🍑🍑

Sudah tiga bulan semenjak kejadian aneh itu. Dan semuanya terasa baik-baik saja. Aku kira setiap hari akan merasakan aura mistis seperti hari itu, ternyata tidak. Pelanggan makin ramai. Sangat berbeda ketika minggu pertama aku bekerja disini.

Belum genap sebulan bekerja, Yuni dipindahkan ke toko sebelah yaitu toko bermerk yang sudah tersohor namanya hampir diseluruh Indonesia. Jadi, hanya aku dan Tama yang masuk shift di toko elektronik. Tapi yang sedikit aneh adalah, aku kebagian masuk shift siang-malam. Sedangkan, aku kan perempuan. Kenapa manager tidak memikirkan hal itu? Mau protes tapi yasudalah... Jalani saja. Lagipula aku hanya karyawan baru.

Hari ini jadwal pemadaman listrik. Tapi manager kami baru mengetahuinya setelah pemadaman berlangsung. Jadi, toko menjadi gelap gulita tanpa penerangan. Meskipun begitu, pelanggan tetap kekeuh masuk mengandalkan flash hp mereka masing-masing. Karna kebetulan toko elektronic sedang sepi, aku di suruh membantu ke toko sebelah untuk menemani Kak Vera yang berjaga sendirian. Mau tak mau aku harus mengikuti kemauan manager itu.

Aku menghidupkan flash hp ku dan masuk ke dalam. Toko baju ini terbilang lebih luas daripada toko tempatku bekerja. Padahal bersebelahan saja dan satu manajemen.

"Mba, ini harganya berapa?" tanya salah satu pelanggan kepadaku.

"hmmm di label bajunya sudah ada tag harganya, Mas." jawabku sesopan mungkin dan diselingi bahasa verbal menunjuk ke arah labelnya.

Pelanggannya berjumlah 3 orang dan keadaan sedang gelap gulita. Wajar saja Kak Vera butuh bantuan. Yuni sedang ijin sakit karena itu, hari ini dia tidak masuk kerja.

Kak Vera memintaku untuk stay di kasir dan dia yang melayani pelanggan. Karna sibuk dengan data yang ada di komputer, aku sedikit tidak memperhatikan pelanggan. Setelah pekerjaan mengasir selesai, aku melirik ke depan. Ada seorang bapak-bapak yang kesulitan melihat pajangan yang merupakan tempat display jaket. Aku berinisiatif mendatanginya dan menyenterkan flash hp ku. Betapa terkejutnya aku, karna saat aku terangi dengan flash hp, bapak itu sudah tidak ada. Meskipun kaget, aku tetap berpikir positif. Mungkin bapak itu sudah keluar dengan cepat. Namun tetap saja akal sehat ini bekerja. Di samping display jaket ada lemari jam, tidak mungkin bapak itu meloncatinya. Dan kemungkinan kedua adalah bapak itu berlari. Tapi, kenapa harus berlari? Dan jika memang berlari kenapa tidak apa suara apapun?

Aku bergegas mendatangi Kak Vera yang sedang berdiri di dekat pintu dan langsung menanyainya. "Kak Ver, itu tadi bapak yang lagi pilih jaket kemana?"

"Hah? milih jaket? Gk ada kok, Ca."

"Ada Kak... jelas banget aku lihat tadi ada disitu, pas aku samperin malah gk ada."

Wajah Kak Vera berubah tegang. Sedetik kemudian dia sudah berlari keluar sambil terpekik. Aku reflek mengikuti dia dan cepat-cepat berlari keluar dari toko.

Dengan nafas yang memburu aku bertanya, "Kak, kenapa lari? Ada apa? Aku jadi kaget kakak tiba-tiba lari begitu."

"Ica, kamu yang bikin aku kaget sama ceritamu itu. Mana lagi mati listrik begini. Bener-bener deh."

"Loh kok nyalahin aku sih, Kak? Aku kan cuma nanya tadi."

"Iya, aku tau kamu nanya. Tapi, cerita kamu tadi gk masuk akal karna waktu aku liat kamu jalan dari kasir tadi emang gk ada siapa-siapa..."

"Berarti, kakak tadi liat aku pas buka flash hp ya? Itu aku jalan ke arah situ karna kasian sama bapak yang milih jaket tapi gelap gitu."

"Serius, Ca. Aku ga bohong. Gk ada orang tadi di display jaket. Besok deh aku ceritain sesuatu."

"Cerita apaan kak?"

"Cerita yang perlu kamu tau juga." Aku terdiam. Cerita yang perlu aku tahu? Apa itu? Kak Vera merupakan karyawan senior yang sudah semenjak toko launching pertama kali, dia sudah diterima bekerja sampai saat ini. Jadi, mengenai cerita yang ingin dia sampaikan pasti berhubungan dengan sejarah toko ini.




NOTE: Sebenarnya agak segan dan takut nulis cerita ini. Karna walaupun udah gk kerja disono, aku masih satu daerah. Untuk sekarang aku lebih milih menghindari untuk ngelewatin toko itu. Why? Karna mereka bakal tau klo aku lewatttt....
aan1984
redbaron
pulaukapok
pulaukapok dan 7 lainnya memberi reputasi
8
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.