Kaskus

Story

ribkarewangAvatar border
TS
ribkarewang 
Wanita Bergaun Merah
Wanita Bergaun Merah

#Wanita_bergaun_merah

Part 1

Perkenalkan namaku Alex masih ingat kan, aku yang menangani kasus Wanti di kampung Balada. Hari ini aku punya kesempatan berlibur, cuti ke rumah omku yang sedang merayakan ulang tahun pernikahannya.

Yah, omku tergolong sukses di usianya yang ke-60. Om Frans masih terlihat awet muda, begitu juga dengan Tante Irene yang masih terlihat cantik di usianya ke-63. Anak-anak mereka pun berhasil, si Devi sepupuku yang cantik dia menjadi pimpinam di Salah satu Bank di Jakarta. Sedangkan suaminya Ridwan, seorang dokter yang terkenal, mereka punya anak satu

Si Friska anak ke-2 yang tak kalah cantik, menjadi manajer hotel bintang lima di Bandung. Suaminya, si Boy sekarang menjadi Arsitek terkenal di Bandung. Mereka belum ada anak, dan anak ke-3 Jean, dengan wajah yang biasa terkesan tomboy. Dia seorang jurnalist, sampai sekarang belum menikah di usianya ke-33 dan sering berantem dengan papanya.

Jean, sepupuku yang seru, aku lebih suka ngobrol dengannya daripada dengan kedua kakaknya. Mungkin karena kami punya kesamaan, yaitu sama-sama belum menikah bedanya umurku baru dua puluh tujuh tahun, oke cukup cerita tentangku.

Sore itu tamu mulai berdatangan makanan sudah siap semua, dan yah yang terlihat sebagaimana pesta pada umumnya, ada yang aku kenal ada yang tidak. Tapi aku lebih suka duduk di samping tempat minuman duduk mengamati tamu sambil mengisap rokok putihku.

Sampai akhirnya aku melihat seorang wanita cantik bergaun merah, ia datang bersama Fredi salah satu teman dokternya Ridwan. Agak aneh menurutku karena om Frans tidak mungkin mengundang teman-temannya Ridwan, tapi ah apa urusanku.

Tampak muka kesal muncul di wajah Devi begitu melihat wanita itu yang akhirnya aku tau bernama Angela. Friska mengerutkan keningnya, yang terlihat aneh justru ekspresi tante Irene yang tiba-tiba seperti wanita jahat.

Kuabaikan tentang sang wanita yang sepertinya, kedatangannya tak disukai semua wanita. Aku mencari-cari Jean tapi tak ketemu, acara masih berlanjut, sampai ke acara tiup lilin dan potong kue. Tapi aku sepertinya mulai lelah, dan memilih naik ke lantai dua untuk tidur.

Waktu itu kulihat jam masih menunjukkan 11.15, tamu-tamu masih banyak. Di lantai dua ada empat kamar, aku menempati kamar yang di ujung dekat dengan kamarnya Jean. Kulirik pintu kamarnya sedikit terbuka, ternyata wanita itu, si Angela ada di sana duduk membelakangi pintu. Tidak terlihat apakah Jean ada di sana, hatiku mengatakan untuk masuk. Sayangnya itu pasti tidak sopan, akhirnya kuputuskan untuk langsung masuk kamar.

Jam 02.00 sempat kaget mendengar suara gaduh, tapi kupikir mungkin itu orang-orang yang sedang beberes sisa-sisa pesta. Aku pun melanjutkan tidur. Sampai akhirnya jam tujuh aku dengar suara pintu kamar digedor kencang. Masih mengantuk kubuka pintu, dan terdengar suara panik dan ketakutan dari Tante Irene.

"Alex, cepat kamu ke bawah dan lihat sana!" teriak Tante Irene.

Aku cepat-cepat turun dan langsung ke halaman belakang, tampak Angela terduduk di kursi. Sudah mulai sedikit kaku, terlihat darah itu sudah mulai mengering. Luka di perut, sepertinya langsung tertembus sampai ke belakang.

Kulihat samurai Om Frans jadi alat pembunuhnya, dan sepertinya Angela dalam keadaan tak sadar alias mabuk saat dibunuh. Bau alkohol kuat sekali tercium. Jika dilihat waktu pembunuhan berdasarkan kondisi mayat kemungkinan waktu kematian 5-6 jam yang lalu.

Namun ada yang aneh kulihat luka di perutnya, tampak seperti lubang besar untuk ukuran ujung samurai, tapi yang tertembus sampai belakang sangat kecil.

Apakah pembunuhnya terlalu marah hingga merobek-robek perutnya Angela baru tusuk sampai tembus ke belakang?
Otak penyidikku langsung bekerja, melihat anggota keluarga yang ikut turun dan menatap ekspresinya.

Para pembantu rumah tangga semua ketakutan, dan kutanya siapa yang temukan mayat pertama kali katanya Bik Atun, dan sekarang ia masih syok.


Bersambung .......

Wanita Bergaun Merah

herry8900Avatar border
inginmenghilangAvatar border
eja2112Avatar border
eja2112 dan 15 lainnya memberi reputasi
16
3.7K
29
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread54.3KAnggota
Tampilkan semua post
ribkarewangAvatar border
TS
ribkarewang 
#2
Part 2
kaskus-image

#Wanita_bergaun_merah

Part 2

Kuperhatikan satu per per satu anggota keluarga yang belakangan turun. Si Ridwan sama om Frans muka mereka datar biasa saja ngga kaget atau cemas.

Sedangkan Devi menyeringai, tante Irene sepertinya masih cemas. Sementara Friska tinggal mondar mandir, suaminya si Boy tinggal hisap rokok terus seperti kereta. Sementara Jean, dia menangis sepertinya sangat terpukul, ntah ada hubungan apa di antara mereka berdua.

Kucari bik Atun sama bik Narti terlebih dahulu kutanya mereka pelan.

"Tadi pagi jam lima, saya bangun mau sholat, pas mau wudhu saya lihat seperti ada yang bergerak di dekat bangku situ," kata bik Atun sambil mengingat-ingat.

Posisi kamar dan tempat wudhu memang agak berjarak kira-kira sepuluh meter, karena tempat wudhu jadi satu dengan mesin cuci jadi memang pandangan terhalang. Jadi kalau bik Atun tidak tau siapa yang lewat ya wajar, keadaan pun masih agak gelap, dan mata bik Atun juga sedikit kabur.

"Abis wudhu saya masuk, sholat, trus mau ke dapur. Lah itu saya lihat mbak Angela duduk di situ tidak bergerak, saya belum lihat darah, niatnya hanya mencoba bangunkan mbak Angela."

Bik Atun lanjutkan perkataannya, "Tiba-tiba kepalanya terkulai dan saya lihat samurai Bapak, saya gemetar agak lama tidak bisa bergerak, sampai akhirnya bik Narti yang bantu saya dan sama-sama lapor ke Ibu, mas Alex." jelas bik Atun sudah mulai tenang.

Sementara belum ada yang bisa kuinterogasi lagi, kutanya ke tante Irene siapa saja yang sudah sentuh jenasah Angela kecuali bik Atun.

"Jadi setelah bik Atun kasih tau tante, waktu itu tante habis doa pagi juga, tante langsung panik tanpa sadar mengguncang tubuh Angela," jelas tante Irene.

Apakah itu penyeban perutnya robek? Sepertinya tidak mungkin kekuatan tante Irene tak sekuat itu.

"Trus tante langsung kasih bangun saya itu?" jawabku.

"Oh tidak, tante kasih bangun Devi dengan Friska di kamarnya. Sedang Jean tertidur di ruang TV, sementara om masih di kamar." Tanpa tante Irene sadari tante sudah membangun alibinya sendiri.

"Hmmm trus bik Narti sebelum saya siapa yang duluan tiba di dekat jenazah?" tanyaku ke bik Narti.

"Anu mas Alex, eh itu tadi anu apa itu eh." bik Narti tiba-tiba gagap, sepertinya ada yang dia lihat atau dia ketahui.

"Oke nanti saya tanya lagi," jawabku, mencoba menenangkannya.

"Oya siapa yang sudah hubungi Polisi?" tanyaku lagi.

"Tadi sudah kuhubungi," jawab Boy.

Tak lama Polisi datang dan kebetulan penyidiknya teman satu lettingku si Bram. Setelah diadakan olah TKP aku di info kalau semua bisa jadi tersangka.

"Kok bisa, emangnya di senjata pembunuhan ada sidik jarinya semua orang rumah?" jawabku heran.

"Justru karena semua bersih tak ada sidik jari, yang membuat semua bisa jadi tertuduh. Karena ada yang menghilangkan jejak, sepertinya mereka saling menutupi dan otomatis alibi mereka pasti saling mendukung" terang si Bram.

Saat kami sedang berbicara tiba-tiba muncul si Fredi dengan Sisca, (Sisca ini temannya Jean dan sering menginap sama Jean), Mereka berdua masih sempoyongan sepertinya mereka tadi malam mabuk berat, dan mereka tanpa sadar tertidur di kamar tamu tanpa diketahui tuan rumah.

Yang membuatku heran di lengan kemeja Fredi ada percikan darah. Dan Sisca mengomel tentang ponselnya yang retak karena dibanting sama Angela, artinya semalam mereka terlibat pertengkaran.

Begitu dikasih tau Bram, kalau Angela sudah mati, wajah Fredi dengan Sisca langsung pucat, ketakutan.

Ok baik mari kita mulai interogasi satu persatu, aku dan Bram harus secepatnya temukan sang pembunuh.

1. Pertama
FREDI & SISCA.....Jam 7.15 dia datang dengan Angela berdasarkan undangan dari Om Frans sebagai tuan rumah, Angela ikut karena kebetulan mereka teman baik.

Jam delapan, Fredi masih terlihat dan mulai minum membaur dengan yang lain saksi pun banyak, jam duabelas, Fredi mengajak Angela untuk pulang karena tamu sudah banyak yang pulang. Tapi Angela menolak karena masih minum. Fredi lanjut minum, dengan sedikit kesal, kemudian datang Sisca menghampiri Angela dengan sedikit mengancam untuk jangan datang lagi ke rumah ini, Angela yang setengah mabuk tidak terima langsung melempar ponselnya Sisca.

Datanglah Fredi melerai tapi Angela berontak dan tanpa sengaja menampar Angela dan keluar darah, sepertinya percikan di lengan si Fredi berasal dari bibirnya Angela. Saat ditanya kenapa Sisca melarang Angela untuk datang, dia hanya bilang karena dia sayang keluarganya Om Frans dan Tante Irene.

Menurut pengakuan mereka berdua, mereka langsung minum dan tidak tau lagi keadaan Angela sampai pagi ini, jadi tadi malam jam 12.45 adalah waktu terakhir melihat Angela hidup.

DEVI&RIDWAN
Mereka berdua selalu di ruangan pesta sampai jam 12 mereka masuk ke kamar (kebetulan kamar mereka di lantai 2 sama denganku) mereka sempat ribut masalah Angela yang datang, Devi mengira Ridwan yang mengundang, sementara Ridwan merasa tidak mengundangnya sampai mereka mendengar ribut-ribut di bawah. Jam 01.00 mereka mulai tidur, jam 02.00 kaget ada suara gaduh (sama dengan yang kudengar) dan mereka terlelap sampai pagi, tante Irene pun bangunkan mereka berdua.

BOY&FRISKA

Friska yang sibuk menjamu tamu tidak perhatikan sekeliling cuma dia sempat melihat Angela naik ke lantai dua sekitar jam 10.25 dan Friska tidak tau saat itu Angela dengan siapa, kemudian dia naik tidur jam 1.

Sempat dengar kegaduhan tapi rasa lelahnya membuat dia tak bisa bangun. Alibi Friska di perkuat bik atun dan saat masuk kamar suaminyapun ada.
Sementara Boy, semua mengaku tidak ada yang melihat Boy walaupun dia bilang dari jam 7-11 ada di bawah dan masuk kamar jam 11 (tapi akupun tak bertemu dengan Boy di lantai atas.

Gerak Boy yang tidak tenang dari tadi, semakin membuatku bertanya-tanya, apalagi Boy dulu waktu kuliah suka Anggar otomatis dia mahir main ataupun pegang pedang pikirku.
Dan Boy seperti makin gelisah.


Bersambung


kaskus-image
Diubah oleh ribkarewang 18-07-2020 21:14
jangkrikgokil
indrag057
eja2112
eja2112 dan 4 lainnya memberi reputasi
5
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.