*Tingtung
Suara dering notifikasi Handphone. kulihat sebuah DM media sosial dari seseorang yang cukup tidak asing.
dia "TIKA",adik kelasku semasa SMA yang sudah lama tidak kudengar lagi kabarnya.
entah kenapa siang itu, dia mengirimkan aku pesan yang mengutip sebuah postingan foto milikku.
sebuah foto gambar diriku berserta dua orang temanku yang aku posting di sebuah media sosial.
T : Mas, itu mas Cahyo ya? yang ada di fotonya mas...
N : Oh iya Tik, dia temenku satu jurusan di kampus. kamu kok kenal cahyo??
T : loh iya ta mas? aku baru tau kalo mas cahyo temen sampeyan satu kampus.
N: Iya tik, kenapa? jangan jangan kamu pacarnya cahyo ya??
T : Hehehe, nggak kok mas.
N : owalah kirain. ngomong ngomong gimana kabarnya? udah lama gk ketemu.
T : Baik mas. eh mas, tolong bilangin mas cahyo dong. suruh bales chatku....
N : Loh loh loh, ada apa ini...
T : Ceritanya panjang mas. intinya aku lagi di cuekin sama mas cahyo.
N : mau ketemu sambil ngobrol ta?
T : Boleh deh mas.
ketika itu sebenarnya cahyo dan tika sedang berpacaran. lalu sampai di kondisi dimana cahyo menggantungkan hubugan mereka.
sudah beberapa hari cahyo tidak menghubungi tika sama sekali. dan tika yang sudah terlanjur sayang dengan cahyo mencoba beberapa cara untuk mencari informasi mengenai cahyo.
setelah percakapan di atas. aku pun bertemu Tika dan ngobrol mengenai apa yang terjadi dengan tika ini.
-----------------------------------
Hari itu aku dan tika janjian untuk bertemu di sebuah cafe.
ketika pertama kali bertemu, terlihat sekali kondisi raut wajah tika seperti seorang yang di tinggal saat sedang sayang sayangnya. tapi menurutku itu adalah suatu hal yang lumrah dirasakan oleh kawula muda.
waktu itu aku tidak tahu bisa menyelesaikan masalah yang dia hadapi atau tidak, tapi terkadang setiap orang hanya perlu untuk di dengarkan keluh kesahnya saja.
N : Gimana gimana??? sebenarnya ada masalah apa kamu sama cahyo ini..
T : Jadi gini mas.... aku itu sebenernya pacaran sama mas cahyo. pacaran udah dari 2 minggu yang lalu.
N : Okay, terus?
T : nah, beberapa hari ini mas cahyo itu gk ada kabar sama sekali mas. sudah 3 hari aku gak di hubungi sama sekali.
N : ya mungkin dia lagi sibuk tik..
T : Bukan mas. 3 hari yang lalu aku sempet di hubungi mas cahyo dan di bilang kalo lagi kangen mas pengen ketemu. tapi setelah itu udah gk pernah di hubungi lagi. tak chat tak telp gk pernah di bales mas.
N : terus?? (*jujur ketika itu aku tidak bisa membalas omongan tika karena aku sendiri tidak begitu kenal dekat dengan cahyo)
T : Ya gak terus mas. kemarin aku lihat fotonya mas sama mas cahyo, barangkali mas cahyo tau kabarnya mas cahyo.
N : Gimana ya tik, cahyo itu orangnya agak tertutup. jadi aku gk begitu tau sama kehidupan dia, walupun kita temen deket.
T : ya barangkali mas nola kalo ketemu mas cahyo. tolong bilangin kalo lagi tak cariin mas.
N : besok kalo ketemu tak omongin deh. memangnya sesayang apa sih kamu sama dia tik??
T : Ya sayang banget mas.
N : nggak, maksudku gini. kalo misalkan cowok udah gk ada kabar gitu bukannya lebih baik di tinggal aja tik? karena menurutku kalo gitu ceritanya hubungan kalian juga gk bakal bisa lanjut.
T : Iya sih mas. tapi mau gimana lagi, aku udah terlanjur sayang sama mas cahyo.
sejauh ini obrolanku dengan tika memang masih normal normal saja, sampai dimana aku merasakan satu keganjalan yang terbesit di pikiranku.
tentang "
Cinta macam apa yang bisa di rasakan dari hubungan yang hanya berjalan 2 minggu"
dari situlah muncul rasa penasaranku dari sejauh mana hubungan antara cahyo dan tika ini.
N : Bentar bentar tik... bukannya hubungan kalian itu juga baru 2 minggu ya?
T : Iya mas.
N : menurutku itu bukan hubungan yang lama juga sih. jadi kenapa gak di relakan aja kalo udah kayak gini.
T : Gak bisa mas. aku itu sayang banget sama mas cahyo.
N : sesayang apa kamu sama dia?
T : Sayang banget mas. menurutku mas cahyo itu sosok yang sempurna buat aku.
*mendengar jawaban itu membuatku semakin curiga dengan hubungan mereka.
N : aneh tik kalo hubungan 2 minggu bisa secinta ini. sekarang gini aja, kamu jujur aja apa yang sebenarnya terjadi.
T : ya gitu mas. aku sendiri gk tau kenapa kok bisa se sayang ini sama mas cahyo.
N : maksudku gini loh tik, aneh kalo misalkan kamu gk mau di tinggalin cahyo karena alasan cinta yang hanya berjalan 2 minggu. kecuali kalo kamu udah ngasih mahkotamu ke orang lain, baru itu alasan yang masuk akal.
*Tika terdiam tidak menjawab perkataanku.
N : kamu jujur aja deh tik. apakah cahyo udah pernah nidurin kamu???
*tika tetap terdiam tidak berkata apa apa.
N : gini aja deh. kita buka buka an aja kalo gitu. aku juga bakal bongkar rahasiaku deh biar aku juga terus terang sama kamu.
T : maksudnya gimana mas?
setelah kesusahan mencoba menyuruh tika untuk berkata jujur. akhirnya akupun menceritakan rahasia di hubunganku juga.
dalam psikologi hal tersebut bertujuan supaya setiap orang harus saling percaya untuk saling menceritakan rahasia mereka.
N : jujur ya tik, kalo kamu pernah tidur sama cahyo kamu jujur aja gpp. aku gk bakal memandang buruk kamu kok. soalnya aku sendiri juga sering tidur bareng pacarku.
*entah kenapa raut wajah tika tiba tiba menjadi kaget mendengar omonganku
T : Hah? gimana mas maksudnya?
N : ya itu... Hubungan badan. aku juga sering kok sama pacarku. jadi kalo kamu juga pernah kayak gitu jujur aja gpp, aku gk akan mandang negatif kamu kok karena aku sendiri juga pernah kayak gitu.
T : yang bener mas? mas nola sering berhubungan badan sama mbak nayla?
*Nayla adalah nama pacarku waktu itu.
N : iyaa tikaaa. sering banget sih malah.
T : kaget aku mas, padahal dari wajahnya kayak orang yang gk pernah gitu mas.
N : makanya jangan pernah nilai orang dari wajahnya. udah jangan mengalihkan pembicaraan. sekarang kamu jujur, kamu pernah tidur gak sama cahyo??
T : iyaa mas pernah tapi gk sampe berhubungan badan. aku cuman di ajak ke hotel bareng sama mas cahyo *jawab tika dengan nada yang sedikit turun.
N : brarti cman tidur doang tapi gk sampe rusak mahkota???
T : iya mas.
N : kalo belom sampe nge rusak seharusnya gpp dong kalo kamu di tinggalin. kan kamu juga gk berkurang juga tik.
*tika kembali terdiam mendengar omonganku.
N : udah gk usah ditutupi tutupi lagi. jujur aja gpp.
T : Iya mas, udah sampe masukin juga sekali. tapi gk sampai masuk.
N : masukin gak sampai masuk itu gimana hah

T : ya sempet masuk mas. tapi gak sampai dalem, karena waktu itu aku udah kesakitan.
*sebenarnya mendengarkan omongan tika sedikit membuatku bingung. namun yang jelas aku tahu kondisi dia saat itu.
N : Masa sakit??? prasaan kok nayla enak enak aja ya. coba lagi aja deh tik, mungkin yang selanjutnya bakal enak hehehe. tapi poinku gini loh tik. intinya sekarang semuanya udah jelas kan ya.... sekarang tinggal terserah kamu jalani hubunganmu kayak gimana. ya jelas coba di pikir baik baik, karena menurutku hubungan yang di gantung juga gk bakal bisa awet sih. jadi menurutku mencoba buat di tinggalkan aja, tapi semua tetep balik ke kamu sendiri sih.
setelah itu kamu lanjut ngobrol ngobrol santai sampai kurang lebih 2 jam.
paska kejadian itu aku dan tika sudah jarang berkomunikasi lagi. sampai beberapa bulan setelahnya aku melihatnya memasang foto pria lain di akun media sosial miliknya.
dan ketika aku tanya, ternyata dia sudah benar benar move on dari cahyo.
Minggu,20 Oktober 2019
Malam itu adalah malam yang berbeda bagiku. karena dari kesekian lamanya, diri ini sudah tidak lagi sendiri.
malam itu aku telah resmi mendapatkan sosok kekasih yang akan menemani hari hariku selanjutnya.
tentang apapun prasaan yang aku rasakan saat itu, satu hal yang menjadi sangat jelas adalah prasaan bahagia dan jatuh cinta yang mendalam terhadap sosok bersama tika ini.
tapi aku sadar hal ini masihlah tahap awal. artinya aku masih perlu waktu untuk belajar lebih mengenal tika. sosok yang kelak kemungkinan benar benar menjadi teman hidupku.
----------------------------------------------------------------------------------------
malam itu setelah bertemu dengan tika aku berencana kembali ke Surabaya saat itu juga karena besok paginya memang sudah ada jadwal kuliah pagi hari.
sebenarnya hal itu sudah menjadi rutinitasku. pulang ke rumah hari jumat malam dan balik lagi hari minggu malam.
beberapa orang mungkin tidak setuju dengan apa aku kerjakan saat itu seperti halnya dengan orang tuaku yang melarangku untuk balik malam malam (Sekitar pukul 10-12 malam). tapi menurutku itu memang menjadi rencana yang cukup efisien untuk diriku sendiri.
saat itu aku kira hanya orang tuaku saja yang marah marah ketika aku balik malam, ternyata Tika yang telah menjadi pacarku juga marah dengan apa yang aku kerjakan saat itu.
Senin, 21 Oktober 2019.
Dengan kondisi yang masih setengah mengantuk dan kelelahan, pagi itu aku bergegas untuk pergi ke kampus.
berbeda dengan hari hari sebelumnya, pagi ini terasa spesial karena prasaan berbunga bunga atas cinta yang masih aku rasakan dari tadi malam.
prasaan bahagia itu seperti menyelimuti pagiku yang penuh warna. bersamaan dengan dorongan untuk menyapa Tika yang saat itu sudah menjadi pacarku.
aku pun membuka ponselku dan mengirimkan dirinya pesan "selamat pagi" yang sudah lama tidak aku lakukan ke orang lain.
N : Selamat Pagi Sayang
T : Selamat Pagi juga. kok tumben udah bangun.
N : Ya sudah dong. kan hari ini aku ada kuliah pagi.
T : Loh, kamu ini udah di Surabaya ta? Kapan Balik, kok gak bilang???
N : iya aku di SBY, tadi malem balik jam 12an. kamu udah tidur soalnya makanya aku gk enak kalo harus nge chat kamu.
Aku sedikit lupa tentang percakapan kita saat itu. yang jelas ketika itu Tika langsung marah karena aku tidak memberitahunya kalau aku balik malam hari.
hal tersebut sedikit di luar perkiraanku karena aku kira dirinya tidak akan mempermasalahkan hal tersebut. ternyata di luar itu, tika benar benar marah dengan apa yang sudah aku lakukan.
lucunya.... bisa di bilang itu adalah pertama kalinya kita bertengkar dalam hubungan ini. padahal hubunganku sendiri belum genap satu hari
sebenarnya ketika saat itu aku bertengkar dengannya aku sedikit acuh tak acuh. karena menurutku pertengkaran tersebut terjadi karena hal yang sedikit sepele.
namun karena aku merasa tidak ingin konflik ini terjadi berlarut larut, disisi lain hubungan kita juga berjalan belum lama. akupun meminta maaf atas apa yang sudah aku lakukan, walaupun saat itu aku merasa tidak melakukan kesalahan. tapi menurutku
terkadang menurunkan Ego membuat hubungan kita bisa tetap bertahan.
satu pelajaran yang aku dapatkan dari pertengkaran ini. bahwa aku masih harus benar benar lebih mengenal sosok tika ini.
pada dasarnya Tika ini adalah sosok yang masih egois dan keras kepala.
artinya tidak mudah untuk meluluhkan apa yang sudah dia percayai. seperti halnya ketika dia sudah marah.... tidak mudah juga untuk mendapatkan permintaan maaf darinya.
setelah mencoba cukup lama, akhirnya dirinya bisa menerima permintaan maafku. itupun aku harus membujuknya untuk bertemu dulu.
dari situlah malam harinya kita memutuskan untuk bertemu karena kebetulan tika juga sudah kembali ke surabaya. sembari kencan untuk pertama kalinya
sekitar pukul 8 malam aku jemput tika di rumahnya (*disurabaya tika tinggal bersama om dan tantenya)
dia yang sudah menunggu di depan rumah menatapku sedikit canggung waktu itu. aku tidak tahu apa yang di pikirkannya tapi tatapannya membuatku ikut merasa canggung juga waktu itu.
prasaan canggung itu terus aku rasakan ketika di jalan. akhirnya kita memutuskan untuk pergi ke restoran burger cepat saji di sekitar situ sembari ngobrol ngobrol dan menghilangkan prasaan canggung yang dari tadi kita rasakan.
jika di hitung sudah sekitar 5 hari aku dekat dengan tika. tapi baru kali ini aku benar benar memperhatikan dirinya.
aku merasa 5 hari sebelumnya seperti aku dengan wanita khayalan yang belum jelas sosoknya. tapi ketika aku sudah bertemu dirinya malam itu aku merasa kalau aku benar benar merasakan prasaan pacaran dengan tika.
di malam sebelumnya aku memang sudah melihat wajahnya. yang menurutku tika ini memiliki rupa yang standart standart saja dan tidak terlalu cantik.
tapi malam itu pikiran itu benar benar berubah. karena ketika di perhatikan baik baik, tika ini benar benar sosok yang sangat cantik dengan paras wajah putihnya.
ada sedikit sedikit bahagia karena menerima kenyataan memiliki pacar secantik tika. hanya saja prasaan hanya sebatas itu, karena malam itu belum terbesit pikiran yang bermacam macam.
prasaan canggung yang dari tadi kita rasakan membuat pertemuan ini terasa sedikit aneh.
aku pun mencoba mencarikan suasana dengan membuka sedikit obrolan. ntah kenapa saat itu justru obrolan tentang mantannya yang kembali aku tanyakan (*mungkin karena belum tau mau ngobrol tentang apa)
N : Ngomong ngomong tik, aku masih penasaran. gimana sih saat itu ceritanya kok kamu masih bisa putus.
T : *Tika menjelaskan dengan sedikit berapi api. terlihat dari cara dia berbicara ketika itu dia seperti masih ada prasaan benci kepada mantannya.
N : *selama kurang lebih 40 menit aku hanya mendengarkan ceritanya sembari sedikit sedikit menimpali.
dari ceritanya ini, tika menjelaskan lebih detail tentang mantannya dan bagaimana kegiatan di hubungannya dulu.
-Dia menganggap hubungannya dengan mantannya adalah sebuah Toxic Relationship dimana setiap malam mereka harus saling Video call.
-Mereka saling Protektif satu sama lain, dalam arti afif tidak boleh dekat dengan wanita lain begitu pula dengan tika.
-Masing masing harus saling memprioritaskan demi pasangan mereka. bahkan demi afif pun tika harus mengalahkan keluarganya.
mendengar cerita tika saat itu sebenarnya membuatku sedikit terkaget, karena yang aku tau dulu sosok tika adalah sosok yang keras kepala sebagai sosok wanita. tapi entah kenapa di hubungannya sebelum itu dia benar benar bisa mengalah demi pasangannya.
setelah cukup lama bercerita, tika berganti bertanya tentang hubunganku dengan mantanku.
akupun mejelaskan juga bagaimana hubunganku dengan mantanku, walaupun saat itu tika sudah tahu bagaimana kegiatan hubunganku dengan mantanku karena jauh jauh hari aku sudah pernah menceritakan kepadanya. waktu itu aku lebih banyak menceritakan tentang bagaimana aku bisa putus dengan mantanku.
karena dia sendiri sedikit bertanya tanya,
bagaimana bisa hubunganku dengan mantanku yang sudah sangat dekat bagai suami istri bisa berakhir dengan begitu mudahnya.
satu hal penting yang kau katakan kepada tika saat itu adalah "
mungkin dia bukan jodohku sih. ya semoga sekarang ini kamu benar benar jodohku ya"
setelah ngobrol kurang lebih 1,5 jam. tika pun mulai bertanya tentang kehidupan sexual ku dengan mantanku.
T : Ngomong ngomong mas, kamu dulu itu waktu sama mbak nayla sesering apa sih tidur bareng???
N : Ya sering banget sih tik, kadang seminggu sekali. kadang seminggu dua kali. kenapa tanya gitu?? (tanyaku balik sambil sedikit bingung)
T : ya penasaran aja mas. soalnya tak kira kamu itu orangnya gak akan kayak gitu.
N : hahaha, dont judge by the cover sih tik. tapi walaupun gitu aku orangnya setia kok. maksudku aku sendiri cman maen gitu sama pasanganku doang.
T : maksudnya gimana mas?
N : Ya itu, aku cuman tidur sama satu wanita doang yang jadi pasanganku. walaupun nafsuku agak besar tik, tapi aku gk pernah ada niatan buat tidur sama orang lain. apalagi selingkuh.
T : oh iya iya mas. terus pas udah putus gimana mas?
N : ya gak maen sama siapa siapa tik. maksudku gini loh.... Hubungan Sex itu memang Biologis ya, tpi bakal lebih enak kalo kita ngelakuinnya dengan cinta. artinya kalo kita maen sama orang yang kita cintai itu rasanya beda aja.
T : .......
N : sebenarnya dari situ aku sadar sesuatu tik... kalau sebenarnya prawan atau tidak itu bukan jadi suatu hal yang terpenting, karena yang terpenting itu melakukannya dengan cinta bukan hanya dengan nafsu.
T : .......
N : jujur ya... terkadang aku kangen berhubungan badan lagi. tapi lebih baik aku tidak melakukannya dibanding maen sama orang tanpa ada prasaan cinta. kalo di tanya pengen ato nggak ya jawabannya pengen tik, tapi balik lagi ke tadi....
T : Bener juga sih mas... Terkadang Aku juga kangen kayak gitu soalnya...
N : Hah... Gimana maksudmu??? (Tanyaku sedikit kaget)
T : Aku juga mau jujur mas. tapi jangan marah ya... sebenarnya aku dulu juga sering berhubungan badan sama afif mas...
N : Wow.. Aku agak kaget sih kalo ini, walaupun sebenernya aku sudah sedikit menduga..
T : Iya mas. aku dulu juga sering maen sama afif. dan dari apa yang kamu omongin tadi sebenarnya ada benernya juga mas, kadang aku ngerasa kangen berhubungan Sex. tapi yaudahlah.
N : ..... (*mendengarkan omongan tika tadi sebenarnya membuatku berfikiran macam macam terhadapnya. namun disisi lain aku tidak memiliki ketertarikan seksual terhadap tubuhnya. disi lain aku hanya menganggapnya teman hidup saat itu dan belum terfikirkan sampai kesana)
T : Tapi mas.. kita udah sama sama tahu masa lalu kita yaa.. saat ini aku gak ingin ngelakuin hubungan yang seperti dulu lagi.
N : oh iya tik gpp. aku juga gk punya pikiran yang seperti itu kok.
T : Makasih ya mas
N : Ngomong ngomong aku belum ada panggilan sayang... aku boleh panggil kamu honey ta? biar gak manggil tik tik terus...
T : Iya mas boleh. aku sebenarnya lebih suka di panggil ADEK sih, tapi terserah kamu sih mas.
dari percakapan barusan sebenarnya aku sedikit terkaget.
aku tahu jika tika ini sudah tidak gadis lagi dari ceritanya sama cahyo dulu. waktu itu dia bercerita kalau berhubungan badan itu terasa sakit, dari situ aku berfikir kalau tika ini memang type wanita yang tidak punya pikiran apapun tentang hubungan sexual.
tapi ternyata perjalanan hubungan sexualnya justru lebih panjang di hubungannya dengan afif.
setelah ngobrol cukup lama dengan tika. akupun kembali mengantarkan dia pulang ke rumahnya...
sejauh ini aku masih perlu lebih mengenal tika. banyak dari dalam dirinya yang aku masih belum tau.
obrolan dari pertemuan kita tadi sebenarnya menimbulkan pikiran yang bermacam macam, tapi tetap saja saat itu aku masih belum memiliki ketertarikan seksual dengan tika. saat itu yang masih benar benar aku rasakan adalah perasaan cinta yang berbunga bunga dan rasa bahagia yang sedang tumbuh tumbuhnya....