Kaskus

News

budi3391Avatar border
TS
budi3391
Pengamat Sebut Isu Komunisme Tak Lagi Menarik Buat Masyarakat
Pengamat Sebut Isu Komunisme Tak Lagi Menarik Buat Masyarakat

Jakarta, CNN Indonesia -- 
Sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam seperti FPI, PA 212, hingga Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) mengikuti aksi bertajuk 'Apel Siaga Ganyang Komunis Jabodetabek' pada Minggu (5/7) kemarin. Aksi ini buntut pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) yang menuai polemik di DPR.

Beberapa waktu sebelumnya, sejumlah ormas tersebut juga menggelar unjuk rasa di depan gedung DPR untuk menolak pembahasan RUU HIP dan berujung pada pembakaran bendera PDIP.

Pengamat politik UGM Arie Sudjito menilai, isu soal komunisme yang diangkat dianggap tak lagi menarik bagi masyarakat. Selain komunisme sudah tak berkembang di Indonesia, fokus persoalan masyarakat saat ini lebih ke upaya mengatasi krisis di tengah pandemi covid-19.

"Kalau mau dikomodifikasi tidak akan memiliki daya tarik mengangkat kembali isu-isu itu, karena kecemasan kita bukan soal itu tapi soal kebangkrutan yang sekarang dialami masyarakat. Ya PHK, kemiskinan, krisis ekonomi," ujar Arie saat dihubungi, Senin (6/7).

Arie tak menampik ada pihak-pihak yang berupaya mengangkat kembali isu soal komunisme demi kepentingan politik. Terlebih saat ini tengah bergulir polemik pembahasan RUU HIP dan wacana pembubaran Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

"Sejak dulu isu-isu seperti ini selalu dilontarkan. Nah sekarang kan lagi ada debat, wacana RUU HIP dan BPIP. Ini jadi celah," katanya.

Namun Arie menegaskan bahwa isu tersebut saat ini sudah tak relevan. Ia meminta masyarakat lebih hati-hati agar tak terjebak pada isu-isu lama semacam itu.

"Tidak boleh justru menciptakan isu-isu lama. Orang sekarang lebih banyak bicara soal ekonomi, bagaimana tetap survive, itu yang harus dipikirkan," tutur Arie.

Dalam aksi tersebut, sejumlah ormas sempat menyampaikan ikrar dalam sikapnya menolak komunisme. Ikrar itu di antaranya menyatakan kesiapan menjaga para ulama dari serangan kaum komunis dan menyiapkan diri menghadapi gerombolan trisila dan ekasila yang akan mengganti Pancasila.

Pembahasan soal trisila dan ekasila ini sempat disinggung dalam RUU HIP. Dalam Pasal 7 draf RUU HIP menyebut ciri pokok Pancasila berupa trisila yaitu sosio-nasionalisme, sosio-demorkasi, dan KeTuhanan yang berkebudayaan.

Di sisi lain, pemerintah diketahui telah menolak pembahasan RUU HIP. Salah satu alasannya karena terdapat poin Pancasila yang diperas menjadi trisila dan ekasila.

https://m.cnnindonesia.com/nasional/...uat-masyarakat

dhanyjosAvatar border
Junmai92Avatar border
pakisal212Avatar border
pakisal212 dan 26 lainnya memberi reputasi
25
6.5K
113
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
Berita dan Politik
KASKUS Official
692.4KThread57.5KAnggota
Tampilkan semua post
jeerabbitAvatar border
jeerabbit
#11
gak mungkin negara kapitalis kyk amerika aja ada organisasi antifa dan blm yg beridiologi komunis apalagi indonesia, di indonesia ada 3 sebenarnya kategori komunis, yaitu komunis yg bilang anti komunis tapi sebenarnya secara tidak sadar menginginkan ideologi yg mirip komunis Aka syariah yaitu para bahlul fpi dan ormas agama anarkis lainya, satu lagi komunis murni datang dari anak muda biasanya dari mahasiswa ini juga gak terang terang2ngan tapi sebenarnya kena utopia komunisme, yg ketiga agak mirip antifa yaitu organisasi2 kyk anarko dan ormas2 non agama, di indo komunis gak terang terangan tapi bisa aja meledak kyk di amrik...
serapionleo
rizaradri
yanka555
yanka555 dan 10 lainnya memberi reputasi
11
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.