Kaskus

Story

muthialaqilahAvatar border
TS
muthialaqilah
#DiaryAqilah : Sebuah Langkah Awal
Dear.
Akhir-akhir ini aku sering merenungkan hal-hal yang pernah kutulis waktu masih duduk dibangku menengah pertama. Rasanya, diumur yang menurutku sudah dituntut untuk dewasa ini, aku merasakan bahwa hidup itu tidak semudah yang kupikirkan dan yang diekspetasikan-- ketika dulu, hampir setiap akhir pekan, aku menyempatkan untuk menulis sebuah kata-kata mutiara (aku pun tak yakin dikatakan begitu) yang diharapkan akan memotivasi diri sendiri dan orang lain. Berpegang teguh kepada motto sendiri, "Mengingatkan diri sendiri terlebih dahulu sebelum mengingatkan orang lain." Itulah alasan mengapa bocah ini berani menulis hal-hal paradoks dan hidup yang positif. Karena dahulu aku belum mengetahui sisi lain bumi yang luas, berbagai karakter orang lain dan pengalaman-pengalaman luar biasa yang belum ia pijak, dengan beraninya membaca buku dengan batas usia tujuh belas tahun ke atas hanya untuk mencoba semakin mengembangkan diri. Entahlah. Semacam pada saat belia aku bisa melakukan apa pun, rasanya berpikir positif adalah hal yang lebih mudah daripada menghafal abjad dalam Bahasa Inggris.


Selamat datang di #DiaryAqilah. Disini, aku akan membawa agan sista ke dalam tulisan diary pada pandangan terhadap suatu hal ketika aku masih duduk di bangku SMP, dengan segala keberaniannya. Kuharap aku bisa melakukannya lagi, sungguh.

N.B. : Dengan pertimbangan bahwa keterangan yang memuat tiga kata saja menurutku tidak perlu disimpan disini. Tak aneh juga, ketika mendapati beberapa kesan terhadap buku karya Teh Risa Saraswati. Aku penggemar beratnya.

#DiaryAqilah : Sebuah Langkah Awal

For the others part of next level in writing and my ideas about self, life, struggle and opinion.

Tapi aku tidak menyarankan kalian membaca halaman ini (part 1). Melompat saja langsung pada rambu-rambu berikutnya.

Part 2

Nah, gerbang yang serius dan sebenar-benarnya opini dimulai pada part ini. Perbedaan pendapat pasti ada. Ya, secara pribadi untuk seusia SMP masih terhitung belajar mengenal paradoks. Tapi, selamat membaca!

Part 3

Part 4

Part 5

Part 6

Part 7

Part 8

Part 9

Part 10

Part 11

Part 12

Part 13

Part 14

Part 15

Part 16

Part 17

Part 18

Part 19
~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•
Garis Start.
"Learning about mentality is a good idea."


Mencoba mengabaikan.
Bisakah Kalian mengabaikan orang-orang dibelakang sana apabila aku menulis keterangan,
"Abaikan orang-orangnya"?

Novel yang Tak Jadi
Tak ada dorongan internal untuk mencantumkan, "Pada suatu hari." Karena ini baru saja terjadi kemarin.


2 hari yang lalu, aku memutuskan untuk mengecam arti kata "Revival" kembali. Kubuat akunku sendiri, dengan cerita yang baru tentunya. Mungkin beberapa diantara kalian sudah tahu bahwa aku menulis percobaan novel berjudul, "Angglang Mati" yang telah meraup 280 halaman lebih. Namun, datanya hilang. Aku tak mengambil pusing soal itu. Memang ada rasa kesal dan sedih. Tapi ini semua adalah kehendak Tuhan, "Carilah ide yang lain. Perbaiki gaya bahasanya" begitu kata Tuhan. Be positive to God in every accident. Jadi, kuharapkan kalian akan mendoakan pekerjaan lama yang kubangkitkan kembali ini. Tunggu saja ceritanya! 😄 Kemungkinan aku akan membuat cerita bertema romance.

Akunku bernama, ***** . Jika Kalian ingin melihat caraku menulis, yakinkan diri kalian untuk memasukkan ceritaku di perpustakaan pribadimu!


Pernah Menyukai Hal Ghaib.
Berdamailah denganku.
Dengan kami.
Berbaik hatilah.
Jangan perlihatkan kesedihan tak terluap itu.
Berhenti mencari kasih sayang dan rasa empati.
Kalian sudah tak pantas untuk mendapatkannya.
Sangat memuakkan jika kalian meminta tolong dan minta ditemani.
Kami tak akan terpengaruh.
Perlihatkan diri kalian saja.
Jangan sampai mengendalikan.
Kami berbeda dengan kalian.
Jauh beda, jangan disamakan •
Cerai berai dulu jangan diungkit.
Semua tahu itu terasa sakit.
Menggantung diri.
Menyayat nadi.
Kami tahu itu suatu pembunuhan tak bertuah.
Hingga masa Nippon menjadi wabah.
Entah apa dulunya itu.
Hanya kalian dan Tuhan yang tahu.
Mengeluarkan darah kental, cair dan amis.
Sepertinya tak ada kenangan yang manis.
Benarkah begitu?

Hingga aku melihatnya...
~
~
📍Lokasi pemotretan kecil itu diambil di tempat telepon tua yang sudah tak terpakai dirumahku..



Khayalan.
Fantasi dan imajinasi.
Ruang lingkup kedua setelah realita.
Khayalan dan bualan.
Terkadang menyenangkan, terkadang menyesatkan, terkadang menguntungkan, terkadang menyengsarakan.
Hingga sampailah kepada makhluk hidup yang mengendalikannya.
Jauhkan dari penyakit jiwa, "Mythomania.". Dr. Arnold menjawab bahwa berimajinasi yang berkelanjutan bukanlah hal yang abnormal. It's reasonable. Beruntungnya para penulis sci-fi diluar sana. Mengendalikan semua wayang-wayang karakter dan galaksi-galaksi luar angkasa di otaknya berkembang secara pesat. Isi otak mereka, membuatku kagum. Bagaimana bisa? Referensi apa saja yang telah mereka dapatkan?


Memilih Surga Dunia Sendiri.
Perspektif setiap orang tentang sebuah tempat yang disebut dengan, "Surga dunia" memang berbeda-beda. Mereka menyebutnya sebagai suatu kualitas alam yang tidak ada tandingannya. Anggapan mereka tentang hal ini mencakup dalam hal kesenangan terhadap suatu tempat pastinya. Ada yang menyukai alam dataran tinggi maupun dataran rendah dan berbagai isi didalamnya. Atau, surga dunia tersebut merupakan perwujudan dari tempat tinggal hunian--rumah. Namun berbeda dengan beberapa orang diluar sana yang memiliki pilihan dan tempat lain untuk diberi gelar surga dunia itu. Yap. Toko buku.

Niat yang Baik.
Memanfaatkan kesempatan merupakan hal yang sangat susah terkendali oleh sebagian orang. Tak semuanya dapat mengendalikan emosi sesaat mereka. Kesempatan memang tak akan datang dua kali, namun kesempatan akan datang berkali-kali. Bagaimana bisa? Hanya diri kita sendirilah yang dapat membuat kesempatan itu datang. Aku bukan seseorang yang sudah belajar tentang 'kesempatan', tapi aku sedang menyelaminya dengan membaca buku ini. Ingin sekali mengisi waktu luang dengan memasukkan kata-kata ajaib di dalam buku-buku gendre favoritku kedalam otakku yang katanya ingin sekali dipertajam. Semoga saja, ini akan berlanjut. Aku ingin merubah diriku, sekelilingku, masa depanku dan terutama pemikiranku. Aku hanya ingin memanfaatkan kesempatan ini...
Itu saja.



Mau Sampai Kapan?
Meskipun hanya sebuah daftar rencana yang menyenangkan, tak apa. Teruslah begitu bila terasa belum mampu menggapainya.
Dari sebuah rencana dan impian, akan ada banyak sekali keajaiban yang datang tak terduga. Teruslah begitu dan berjuang untuk menggapainya. Akhir-akhir ini, ada beberapa peristiwa menggelikan yang orang-orang mengira bahwa itu adalah sebuah 'Masalah'. Tapi berbeda dengan orang-orang yang senang akan 'Tantangan'. Mereka mencoba menggapai kebenaran dan jalan keluar karena mereka yakin mereka mampu.

"Karena hidup manusia itu ditentukan oleh pemikirannya sendiri." -Aya Swords •
Teruslah begitu sampai timbul satu pertanyaan, "Mau sampai kapan begitu-begitu saja?"



Hanya Ini yang Aku Inginkan.
Setiap malam, berbagai kejadian selalu menghampiri bagian bunga tidurku. Apa pun alurnya, jelas atau pun buram, setidaknya masih bisa diceritakan. Ketika bertemu dengan seseorang yang ingin kita temui, tempat yang ingin kita kunjungi, harapan kecil yang ingin didapatkan, terkadang Tuhan pun berkehendak. Dengan cara-Nya yang ajaib meskipun itu tak nyata. Tak jarang pula, alam bawah sadar memberikan kita kesan yang sangat tidak menyenangkan. Itu yang kubenci.
Kuharap November ini tak akan ada lagi bagian cerita dimana hal yang sama terulang dengan sengaja. Cukuplah sampai Oktober dengan iklim dingin di akhir bulan--yang membawa semua teka-teki yang belum tentu dapat terjawab. But between #slumber and #dream are DIFFERENT. ° Kukatakan, ini hanyalah sebuah ungkapan yang tak ada salahnya untuk disebarkan. Aku memiliki buku harian dengan kunci dan gembok kecil yang masih kosong, hanya berisi corat-coret tak penting di halaman-halaman awal. Aku kurang berminat untuk menulis secara manual. Ya.. terlalu malas haha. Semua cerita atau paragraf-paragraf yang seringkali ku tulis di laman keterangan, diketik bukan tanpa alasan dan tujuan. Memang pada dasarnya, aku ingin sekali mengamalkan sebuah penanda ajaib, #ideas_worth_spreading. Dari motto resmi acara pengemban ide-ide bermutu, TED TALK. Kekagumanku terhadap para pembicara-pembicara yang menghiasi auditorium dingin kian memuncak. Diisi oleh para motivator dan para peneliti yang menyebarkan kesimpulan dari apa yang telah mereka dapatkan. Benar-benar cerdas dan bermutu, ide mereka itu. Itulah salah satu alasan mengapa aku senang sekali menulis perihal-perihal umum yang sebenarnya mungkin orang-orang sudah memalingkan wajah mereka. Tapi aku hanya ingin berlatih. Menyenangkan rasanya menemukan gairah hidup yang tak memiliki tuntutan dari pihak manapun.



Termotivasi.
Ini adalah karya ketiga dari wanita berstatus sama sepertiku --a single daughter. Penulis itu adalah refleksi masa depanku. Dimana semua harapan yang mengakar sampai kedasar, di panjatkan tanpa mengenal umur meskipun itu masih sangat belia. Beliau adalah auto-motivator ku. Sudah banyak bukti tentang kehidupan mengagumkannya kini--yang dulu selalu ia harapkan--yang kini terbukti sudah. Ini menjadi prioritasku untuk melontarkan keinginan yang tak memandang waktu. •
Kita mungkin tahu, banyak orang diluar sana yang memiliki keinginan namun tak sebanding dengan waktu yang mereka luangkan. "Berharaplah mulai dari sekarang, kamu belum banyak dosa." Pepatah mengatakan itu. Apa salahnya?

If not we, who? If not now, when?



Bayangan Untuk Membeli Seri Supernova.
Bayangan tentang lambang-lambang unik yang diterapkan di atas cover karya deelestari untuk seri ini membuatku terkadang nyengir lebar tanpa bersuara. Setiap pergi ke Surga itu, kulihat masih ada sebagian dari kawan-kawan si Gelombang yang tersedia, meskipun tak selengkap aslinya. Ketika aku menggerling kepada mereka yang meminta untuk dibeli, "Ah nanti saja, ya. Masih ingin yang lain..." Lalu pergi begitu saja tanpa mengucapkan sepatah kata apa pun--meskipun di dalam hati.



Tepat Setahun.
"Tidak ada pertemuan tanpa sebab." -Ananta Prahadi.
~
Setahun yang lalu.
Hari ini.
Tak terasa sudah berlalu.
Dan berakhir hampir tak pasti.
Kisahnya itu.
Telah Tuhan rencanakan dari jauh-jauh hari.
Kendati begitu.
Sudah ada berbagai klimaks yang terjadi.
Hingga seringnya timbul tanda tanya. "Ada hikmah apa dibalik semua ini?"
Hanya Tuhan yang tahu.



Membaca.
/* Lumos. •
Pernahkah Kau membaca suatu kisah tentang hal yang dapat merubah hidupmu? Aku dan saudaraku, ya. •
Pernahkah Kau berpikir bahwa petualangan barumu dimulai dengan membuka suatu halaman di suatu benda yang berlembar-lembar? Aku dan saudaraku, ya.

Pernahkah Kau berharap sangat kepada Tuhan bahwa petualanganmu ingin terus bertambah, selagi benda itu terus menumpuk di rak bukumu? Aku dan saudaraku, ya.

Dengar.
Suatu pepatah lama mengatakan, "Buku adalah Jendela dunia." Kau bilang kau ingin sukses, ingin menaklukan dunia dengan kehebatan dan gelar profesionalmu. Tapi, mengapa jendela dunia itu tak kau buka-buka?
Jangan sampai biarkan otakmu tumpul seperti batu bata yang sangat mudah dihancurkan.
Lihatlah dunia. Cari kunci dari jendela tersebut. Kau tahu? Kunci itu adalah NIATmu untuk membaca. Jendela itu adalah BUKUmu yang kau simpan. Dan dunia itu adalah TEMPATmu untuk berperang. •
Mungkin Kau sering sekali merasa bahwa membaca buku novel sama dengan menonton sebuah film? Jika benar, berarti bukan hanya aku saja yang merasa begitu❤. Dan, jika kau ingin tahu, aku sangat ketinggalan dalam judul-judul film yang telah diputar disetiap laptop orang-orang. Aku sangat kurang update. Karena, membaca saja sudah cukup untukku lebih dari sekadar menonton film😂 *meskipun sekarang aku meminta beberapa film dari Tanteku😂 hanya mengisi waktu di hari libur.😅

Ingatlah, dengan buku kau bisa menjadi apa pun yang kau mau. Hanya tinggal memilih saja gelar-gelar itu. Atau mungkin, gelar-gelar yang akan mencarimu?

/* Nox



Tiga cerita.
Ketika kau mendapatkan barang antik dirumahmu sebagai hiasan disamping objek.

Tiga kata yang membawaku masuk kedalam perjalanan hidup atau pun mati. Danur. Maddah. Sunyaruri. Tiga kata yang menggambarkan berbagai tragedi lampau yang terbilang tak menyenangkan sama sekali.

Atau lebih dari itu.



Rasuk.
Langgir Janaka. Sama sekali tidak jenaka, perilakunya itu. Iri, dengki dan berperasangka buruk adalah makanannya sehari-hari. Dimana pun itu, kepada siapa pun. "Aku adalah anak yang paling tidak bahagia di dunia ini! Aku adalah manusia yang di kutuk Tuhan!" . Pemikiran itu dia miliki selama bertahun-tahun--selama dia hidup dan bernafas di atas bumi Ilahi. •
Tapi Tuhan membuktikan bahwa penilaian Langgir terhadap-Nya adalah salah besar. Kini, Tuhan dikatakan benar-benar mengutuknya. •
Inilah kisah "Rasuk". Langgir Janaka, si gadis malang yang dikucilkan ibunya. Langgir Janaka, si gadis yang tak menyadari bahwa kenikmatan Tuhan yang diberikan kepadanya adalah anugerah terindah. Langgir Janaka, yang ruhnya merasuki setiap sahabatnya. •
Tuhan telah mengambil nyawanya, tanpa diketahui olehnya. Agar Langgir bersyukur. Bahwa ujian ketiga sahabatnya itu jauh lebih berat darinya.




Betemu Asih.
Suatu hari, Kau pernah menghampiriku dengan cara yang sama sekali tak menyenangkan, di waktu yang salah. Maaf, tapi Kau sendiri yang telah bersenang hati bila kisah hidupmu diketahui oleh semua orang. Jadi, tak salahkah aku menceritakannya di depan kelas, eh? •
Aku tahu kau datang.
Aku tahu kau tengah menguping upayaku untuk mengisi waktu jam kosong di sekolah.
Aku tahu kau tahu detik itu.

Bukan obrolan yang menyangkut pautkan masalah pribadi. Aku dan temanku yang aku pun lupa siapa dia tengah berbincang seru tentang dirimu. •
Tanpa salam, tanpa permisi.

Bayi itu berada di gendonganmu.
Takut,,, takut sekali.
Sampai-sampai auramu terbawa oleh jiwaku yang memang saat itu tengah lemah.

Aku ambruk. Gara-gara kedatanganmu.
Tapi, rasa penasaranku sudah sirna tatkala melihat langsung wujudmu yang sampai sekarang kusesali.




Lima Sekawan dan Seorang Anak Gadis dari Sekolahku.
5 anak 5 kisah 5 pendapat 5 kesukaan.

Peter, Hans, Hendrick, William, Janshen... Kalian terkenal sekarang. Kalian dipanggil banyak orang. Kalian lebih disenangi. •
Satu lagi. Kalian tak pernah datang ketika aku memanggil salah satu diantara kalian.

Contohnya Kau, William. Kedua temanku menyaksikannya langsung.
Ku tak tahu harus memanggilmu dengan cara bagaimana dan apa.. tapi ku tahu hanya ada satu cara : Lagu kesukaanmu adalah jalanku.

Beberapa detik kemudian, seorang anak muncul dari arah ujung koridor. Kukira Kau. Ternyata sama sekali bukan.

Seorang anak perempuan menghampiri.

Heiii! Siapa dia? Kau yang mengirimkannya? Kenapa kau tak datang? •
"Aku suka sekali lagu itu!"
Aku termenung, terpaku dan beku. Siapa anak ini? Dia manis sekali, tapi tidak untuknya yang telah mati.

"Nyanyikan lagi!"
Aku tak bisa menolaknya.
Dia tertawa layaknya anak berumur delapan tahun lakukan.
Jujur saja, aku tak terganggu akan kehadirannya. Hanya saja lama kelamaan tubuhku menjadi lemas, karena wajahnya yang sudah tak sempurna. Darah itu.... Itulah satu-satunya hal yang mengangguku. •
Kutanya dia.

"Siapa namamu?"
"Ayu."

"Dimana tempat tinggalmu?"
"Disini."

"Mana Ibumu?"
"Mau kupanggilkan?"


William.
"Aku adalah jiwa mati paling berbahagia. Hidup sesungguhnya, dimulai saat aku tak lagi bernafas."
-William Van Kemmen.

Si tampan yang dewasa.
Anak kecil yang berbahagia.

"Jika aku masih seumuran dengannya, pasti aku akan menyukainya." -Risa Saraswati.

Penentuan takdir dia tunggu selama 9 tahun
Dia tak menuntut kepada Tuhan untuk mati.
Tapi dia menunggu dengan sabar.

Eunice memaku, dia kaget atas hal yang baru dia dengar dari William.

Sentakkan dan fitnah dia telan hidup-hidup.
Pengabaian dan kesendirian, disitulah dia berjalan.
Dan keangkuhan adalah hal yang paling dibenci dalam daftar kehidupannya. •
Satu kata dan dua kata terlontar begitu saja.
Orang-orang sombong disekitar William kembali terpaku.
"Apa yang baru dikatakannya?" bergetar, saking geramnya.

Muak.
William semakin menunggu kematian.

Si sipit-sipit pembawa Katana itu yang mengambil nyawanya.

Nouval masih dipelukan hangat yang sama. •
Kepala dan badan yang terpisah.

William yang malang...
Tapi setidaknya itulah yang membuatnya senang.

Hanya ada satu hal aneh dalam jasadnya. Sebuah senyum... Terlihat jelas tersungging di bibirnya....


R.I.S.A.R.A.

R.I.S.A.R.A (Risa dan Sara)

2 nama wanita yang luar biasa. Mungkin Kau pernah mendengar nama mereka, atau salah satunya.

Entah akan percaya atau tidak....

Suatu hari, di siang bolong.
Sendirian.

Berada diatas kasur sebagai seorang librocubichularist memanglah hal yang sangat berharga untuk dilakukan, untukku.

Pertengahan halaman kuhampiri.

Menarik.
Menegangkan.
Menggelitik.

Hingga suatu paragraf menyebutkan, "Aku dan dia bertatap dengan pandangan pertama."

Ketika kubuka halaman berikutnya, paragraf itu muncul kembali.

Kubuka kembali halaman berikutnya, kalimat yang sama tertera kembali.

Lalu kubuka kembali halaman berikutnya, kisah tentang pandangan pertama itu hadir kembali.

Ya Ampun!
Ada apa ini?

Kututup buku itu dengan cepat.
Salah satu ayat Al-Qur'an kubacakan dengan mantap, berharap ini tidak akan terjadi lagi.

Dengan hati-hati dan jantung yang berdegup, kubukalah halaman berikutnya.

Benar-benar aneh.
Halaman-halaman berikutnya kembali menjadi normal.

Kembali, Yang Maha Kuasa menyelamatkanku.


N.B. : ingin sekali aku memakai baju itu.. tapi dimana dan untuk acara apa?



Ivanna.
Betapa ruginya suatu dendam merasuki jiwa seseorang. Mengantarnya kedalam lubang dingin dan lembab... Dimana orang-orang sampai ke tempat pembuangan akhir.. pembuangan.. pembuangan yang beraroma bangkai.

"Hidupku adalah aku yang harus menentukannya sendiri. Terserah padamu. Tapi kenyataannya aku bisa."

Cahaya terang sama sekali tak pernah muncul dalam dirinya, kini. •
Beberapa tahun yang lalu, jiwanya tak patah, payah dan parah.

Perjalan ini tak sependek yang ia harapkan, tidak. Rantai yang membelenggu leher sampai kedua kakinya tak akan pernah terlepas. Tak ada kunci pembuka pintu maaf yang siap menerimanya. Jalanan penuh asap kemarahan dari mereka yang tak bersalah, namun terbunuh.
Goa-goa lebih gelap dari biasanya. Gedung-gedung lebih berlumut dari terakhir ia meninggalkan dunia ini.

Maafkan aku, Elizabeth.

Tidak, kau yang harus minta maaf.
Diubah oleh muthialaqilah 10-07-2020 11:56
lina.whAvatar border
NadarNadzAvatar border
nona212Avatar border
nona212 dan 5 lainnya memberi reputasi
6
3K
22
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.2KAnggota
Tampilkan semua post
muthialaqilahAvatar border
TS
muthialaqilah
#18
#DiaryAqilah16 : Depression, Self-love And Xanny.
kaskus-image

Kekuatan dari Depresi.

Apa yang aku dapat dari buku hebat ini--beritahu jika kurang tepat, karena selebihnya adalah pendapatku.
Depresi tidak disebabkan oleh lemahnya iman, tapi depresi bisa disembuhkan dengan mendekatkan diri kepada Tuhan dan agama. Depresi merupakan gabungan dari beberapa faktor kurang sempurnanya penerimaan keadaan diri sendiri, respon yang negatif dan pikiran yang tidak selaras dengan kemauan. Inilah pentingnya untuk mencintai diri sendiri. Hasil dari kepercayaan diri yang muncul secara alami (dan diusahakan) akan membuat keyakinan yang selalu positif dan optimis.

Depresi merupakan tantangan mental yang bisa memengaruhi seseorang hingga bersugesti untuk mengakhiri hidupnya secara paksa. Putus asa. Orang yang seringkali murung, senang menyakiti diri sendiri, menyalahkan segalanya, dan tidak baik sikap perilakunya, jangan selalu disalahkan seakan-akan dia adalah anak yang tidak berguna. Orang yang mengidap depresi tidak memandang usia. Anak kecil pun bahkan bisa frustasi karena orang tuanya yang terlalu protektif--dalam pengertian yang kurang berpotensi mengembangkan didikannya. Seseorang bisa sangat tidak senang terhadap dirinya sendiri didukung juga oleh lingkungannya. Misalnya, masyarakat yang menumbuhkan sikap diskriminasi, keluarga yang terlalu memaksakan kehendak, diberi perlakuan yang seenaknya, dan tidak dipercaya oleh kerabatnya--misalnya, ketika seorang anak yang dengan semangatnya ingin jago bermain catur. Namun salah satu orang terdekatnya berkata bahwa dia tidak mungkin bisa. Mustahil, katanya dengan mantap. Atau ketika seseorang telah menentukan hobinya, orang-orang disekitarnya malah meremehkannya, padahal ia perlu bertahun-tahun untuk mengembangkan potensi itu. Tidak didukung. Tidak dipercaya. Diremehkan. Tidak semua orang memiliki mental dan kendali diri yang kuat. Entah ucapan atau perlakuan kita yang mana yang berhasil menanam sesuatu yang sifatnya permanen dan bisa menjadi penghambat untuknya supaya berhasil dalam satu dua hal. Maka berhati-hatilah memperlakukan orang lain. Hanya dengan candaan yang melontarkan hinaan fisik, seseorang bisa sangat membenci dirinya sendiri.

TIDAK SEMUA ORANG MEMILIKI KENDALI DIRI YANG SAMA. Mengertilah. Kita pikir semua orang itu memiliki kekuatan yang sama, padahal siapa yang tahu. Mungkin saja mereka menangis dan berencana untuk mengakhiri segalanya dengan tujuan membuat kita lebih tersadar dan dengan itu, menjadikan kita lebih menghargai keberadaan orang lain. At least, also say no to bullying. Hargai orang lain maka dari itu kita telah berhasil menghargai diri sendiri. Mereka semua, kita semua hidup untuk merasakan tolak ukur bahagia masing-masing. Ingatlah, tidak ada orang yang bodoh di dunia ini. Depresi, bukan berarti lemah. Mereka lebih kuat dari kita semua. Kita belum tentu dapat merasakan dan bertahan sebegitu lamanya, tapi mereka bisa melakukannya. Pesan untuk kita, rangkulah orang-orang disekitar kita and try to respect others in every condition. They may be the happiest, but the saddest. The loudest laugh, the loudest cry. Don't just think about ourselves only. Tengadahkan kepala, lihatlah sekitar. Siapa kira-kira yang membutuhkan telinga untuk mendengar, mulut untuk memberi dukungan, dan hati lapang untuk menerima keluh kesah? Sementara untuk kita, tetaplah berpegang teguh kepada kecintaan terhadap nama-nama indah milik Tuhan. Bangun di pagi hari dan bermeditasi. JIk apikiran kita tenang, maka sugesti kita pun akan selalu positif. Keputusasaan memang seringkali menggelayuti tubuh yang berusaha untuk menyerah ketika sudah terlanjur lelah. Pengendalian diri adalah kewajiban untuk dipelajari. Sehat fisik itu spesial, tapi sehat mental itu luar biasa. #Mentalhealthawareness


Love Yourself.

Let me say something little bit abandoned but this is include the most important self care. "Give yourself a love." Love yourself. It's different from be yourself. A lot of people put this sentence on their own personal account bio identity. But well there's something misunderstanding for understand a self care habit beside eat healthy food, do sport, meditation, learn, and love others. Before you love another boy or girl, you have to love yourself first. Love yourself is like give your body, soul, mind and your heart something helpful, a positive look, and try to avoid a mental illness. Love yourself means achieve your own self! If you see your reflection in front of mirror and just looking forward to your eyes deeper, deeper and deeper. If you haven't found your shape reflection when you close your eyes, if it only darkness that show in, you haven't know who you are. And know yourself which mean when you get some questions about things inside yours, and you can answer them honestly, it means you already know who you are. Love yourself is a long explanation. Indirectly, somebody around us have their own hidden characteristics. They can't support themselves, but can support others. It's weird. So if we want to be happy anywhere anytime, just do your hobby even your environment didn't support you. You aren't supposed to close yourself to your friends, just talk with them what you feel and what's the worst feeling that come to you at the moment. Look for someone who won't betray you behind your secrets even it's difficult. If you always not find partner you want, make a holy connection to your God. Religion is your first rules, and your last choice. Give yourself the best by do what you want. If you can't, do anything, it's good you still alive.

"i dont need a xanny to feel better." -Billie Eilish.

Di balik setiap senyuman pasti selalu ada kesedihan. Dan di setiap raga selalu ada jiwa yang memiliki kepiluan tersendiri. Air mata tak pernah memandang siapa dan seberapa besar kadar iman seseorang. Ujian datang tanpa diundang. Kecuali jika mereka telah melakukan suatu hal yang kurang tepat, cobaan tersebut wajib dijadikan pelajaran. Betapa banyak goresan yang tak diinginkan di dalam kehidupan. Tinggal bagaimana kaki ini melangkah, menentukan bagaimana keluar dari segala kesedihan ini tanpa memihak pilih kasih kepada siapa pun. Pepatah berkata hidup adalah pilihan. Termasuk pilihan bagaimana kita menantang segala plot memuakkan ini untuk segera pergi dari setiap hembusan nafas kita. Kita semua memang perlu sendiri selama beberapa waktu. Untuk merenungkan segalanya, dan merasakan setiap inci perasaan ini. Terkadang masalah itu harus dinikmati. Kemudian diusir dengan kerendahan hati tanpa prasangka buruk kepada siapa pun.

Mengusir secara lembut adalah ketika kita berlari kepada Tuhan kita, meluapkan segalanya. Tak perlu malu dihadapan-Nya untuk menangis dan mengadukan keluh kesah kita selama ini. Tuhan akan selalu menunjukkan jalan yang tepat, yang terbaik dan yang dapat menenangkan hati. Larilah kepada Tuhan jika kita tengah merasa tak nyaman dengan diri kita dan lingkungan kita sendiri. Obat-obatan, nikotin dan psikotropika tidak akan menyelesaikan semuanya. Mereka adalah benda mati yang bisa semakin menghidupkan ketidakpercayaan kita terhadap kepedulian Tuhan kita. Menyiksa diri bukanlah jalan yang baik. Apalagi sampai menentukan kematian sebelum kematian. Jika tidak ada orang yang dipercaya untuk mendengarkan dan mengerti segala masalah kita, maka Tuhanlah yang akan selalu hadir di sisi kita. Mengkonsumsi hal-hal yang diragukan perlu materi yang memberatkan. Sedangkan rumah ibadah menerima setiap kalangan. Larilah kepada Tuhanmu niscaya Ia akan menghilangkan masalahmu. Bukan kepada apa-apa yang dapat menenangkanmu namun tidak dapat menyelesaikan masalahmu. Kamu akan tenang bersama Tuhan. Kamu tidak akan senang jika menghadapinya sendirian. Aku salut sekali dengan mereka yang memilih bercerita kepada Tuhannya sebagai solusinya. Padahal tantangan mereka begitu sulit dan sukar dipahami. Tapi pengalaman-pengalaman itu menguatkan mereka. Aku salut. Betapa banyak orang yang berlebihan menghadapi masalah mereka. Padahal masalah mereka belum seberapa. Tapi mereka lebih memilih untuk mempublikasikannya secara berlebihan. Mereka yang baru memiliki kesedihan sekecil itu pun masih sering mengeluh. Menganggap cobaan itu benar-benar berat. Padahal mereka yang ujiannya lebih dari itu masih mampu untuk tersenyum dan terlihat bahagia--bersyukur. Seharusnya kita malu.
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.